Anda di halaman 1dari 20

Pengemas Kertas

Pengemas kertas

Definisi
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan
dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang
digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa
dan hemiselulosa.
Pulp adalah bubur kertas sebagai bahan dasar pembuatan
kertas.
Kayu terdiri dari 50% selulosa, 30% lignin dan bahan bersifat
adhesif di lamela tengah, 20% karbohidrat berupa xylan,
mannan serta resin, tanin dan gum. Tipe kayu dan lembaran
akhir kertas yang diinginkan sangat menentukan cara
pembuatan kertas.

Jenis kertas
Kertas kultural (kertas halus)
Kertas halus terdisi dari kertas cetak dan kertas tulis
Kertas industry (kertas kasar)
Kertas industry biasanya digunakan sebagai pembungkus atau
pengemas suatu produk, seperti kertas kraft, manila, glassin, kedap
lemak, antitarnish, perkamen, pouch, tissue, krep, tahan kondisi basah,
lilin dan lain-lain. Selain itu, terdapat jenis kertas yang lebih tebal yaitu
karton.
Kertas kraft Kertas glassin Kertas karton
CONTOH KERTAS INDUSTRI
Kertas kraft Kertas kraft sack
Kertas anti-tarnish Kertas manila
Kertas reinforced kertas lilin
Sifat kertas
a. Gramature
b. Ketebalan
c. Kelicinan
d. Porositas
e. Moisture content
f. Ketahanan tarik
g. Ketahanan Retak
h. Ketahanan Sobek
i. Ketahanan lipat
j. Kekakuan
k. Kecerahan
a. Gramature
suatu istilah yang mewakili berat kertas dalam
satuan gram/meter persegi (g.m
-1
)
pengukuran dilakukan pada kondisi kelembapan
50% dan suhu 23C
perbedaan gramatur disebabkan oleh jenis serat,
tingkat penggilingan, jumlah bahan pengisi

b. Ketebalan (thickness/caliper)
Ketebalan mempengaruhi sifat fisik, kekakuan dan
ketahanan lipatan lembaran.
Memiliki ketebalan tertentu yang diukur dalam
satuan micron maupun milimeter
c. Kelicinan (smoothness)
Berhubungan dengan sifat permukaan luar
lembaran.
Kertas yang baik memiliki permukaan tanpa wire,
felt atau gumpalan serat
d. Porositas (porocity)
Menentukan adsorpsi tinta
Untuk menghindari kantong pecah selama
pengisian
Memiliki pori-pori yang memungkinkan udara dan
uap air bisa melaluinya.
e. Moisture content
Kertas dapat menyerap dan melepaskan
kelembaban tergantung pada RH dan suhu ruang.
Memiliki kadar air tertentu karena kertas
merupakan jenis yang hidroskopik.


f. Ketahanan Tarik
Pengukuran kekuatan kertas di bawah gaya tarik
minimal tertentu.
Diperlukan saat penggunaan dan pada waktu
pembentukan lembaran itu sendiri.
g. Ketahanan Retak
Fungsi yang kompleks dari ketahanan tarik dan
daya renggang.
Berhubungan dengan karton bergelombang.

h. Ketahanan sobek (tearing resistance)
Tes ini menghasilkan nilai kekuatan yang
diperlukan untuk menyobek kertas dengan
menggunakan suatu mesin tertentu.
i. Ketahanan lipat
Ukuran kekuatan dan fleksibilitas lembaran kertas
yang pada penggunaannya sering mendapat
perlakuan dilipat ulang harus mempunyai
ketahanan lipat yang baik.

j. Kekakuan (stiffness)
Kekakuan kertas mempengaruhi kemampuan untuk
digunakan dan penampilannya.

j. Kecerahan (brightness)
Diukur berdasarkan total spectrum refleksi terhadap
cahaya putih. Semakin tinggi refleksi, maka semakin
cerah kertas.

Jenis Pengemas / Kemasan Kerta
1. Kemasan sekali pakai
Kemasan kertas sekali pakai merupakan kemasan yang dapat rusak
dalam sekali pakai, antara lain:
Self Opening Satched Bags (SOS Bags), kantong berbentuk kotak
dan berdiri tegak, umumnya digunakan oleh restoran cepat saji
untuk melayani pembelian take away.
Flat & Satched Bags, digunakan untuk membungkus produk
kentang goreng, ayam panggang, roti, kebab, dll.
Paper wrap, digunakan untuk membungkus burger atau nasi.
Paper cup, gelas kertas baik untuk minuman dingin atau panas.


2. Kemasan industri
Kemasan kertas untuk industry dapat digunakan untuk industry
pangan maupun non pangan.
Jenis kemasan ini bisa diperoleh dalam bentuk lembaran atau
kantung/paper bag/sack untuk kemasan besar.
Kemasan untuk industry pangan yang biasa digunakan adalah
kemasan gula/garam/lada, kemasan terigu, kopi, bahan
kimia, pembungkus margarine dll.

Teknologi Pembuatan Kemasan Kertas
Kertas dibuat dengan langkah sebagai berikut:
a) pembuatan pulp
b) pencetakan
c) pengeringan

a. Pembuatan pulp
1. Pembuatan pulp kayu dasar
Kayu gelondongan dihancurkan dengan gilingan batu sambil
menyemprotkan air ke permukaan gilingan batu untuk
mengeluarkan bahan yang sudah digiling. Metode ini hanya
digunakan untuk jenis kayu lunak yaitu jenis kayu yang berasal dari
pohon berdaun jarum dengan panjang serat > 0.625 cm. Pada
metode ini tidak ada bagian kayu yang terbuang.

2. Pembuatan pulp kimiawi
- proses soda NaOH
- proses kraft Na
2
SO
4
- proses sulfit kalsium atau magnesium bisulfit dan asam sulfit

3. Pembuatan pulp semikimiawi
Metode ini merupakan kombinasi cara kimia dan alat-alat mekanis
dalam pembuatan pulp kayu. Untuk melunakkan lignin dan karbohidrat
yang terikat dengan serat, maka kayu direndam dalam soda kaustik atau
sodium sulfi netral. Kemudian digiling dalam piringan penghalus.

b. Pencetakan
mencetak pulp sesuai ketebalan yang diinginkan

c. Pengeringan
mengeringkan pulp hingga menjadi kertas

Kelebihan pengemas kertas
harganya murah dan mudah diperoleh karena tidak
membutuhkan suatu proses produksi dan pengemasan yang
rumit.
salah satu bahan kemasan dalam kampanye cinta lingkungan
hidup mengingat bahan kertas yang mudah diurai maupun
didaur ulang selama kertas yang digunakan aman sebagai
bahan pengemas dan tidak mengandung bahan kimia yang
akan mencemari lingkungan.

Kelemahan pengemas kertas
sifatnya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi
oleh kelembaban udara lingkungan
berpori
memiliki rintangan yang lemah terhadap oksigen dan
karbondioksida
tidak bisa mencegah kehilangan rasa dan bau pada makanan
dapat menyerap lemak
tidak dapat diseal dengan pemanasan suhu tinggi
mudah robek