Anda di halaman 1dari 18

MODUL BAHASA INDONESIA

BAB V
KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA

I. STANDAR KOMPETENSI (SK)
Menulis
16. Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain
kedalam cerpen.

II. KOMPETENSI DASAR (KD)
16.1 Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri
dalam cerpen (pelaku,peristiwa, latar).


Perhatikanlah mereka
yang membutuhkan
bantuanmu


III. MATERI

CERPEN BERDASARKAN KEHIDUPAN DIRI SENDIRI
Pengertian cerpen
Unsur intinsik cerpen
Unsur ekstrinsik cerpen
Contoh-contoh penggalan cerpen yang memuat unsur intrinsik
Contoh-contoh penggalan cerpen yang memuat unsur ekstrinsik
Pengertian cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri
Ciri-ciri cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri
Contoh-contoh cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri

Pengertian cerpen :
Cerpen adalah karangan pendek berupa prosa yang dapat habis dibaca sekali
duduk.
Cerpen merupakan genre karya prosa. Prosa dalam kesusastraan juga disebut
fiksi, teks naratif, atau wacana naratif. Istilah fiksi dalam pengertian ini disebut
sebagai cerita rekaan/khayalan meskipun cerita itu diangkat dari kisah nyata.

Saat ini salah satu jenis karya sastra yang cukup diminati kalangan remaja
adalah cerpen. Dengan ceritanya yang pendek dan tidak terlalu kompleks,cerpen
cocok dijadikan bacaan di waktu senggang. Berawal dari kegemaran membaca ,
banyak pembaca yang kemudian tertarik untuk mencoba mengarang cerpen
sendiri.
Menulis cerpen ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Siapapun yang mampu
menyusun kalimat dengan baik , punya pengalaman hidup, dan mampu
berimajinasi akan mampu mengarang cerpen.Yang penting ,berani mencoba,tekun
berlatih, dan tidak lekas putus.
Cerpen merupakan cerita yang bersifat khayalan dan kebenarannya hanya
sebatas dalam imajinasi pengarang.Namun,biasanya,cerpen adalah refleksi
kehidupan masyarakat.Cerita yang diangkat merupakan apa yang terjadi dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari.Dalam cerpen,terdapat unsure
tema,tokoh,latar,sudut pandang pengarang,dan dialog.


Cerpen dibangun atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
A. Unsur Intrinsik cerpen
1. Tema : sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dalam cerita,
misalnya : cinta, kasih sayang, persahabatan, romantika, keluarga,
sosial, masalah misteri.
2. Alur/plot : rangkaian peristiwa atau kejadian yang saling berhubungan
untuk menjalin sebuah cerita.
Alur sebuah cerita umumnya terdiri atas bagian awal, tengah, dan akhir.
Tahap awal berisi bagian konflik dan klimaks. Sedangkan bagian akhir cerita
berisikan penyelesaian atau ending.
Alur disajikan dengan tiga cara tiga cara, yaitu :
- Alur maju/ progresif : dimulai dari awal, tengah, dan akhir
- Alur mundur/flahback : dimulai dari akhir kemudian baru awal cerita
- Alur campuran : dimulai dari akhir cerita, awal, tengah kemudian kembali
ke akhir cerita lagi.
3. Penokohan
a. Berdasarkan sifatnya, penokohan terbagi atas :
- Protagonis, tokoh yuang berwatak baik
- Antagonis, tokoh yang berwatak jahat
- Tritagonis, tokoh yang membantu, melerai kedua tokoh di atas.
b. Berdasarkan fungsinya/peran, penokohan terbagi atas :
- Tokoh utama : tokoh yang menjadi pusat cerita
- Tokoh pembantu : tokoh yang mendukung jalannya cerita
- Tokoh figuran : tokoh yang fungsinya hanya sebagai pelengkap
Penggambaran tokoh
Disampaikan secara langsung/tidak langsung
- Penggambaran langsung (analitik).
Misalnya :
Dikampung itu Pak Dirwan dikenal sebagai seseorang yang ramah,
sopan, dan dermawan.
- Penggambaran tidak langsung (dramatik).
Penggambaran secara dramatik bisa digambarkan melalui :




a. Dialog tokoh
Misalnya : Ech Rifky! Yuda mana?? Koq gak diajak??, ucap Wulan
b. Tanggapan tokoh lain
Misalnya : watak tokoh A dibicarakan oleh tokoh B dan C.
c. Jalan pikiran tokoh
d. Penggambaran fisik dan sifat tokoh
Misalnya :
Tanpa bertanya terlebih dahulu Beni langsung menyantap
habis makanan di meja itu.
4. Setting/latar
Yaitu keterangan mengenai waktu, ruang/tempat, dan suasana peristiwa.
Latar yang baik dapat mendukung pelaksanaan tema dan amanat.
Oleh karena itu, semakin baik pengetahuan seorang pengarang akan hal
yang diceritakan. Pengetahuan ini dapat diperoleh dengan cara langsung
mengobservasi tempat, waktu, situasi, atau adat budaya yang diceritakan
dalam bercerita.
5. Sudut pandang/poin of view
Yaitu cara pengarang mengisahkan dirinya dalam cerita.
Ada dua macam sudut pandang, yaitu :
1) Sudut pandang orang 1 (pertama)
Pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku cerita. Kata ganti yang
digunakan adalah aku, saya, dan kami. Biasanya juga disebut sudut
pandang acuan.
Sudut pandang orang pertama ini terbagi atas tiga :
a. Orang pertama pelaku utama
b. Orang pertama sebagai pengamat langsung
c. Orang pertama sebagai pengamat tidak lansung
2) Sudut pandang orang ke 3 (ketiga)
Pengarang menempatkan dirinya diluar cerita. Kata ganti yang
digunakan adalah ia, dia, mereka, atau nama orang. Sudut
pandang ini terdiri atas dua :



a. Orang ketiga serba tahu, maksudnya pengarang menceritakan lebih
dari satu tokoh
b. Orang ketiga terfokus atau terarah, artinya pengarang hanya
menceritakan satu orang tokoh dalam cerita.
6. Bahasa (diksi dan gaya bahasa)
- Bahasa merupakan unsur pendukung keindahan sebuah cerpen.
- Diksi pilihan kata pengarang untuk menyajikan berita.
- Sedangkan gaya bahasa atau majas yaitu kata-kata ungkapan khusus
yang dipakai pengarang untuk mengungkapkan maksud sekaligus
menyajikan keindahan.
7. Amanat
Yaitu pesan yang disampaikan pengarang yang disampaikan pengarang
melalui karya atau ceritanya. Amanat suatu cerpen sangat penting.
Tambahan pengetahuan, pendidikan, sesuatu yang bermakna dalam hidup
dapat memberikan hiburan sekaligus kepuasan batin dan kekayaan batin
bagi pembaca.

B. Unsur Ekstrinsik
1) Situasi dan Keadaan Zaman
Keadaan atau situasi, tempat dan waktu sangat mempengaruhi suatu
karya sastra. Akhir-akhir di negara kita secara beruntun terjadi bencana
alam. Hal ini menggugah penulis untuk berkarya dengan mengangkat
masalah tersebut.
2) Latar Belakang Pengarang
Latar belakang sangat mempengaruhi hasil karya sastra. Asal daerah,
jenis kelamin, usia, agama, pendidikan dan profesi merupakan hal-hal
yang tampak dalam kalangannya.









Contoh-contoh penggalan cerpen yang memuat unsur intrinsik :


SAHABATKU CINTAKU
Oleh: Dellia Riestavaldi

Kamu, orang yang membuatku nyaman, dan bahagia. Selalu menjagaku tanpa lelah. Tetapi rasa ini
sungguh menyiksaku, menunggu kepastian tanpa balasan. Dia sahabatku, tapi dia juga nafasku, dia
Dicky Aprilio. Sejak pertama aku kenal dia, tatapannya itu masih teringat jelas di memoriku, dia
selalu menjagaku kapanpun senyumannya membuatku tenang dan damai dan dimanapun, setiap
aku down dia selalu memegang erat tanganku dan membuatku bangkit lagi.

Mungkin aku terlalu egois terlalu berharap untuk memilikinya, tapi aku tak bisa selalu berpura-pura
untuk tidak mencintainya. Tapi disisi lain kalau emang kita jadian aku TAKUT, aku sangat takut
kehilangan dia, aku gamau dia hilang dari mata dan hatiku. Tapi di sisi lain juga aku pengen banget
milikkin dia, supaya semua orang tau dia milik aku bukan milik orang lain.

Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika teman-temanku menanyakan kedekatan ku dengan dicky
selama ini, aku sakit ketika aku harus bilang bukan, dia hanya temanku. Dan merekapun
menjawab padahal udah cocok banget, jadian aja. Aku hanya membalas dengan senyuman. Tapi
perlahan masalah itu sudah menjadi hal yang biasa untukku. Karna Dicky mengajarkanku untuk
bertindak dan bersikap yang dewasa. Aku ga berani bilang Dicky adalah segalanya buat aku, karna
aku takut segalanya aku hilang.


Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa yang ingin selalu berfikiran positif, jadi aku kadang
berpikir kalau hubungan aku sama Dicky sekarang aku takut jika kita pacaran lalu putus dan
gakjauh lebih bahagia bisa deket lagi, mending betemen kaya sekarang dan dia gak akan ninggalin
aku, kecuali dia mempunyai cintanya yang baru.

D-I-C-K-Y seseorang yang paling berharga buat aku sekarang, andaikan aku mampu berkata di
depannya bahwa aku sayang dia dan gamau kehilangan dia mungkin aku akan jauh lebih tenang, tapi
beberapa kali aku mencoba untuk mengatakannya malah yang ada hanya gemetaran yang ku rasa,
mungkin belum saatnya aku berkata seperti itu.

Tawa dan candanya adalah warna di hidupku, aku tak ingin semuanya berlalu begitu cepat. Dicky
juga adalah salah satu alesan yang membuatku betah di masa SMA yang dulu yang aku anggap biasa
aja. Aku sekarang masih duduk manis di sampingnya menjadi teman biasa, entah akankah posisi itu
berubah, akupun tak tahu
*****


Contoh-contoh penggalan cerpen yang memuat unsur ekstrinsik :

DIA BERUBAH
Aku mempunyai seorang teman di kelasku yang baru. Pertama-tama dia yang mulai mendekatiku.
Aku sangat senang mempunyai seorang teman baru. Dia sangat pintar. Selain itu, dia juga lucu dan
enak diajak bicara. Sejak saat itu dia selalu ber sama-sama denganku ke mana saja, bagaikan sampul
lengket dengan prangko.
Hari demi hari kujalani kehidupanku di kelas dengan sangat bahagia bersama temanku itu. Tetapi
hari berganti hari, penderitaanku yang me nyakitkan hati akan di mulai.
Setelah lama bersama dengan dia, aku menyadari nya kalau dia ter golong anak yang egois. Dia telah
berubah. Dia benar-benar berubah. Dulu dia baik, tetapi sekarang dia mulai terlihat sifat buruknya.
Memang kuakui kalau dia lebih pintar daripada aku dan aku bukan tandingannya dalam belajar.
Suatu ketika, guruku sedang menerang kan pelajaran. Temanku itu tidak mengerti pelajaran yang
diikutinya dan aku pun tidak mema hami nya. Dia bertanya padaku dan aku men jawab tidak tahu
jawabannya karena memang aku tidak tahu. Akan tetapi, betapa ter kejutnya diriku karena begitu
aku menjawab tidak tahu, kata-kata pedas mulai menyakiti diriku ini. Aku dicaci maki. Aku sudah
tidak tahan akan sikapnya.
Ia selalu mengatakan kalau aku ini tidak bisa apa-apa. Dengan keberanian ku, aku berbicara jujur dan
terbuka dengan dia. Aku juga bilang kalau aku tidak suka dengan kata-katanya yang menyakitkan
dan sifatnya itu. Aku katakan kalau dia tidak berubah, dia tidak akan mempunyai banyak teman.
Namun, dia malah marah dan meng ejek aku dan temanku yang lain.
Besoknya, dia tidak masuk sekolah. Betapa berbahagianya aku ini karena dia tidak masuk sekolah.
Hari demi hari telah terlewati, tidak terasa sudah tiga minggu dia tidak masuk ke sekolah. Aku mulai
khawatir juga. Walau pun aku sedang marah padanya, tetapi aku juga perlu mendoakan nya agar dia
tidak tertimpa apa-apa.
Besoknya, aku mendengar kabar kalau dia sudah pindah sekolah. Aku pun terkejut. Ketika pulang
sekolah, aku menerima surat dan satu paket bingkisan. Ternyata peng irimnya adalah temanku itu.
Kemudian, aku membaca surat nya. Isi suratnya, dia minta maaf atas per lakuan nya itu. Aku
bersyukur kepada Tuhan karena dia telah berubah dari perbuatannya itu. Aku pun me maafkan
meskipun sampai saat ini aku belum bertemu dia lagi. Aku berharap suatu hari nanti kita akan
menjalin persahabatan lagi.

*****





Pengertian cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri
Cerpen pengalaman pribadi merupakan cerita pendek yang ditulis sendiri dan bersumber dari
pengalaman pribadi.
Sekilas tentang Cerpen Pengalaman Pribadi

Berbicara tentang cerpen, berarti kita harus siap berhadapan dengan dunia baru, dunia
imajinasi. Karena bagaimanapun, cerpen tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya imajinasi.
Cerpen identik dengan tulisan fiksi yang berisi cerita hasil imajinasi penulisnya. Mereka yang menulis
cerpen bebas menceritakan apapun yang ada di alam pikirannya.
Namun, meskipun termasuk ke dalam sebuah karya fiksi, ternyata ada juga cerpen yang bersumber
dari pengalaman pribadi penulisnya. Cerpen pengalaman pribadi ini biasanya menceritakan
pengalaman yang pernah dialami penulis, namun tentunya tidak diperlihatkan secara gamblang. Ya,
meski sedang menceritakan kisahnya, namun penulis biasanya selalu memunculkan tokoh yang
seakan-akan bukan dirinya.
Secara teori, membuat cerpen pengalaman pribadi merupakan proses menulis cerpen yang
paling mudah. Penulis tidak perlu terlalu banyak mengawang-awang dan berimajinasi tinggi ketika
hendak membuat cerpen jenis ini. Karena yang menjadi sumber cerpen ini adalah pengalaman
pribadinya, penulis hanya tinggal mengingat setiap momen yang pernah dilaluinya, lalu
menuangkannya ke dalam sebuah tulisan.
Ciri-ciri cerpen berdasarkan kehidupann diri sendiri :
Biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal (aku)
Ceritanya memfokuskan pada satu kejadian tunggal, seperti salah satu kisah dan kejadian
penting yang pernah dialami.
Tokoh yang terdapat dalam cerpen pengalaman pribadi ini biasanya hanya sedikit, hanya
sekitar satu sampai empat orang yang bertujuan agar ceritanya hanya terfokus pada pelaku
utamanya saja.
Dalam cerpen pengalaman pribadi paragraf pertama biasanya dijadikan kunci utama cerita.

Tahap-tahap penulisan cerpen :

1. Menentukan tema cerpen.
Tema merupakan permasalahan dasar yang menjadi pusat perhatian dan akan diuraikan
agar menjadi jelas.Tema sangat berkait dengan amanat/pesan/tujuan yang hendak
disampaikan kepadadiri pembaca.Tema dapat diperoleh dari proses menggali pengalaman-
pengalaman yang mengendap atau refleksi peristiwa yang baru dialaminya.


2. Mengupulkan data-data,keterangan,informasi,dokumen yang terkait dengan
peristiwa/pengalaman yang menjadi sumber inspirasi cerita.
3. Menentukan garis besar alur atau plot cerita.Secara bersamaan dengan tahap
ini,menciptakan tokoh dan menentukan latar cerita.
4. Menetapkan titik pusat kisahan atau sudut pandangan pengarang.
5. Memeriksa ejaan,diksi,dan unsure-unsur kebahasaan lain serta memperbaikinya jika
terdapat kekeliruan.
Hal-hal yang harus diperhatikan agar cerpen lebih
menarik yaitu:

1. Memilih tema yang digemari pembaca (sesuai dengan konsumsi pembaca).
2. Menyusun paragraf pertama semenarik mungkin.
3. Menggali dan menghidupkan suasana.
4. Menggunakan kalimat efektif.
5. Menggerakkan tokoh atau pelaku.
6. Mengatur alur sesuai suasana yang dikehendaki
7. Menciptakan sentakan atau kejutan.


Contoh-contoh cerpen berdasarkan pengalaman diri sendiri :
Memancing dengan Teman Teman

Angin berhembus kencang dan terdengar suara gelombang-gelombang air kecil disertai kicau-kicau
burung. itulah yang aku rasakan setiap pergi memancing ke waduk wonogiri pada hari libur bersama
temanku.
Sesampainya kami dilokasi yang cukup nyaman untuk kami,setelah itu kami mempersiapkan
alat-alat pancingnya.
Gung,klamu menyiapkan umpan,dan alat-alat pancingnya bagianku.Ucapku untuk membagi
tugas kami.
Baiklah.Balas Agung.
Setelah semuanya beres,kami bergegas untuk mulai mencari ikan.

Gung,ayo lomba banyak-banyakan mendapat ikan,siapa yang menang nanti akan membawa pulang
ikannya.Ajakku.
Baiklah,siapa takut.Balasnya.
Dan cukup lama kami memancing, kedudukannya pun juga baru 1-1, karena kami belum profesianal.
Lalu saetelah Agung bosan karena dia belum mendapat ikan lagi maka dia mengeluarkan
jurusnya,yaitu asal-asalan.
Gung,apa yang kamu lakukan ?Tanyaku.


Ah,berisik! Diam dan lihatlah sang master beraksi! Balasnya.
Lalu dia membuat sebuah gumpalan umpan ikan yang cukup besar,setelah selesai
membuatnya segeralah dia melelparkannya dengan sekuat tenaga hingga mampu hampir mencapai
tengah waduk.
Sudah cukup lama dia menanti dan aku sudah mendapat satu lagi ikan. Setelah lama
menunggu akhirnya ujung pancingnya bergerak, dan segera mungkun dia menariknya.
Ah,berat sekali sepertinya ikan besar.Ujarnya.
Lalu dia membiarkan dulu ikan itu berenang kesana-kesini karenamenunggu ikan itu
menyerah dan takut jika senarnya putus. Tapi bukannya lelah, ikan itau malah berenang menuju
senar-senar pancing milik bapak-bapak yang sedang memancing juga. Dan akhirnya,Byur.. Byur..
Byur.. Suara pancing-pancing yang tercebur ke air, karena ikut terseret senar Agung yang ditarik
ikan itu. Lalu ikan itu pun akhirnya juga terlepas.
Agung pun kecewa dan minta maaf kepada bapak-bapak yang pancing-pancingnya sudah
tercebur, dan setelah itu mengajakku pulang.

KABAR SEORANG SAHABAT
Hari ini, Minggu tepatnya tanggal 8 bulan Juli di tahun 2012 yang seharusnya merupakan hari indah
buat aku berubah 360 derajat.

Sore hari yang masih terik tak mampu mengusir rasa lemas tanpa daya mendengar keadaan
SAHABAT aku yang begitu mempilukan tanpa ada seorangpun yang tahu keadan dia. memang benar,
hanya aku saja yang tahu Luar Dalamnya sahabat ku ini. Keadaan dia yang semakin buruk tidak aku
sadari siangnya ketika kita masih ngomong via telepon. dia berusaha menutupi rasa sakit yang
dideritanya dengan tertawa lepas canda mencandai sehingga aku kurang begitu memperhatikan
keadaan dia secara peka. sakit kronis yang dia rasa aku tahu sudah 2 minggu belakangan sering
kambuh. namun di tetap menutupi semuanya dengan tetap bekerja dan beraktifitas seperti biasa.
memang dia seorang yang tidak suka membebankan segala sesuatu kepada siapa pun. sakit yang
diderita dia mau tanggung sendiri namun BAHAGIA yang dia dapat, mau dia bagi kepada orang lain.

ini merupakan kisah nyata. keperibadian nyata dan tingkah laku dia. dia sudah divonis menderita
penyakit KANKER sekitar 2 tahun yang lalu. tanpa ia sadari sedikit pun ketika kondisi badan sering
sakit, dia mengansumsikan sebagai penyakit biasa saja. begitupun penyakit yang dia derita setelah
dia tahu dan bisa menerima. dia bersikap biasa saja. bersikap tetap semangat, berjuang, bekrja dan
yang paling aku kagumi tidak mau dikasihani dengan keadaannya.

kehadiran seoarang pacar yang belakang mampu mengusir rasa sakit dan deritanya ternyata tidak
sesuai harapan dia. menurut cerita dia, pacarnya memang sayang banget ma dia. namun mungkin
karena sifat dia yang selalu meutupi segala seuatu membuat pacarnya sendiri tidak faham betul
tentang sikap dan keadaan yang selama ini dia hadapi. maklumlah, mereka LDR (Long Distance
Relationshif) atau pacaran jarak jauh lebih kerennya. apalagi dengan kondisi pacarnya yang kini
sudah mulai kerja. jadi dia pun berpikir tidak mau membebani dan membuat segalanya menjadi
lebih berat untuk pacarnya. ini lagi sifat yang aku kagumi sama dia.

singkat cerita, hari minggu ini menjadi hari yang buruk buat dia. kondisi dia yang semakin parah


berusaha ia tutupi dari pacar dan sahabatnya. sampai tiba-tiba ponsel ku berdering dikejutkan
dengan kabar yang tidak sedap dari dia sendiri. dia baru saja pingsan dan baru sadar telah di rumah
sakit. itulah mengapa hp aku tlp tidak diangkat. aku sangat terkejut sekali. dia mengabarkan bahwa
kondisi dia semakin parah. tapi tetap saja menyuruh aku tidak usah khawatir. seandainya aku bisa
menyebrangi lautan dan mendaki bukit hanya untuk bersama sahabat ku ini. aku akan
melakukannya. tapi apa daya, aku jauhnya ribuan kilo dari ditempat dimana dia berada.

hanya sekilas dia menggambarkan keadaan dia sekarang. tapi yang jelas penyakit dia sudah
merambah ke organ vital yang lain. infeksi ginjal mungkin saja bisa terjadi. hal itu terlintas dalam
ingatan ku begitu saja ketika dia sering mengeluh dibagian perut dan pinggang sebelah kanannya.
kini menjalar ke pinggang sebelah kirinya katanya. sungguh hal yang tidak biasa, tidak lazim dan
jarang aku dengar diderita seseorang namun masih bisa berkata tidak apa-apa dan jangan khawatir.

aku hanya bisa berharap dia bisa menghabiskan waktu yang entah sampai kapan aku masih bisa
bersama sahabtku ini berbagi cerita dengan perasaan "senang, nyaman, bahagia dan selalu bangga
akan diriny". itulah pengharapan tulus yang ku kirim buat dia. seandainya bisa kukirim Malaikat
Penjaga ku buat kamu wahai sahabat ku, aku akan mengirimnya buat kamu.

semoga kondisi kamu besok lebih baik dan lebih sehat. itulah pengharapan dan doa tulus yang bisa
kusampaikan dari jarak jauh.
dari sahabat kamu

















I. Soal uji kompetensi
A. Soal objektif
1. Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama!
Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan tak semena-mena.
Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?
Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah
kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan
dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh
main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari?
Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain
meringkuk di penjara.
(Gerhana, Muhammad Ali)
Nilai moral dalam penggalan cerpen di atas adalah
a. Orang yang menebang pohon milik orang lain harus dilaporkan kepada lurah.
b. Orang yang menebang pohon milik orang lain dapat dimasukkan ke penjara.
c. Kerukunan kampung dapat terganggu karena penebangan pohon pepaya.
d. Persoalan kecil yang dibesar-besarkan akan berakibat fatal.
e. Dua kilo beras telah menyebabkan dua orang bertikai.
2. Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama!
.Ibu makin jarang di rumah. Tinggal aku dan ayah yang mengurus sawah.
Terkadang ibu baru pulang setelah beberapa hari. Tetapi, kejarangan ini tidak pernah
menimbulkan rindu kami lagi. Walau adikku yang terkecil. Kami sudah biasa. Kami
pun jarang bertanya di mana ibu dan kapan pulang. Hari-hari ibu tidak pergi, pagi ia
sudah ada di pinggir jalan. Dari rumah dibawanya segulungan goni-goni dan siangnya
goni itu sudah penuh berisi beras yang dicegatnya berdikit-dikit dari orang-orang
kampung lewat. Besoknya, jika hari pasar, beras ini dibawanya ke pasar dengan
pedati sewaan. Dari pasar ibu membawa buntalan berisi berbagai pakaian atau
barang lain. Dan apabila hari pasar dibawanyalah ke pekan terdekat. Dan jika tidak
habis laku, dibawanyalah ke luar kampung. Orang-orang kampung memang lebih
suka pakaian-pakaian yang sudah jadi, yang tebal-tebal. Dan ibu memang tahu
kesukaan orang-orang kampung ini. Dari pembelinya, beraslah yang sering diterima
ibu.
(Jika Hujan Turun, J.E. Siahaan)
Tema yang tersirat dari kutipan cerpen di atas adalah
a. keuletan seorang ibu dalam mencari nafkah untuk keluarganya
b. ibu rajin ke pasar dan ayah rajin ke sawah
c. ibu berjualan dari kampung satu ke kampung yang lain
d. dari pasar ibu membawa buntalan berisi berbagai pakaian atau barang lain
e. pakaian dibeli dengan beras


3. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Aku tidak percaya! Aku tidak percaya, jika hanya oleh melompat-lompat dan
berkejaran semalaman penuh. Aku tidak percaya itu. Aku mulai percaya desas-desus
itu bahwa kau orang yang tamak. Orang yang kikir. Penghisap. Lintah darat. Inilah
ganjarannya! Aku mulai percaya desas-desus itu, tentang dukun-dukun yang
mengilui luka sunatan anak-anak kita. Aku mulai yakin bahwa itu karena
kesombonganmu, kekikiranmu, angkuhmu, dan tak mau tahu dengan mereka. Aku
yakin, mereka menaruh racun di pisau dukun-dukun itu.
(Panggilan Rasul, Hamsad Rangkuti)
Pendeskripsian watak tokoh aku yang digunakan pengarang dalam kutipan cerpen di atas
adalah.
A. menguraikan watak tokoh
B. tanggapan tokoh lain
C. dialog antar tokoh
D. melalui pikiran tokoh
E. lingkungan sekitar tokoh
Teks berikut untuk soal nomor 4 sampai 6. Bacalah penggalan cerpen berikut dengan
saksama!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda
sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku,
mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa
aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku
orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam
lenggok orang Belanda.
"Kenang-kenangan" oleh Abdul Gani A.K.

4. Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ...
A. orang pertama pelaku utama
B. orang ketiga pelaku sampingan
C. orang ketiga pelaku utama
D. orang pertama dan ketiga
E. orang ketiga serbatahu


5. Watak tokoh "aku" dalam penggalan cerita tersebut adalah ...
A. percaya diri
B. mudah menyesuaikan diri
C. sombong
D. rajin berusaha
E. mudah dipengaruhi





6. Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...
A. Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimana-pun juga.
B. Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
C. Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
D. Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.
E. Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

Melihat tingkah kedua remaja itu, ditambah dengan ajakannya yang menggoda,
serta musik pengiringnya yang merangsang, penumpang-penumpang yang banyak itu pun
tergelitik ikut menari. Semua mereka sekarang menari. Anak gadis yang duduk di sebelahku
mungkin tergoda pula untuk menari. Dia menoleh kepadaku dan berkata," Mari kita ikut
menari, Pak."
"Taklah. Badan Bapak masih terasa sakit. Kau sajalah yang menari."
"Tapi tak ada pasangan yang tersisa untukku. Ayolah! Temani saya. Tak apalah sakit-
sakit sedikit. Apa kata anak muda itu? Lupakan sejenak segala duka! Ayo. Mari sejenak kita
ikut berlupa-lupa."
"Bapak tidak pantas menari bersamamu. Malu dilihat orang. Apa kata mereka nanti?
Si tua yang tak tahu dituanya!"
"Semua orang sekarang ini sedang gila menari! Tak pantas kalau tak ikut menari di
tengah orang yang sedang menari. Ayolah, Pak. Ayolah. Malu bukan lagi milik orang
sekarang ini. Ayolah. Lupakan sejenak segala duka! Mari bergembira." Ditariknya tanganku.
"Saya ingin sekali menari di atas kereta rel listrik yang sedang berjalan. Bagaimana
rasanya melenggok di atas lantai yang bergoyang. Tak pernah saya temukan suasana gila
seperti ini, seumur-umur. Ayolah, Pak. Mumpung ada orang yang mengambil inisiatif."
Di Atas Kereta Rel Listrik, Hamsad Rangkuti

7. Masalah yang diungkapkan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. ajakan seorang gadis kepada tokoh "aku" untuk ikut menari
B. keinginan tokoh "aku" terhadap ajakan gadis untuk menari
C. suasana gila di atas kereta rel listrik yang sedang berjalan
D. seorang gadis yang ingin ikut menari di atas kereta rel listrik
E. kesadaran tokoh "aku" untuk menari mengikuti ajakan seorang gadis


8. Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Rasa malu hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu.
B. Anak-anak muda sebaiknya tidak mengikuti perkembangan budaya asing.
C. Orang harus mempertimbangkan sesuatu sebelum melakukan perbuatan.
D. Sebaiknya orang harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan saat itu.
E. Anak-anak muda sebaiknya jangan mudah tergoda oleh budaya dalam negeri.





Syahdan dan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputra laki-laki yang baik
parasnya. Maka kata permaisuri: "Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak." Maka
kata Nata: "Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang
ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-
kalau kita kedua dikehendaki oleh Shangyang Sukma kembali ke kayangan kita." Maka kata
Permaisuri: "Kakang Aji, marilah kita memuja pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-
kalau dianugerahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini."

9. Watak permaisuri dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. takut pada suami
B. keras hati
C. taat beribadah
D. suka berkhayal
E. tinggi hati

10. Amanat yang sesuai dengan isi kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Janganlah memuja dewa-dewa.
B. Bersabarlah dalam menghadapi musibah.
C. Bersikaplah saling menghormati antara suami-isteri.
D. Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.
E. Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.

B. SOAL ESAY

1. Apa yang dimaksud dengan cerpen pengalaman pribadi?
2. Sebutkan ciri-ciri cerpen pengalaman pribadi !
3. Sebutkan langkah menulis cerpen !
4. Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar cerpen lebih menarik?
5. Sebutkan unsur eksktrinsik dalam cerpen !













II. KUNCI JAWABAN

A . Kunci jawaban objektif :
1. D
2. A
3. D
4. A
5. E
6. E
7. A
8. C
9. C
10. E

B . Kunci jawaban esay :
1. Cerpen pengalaman pribadi merupakan cerita pendek yang ditulis sendiri dan
bersumber dari pengalaman pribadi.
2. Ciri-ciri cerpen berdasarkan kehidupann diri sendiri :
Biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal (aku)
Ceritanya memfokuskan pada satu kejadian tunggal, seperti salah satu
kisah dan kejadian penting yang pernah dialami.
Tokoh yang terdapat dalam cerpen pengalaman pribadi ini biasanya
hanya sedikit, hanya sekitar satu sampai empat orang yang bertujuan agar
ceritanya hanya terfokus pada pelaku utamanya saja.
Dalam cerpen pengalaman pribadi paragraf pertama biasanya dijadikan
kunci utama cerita.
3. Tahap-tahap penulisan cerpen :
a. Menentukan tema cerpen.
b. Mengumpulkan data-data.
c. Menentukan garis besar alur atau plot cerita..
d. Menetapkan titik pusat kisahan
e. Memeriksa ejaan





4. Hal-hal yang harus diperhatikan agar cerpen lebih menarik yaitu:

a. Memilih tema yang digemari pembaca (sesuai dengan konsumsi
pembaca).
b. Menyusun paragraf pertama semenarik mungkin.
c. Menggali dan menghidupkan suasana.
d. Menggunakan kalimat efektif.
e. Menggerakkan tokoh atau pelaku.
f. Mengatur alur sesuai suasana yang dikehendaki
g. Menciptakan sentakan atau kejutan.

5. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi
secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya
sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:
Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
Latar belakang kehidupan pengarang
Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan.


























III. DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)

http://rizalintelect.blogspot.com/2012/02/contoh-ringkasan-modul-
bahasa-indonesia.html
http://sulistyana.files.wordpress.com/2010/03/pembahasanb-
ind_paket3.pdf
http://dannu.mywapblog.com/nih-gan-pengalaman-pribadi-ane-ane-
jadii.xhtml
http://cerpen.gen22.net/2012/03/antara-cinta-dan-
sahabat.html#ixzz2IBqyNlNq
http://cerpen.gen22.net/2012/02/surat-cinta-untuk-para-sobatku-
askar.html#ixzz2IBrVNeER
http://cerpen.gen22.net/2012/01/cerpen-persahabatan-sebuah-
janji.html#ixzz2JKqRS8qW
http://cerpen.gen22.net/2011/12/cerpen-persahabatan-senyummu-
adalah.html#ixzz2JKqlUeqf
http://cerpen.gen22.net/2011/12/persahabatan-yang-hancur-karena-
cinta.html#ixzz2JKr4mfUY
http://cerpen.gen22.net/2012/06/cerpen-remaja-sahabatku-
cintaku.html#ixzz2JKrDAY8S

Anda mungkin juga menyukai