Anda di halaman 1dari 15

GAGAL JANTUNG

Pembimbing :
Dr. Rusmunandar, Sp. JP-FIHA
Oleh :
Ade Vella Feliza
BAGIAN/SMF KARDIOLOGI RSUZA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNSYIAH
BANDA ACEH
2013
Latar Belakang
Heart failure atau gagal jantung adalah salah
satu penyakit kardiovaskular yang menjadi
masalah serius di Amerika. American Heart
Association (AHA) tahun 2004 melaporkan 5,2
juta penduduk Amerika menderita gagal jantung
serta diperkirakan lebih dari 15 juta kasus baru
gagal jantung setiap tahunnya di seluruh dunia
Survei kesehatan Nasional 2003 menyatakan
bahwa penyakit sistem sirkulasi merupakan
penyebab kematian utama di Indonesia (23,4%)
Pada data kesehatan Indonesia 2003
disebutkan bahwa penyakit jantung berada di
urutan ke delapan(2,8%) pada 10 penyakit
penyebab kematian terbanyak di rumah sakit di
Indonesia.
Faktanya saat ini sekitar 50% penderita gagal
jantung akan meninggal dunia dalam waktu 5
tahun sejak diagnosa ditegakkan. Begitu juga
dengan resiko untuk menderita gagal jantung
10% untuk kelompok diatas 70 tahun, dan 5%
untuk kemlompok usia 60-69 tahun serta
sekitar 2 % untuk kelompok usia 40-59 tahun.
Definisi
Gagal jantung adalah sindroma klinis
(sekumpulan tanda dan gejala) yang ditandai
oleh sesak nafas dan fatique (saat istirahat atau
saat aktifitas yang disebabkan oleh kelainan
struktur atau fungsi jantung). Pada gagal jantung
terjadi keadaan yang mana jantung tidak dapat
menghantarkan curah jantung yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan metabolik tubuh
Etiologi
Gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak hal
di Negara maju penyakit arteri koroner dan
hipertensi merupakan penyebab terbanyak
Di Negara berkembang yang menjadi penyebab
terbanyak adalah penyakit katup jantung dan
penyakit jantung akibat malnutrisi.
Secara garis besar penyebab terbanyak gagal
jantung adalah penyakit jantung koroner 60-
75%, dengan penyebab penyakit jantung
hipertensi 75%, penyakit katup (10%) serta
kardiomiopati dan sebab lain (10%).
Faktor Resiko
Diabetes
Merokok
Obesitas
Penyakit jantung koroner
Gaya hidup
Hipertensi
Konsumsi alkohol
Patofisiologi
kontraktilitas
Curah jantung
Tekanan darah
Volume darah arteri
Mekanisme kompensasi
Simpatis, Sistem RRA,
Aldosteron, ADH
Vasokonstriksi
Resistensi cairan
Hipertrofi
ventrikel
Preload
Regangan dinding
ventrikel
Dilatasi
After
Load
Volume
pengisian
ventrikel
Patofisiologi
1
Beban jantung
Gagal jantung
2
3
4 5
(-)
(-)
Manifestasi Klinis
Gejala paru : dyspnea, orthopnea dan paroxymal
dyspnea, batuk non produktif yang timbul pada
saat berbaring
Gejala sistemik : lelah, cepat capek, oliguri,
mual, muntah, takikardi, asites, dan edema
perifer
gejala susunan saraf : insomnia, sakit kepala.
Klasifikasi Gagal Jantung Menurut New
York Heart Association (NYHA)

NYHA 1 Aktifitas sehari-hari tidak terganggu. Sesak timbul
jika melakuk kegiatan fisik yang berat
NYHA 2 Aktifitas sehari-hari terganggu sedikit
NYHA 3 Aktifitas sehari-hari sangat terganggu. Merasa
nyaman pada saat istirahat
NYHA 4 Walaupun istirahat terasa sesak
Diagnosa
Penegakan diagnosa berdasarkan :
Anamnesis
Pemeriksaan fisik : gejala dan tanda sesak nafas,
edema paru, peningkatan JVP, Hepatomegali, edema
tungkai .
Pemeriksaan penunjang : foto thorak, EKG 12 lead,
ekokardiografi, pemeriksaan darah, pemeriksaan
radionuklide, angiografi dan tes fungsi paru.
Kriteria Diagnosis Framingham untuk
Gagal Jantung
Kriteria Mayor:
Dispnea nokturnal
paroksismal atau ortopnea
Distensi vena leher
Kardiomegali pada hasil
rontgen
Edema paru akut
S3 gallop
Hepatojugular reflux
Efusi pleura
Takikardi 120x/menit

Kriteria Minor:
Edema pergelangan kaki
bilateral
Batuk pada malam hari
Dyspnea on ordinary exertion
Hepatomegali

1 kriteria mayor + 2 kriteria minor
Klasifikasi gagal jantung secara
umum
Gagal jantung akut
gagal jantung akut didefinisikan sebagai serangan cepat dari
gejala-gejala atau tanda-tanda akibat fungsi jantung yang
abnormal. Dapat terjadi dengan atau tanpa adanya sakit
jantung sebelumnya. Disfungsi jantung bisa berupa disfungsi
sistolik atau disfungsi diastolik
Tatalaksana gagal jantung akut
Furosemide 40mg bolus perlahan
Nitrat (i.v)
Morfin 2,5-5mg (i.v)
Digoksin (i.v) 8-12ug/kgbb/6jam

Gagal jantung kronik
Gagal jantung kronis juga didefinisikan sebagai
sindroma klinik yang komplek yang disertai keluhan
gagal jantung berupa sesak, fatiq baik dalam
keadaan istirahat maupun beraktifitas.
Tatalaksana gagal jantung kronik
Diuretik : HCT 12,5mg/hr, furosemide 20-40mg/hr,
spironolactone 25mg/hr
Nitrat : ISDN 10-60mg/hr
Digoksin : 3x0,25mg (loading dose), 1x0,25
(maintenance)
ACE-I : katopril 3x6,25mg (dosis rendah)

Penatalaksanaan
Non farmakologi
Perubahan gaya hidup seperti pengaturan nutrisi
dan penurunan berat badan pada penderita
dengan kegemukan.
Pembatasan asupan garam, konsumsi alkohol,
serta pembatasan asupan cairan perlu
dianjurkan pada penderita terutama pada kasus
gagal jantung kongestif berat.
Penderita juga dianjurkan untuk berolahraga

Terima Kasih.