Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1


I. IDENTITAS PRAKTIKAN :
Nama :
NIP :
Fakultas :
Jurusan :
Kelompok :
II. JUDUL PERCOBAAN : ELASTISITAS ( M6 )
III. TUJUAN PERCOBAAN :
1. Dapat memahami penggunaan Hukum Hooke mengenai elastisitas pegas dari
bahan baja.
2. Dapat menentukan modulus regitas suatu bahan dalam bentuk kaat.
IV. ALAT DAN BAHAN
1. !istar
Fungsi : untuk mengukur.
2. "nak timbangan
Fungsi : untuk alat pemberat #ang digunakan dalam per$obaan.
%. "lat torsi lengkap dengan timbangan#a
Fungsi: untuk meletakkan anak timbangan.
&. Kaat #ang diuji
Fungsi: sebagai bahan #ang digunakan dalam per$obaan.
'. Jangka sorong
Fungsi : untuk mengukur diameter anak timbangan atau tebaln#a.
(. !ikrometer sekrup
Fungsi : untuk mengukur diameter kaat.
V. DASAR TEORI
)egangan #aitu perubahan relati* dimensi atau bentuk benda #ang mengalami
tegangan.
Pada gambar diatas melukiskan sebuah batang #ang panjang aslin#a +
l
dan
berubah menjadi panjang l apabila pada ujung,ujungn#a dilakukan ga#a tarik #ang sama
besar dan berlaanan arah. -udah tentu perpanjangan itu tidak timbul han#a pada ujung,
ujung batang saja. setiap unsur batang itu bertambah panjang. sebanding dengan
pertambahan panjang batang itu sebagian keseluruhan. )egangan akibat tarikan /tensile
strain 0 pada batang itu dide*inisikan sebagai perbandingan pertambahan panjang
aaln#a:
)egangan akibat tarikan 1
+ +
+
1
l
l
l
l
=

2ambar diatas memperlihatkan sebuah batang #ang penampangn#a uni*orm dan


luasn#a A. batang ini pada masing,masing ujungn#a mengalami ga#a tarik P #ang sama
besarn#a dan berlaanan arahn#a. Hal ini benda dikatakan dalam keadaan tertegang.
3egangan atau ketegangan dide*inisikan sebagai perbandingan besar ga#a F terhadap luas
bidang penampang A.
3egangan ini disebut tegangan akibat tarikan karena kedua potong batang itu saling
melakukan tarikan satu sama lain. 3egangan itu merupakan tegangan normal. sebab ga#a
#ang terdistribusi tegak lurus pada luas. -atuan tegangan adalah Neton per meter
kuadrat /Nm
2
0. d#ne per sentimeter kuadrat /d#ne4$m
2
0. Dan *ound per s5uare *oot
/6b4*t
2
0 dan sering pula /6b46n
2
0.
Kepegasan adalah si*at #ang dimiliki oleh suatu benda untuk kembali ke keadaan
semula ketika ga#a #ang bekerja padan#a dihapuskan. 7enda #ang elastis adalah #ang
memiliki batas kelentingan #ang besar. Dalam hukum Hooke stress /tegangan0
berbanding lurus dengan strain /regangan0 dan perbandingan antara tegangan dan
regangan ini disebut !odulus 8lastisitas /E0.
"da tiga jenis elastisitas #aitu
1. !odulus 9oung
!elukiskan pertambahan panjang suatu :at /10
!enurut Hooke :
3egangan 1
A
F
E 1
regangan
tegangan
2. !odulus 7ulk
!elukiskan pertambahan ;olume suatu :at.
%. !odulus 2eser
!enggambarkan tentang perubahan bentuk suatu :at akibat elastisitas.
Pada gambar di atas memperlihatkan sebuah diagram tegangan,tegangan suatu logam
ken#al. 3egangann#a tegangan tarikan sederhana dan regangann#a menunjukkan
presentase perpanjangan. Di bagian aal kur;a /sampai regangan #ang kurang dari 1<0.
tegangan dan regangan adalah proporsional sampai titik a /batas proporsional0 ter$apai.
Hubungan proporsional antara tegangan dan regangan dalam daerah ini disebut dengan
hukum Hooke.
AE
l F
l
+

=
!ulai dari a sampai dengan h tegangan dan regangan tidak proporsional. tetapi
alaupun demikian. jika beban ditiadakan di sembarang titik antara o dan b kur;a akan
menelusuri jarakn#a kembali dan bahan #ang akan bersangkutan akan kembali kepada
panjang aaln#a. Dikatakan baha dalam daerah ob bahan itu elastis atau
memperlihatkan si*at elastis dan titik b dinamakan batas elastis.
Kalau beban itu ditambah bebann#a. regangan akan bertambah dengan $epat. 3etapi.
apabila beban dilepas di suatu titik leat b. misalkan titik c. bahan tidak akan kembali ke
panjang aaln#a.. melainkan akan leat garis putus,putus. Panjangn#a pada tegangan
nol kini lebih besar dari panjang aal a dan bahan itu dikatakan mempun#ai suatu
regangan tetap /permanen set0. Penambahan beban lagi sehingga melampaui c akan
sangat menambah regangan itu sampai ter$apai di titik d dimana bahan itu menjadi putus.
Dari b ke d logam itu dikatakan mengalami arus plasti$. dimana terjadi pelun$uran dalam
logam itu sepanjang bidang #ang tegangan lun$urn#a maksimum. Jika diantara batas
elastis dan titik putus terjadi de*ormasi plastis #ang besar. logam itu din#atakan ken#al
/da$tile0. "kan tetapi jika pemutusan terjadi segera setelah meleati batas elastis. logam
itu din#atakan rapuh.
Pada gambar di atas menggambarkan sebuah kur;a tegangan regangan karet
di;ulkanisir #ang diregang sampai melebihi tujuh kali panjang aaln#a. 3idak ada bagian
kur;a ini dimana tegangan proporsional dengan regangan. "kan tetapi. bahan itu elastis.
dalam arti baha kalau beban itu ditiadakan. karet itu akan kembali ke panjangn#a
semula. 7ila beban dikurangi kur;a tegangan,regangan tidak menuruti jejakn#a kembali
melainkan mengikuti kur;a bergaris putus,putus. 3idak berhimpitn#a kur;a tegangan
bertambah dan regangan berkurang disebut histeresis elastis.
2ejala #ang analog #ang terjadi pada bahan magnet disebut histeresis magnet. 6uas
bidang #ang dibatasi pada kedua kur;a itu. #aitu luas lingkaran hiteresis. sama dengan
energi #ang hilang di dalam bahan elastis atau bahan megnetik. 7eberapa jenis karet
histeresis elastisn#a besar. -i*at ini membuat bahan itu berman*aat sebagai bahan
peredam getaran. Jika balok dari bahan sema$am ini diletakkan antara sebuah mesin #ang
bergetar dan lantai misaln#a. terjadilah histerersis elastis setiap daur getaran. 8nergi
mekanik berubah menjadi energi #ang dikenal sebagai energi dakhil. kehadirann#a dapat
diketahui dari naikn#a temperatur. Hasiln#a. han#a sedikit energi getar #ang terus ke
lantai.
Hubungan antara tegangan dan regangan dalam setiap jenisn#a #ang bersangkutan
penting peranann#a dalam $abang ilmu *isika #ang disebut dengan teori 8lastisitas atau
pada ilmu kekuatan bahan di bidang engineeringn#a. "pabila suatu jenis tegangan
dilukiskan gra*ikn#a terhadap regangann#a. tern#ata baha diagram tegangan,regangan
#ang kita peroleh berbeda,beda bentukn#a menurut jenis bahann#a. Dua bahan #ang
termasuk jenis bahan #ang sangat penting dalam ilmu dan teknologi sekarang ini adalah
logam dan karet #ang di;ulkanisir bahkan diantara logam,logam memiliki perbedaan
#ang sangat luas.
7ila hubungan antara ketegangan dan regangan tidak linier maka modulus elasti$
dapat dide*inisikan lebih umum lagi sebagai perbandingan limit perubahan ke$il tegangan
terhadap perubahan regangan #ang diakibatkan regangan itu. Jadi. jika ga#a Fn
bertambah besar dFn. dan sebagai akibatn#a regangan panjang bertambah sebesar dl.
modulus regang dide*inisikan sebagai:
Pende*inisian ini setera dengan pende*inisian modulus tiap titik sebagai kemiringan
kur;a dalam gra*ik tegangan regangan. Dalam daerah hukum Hooke kedua de*inisi
setara.
!odulus setara modulus lun$ur L suatu bahan. dalam daerah hukum Hooke
dide*inisikan sebagai perbandingan tegangan lun$ur dengan tegangan lun$ur #ang
menghasilkan:
dl A
dFn l
Y

=
X A
Ft h
luncur
luncur
regangan
tegangan
L

= =
!odulus lun$ur suatu bahan juga din#atakan sebagai ga#a per satuan luas. =ntuk
keban#akan bahan. besar modulus lun$ur ini setengah sampai sepertiga besar modulus
#oung. !odulus ini disebut juga sebagai modulus ketegaran /!odulus o* )ight0 atau
modulus puntiran /torsion0.
De*inisi kedua modulus lun$ur #ang umum lagi adalah:
Dimana dX adalah pertambahan X apabila ga#a lun$ur bertambah sebesar dFt.
!odulus lun$ur mempun#ai arti han#a untuk bahan padat saja. >at $air dan gas akan
mengalir kalau menderita tegangan lun$ur dan tidak akan menahann#a se$ara permanen.
"pabila pada sebuah pegas diberikan ga#a akan perpanjangan pegas akan sebanding
dengan ga#a tersebut selama batas elastisitasn#a tidak dilampaui. !enurut Hooke:
Dimana: F 1 ga#a #ang diberikan
k 1 konstanta4ketetapan pegas
X 1 pertambahan panjang pegas karena ga#a F
2ra*ik antara ga#a F dan pertambahan panjang X merupakan ga#a lurus. Dengan
gra*ik harga K dapat di$ari. Hukum Hooke berlaku juga untuk kaat dipuntir.
Dimana: T 1 ga#a dikalikan dengan diameter katrol
1 sudut punter /dalam radian0
-e$ara teoritis. K dapat dihitung seperti berikut:
dX
dFt
A
h
h dX
A dFt
L = =
x k F =
= ? K T
L
d G
K
%2
?
?

=
Dimana: G 1 !odulus )egitas
d 1 diameter kaat
L 1 panjang dua kaat #ang menghasilkan sudut puter
8nergi potensial pegas /Ep0 dapat dirumuskan dengan:
2
2
1
X K Ep =
VI. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Pasanglah salah satu batang #ang akan diuji pada alat torsi #ang tersedia.
2. "tur jarak kedua skala dan tempatkan jarum pada skala nol.
%. 2antungkan beban pada tali dan $atat pen#impangan jarum jam pada masing,
masing skala.
&. =langi butir tiga dengan menambahkan beban berikutn#a. -etelah semua anak
timbangan digantung. kurangi satu per satu. $atat pen#impangann#a.
'. =langi butir tiga dan empat dengan mengubah posisi puntiran /kiri atau kanan0.
(. =kur jarak antara dua skala.
@. =kur jarak diameter kaat dan diameter katrol.
A. =langi butir 1 sampai @ untuk jenis kaat lainn#a.
VII. DATA HASIL PERCOBAAN
No -usunan !assa Kanan -1 Kanan -2 Kiri -1 Kiri -2
1 ! ( 1.' ( 1.'
2 m1 B m2 1+.' %.' 1+.' %.'
% m1 B m2 B m% 1'.' ' 1'.' '
& m1 B m2 B m% B m& 2+ ( 2+ (
' m1 B m2 B m% B m& B m' 2' A 2' A
( m1 B m2 B m% B m& 2+ ( 2+ (
@ m1 B m2 B m% 1'.' ' 1'.' '
A m1 B m2 1+.' %.' 1+.' %.'
C ! ( 1.' ( 1.'
Keterangan :
Diameter Kaat kuningan 1 &.&@1 mm
Jari , jari katrol 1 (.A@+ $m
Jarak -1 dan -2 1 %+.A+ $m
m1 1 m2 1 m% 1 m& 1 m' 1 +.'++ kg
VIII. PENGOLAHAN DATA
"0 Diameter katrol / Dr 0
Dr 1 r.2 1 (.A@ D 2 1 1%.@& $m
Dr 1 E D skala terke$il
1 E D +.+'
1 +.+2' $m
Nilai 3erbaik 1 Dr Dr 1 1%.@& +.+2'
Kesalahan "bsolut 1 Dr 1 +.+2'
Kesalahan )elati* 1
Dr
Dr
D1++< 1
@& . 1%
+2' . +
D1++< 1 +.1A<
70 Diameter kaat / Dt 0
Dt 1 &.&@1 mm
Dt 1 E D skala terke$il
1 E D +.+1
1 +.++' mm
Nilai 3erbaik 1 Dt Dt 1 &.&@1 +.++'
Kesalahan "bsolut 1 Dt 1 +.++'
Kesalahan )elati* 1
Dt
Dt
D1++< 1
&@1 . &
++' . +
D1++< 1 +.11<
F0 Jarak -1 G -2 / 6 0
6 1 %+.A $m
L 1 E D skala terke$il
1 E D +.1
1 +.+' $m
Nilai 3erbaik 1 6 L 1 %+.A +.+'
Kesalahan "bsolut 1 L 1 +.+'
Kesalahan )elati* 1
L
L
D1++< 1
A . %+
+' . +
D1++< 1 +.1(<
D0 =ntuk -1
H !1
No -1 1 1
S S
1 ( +
2 ( +
% ( +
& ( +

2& +
1
S 1
n
S
1

1
&
2&
1 (
1
S 1
n
S S
1 1

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
1
S
1
S 1 ( +
Kesalahan "bsolut 1
1
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
1
1
S
S
D 1++< 1
(
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2
No -1 1 1
S S
1 1+.' +
2 1+.' +
% 1+.' +
& 1+.' +

&2 +
1
S 1
n
S
1

1
&
&2
1 1+.'
1
S 1
n
S S
1 1

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
1
S
1
S 1 1+.' +
Kesalahan "bsolut 1
1
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
1
1
S
S
D 1++< 1
' . 1+
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2 B m%
No -1 1 1
S S
1 1'.' +
2 1'.' +
% 1'.' +
& 1'.' +

(2 +
1
S 1
n
S
1

1
&
(2
1 1'.'
1
S 1
n
S S
1 1

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
1
S
1
S 1 1'.' +
Kesalahan "bsolut 1
1
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
1
1
S
S
D 1++< 1
' . 1'
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2 B m% B m&
No -1 1 1
S S
1 2+ +
2 2+ +
% 2+ +
& 2+ +

A+ +
1
S 1
n
S
1

1
&
A+
1 2+
1
S 1
n
S S
1 1

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
1
S
1
S 1 2+ +
Kesalahan "bsolut 1
1
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
1
1
S
S
D 1++< 1
2+
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2 B m% B m& B m'
No -1 1 1
S S
1 2' +
2 2' +

'+ +
1
S 1
n
S
1

1
2
'+
1 2'
1
S 1
n
S S
1 1

1
2
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
1
S
1
S 1 2' +
Kesalahan "bsolut 1
1
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
1
1
S
S
D 1++< 1
2'
+
D 1++< 1 +<
80 =ntuk -2
H !1
No -2 2 2
S S
1 1.' +
2 1.' +
% 1.' +
& 1.' +

( +
2
S 1
n
S
2

1
&
(
1 1.'
2
S 1
n
S S
2 2

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
2
S
2
S 1 1.' +
Kesalahan "bsolut 1
2
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
2
2
S
S
D 1++< 1
' . 1
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2
No -2 2 2
S S
1 %.' +
2 %.' +
% %.' +
& %.' +

1& +
2
S 1
n
S
2

1
&
1&
1 %.'
2
S 1
n
S S
2 2

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
2
S
2
S 1 %.' +
Kesalahan "bsolut 1
2
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
2
2
S
S
D 1++< 1
' . %
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2 B m%
No -2 2 2
S S
1 ' +
2 ' +
% ' +
& ' +

2+ +
2
S 1
n
S
2

1
&
2+
1 '
2
S 1
n
S S
2 2

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
2
S
2
S 1 ' +
Kesalahan "bsolut 1
2
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
2
2
S
S
D 1++< 1
'
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2 B m% B m&
No -2 2 2
S S
1 ( +
2 ( +
% ( +
& ( +

%( +
2
S 1
n
S
2

1
&
%(
1 (
2
S 1
n
S S
2 2

1
&
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
2
S
2
S
1 ( +
Kesalahan "bsolut 1
2
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
2
2
S
S
D 1++< 1
(
+
D 1++< 1 +<
H m1 B m2 B m% B m& B m'
No -2 2 2
S S
1 A +
2 A +

1( +
2
S 1
n
S
2

1
2
1(
1 A
2
S 1
n
S S
2 2

1
2
+
1 +
Nilai 3erbaik 1
2
S
2
S 1 A +
Kesalahan "bsolut 1
2
S 1 +
Kesalahan )elati* 1
2
2
S
S
D 1++< 1
A
+
D 1++< 1 +<
IX. PERTANYAAN DAN JAWABAN
10 2ambarkanlah gra*ik antara 3 terhadap . dan $arilah harga dari kI J
Jaab :
H Nilai 3
31 1 m1.g.r
1 +.' D C.A D +.+(A@
1 +.%%((%
32 1 /m1 B m20.g.r
1 1 D C.A D +.+(A@
1 +.(@%2(
3% 1 /m1 B m2 B m%0.g.r
1 1.' D C.A D +.+(A@
1 1.++CAC
3& 1 /m1 B m2 B m% B m&0.g.r
1 2 D C.A D +.+(A@
1 1.%&('2
3' 1 /m1 B m2 B m% B m& B m'0.g.r
1 2.' D C.A D +.+(A@
1 1.(A%1'K
H Nilai
1
1 "r$ tg
( )
L
S S
2 1

D
1A+

1 "r$ tg
( )
%+A . +
' . 1 (
D
1A+
1& . %
1 1&.%+
o
2
1 "r$ tg
( )
L
S S
2 1

D
1A+

1 "r$ tg
( )
%+A . +
' . % ' . 1+
D
1A+
1& . %
1 21.(%
o
%

1 "r$ tg
( )
L
S S
2 1

D
1A+

1 "r$ tg
( )
%+A . +
' ' . 1'
D
1A+
1& . %
1 %+.@&
o
&
1 "r$ tg
( )
L
S S
2 1

D
1A+

1 "r$ tg
( )
%+A . +
( 2+
D
1A+
1& . %
1 %A.&1
o
'

1 "r$ tg
( )
L
S S
2 1

D
1A+

1 "r$ tg
( )
%+A . +
A 2'
D
1A+
1& . %
1 &%.C2
o
No 3 3. 3
2
1 +.%%((% 1&.% &.A1%A+C +.11%%1C@'(
2 +.(@%2( 21.(% 1&.'(2(1%A +.&'%2@C+2@
% 1.++CAC %+.@& %1.+&&+1A( 1.+1CA@@A12
& 1.%&('2 %A.&1 '1.@1CA%%2 1.A1%11(11
' 1.(A%1' &%.C2 @%.C2%C&A 2.A%2CC%C2%
'.+&C&' 1&C 1@(.+(%'+& (.2%2'A((2A
-loop / kI 0 1 "
" 1
( ) ( ) ( ) { }
( ) ' . 2' . '
. . . '
2


T
T T
1
( ) ( ) { }
( ) ' . 2' 2 . ( . '
1&C . +' . ' +( . 1@( . '

1 2%.2'
7 1
( ) ( )
( ) ( )
2 2
2
'
. .
T T
T T T


1
( ) ( )
' . 2' 2 . ( . '
+' . ' 1&C . +' . ' 1&C . 2 . (

1 , '22.C22
T 1
n
T
1
n

1
'
+' . '
1
'
1&C
1 1.+1 1 2C.A
7 1 B ".3
1 2C.A B 2%.2'.1.+1
1 '%.2A
Persamaan 2ra*ik
9 1 " B 7L
9 1 %2.%' B '%.2A.L
!isal L 1 1
9 1 %2.%' B '%.2A.1 1 @(.'%
!isal L 1 2
9 1 %2.%' B '%.2A.2 1 12C.A1
!isal L 1 %
9 1 %2.%' B '%.2A.% 1 1A%.+C
!isal L 1 &
9 1 %2.%' B '%.2A.& 1 2%(.%@
!isal L 1 '
9 1 %2.%' B '%.2A.' 1 2AC.('
2ra*ik 3 terhadap
9
2AC.('
2%(.%@
1A%.+C
12C.A1
@(.'%
L
+ 1 2 % & '
20 Farilah nilai modulus rigiditasn#a / 2 0 untuk masing,masing kaat dan
bandingkan nilain#a dengan #ang ada di handbook J
Jaab :
2 1
&
. %2 ?.
d
L k
1
( )
&
++&&@1 . +
%+A . + . %2 . 2' . 2%

1 '@.%' D
1+
1+
ANALISA PERCOBAAN
7enda #ang elastis adalah benda #ang apabila dikerjakan suatu ga#a terhadapn#a
maka bentukn#a akan berubah sebanding dengan besar ga#a #ang diberikan dan apabila
ga#a tersebut dihilangkan maka bentuk benda akan kembali ke keadaan semula.
6aan dari benda elastis adalah benda plastik. #aitu benda #ang tidak dapat kembali
ke keadaan semula seperti haln#a ka#u. tanah. dan sebagain#a. Namun benda elastis juga
mempun#ai batas elastisitasn#a. dimana bila benda senantiasa diregangkan misaln#a
karet. maka batas elastisitasn#a dapat terlampaui dan benda tidak dapat kembali ke
keadaan semula atau mungkin karet tersebut akan putus.
Praktikum ini bertujuan untuk membuktikan pern#ataan dari hukum Hooke sekaligus
membuktikan 4 menentukan modulus regiditasn#a.
Dalam per$obaan ini digunakan kaat besi dan kuningan serta menggunakan ' buah
beban #ang masing,masing beratn#a +.' kg. -ebelum menggantungkan beban. skala #ang
ditunjukkan pada alat torsi haruslah nol. Kita gantungkan beban satu per satu dan $atat
skala #ang ditunjukkan oleh kedua skala itu.
-etelah semua beban tergantung. kita ambil beban satu per satu lalu $atat kembali
skalan#a. Perlakuan ini kita lakukan dalam dua sisi. #aitu kanan dan kiri.
7erdasarkan hasil per$obaan tern#ata besar simpangan #ang ditunjukkan oleh skala
satu dari pada simpangan #ang ditunjukkan oleh skala dua. 7esar simpangan tidak
dipengaruhi oleh panjang tali melainkan oleh berat beban. -emakin besar beban maka
semakin besar simpangan #ang terbentuk. -etelah dilakukan per$obaan tern#ata kuningan
lebih bersi*at elastis daripada besi.
XI. KESIMPULAN
1. 8lastisitas adalah si*at benda #ang mengalami perubahan bentuk /de*ormasi
se$ara tidak permanen.
2. 7enda dikatakan elastis sempuna jika ga#a pern#ebab perubahan bentuk hilang
maka benda akan kembali ke bentuk semula.
%. "pabila pada sebuah pegas diberikan ga#a maka perpanjangan pegas akan
sebanding dengan ga#a tersebut selama batas elastisn#a tidak dilampaui.
&. !enurut Hukum Hooke. pertambahan panjang itu:
a. 7erbanding lurus dengan ga#a /F0.
b. 7erbanding lurus dengan panjang semula.
$. 7erbanding terbalik dengan luas penampang bahan.
'. !odulus )igiditas merupakan suatu perhitungan ga#a #ang dapat menentukan
suatu bahan itu merupakan bahan #ang elastis atau bukan.
(. -emakin ke$il modulus rigiditasn#a maka semakin rendah tingkat
keelastisitasann#a dan sebalikn#a semakin besar modulus rigiditas suatu benda
maka semakin tinggi keelastisitasan benda tersebut.
XII. SUMBER KESALAHAN
1. "dan#a ketidaktelitian praktikan dalam memba$a skala.
2. Kesalahan para praktikan dalam memasangkan beban
%. Ketidaktelitian praktikan dalam membulatkan bilangan,bilangan berkoma atau
pe$ahan de$imal.
&. "dan#a pengaruh alat,alat #ang kurang la#ak pakai karena kondisin#a #ang sudah
tidak begitu baik jika digunakan dalam praktikum.
XIII. DAFTAR PUSTAKA
3im. pen#usun.2++(. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Palembang: 6aboratorium
Fisika Dasar =N-)I.
7ob. Foster.2+++.Fisika -!= untuk kelas 1.Jakarta: 8rlangga.
>emansk#. -ears.1CC(.Fisika =ni;ersitas.Jakarta: 7ina Fipta.