Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pembangunan di Indonesia sedang menuju industrialisasi, artinya industri meruakan
sarana utama untuk menunjang embangunan. Hasil ositi! yang dierole" dibarengi dengan
damak negati! roses industrialisasi itu sendiri berua berbagai gangguan kese"atan akibat
kerja.
#ala" satu enyakit akibat kerja itu iala" enyakit kulit akibat kerja $P%A%&. 'angguan
kese"atan berua P%A% akan mengurangi kenyamanan dalam melakukan tugas dan ak"irnya
akan memengaru"i roses roduksi( se)ara makro akan mengganggu roses embangunan
se)ara keseluru"an. Di Indonesia, P%A% belum mendaat er"atian k"usus dari emerinta" atau
emimin erusa"aan *alauun jenis dan tingkat re+alensinya )uku tinggi.
#umamur $1,-.& memerkirakan ba"*a /01.02 dari seluru" enyakit akibat kerja
adala" enyakit kulit akibat kerja. Dari data sekunder ini terli"at ba"*a P%A% memang
memunyai re+alensi yang )uku tinggi, *alauun jenis tidak sama ada semua erusa"aan.
3ariasi enyakit kulit di setia erusa"aan sangat berbeda, karena setia erusa"aan4industri
roses roduksi dan lingkungan dalam erusa"aan serta ba"an yang diergunakan di setia
erusa"aan berbeda1 beda. Untuk itu erlu kejelian dan keteramilan etugas kese"atan termasuk
dokter erusa"aan untuk menilai dan meli"at roses roduksi dalam erusa"aan, serta menilai
ba"an yang diergunakan4diakai4dierole" dalam erusa"aan tersebut, yang mungkin daat
menimbulkan P%A%.
1.5.
6ujuan
Adaun tujuan dari embuatan makala" ini adala" untuk memba"as masala" yang
ber"ubungan dengan enyakit kulit akibat kerja, se"ingga daat meningkatkan kese"atan kerja
ada tenaga kerja.
BAB 5
PE7BAHA#AN
5.1. %ese"atan %erja
%ese"atan kerja meruakan rogram kese"atan yang enting. #eorang keala keluarga
meruakan kekuatan utama ekonomi sebua" keluarga. Aabila keala keluarga yang bekerja
tersebut jatu" sakit maka bisa diastikan eng"asilan keluarganya juga akan berkurang, se"ingga
status ekonomi keluarga juga akan menurun. Pada masyarakat miskin akan berdamak langsung
ter"ada status gi8i dan kese"atan keluarganya. Aabila masyarakat ekerja se"at dan rodukti!
akan berdamak ada rodukti!itas suatu erusa"aaan atau masyarakat dan ak"irnya berujung
ada rodukti!itas bangsa dan negara. Dengan demikian ekerja yang se"at menentukan
keseja"teraan suatu bangsa dan negara.
Dari data BP# ta"un 500/, ter)atat jumla" enduduk usia kerja $1/1/9 ta"un& berjumla"
55.519.9/, ji*a atau 10,52 dari jumla" enduduk. Dengan rin)ian temat bekerja ada sektor
erdagangan $5.,12&, sektor industri $1-,/2&, jasa $1:2&, angkutan $1;,;2&, ertanian $112&,
bangunan $,,:2& sektor listrik, minyak dan gas $0,/2&. Dengan demikian sasaran kese"atan
kerja sangat banyak dan "arus ditangani se)ara serius.
7asala" kese"atan kerja yang juga "arus ditangani se)ara serius adala" ekerja anak
ada usia 1011: ta"un. Data #akernas ta"un 5009 ekerja anak usia 1011: ta"un men)aai
5.-./.0:; ji*a. 6ersebar di sektor ertanian, ke"utanan, erburuan dan erikanan $//,12&,
ertambangan $1,;2&, industri engola"an $1;,52&, listrik, gas dan air $0,092&, bangunan
$1,,2&, erdagangan besar, e)eran ruma" makan dan "otel $1:,12&, angkutan, ergudangan dan
komunikasi $5,92 &, keuangan, asuransi dan usa"a erse*aan $0.0-2& serta jasa kemasyarakatan
$-,52&.
International Labour <rgani8ation $IL<& ta"un 5005 melaorkan ba"*a setia ta"un 5
$dua& juta orang meninggal dan terjadi 1.0 juta kasus PA% serta 5:0 juta kasus ke)elakaan akibat
kerja. %ejadian ini mengakibatkan dunia mengalami kerugian setara dengan 1, 5/ trilun dolar
atau 92 'NP dunia. Dari 5: negara yang diantau IL< $5001&, data kematian ekerja di
Indonesia berada ada osisi 5..
Data =amsostek $500;& menunjukkan ba"*a setia "ari kerja terjadi : kematian ekerja
dari 900 kasus ke)elakaan akibat kerja dengan ,,-;2 $10.;,; kasus& mengalami )a)at dan
teraksa tidak mamu bekerja lagi. Data lain menyebutkan, "ingga tri*ulan ertama 5009,
ter)atat 50.,;: kasus ke)elakaan kerja, se"ingga setia "ari terjadi 9, kasus ke)elakaan kerja
dengan lima korban meninggal er "ari. Hingga Agustus 5009 jumla" tersebut meningkat
menjadi -..--0 kasus. Angka ini "anya meruakan angka yang dilaorkan sedangkan angka
yang sesunggu"nya belum diketa"ui se)ara asti. Hal ini seerti !enomena un)ak gunung es.
Dengan !akta1!akta data1data dan uraian in!ormasi diatas tidak bisa diungkiri ba"*a
kese"atan kerja sangat layak menjadi rogram unggulan yang akan datang di Indonesia.
Di era globalisasi dan asar bebas >6< dan 'A66 yang akan berlaku ta"un 5050
mendatang, kese"atan dan keselamatan kerja meruakan sala" satu rasyarat yang ditetakan
dalam "ubungan ekonomi erdagangan barang dan jasa antar negara yang "arus dienu"i ole"
seluru" negara anggota, termasuk bangsa Indonesia. Untuk mengantisiasi "al tersebut serta
me*ujudkan erlindungan masyarakat ekerja Indonesia( tela" ditetakan 3isi Indonesia #e"at
5010 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa dean, yang enduduknya "idu dalam
lingkungan dan erilaku se"at, memerole" elayanan kese"atan yang bermutu se)ara adil dan
merata, serta memiliki derajat kese"atan yang setinggi1tingginya.
Pelaksanaan %ese"atan dan %eselamatan %erja $%;& adala" sala" satu bentuk uaya
untuk men)itakan temat kerja yang aman, se"at, bebas dari en)emaran lingkungan, se"ingga
daat mengurangi dan atau bebas dari ke)elakaan kerja dan enyakit akibat kerja yang ada
ak"irnya daat meningkatkan e!isiensi dan rodukti+itas kerja.
Penelitian >H< ada ekerja tentang enyakit kerja di / $lima& benua
ta"un 1,,,, memerli"atkan ba"*a enyakit gangguan otot rangka $7us)ulo
#keletal Disease& ada urutan ertama 9-2, kemudian gangguan ji*a 101;02,
enyakit aru obstruksi kronis 112, enyakit kulit $Dermatosis& akibat kerja 102,
gangguan endengaran ,2, kera)unan estisida ;2, )edera dan lain1lain
%ese"atan Dunia ta"un 5005 menematkan resiko kerja ada urutan ke seulu"
enyebab terjadinya enyakit dan kematian. Dilaorkan ba"*a !aktor resiko kerja memberikan
kontribusi ada enyakit berikut? ;: 2 enyakit tulang belakang, 1.2 ke"ilangan endengaran,
1;2 enyakit aru obstruksi kronis, 112 asma, 102 ke)elakaan, ,2 kanker aru dan 52
Leukemia. %ematian yang juga disebabkan ke)elakaan akibat kerja berjumla" ;10.000 tia ta"un
dan "amir 19..000 kematian kemungkinan disebabkan ole" "ubungan kerja dengan karsinogen.
%e)elakaan kerja tidak saja menimbulkan korban ji*a mauun kerugian materi bagi
ekerja dan engusa"a, tetai juga daat mengganggu roses roduksi se)ara menyeluru",
merusak lingkungan yang ada ak"irnya akan berdamak ada masyarakat luas.
Penyakit Akibat %erja $PA%& dan %e)elakaan %erja $%%& di kalangan etugas kese"atan
dan non1kese"atan kese"atan di Indonesia belum terekam dengan baik. =ika kita elajari angka
ke)elakaan dan enyakit akibat kerja di beberaa negara maju $dari beberaa engamatan&
menunjukan ke)enderungan eningkatan re+alensi. #ebagai !aktor enyebab, sering terjadi
karena kurangnya kesadaran ekerja dan kualitas serta keteramilan ekerja yang kurang
memadai. Banyak ekerja yang mereme"kan risiko kerja, se"ingga tidak menggunakan alat1 alat
engaman *alauun suda" tersedia.
Dalam enjelasan undang1undang nomor 5; ta"un 1,,5 tentang %ese"atan tela"
mengamanatkan antara lain, setia temat kerja "arus melaksanakan uaya kese"atan kerja, agar
tidak terjadi gangguan kese"atan ada ekerja, keluarga, masyarakat dan lingkungan
disekitarnya.
5.5. Penyakit Akibat %erja
7asala" kese"atan kerja adala" adanya enyakit yang timbul akibat kerja, enyakit
akibat "ubungan kerja atauun ke)elakaan akibat kerja, yang disebabkan adanya interaksi antara
ekerja dengan alat, metode dan roses kerja serta lingkungan kerja.
PA% meruakan sebua" e!ek saming yang terjadi saat bekerja se"ingga dierlukan
sebua" sistem, yakni sitem %; $%eselamatan dan %ese"atan %erja& ada setia erusa"aan.
7aka untuk menunjang sistem tersebut, dibutu"kan APD $Alat Pelindung Diri&. #elain APD,
engeta"uan dari ekerja itu sendiri mengenai PA% atauun mengenai risiko kerja sangat
dibutu"kan. #edangkan gambaran ekerjaan yang erlu diketa"ui adala" ?
1. =enis ekerjaan $saat ini dan sebelumnya&
5. 'erakan dalam bekerja
;. 6ugas yang berat4berlebi"an
9. Peruba"an4ergeseran kerja
/. Iklim di temat kerja
.. Pekerjaan lain4aru" *aktu seerti ibu ruma" tangga, sebagai orang tua
dan lain1lain
Untuk mengeta"ui ajanan $eristi*a4risiko enularan& di temat kerja, maka
erlu diketa"ui?
1. Pajanan yang ada saat ini dan sebelumnya $!isik, biologi, kimia, dan
sikososial& dengan membuat da!tar ertanyaan
5. @i*ayat mengalami ke)elakaan atau kejadian dalam enggunaan ba"an
kimia, misalnya? menuma"kan ba"an kimia, dll.
;. Bekerja dengan ajanan ada temat yang terbatas
5.5.1. Pengertian Penyakit Akibat %erja
Pada simosium internasional mengenai enyakit akibat "ubungan ekerjaan yang
diselenggarakan ole" IL< $International Labour <rgani8ation& di Lin8, Austria, di"asilkan
de!inisi menyangkut PA% sebagai berikut?
1 Penyakit Akibat %erja A <))uational Disease
Adala" enyakit yang memunyai enyebab yang sesi!ik atau asosiasi yang kuat dengan
ekerjaan, yang ada umumnya terdiri dari satu agen enyebab yang suda" diakui.
5.;. Penyakit %ulit Akibat %erja
%ulit meruakan organ tubu" yang terenting yang ber!ungsi sebagai sa*ar $barrier&,
karena kulit meruakan organ emisa" antara bagian di dalam tubu" dengan lingkungan di luar
tubu". %ulit se)ara terus1menerus terajan ter"ada !aktor lingkungan, berua !aktor !isik,
kimia*i, mauun biologik.
Bagian terenting kulit untuk menjalankan !ungsinya sebagai sa*ar adala" laisan
aling luar, disebut sebagai stratum korneum atau kulit ari. 7eskiun ketebalan kulit "anya 1/
milimikro, namun sangat ber!ungsi sebagai enyaring benda asing yang masuk ke dalam tubu".
Aabila terjadi kerusakan yang disebabkan ole" !aktor lingkungan dan melamaui kaasitas
toleransi serta daya enyembu"an kulit, maka akan terjadi enyakit.
%ulit adala" bagian tubu" manusia yang )uku sensisiti! ter"ada berbagai ma)am
enyakit. Penyakit kulit bisa disebabkan ole" banyak !aktor. Di antaranya, !aktor lingkungan dan
kebiasaan se"ari1"ari. Lingkungan yang se"at dan bersi" akan memba*a e!ek yang baik bagi
kulit. Demikian ula sebaliknya. #ala" satu lingkungan yang erlu dier"atikan adala"
lingkungan kerja, yang bila tidak dijaga dengan baik daat menjadi sumber mun)ulnya berbagai
enyakit kulit.
#ejak da"ulu di seluru" dunia tela" dikenal adanya reaksi tubu" ter"ada ba"an atau
material yang ada di lingkungan kerja. Dalam Ilmu %ese"atan %ulit dikenal, ada indi+idu atau
ekerja tertentu baik yang berada di negara berkembang mauun di negara maju, daat
mengalami kelainan kulit akibat ekerjaannya. Penyakit %ulit Akibat %erja $PA%& dikenal se)ara
ouler karena berdamak langsung ter"ada ekerja yang se)ara ekonomis masi" rodukti!.
Istila" PA% daat diartikan sebagai kelainan kulit yang terbukti dierberat ole" jenis
ekerjaannya, atau enyakit kulit yang lebi" muda" terjadi karena ekerjaan yang dilakukan.
Aabila ditinjau lebi" lanjut, enyakit kulit akibat kerja $P%A%& sebagai sala" satu
bentuk enyakit akibat kerja, meruakan jenis enyakit akibat kerja terbanyak yang kedua
setela" enyakit muskulo1skeletal, berjumla" sekitar 55 ersen dari seluru" enyakit akibat
kerja. Data di Inggris menunjukkan 1,5, kasus er 1000 ekerja meruakan dermatitis akibat
kerja. Aabila ditinjau dari jenis enyakit kulit akibat kerja, maka lebi" dari ,/2 meruakan
dermatitis kontak, sedangkan yang lain meruakan enyakit kulit lain seerti akne, urtikaria
kontak, dan tumor kulit.
Berdasarkan jenis organ tubu" yang daat mengalami kelainan akibat ekerjaan
seseorang, maka kulit meruakan organ tubu" yang aling sering terkena, yakni /02 dari jumla"
seluru" enderita Penyakit Akibat %erja $PA%&
Dari suatu enelitian eidemiologik di luar negeri mengemuka, PA% daat berdamak ada
"ilangnya "ari kerja sebesar 5/2 dari jumla" "ari kerja. #e)ara umum, tamaknya "ingga kini
kelengkaan data PA% masi" menjadi sala" satu tantangan, karena PA% a)akali tidak teramati
atau tidak teridenti!ikasi dengan baik akibat banyaknya !aktor yang "arus dikaji dalam
memastikan jenis enyakit ini.
5.;.1. Insidensi dan Pre+alensi P%A%
Data mengenai insidens dan re+alensi enyakit kulit akibat kerja sukar didaat,
termasuk dari negara maju, demikian ula di Indonesia. Umumnya elaoran tidak lengka
sebagai akibat tidak terdiagnosisnya atau tidak terlaorkannya enyakit tersebut. Hal lain yang
menyebabkan terjadinya +ariasi besar antarnegara adala" karena sistem elaoran yang dianut
berbeda. E!!endi $1,,:& melaorkan insiden dermatitis kontak akibat kerja sebanyak /0 kasus
er ta"un atau 11,,2 dari seluru" kasus dermatitis kontak yang didiagnosis di Poliklinik Ilmu
Penyakit %ulit dan %elamin B%UI1@#UPN Dr. Cito 7angunkusumo =akarta.
Di A# angka statistik berasal dari sur+ei yang dilakukan ole" Bureau o!
Labor #tatisti) ada industri s*asta yang didata se)ara random. Di Inggris
elaoran melibatkan dokter sesialis kulit yang bekerja ada beberaa usat kese"atan.
Diagnosis ditetakan se)ara seder"ana termasuk menetakan jenis ekerjaan yang dilaksanakan.
Pengamatan yang dilaksanakan ada berbagai jenis ekerjaan di berbagai negara barat
mendaatkan insiden terbanyak terdaat ada enata rambut ,:,92, engola" roti ;;,52 dan
enata bunga 5;,,2.
Aabila ditinjau dari masa a*itan enyakit, maka masa a*itan terendek adala" dua
ta"un untuk ekerjaan enataan rambut, tiga ta"un untuk ekerjaan industri makanan, dan emat
ta"un untuk etugas elayanan kese"atan dan ekerjaan yang ber"ubungan dengan logam.
Ditemukan ula engaru" gender, eremuan dikatakan lebi" berisiko mendaat
enyakit kulit akibat kerja dibandingkan dengan laki1laki. Berkaitan dengan umur, maka umur
1/159 ta"un meruakan usia dengan insidens enyakit kulit akibat kerja tertinggi. Hal tersebut
mungkin disebabkan ole" engalaman
yang masi" sedikit dan kurangnya ema"aman mengenai kegunaan alat elindung
diri. #ensitisasi sesuai dengan jenis ekerjaan terjadi ada /5 ersen kasus.
Di beberaa negara maju tela" ber"asil mendata PA%, misalnya di #*edia rosentase
PA% /02 dari seluru" jenis PA%. #edang di #ingaura, angka ini berkisar 502. Ada dua
kelomok besar dalam enggolongan PA% ini, yakni PA% eksematosa dan PA% non1eksematosa.
5.;.5. Bentuk1Bentuk P%A%
Di dalam Ilmu %ese"atan %ulit, istila" eksematosa sama dengan dermatitis. Pengertian
dermatitis akibat kerja adala" roses atologis kulit berua eradangan yang ditandai ole" rasa
gatal, daat berua enebalan4bintil kemera"an, multiel mengelomok atau tersebar, kadang
bersisik, berair dan lainnya. Akibat ermukaan kulit terkena ba"an atau unsur1unsur yang ada di
lingkungannya $!aktor eksogen& ada *aktu melakukan ekerjaan dan engaru"1 engaru" yang
terdaat di dalam lingkungan kerja. Namun demikian, untuk terjadinya suatu jenis dermatitis
atau beratnya gejala dermatitis, kadang1kadang diengaru"i ula ole" !aktor kerentanan kulit
seseorang $!aktor endogen&.
Lebi" dari ,02 P%A% meruakan jenis P%A% eksematosa, sedang sisanya kira1kira
102 berua P%A% non1eksematosa. 6ermasuk di dalam P%A% eksematosa adala" Dermatitis
%ontak Iritan $D%I&, Dermatitis %ontak Alergi $D%A&, serta Urtikaria. Di antara ketiga jenis ini,
umumnya D%I lebi" sering terjadi.
#e)ara tidak disadari, sebenarnya di lingkungan kerja kita mungkin ada ba"an, barang
atau unsur yang daat bersi!at melukai kulit, mengiritasi kulit, menyebabkan alergi kulit,
menyebabkan in!eksi kulit, mauun menyebabkan eruba"an igmen kulit jika menemel ada
kulit. Ba"kan, masi" ada ba"an atau unsur yang bersi!at memi)u terjadinya keganasan ada kulit
$kanker kulit&.
6erjadinya P%A% diengaru"i ole" jenis P%A% dan !aktor indi+idual ekerja, seerti
kulit terang, jenis kulit kering, kulit berminyak, muda" berkeringat, kebersi"an diri yang kurang,
enyakit kulit yang suda" ada, serta kemungkinan trauma kulit yang suda" ada sebelumnya.
#edang untuk kejadian luar biasa $%LB& P%A%, jarang terjadi.
Dermatitis kontak meruakan /02 dari semua P%A%, terbanyak bersi!at non1alergi atau
iritan. #ekitar ,0.000 jenis ba"an suda" diketa"ui daat menimbulkan dermatitis. D%I
meruakan jenis P%A% yang aling sering terjadi di antara ara ekerja, dibandingkan dengan
Dermatitis %ontak Alergika $D%A&.
Dermatitis kontak se)ara umum meruakan enyakit sesi!ik1lingkungan, yaitu suatu
eradangan kulit akibat ba"an yang berasal dari lingkungan. 6erdaat dua jenis dermatitis kontak
yaitu dermatitis kontak iritan $D%I& dan dematitis kontak alergik $D%A&. %edua jenis tersebut
kadang1kadang sangat sukar dibedakan se)ara klinis, meskiun keduanya berbeda dalam
atogenesis yang mendasarinya. Insidens dermatitis kontak iritan lebi" tinggi dibandingkan
dengan dermatitis kontak alergik.
5.;.5.1. Dermatitis %ontak Iritan
Dermatitis kontak iritan meruakan kelainan sebagai akibat ajanan dengan ba"an toksik
non1sesi!ik yang merusak eidermis dan atau dermis. Umumnya setia orang daat terkena,
bergantung ada kaasitas toleransi kulitnya. Penyakit tersebut memunyai ola mono!asik,
yaitu kerusakan diikuti dengan enyembu"an.
Dermatitis kontak iritan daat terjadi melalui dua jalur? e!ek langsung iritan ter"ada
keratinosit dan kerusakan sa*ar kulit. E!ek langsung iritan ada keratinosit, ada D%I akut,
enetrasi iritan mele*ati sa*ar kulit akan merusak keratinosit dan merangsang engeluaran
mediator in!lamasi diikuti dengan akti+asi sel 6. #elanjutnya terjadi akumulasi sel 6 dengan
akti+asi tidak lagi bergantung ada enyebab. Hal tersebut daat menerangkan kesamaan jenis
in!iltrat dan sitokin yang bereran antara D%I dan D%A. Peradangan "anya meruakan sala"
satu asek sindrom D%I. Aabila terjadi ajanan dengan konsentrasi subotimal maka reaksi
yang terjadi langsung kronik.
#tratum korneum atau kulit ari meruakan sa*ar kuli yang sangat e!ekti! ter"ada
berbagai ba"an iritan karena emba"aruan sel terjadi se)ara berkesinambungan dan roses
enyembu"an berlangsung )eat. Aabila *aktu ajanan lebi" endek dariada *aktu
enyembu"an, se"ingga sel1sel keratinosit tidak semat sembu", maka akan terjadi gejala klinis
D%I kumulati!. %erusakan
a*ar liid ber"ubungan dengan ke"ilangan daya ko"esi antar korneosit dan deskuamasi diikuti
dengan eningkatan trans1eidermal *ater loss $6E>L&. Hal tersebut meruakan rangsangan
untuk mema)u sintesis liid, roli!erasi keratinosit dan "ierkeratosis se*aktu transient se"ingga
daat terbentuk sa*ar kulit dalam keadaan baru.
D%I terjadi karena kerusakan organ kulit se)ara langsung $bukan suatu roses
imunologis& akibat e!ek toksik ba"an yang bersi!at kimia*i atauun !isik yang menemel ada
ermukaan kulit. D%I kronis terjadi karena iritan relati!, seerti sabun, elarut, air, deterjen,
minyak sintetis, kerosen, !ormalin, merkuri anorganik, terentin, "otogra"i) de+eloer, dan
lain1lain yang menemel ada kulit dalam jangka *aktu anjang dan berulang. #eringkali baru
timbul bila ada !aktor !isik berua abrasi, trauma ke)il dan maserasi( ole" karena itu sering
disebut traumati) dermatitis. %elainan yang ditimbulkan adala" dalam beberaa "ari ba"kan
samai beberaa bulan setela" terkena ba"an enyebab, berua "ierigmentasi, "ierkeratosis,
likeni!ikasi, !isur dan kadang1kadang eritem serta +esikel. %ulit terasa gatal, tamak kering,
kasar, bersisik "alus, kemera"an, menebal, kadang kulit e)a"1e)a". Dermatitis kontak ole"
karena iritan absolut biasanya timbul seketika setela" berkontak dengan iritan, dan semua orang
akan terkena. ba"an iritan absolut seerti asam kuat, basa kuat, garam logam berat dengan
konsentrasi kuat.
Pada kondisi tertentu di temat kerja, yakni udara anas dan enga, atau su"u ruang
yang amat dingin, berakaian nilon dan lain1lain daat meningkatkan keekaan kulit atau
memuda"kan kulit ekerja terkena D%I. D%I itu sendiri adala" enyakit kulit yang terjadi akibat
menemelnya sesuatu ba"an atau unsur yang disebut sensiti8er ada ermukaan kulit. Proses
terjadinya enyakit tergantung sistem kekebalan seseorang yang ditandai dengan kulit gatal
kemera"an, mungkin bengkak, terdaat bintil mera", bintil berair berjumla" banyak yang tamak
tidak "anya terbatas ada area kulit yang terkena ba"an enyebab, tetai daat meluas di luar
area kulit yang terkena ba"an enyebab, ba"kan daat ke seluru" ermukaan kulit.
Untuk mengantisiasi "al ini erlu embersi" kulit yang tidak bersi!at
iritati! atau melukai ermukaan kulit. Untuk en)ega"annya, erlu alat elindung
yang teat di temat kerja, setela" dilakukan engamatan ole" etugas yang
berkometen.
5.;.5.5. Dermatitis %ontak Alergi
Dermatitis kontak alergi daat terjadi bila ba"anL7> seerti lateks dan
ni)kel, sebagai "aten berikatan dengan rotein emba*a di kulit dan
menimbulkan dermatitis kontak alergi 6ie I3.
Haten bergabung dengan rotein emba*a menjadi alergen lengka. Alergen lengka
di!agosit ole" makro!ag dan merangsang lim!osit yang ada di kulit yang mengeluarkan lim!osit
akti+asi !aktor $LAB&. #el lim!osit kemudian berdi!erensiasi membentuk subset sel lim!osit 6
memori $sel 6d"& dan sel lim!osit 6"eler dan sel 6s ur es or. #el 6 memori ini bila menerima
in!ormasi alergen yang suda" dikenal masuk ke dalam kulit, maka sel 6d" akan mengeluarkan
lim!okin $!aktor sitotoksis, !aktor in"ibisi migrasi, !aktor kemotaktik dan !aktor
akti+asi makro!ag.
Dengan dileaskannya berbagai !aktor ini maka akan terjadi engaliran sel mas dan sel
baso!il, ke ara" lesi, dan timbulla" roses radang yang meruakan mani!estasi reaksi dermatitis
kontak alergis. 'ambaran klinis umumnya berua aul, +esikel dengan dasar eritem dan edema,
disertai rasa gatal.
Dalam erusa"aan sering ditemukan beberaa ba"an kimia yang memunyai gugusan
rumus kimia yang sama. Aabila ekerja suda" sensiti! ter"ada suatu 8at kimia, maka ia akan
muda" menjadi sensiti! ter"ada 8at18at lain yang memunyai rumus kimia yang bersamaan,
misalnya rokain, ben8okain, araaminobensen memunyai gugus bensen yang sama. Aabila
seseorang sensiti! ter"ada rokain maka akan lebi" muda" sensiti! ter"ada ben8okain atau
PABA( ini disebut sensitisasi silang.
Pengeta"uan sensitisasi silang ini sangat enting untuk menentukan enematan
seseorang ega*ai. Dang suda" sensiti! ter"ada suatu 8at, jangan lagi ditematkan ada temat
yang mengandung ba"an yang memunyai rumus kimia serua.
Dermatitis kontak akibat kerja $D%A%& aling sering, yakni sekitar ,02,
menyerang tangan. Ini berengaru" ada gejala dan erasaan seseorang
7isalnya, rasa gatal dan sakit ada *aktu melaksanaan ekerjaan, serta rasa
kurang nyaman ada *aktu melayani seseorang ketika menggunakan tangan.
#edangkan eksim lebi" banyak berlokasi di daera" muka dan bagian tubu" lain. Ini
berdamak ada erasaan malu se"ingga akan lebi" besar engaru"nya ter"ada akti+itas se"ari1
"ari, kinerja, dan "ubungan dengan orang lain. D%A% aling sering disebabkan ole" logam.
Pada eremuan D%A% disebabkan ole" nikel, sedangkan ada laki1laki ole" kromat.
5.;.5.;. @eaksi Botosensitisasi
1& @eaksi!ototoksik
@eaksi !ototoksik terjadi karena adanya ba"an iritan, tetai baru daat timbul dengan bantuan
sinar mata"ari $sinar ultra +iolet&( bentuk klinisnya sama seerti dermatitis kontak iritan. @eaksi
!otoiritan daat timbul karena ba"an enga*et kayu atau residu beberaa 8at lem kayu dan
keramik.
5& @eaksi!otoalergi
@eaksi !otoalergi terjadi ole" karena ba"an"otos ens iti8 er, dibantu dengan sinar ultra+iolet
dengan anjang gelombang ;50195/ nm. Bentuk klinis reaksi !otoalergis umumnya menyeruai
dermatitis kontak alergis. Daera" tubu" yang terkena terutama bagian tubu" yang terajan
mata"ari seerti da"i, ii, dan lengan bagian luar. @eaksi !otoalergi daat timbul karena ba"an
seerti ter kayu, obat anti"istamin toikal, 8at *arna, dan lain1lain.
5.;.5.9. %elainan karena Baktor Bisik
a& Luka bakar $karena anas& dalam bentuk luka bakar tingkat I, II, dan III.
b& Cold urti)aria timbul ole" karena dingin.
)& Immersion !oot timbul bila kaki terlamau lama terendam dalam air dingin,
tana menjadi beku tetai timbul gangren.
d&Br os tbite 4)ongela tio, radang kedinginan, kulit terasa sakit, menjadi bengkak,
u)at, mengeluarkan )airan serous.
e& @adiodermatitis, daat berua eritem, ulserasi, dan "ierigmentasi,a)tini)
keratosis atau ermulaan keganasan
!& Heat ras", miliaria rubra( kulit menjadi mera" disertai aulo+esikel yang
milier.
5.;.5./. %elainan karena !aktor biologis
Daat berua in!eksi kulit. Dang disebabkan ole" bakteri daat menimbulkan !olikulitis,
akne, ioderma atau ulkus iogenik. Dang disebabkan ole" jamur iala" dermato!itosis dan yang
disebabkan kandida menyebabkan kandidiasis.
Dermatitis akibat kerja $DA%& umumnya memunyai rognosis buruk. #ebua"
enelitian yang dilakukan ter"ada ekerja logam dan ekerja konstruksi menemukan :02 teta
menderita dermatitis meskiun tela" dilakukan uaya eng"indaraan ter"ada alergen enyebab
dan eruba"an jenis ekerjaan.
7eski dermatitis akibat kerja tidak memerlukan ra*at ina, ringan, dan umumnya
diangga sebagai risiko yang erlu diterima, engaru" ter"ada ekerjaan dan status sosial
sikologi "arus dier"itungkan. Damak dermatitis kontak akibat kerja $D%A%& ter"ada
ekonomi sangat besar. Ini meliuti biaya langsung atas engobatan, komensasi ke)a)atan dan
biaya tidak langsung yang meliuti ke"ilangan "ari kerja dan rodukti+itas, biaya elati"an
ulang serta biaya yang menyangkut e!ek ter"ada kualitas "idu.
5.;.;. Pengobatan P%A%
6indakan ertama iala" memutuskan mata rantai kontak dengan enderita, selanjutnya
daat diberikan engobatan yang sesuai dengan jenis enyakitnya. Bila kelainan kulit akut daat
diberi obat komres, samai eksudasi kering. #esuda" itu daat dilanjutkan dengan diberi sale
yang mengandung kortikosteroid. Bila ada in!eksi sekunder daat diberi antibiotika seerti
tetrasiklin atau eritromisin. Bila ada in!eksi jamur diberi obat anti jamur.
5.;.9. Pen)ega"an P%A%
Pre+alensi dermatitisis akibat kerja daat diturunkan melalui en)ega"an
yang semurna( antara lain?
1& Pendidikan
Diberi enerangan atau endidikan engeta"uan tentang kerja dan engeta"uan tentang ba"an
yang mungkin daat menyebabkan enyakit akibat kerja. #elain itu, )ara memergunakan alat
dan akibat buruk alat tersebut "arus dijelaskan keada karya*an.
5& 7emakai alat elindung
#ebaiknya ara karya*an dierlengkai dengan alat enyelamat atau elindung yang bertujuan
meng"indari kontak. dengan ba"an yang si!atnya merangsang atau karsinogen. Alat elindung
yang daat diergunakan misalnya baju elindung, sarung tangan, toi, ka)a mata elindung,
seatu, krim elindung, dan lain1lain.
;& 7elaksanakan uji temel4uji temel !oto
7aksudnya adala" mengadakan uji temel ada )alon ekerja sebelum diterima ada suatu
erusa"aan. Berdasarkan "asil uji temel ini karya*an baru daat ditematkan di bagian yang
tidak mengandung ba"an yang rentan ter"ada dirinya.
9& Pemeriksaan kese"atan berkala
Bertujuan untuk mengeta"ui dengan )eat dan teat aaka" karya*an suda" menderita enyakit
kulit akibat kerja. Aabila daat diketa"ui dengan )eat, daat diberi engobatan yang adekuat
atau diinda"kan ke temat lain yang tidak memba"ayakan kese"atan dirinya.
/& Pemeriksaan kese"atan se)ara sukarela
%arya*an dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter se)ara sukarela aaka"
ada menderita suatu enyakit kulit akibat kerja.
.& Pengembangan teknologi
%erjasama antara dokter, a"li teknik, a"li kimia dan a"li dalam bidang tenaga kerja untuk
mengatur alat1alat kerja, )ara kerja atau memer"atikan ba"an yang diergunakan dalam
melakukan ekerjaan untuk men)ega" kontaminasi kulit.
BAB ;
PENU6UP
Penyakit kulit akibat kerja $P%A%& dikenal se)ara ouler karena berdamak langsung
ter"ada ekerja yang se)ara ekonomis masi" rodukti!. Istila" P%A% daat diartikan sebagai
kelainan kulit yang terbukti dierberat ole" jenis ekerjaannya, atau enyakit kulit yang lebi"
muda" terjadi karena ekerjaan yang dilakukan.
Dengan kemajuan industri sekarang ini, enyakit akibat kerja dierkirakan akan semakin
banyak dan sala" satunya adala" enyakit kulit akibat kerja. Umumnya enyakit kulit akibat
kerja daat disebabkan ole" beberaa !aktor yaitu !aktor kimia*i, !isik4mekanis dan biologis.
Dermatitis kontak meruakan kelainan kulit yang terbanyak di antara enyakit kulit akibat kerja.
Untuk men)ega" terjangkitnya enyakit kulit akibat kerja maka era*atan dan
erlindungan kulit sangat enting. Program erlindungan kulit ini tidak "anya melibatkan
ekerja tai juga emberi kerja sebagai enyedia sarana serta melibatkan eraturan atau
erundang1undangan.
dermatitis Kontak akibat lingkungan Kerja
7E%ANI#7E PENDEBAB
Dermatosis akibat kerja biasnaya dikelomokkan menurut mekanisme yang menyebabkannya
yaitu mekanik, !isik, biologi) dan kimia*i.
Baktor mekanik ? gesekan dan tekanan akibat emakaian terus menerus suatu alat sering
menimbulkan enebalan kulit, kalus, abrasi dan uklus.
Baktor !isik ? !a)tor lingkungan misalnya anas, lembab, dingin, asa, tumbu" A tumbu"an, kayu,
sinar mata"ari dan ultra+iolet daat menyebabkan berbagai kelainan kulit. @eaksi !ototoksik dan
!oto alergik daat juga terjadi akibat ajanan tertentu.
Baktor biologik ? bakteri, ragi, jamur, +irus, dan arasit daat menimbulkan enyakit kulit rimer
ada lingkungan ekerjaan. In!eksi ba)terial skunder daat meruakan komlikasi suatu erusi
eksematosa.
Ba)tor kimia*i ? 8at kimia meruakan enyebab tersering suatu dermatosis akibat kerja, dan
biasanya digolongkan menurut engaru"nya ada ermukaan kulit sebagai iritan atau sensiti8er.
Eat Iritatan digolongkan sesuai dengan kerjanya ada kulit ?
1 Eat yang merusak laisan tanduk ? alkali, sabun, elarut organi)
1 Eat yang melarutkan liid ermukaan kulit ? elarut anorganik dan organi), deterjen
1 Eat eng"idrasi ? asam anorganik, an"idrida, alkali
1 Eat engoksidasi ? emuti", krom, garam arsen dan seng, eroksida
1 Eat engenda rotein ? krom, arsen, garam sengF
1 Eat eng"idrolisa ? senya*a kalsium
1 Eat ereduksi ? asam oksalat, asam !ormat
1 P"otosensiti8er ? ter batubara, 8at e*arna dan etroleum
1 Eat teratogenik ? arsen, arang batubara, etroleum, radiasi mata"ari, radiasi berion
Pada orang yang eka, suatu reaksi alergik daat terjadi setela" terajan dengan 8at kimia.
%eadaan ini sangat k"as dan enyebabnya adala" reaksi "iersensiti+itas. 'ejala klinis reaksi ini
tidak terjadi ada ajanan ertama, tetai timbul setela" mele*ati eriode sensititasi sekitar 5
minggu dan ajanan berikutnya menyebabkan dermatitis kontak eksematosa. Alergen industry
sangat banyak jumla"nya dan bersi!at k"as untuk setia industry. Allergen yang aling sering
iala" garam nikel, kromat alkali, etilendiamin, senya*a air raksa, resin $eoksi,
!enol!ormalde"id&, dinitrokloroben8en, ara!enilendiamin.
PENE'A%AN DIA'N<#I#
Diagnosis dermatitis akibat kerja didasarkan ada ri*ayat enyakit, emeriksaan jasmani,
erjalanan erusi dan emeriksaan laboratorik $uji temel dan biosy&
@i*ayat enyakit
In!ormasi yang teat yang daat membantu menegakkan diagnosis adala"?
1 =enis ekerjaan
1 %eadaan kulit sebelum erusi timbul
1 Eat yang ditangani langsung atau yang terdaat di lingkungan kerja
1 Pakaian elindung, tindakan rotekti! dan ba"an embersi" yang digunakan
1 Permulaan dan erjalanan erusi $erbaikan atau enyembu"an lesi bila bebas dari ekerjaan
untuk eriode tertentu&.
1 Pengobatan sebelumnya $sendiri atau tenaga ro!essional&
Pemeriksaam jasmani
Penamilan klinis erusi dan lokasinya daat member keterangan tentang kemungkinan
enyebabnya. #eluru" ermukaan tubu" se"arusnya dieriksa untuk men)ari temat A temat
erusi.
Pemeriksaan laboratorik
Pada uji temel, sejumla" ke)il 8at enyebab yang di)urigai dalam konsentrasi tertentu,
dioleskan atau ditemelkan ada ermukaan kulit. @eaksi uji temel dinilai ositi! bila dalam 59
samai 9- jam timbul kemera"an, edema atau +esikel ada temat yang ditemelkan. Untuk
mengerjakan dan menilai "asil uji temel, dibutu"kan engeta"uan yang k"usus. Untuk
meng"indari terjadinya eksaserbasi erusi, sebaiknya "anya dokter yang berengalaman dalam
uji temel yang melakukannya.
Biosy dan emeriksaan "istoatologik dilakukan untuk membatu mengidenti!ikasi beberaa
dermatosis akibat kerja dan bila tela" di)urigai terjadinya suatu keganasan.
DE@7A6I6I# %<N6A%
Penderita dermatitis kontak jumla"nya sekitar :/2 dari jumla" seluru" dermatosis akibat kerja,
dan disebabkan ole" sensitisasi alergik atau iritasi kulit.
Dermatitis kontak alergik
#ensitasi terjadi sesuda" kontak dengan suatu 8at $allergen& tana terjadinya eruba"an kulit
yang jelas. #ensiti+itas biasanya timbul beberaa minggu sesuda" ajanan ertama, dan kontak
berikutnya dengan allergen yang sama, *alauun jumla"nya sedikit, akan menimbulkan
dermatitis kontak. #ensiti+itas daat berta"an selama beberaa bulan, beberaa ta"un, ba"kan
seumur "idu.
Beberaa 8at kimia daat bersi!at sebagai allergen $sensiti8er& mauun iritan. Beberaa !a)tor
yang membantu terjadinya dermatitis kontak alergik mauun iritan adala" enyakit kulit yang
tela" ada sebelumnya $misalnya dermatitis atoi)&, su"u anas, kelembaban dan gesekan.
'ejala klinis
Dermatitis akut menunjukkan kemera"an, edema, aul, +esiken dan kadang A kadang bula. Lesi
berbatas tidak tegas, tunggal atau jamak, berbagai ukuran dan bentuk, tetai sering dis)oid,
akibat koalisi akan terbentuk lesi yang lebi" luas. Dermatitis subakut ditandai ole" kemera"an,
edema ringan, +esikel kering dan keroeng. Dermatitis kronis mun)ul sebagai lesi tebal yang
kering, bersisik dan kadangkala terdaat !isura.
#e)ara subyekti! enderita umumnya merasakan ruritus yang kadang1kadang tidak terta"ankan.
Erusi yang ber!isura dan kering, ada temat tekanan $ujung jari& atau ada daera" !leksor
$telaak tangan& akan terasa nyeri.
Penyebab
Umumnya enyebabnya adala" 8at kimia dalam berbagai bentuk. Dermatitis eksematosa akut
aling sering disebabkan ole" ba"an kimia yang mengiritasi dan men1sensitasi, misalnya deterjen
industri, senya*a logam $krom, nikel&, asam atau alkali en)er, resin, elarut dan ba"an yang
digunakan ada abrik karet $anti1oksidan&. Dermatitis kronis sering disebabkan ole" semen
untuk konstruksi, 8at embersi" dan roduk resin.
Perjalanan enyakit
Umumnya dermatitis akibat kerja membaik atau menyembu" bila ajanan di"ilangkan. Biasanya
dermatitis akut akan sembu" dalam *aktu 119 minggu. Umumnya dermatitis kontak iritan
dimulai sebagai erusi akut yang ringan, dan segera beruba" menjadi kronis. 6a"a kronis ini
daat berlangsung berbulan1bulan ba"kan berta"un1ta"un, dengan eriode eksaserbasi di
dalamnya.
Pemeriksaan "istoatologik
'ambaran "istologik yang dijumai sama seerti erusi eksematosa lain. Dengan emeriksaan
ini tidak daat dibedakan dermatitis kontak alergik dengan dermatitis kontak iritan. Pada
dermatitis akut, terli"at edema interseluler yang jelas $songiosis& dan ederma intraseluler di
sekitar +esikel dan bula. Pada dermis terdaat ditalasi +askuler, edema dan in!iltrate sel
mononu)lear eri+askuler. 'amabaran dermatitis subakut se)ara "istologist miri dengan
dermatitis akut, tetai +esikel lebi" ke)il, terdaat akantosis sedang, kadang A kadang
arakeratosis dan embentukan krusta. Pada dermatitis kronis terdaat akantosis, "yerkeratosis.
Parakeratosis dan beberaa songiosis. Di dermis terdaat in!iltrasi eri+askuler, kailer yang
banyak dan kolagen $!ibrosis& yang bertamba".
Diagnosis banding
Dermatitis kontak non1okuasional. 6idak semua dermatitis kontak ada ekerja disebabkan ole"
ajanan ekerjaannya. Perlu diselidiki 8at A 8at enyebab di luar ekerjaan misalnya roduk
embersi" ruma" tangga, 8at yang terajandalam "obi $!otogra!i, ekerkajaan kayu, melukis,
berkebun, mendaki gunung&.
Dermatitis seboroik
%eadaan ini terdaat sebagai erusi eksematosa kronis di keala, region ost1aurikularis,
ertenga"an dada, aksila atau liat a"a. Eksaserbasi daat terjadi se"ubungan dengan ekerjaan,
terutama ada ekerja yang terajan anas, elumas dan minyak.
Psoriasis
Psoriasis almar terdaat sebagai lesi berbatas tegas, tebal, denga !isura, besisik tebal seerti
*arna erak. Peruba"an ada kuku daat ditemui atau terdaat tanda A tanda lain soriasis ada
bagian tubu" lain. Ba)tor yang ber"ubungan dengan ekerjaan misalnya gesekan, tekanan atau
iritasi kimia daat memerburuk soriasis.
1. %romium
Banyak sekali dermatitis akibat kerja yang disebabkan ole" iritasi atau sensitasi senya*a
kromium. #ensitasi terjadi erla"an dan baru timbul setela" berta"un1ta"un, ekerja konstruksi
dan industri lain yang terajan dengan senya*a yang mengandung krom misalnya )at *arna
kuning atau "ijau, ba"an !otogra!i dan er)etakan. Eat anti korosi! dan ua las atri. %romat
yang terdaat dalam semen meruakan enyebab utama sensitasi ada tukang dan ekerja
semen.
5. Nikel
Pajanan ter"ada nkel dan garamnya meruakan enyuebab aling sering dari dermatitis kontak
alergik yang diindukasi logam. Nikel banayak diakai diu abrik eralatan dari logam dan
sebagai ba"an engeras logam lain. Pajanan nikel daat meruakan "al yang ber"ubungan
dengan ekerjaan atauun tidak. #ensitasi ada ria biasanya akibat ajanan ekerjaan, namun
daat juga akibat kontak dengan jam tangan, enjeit atau ka)amata. Pada *anita, sumbernya
adala" engait logam ada akaian dan er"iasan. Indi+idu yang tela" tersensitasi daat
menderita erusi beberaa ta"un kemudian bila terajan dengan nikel atau garamnya di
lingkungan kerja. Pekerja yang sering terkena iala" ekerja yang memakai alat yang dilaisi
nikel $enata rambut, tukang ja"it, ekerja kantor, sering memegang uang logam&. 6rauma,
tekanan dan keringat yang berlebi"an daat meleaskan nikel dari benda yang mengandung
nikel.
;. 6umbu"an dan %ayu
6umbu"an, serbuk1sari, duri, kayu, sayur1mayur dan 8at yang berasal dari tumbu"an misalnya
terentin, ber"ubungan dengan dermatitis kontak ada berbagai jenis ekerjaan. 6anaman dan
serbuk1sarinya ? etani, tukang kebun, erangkai bunga, engunjung taman bunga, embangun
jalan, a"li ke"utanan. %ayu ? tukang tebang, tukang kayu dan erabot, ekerja yang memakai
kayu dalam ekerjaannya. #ayur1mayur ?tukang masak, enjual sayur. 6erentin $balsam yang
berasal dari inus&? artis, tukang )at, tukang ukir, litogra!er, ekerja kebersi"an yang memakai
terentin sebagai elarut.
9. Plastik
Ba"an ini banyak digunakan dalam industri dan banyak ula menyebankan dermatosis. Eat18at
lastik yang daat menyebabkan dermatosis kontak?
1 @esin eoksi ? meruakan iritan dan sensiti8er kuat yang banyak diakai dalam embuatan alat
listrik, lem kantor dan ruma" tangga, erekat $karet,keramik,logam& dan )at.
1 Plastik urea !ormalde"is ? elais engkila kayu, sebagai ba"an adesi! dalam industri tekstil
1 Plastik akrilik ? diaaki dalam )at, ba"an gigi alsu, kuku alsu, lensa kontak dan rotesa
ortoedik
DE@7A6<#I# LAIN A%IBA6 PE%E@=AAN
1. %anker kulit daat disebabkan ole" "asil samingan ada enambangan batubara misalnya
GsootH, ter, antrasen dan deri+at etroleum, juga sering dijumai ada elaut dan etani.
5. Bolikulitis dan erusi aknei!ormis yang daat disebabkan ole" )utting oil. Petroleum menta",
deri+at ter batubara, kloroben8en, klor!enol )"romated di"enyl, )"romated tri"enyl.
;. 'ranuloma daat disebabkan ole" silika yang ada di tana", asir dan ka)a yang mengandung
silikon dioksida yang mengkontaminasi kulit yang le)et atau luka. 'raunuloma berilium terjadi
ada ekerja abrik lamu !luoresen. 'raunuloma 8irkonium terjadi ada ekerja industri
8irkonium.
9. %elainan igmentasi ? melanosis daat terjadi ada ekerja yag terajan arsen, ter, minyak
menta", )utting oil, )"lora)nogen, sinar mata"ari dan sayur. Leokoderma daat disebabkan ole"
eter monoben8il "idrokuinon, germisida deterjen !enolik, antioksidan dan katekol.$ %lik gambar&
gambar dermatitis kontak
%eustakaan
1. Brat"iarta 7. Dermatitis kontak ada ekerja. Dalam ? kumulan makala" Lokakarya
Dermatitis kontak Lab4unit Ilmu Penyakit %ulit dan %elamin B% U'74@#UP Dr. #ardjito,
Dogyakarta 5,1;0 =anuari 1,,:
5. Cani8ares <. <))uational dermatoses. #)"ering Cororation U#A %enil*ot", Ne* =ersey
1,-0
;. Emmet EA. <))uational Dermatoses. Dalam ? Bit8atri)k 6B, Eisen AE( >ol!! %, Breeberg
I7, Austen %B eds Dermatology in 'eneral 7edi)ine ;rd. 7) 'ra* Hill, Ne* Dork. 1,-:,
1/.:11/-: