Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK II

KESETIMBANGAN UAP CAIR PADA SISTEM BINER






Nama : Rika Yulianti
NIM : 121810301002
Kelas / Kelompok : A / 2
Nama Asisten :










LABORATORIUM KIMIA FISIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2014



BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
1.2 TUJUAN
Percobaan ini mempunyai tujuan, yaitu mempelajari sifat larutan biner dengan
membuat diagram temperatur versus komposisi, dengan menentukan indeks biasnya.
1.3 TINJAUAN PUSTAKA
1.3.1 Material safety data sheet (MSDS)
1.3.1.1 Kloroform
Kloroform merupakan nama umum untuk triklorometana. (CHCl
3
). Kloroform
memiliki wujud cairan dan mudah menguap. Kloroform memiliki titik didih 61oC, titik
lelehnya -63,5oC dengan tekanan uap 159 mmHg pada 20oC. Kerapatan massa kloroform
adalah 1,48 g/cm3. Massa molar kloroform adalah 119,3 g/mol (Anonim,2014).
Kloroform dapat mengganggu saluran pernafasan yaitu melalui cara terhirup. Zat
ini juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata dan jika terjadi kontak langsung
demikian maka seharusnya langsung dibasuh dengan air (Anonim, 2014).
1.3.1.2 Aseton
Aseton memiliki rumus kimia C
3
H
6
O. Zat ini memiliki wujud cair yang tidak
berwarna, berbau tajam dan mudah menguap. Massa molarnya adalah 58,08 g/mol.
Dengan densitas 0,79 g/cm, titik leleh 94,9C (178,2 K), titik didih 56,53C (329,4 K).
senyawa ini dapat larut dalam air (Anonim , 2014).
Aseton digunakan secara industri. Aseton dapat diperoleh secara alami. Aseton
dapat mengganggu saluran pernafasan yaitu melalui cara terhirup. Zat ini juga dapat
menyebabkan iritasi pada kulit dan mata dan jika terjadi kontak langsung demikian maka
seharusnya langsung dibasuh dengan air (Anonim, 2014).
1.3.1.3 Etanol
1.3.1.4 Akuades
1.3.2 Dasar Teori


















BAB 2. METODOLOGI PERCOBAAN

2.1 Alat dan Bahan
2.1.1 Alat
- Piknometer
- 1 set alat refluks
- Beaker gelas
- Pipet
2.1.2 Bahan
- Kloroform
- Aseton
- Etanol
- Akuades














2.1 Skema kerja



- Ditentukan berat jenis masing-masing zat tersebut menggunakan
piknometer.
- Ditentukan indeks biasnya.
- Dibuat campuran aseton ; kloroform dengan perbandingan 10: 0 ; 8:2 ;
6:4 ;4:6 ;2:8 dan 0:10.
- Dibuat pasangan kedua yaitu etanol : akuades dengan perbandingan 10:
0 ; 9:1 ; 8:2 ;6:4 ;5:5 dan 1:9.
- Direfluks campuran dan dicatat titik ddihnya masing-masing.
Klooform , aseton, etanol,
akuades
- Diambil distilat dengan pipet kemudian ditentukan indeks biasnya
demikian juga residunya.
- Dibuat grafik standar n (indeks bias) X pada campuran yang belum
didestilasi.
- Diperoleh diagram T-X dari turunannya.Diukur suhu air yang terdapat
dalam erlenmeyer.
- Diukur tekanan atmosfer menggunakan barometer.













BAB III. HASIL DAN PENGOLAHAN DATA
3.1 Hasil dan Pengolahan Data
3.1.1 Hasil
Labu erlenmeyer 1 2 3
Massa erlenmeyer 34,79 g 35,84 g 34,89 g
Massa erlenmeyer, alumunium foil, karet
gelang
35,6 g 36,7 g 35,6 g
Massa erlenmeyer, alumunium foil, karet
gelang, cairan x
45,54 g 46,7 g 45,56 g
Hasil
Massa cairan x 7 mL 7 mL 7 mL
Suhu penguapan cairan x 92
o
C 96
o
C 96
o
C
Penimbangan setelah penguapan cairan x 35,84 36,94 35,86
Massa erlenmeyer + air 100,5 g 103,13 g 100,65 g
Suhu air 24
o
C 24
o
C 24
o
C

3.1.2 Data Setelah diolah
Labu erlenmeyer Volume air
(L)
Berat Molekul
(g/mol)
Efisiensi
(%)
1 0,06599 108,85 91,2
2 0,06758 107,45 90,0
3 0,06604 119,13 99,8
Rata-rata 0.06653 111,81 93,6









BAB IV. PEMBAHASAN
4.1
Praktikum kali ini adalah untuk menentukan berat molekul senyawa volatil
berdasarkan pengukuran massa jenis gas. Senyawa volatil yang digunakan adalah kloroform.
Disebut zat volatil karena kloroform cenderung mudah menguap dalam keadaan atau
temperatur ruangan. Kecenderungan suatu zat untuk menguap disebut volatilitas. Volatilitas
itu sendiri ditentukan oleh tekanan uap nya. Tekanan uap bergantung pada temperatur, suatu
zat dikatakan volatil atau tidak biasanya berdasarkan daya tekan uap di suhu ruangan.
Semakin tinggi tekanan uapnya maka semakin mudah menguap begitu juga sebaliknya.
Disebabkan karena zat terlarut ini bersifat volatile maka uap zat terlarut ini berkontribusi
terhadap total uap larutan. Uap yang terdapat didalam larutan jenis ini dibangun dari molekul
zat terlarut dan molekul pelarut.
Jika senyawa-senyawa volatil ini menguap, aroma dan citarasa komponen akan
mengalami penurunan mutu. Berat molekul senyawa volatil dapat diukur berdasarkan
pengukuran massa jenis gas yang menguap. Hal ini perlu dilakukan agar dalam tiap proses
yang membutuhkan panas dapat diantisipasi jumlah senyawa volatil yang menguap, sehingga
aroma dan cita rasa komponen dapat dipertahankan.
Senyawa volatil dapat dengan mudah menguap hal tersebut disebabkan zat yang
mudah menguap tersebut terdiri dari molekul-molekul yang mempunyai gaya antar molekul
yang lemah, mereka cenderung bercerai berai oleh gerakan masing-masing. Beberapa
molekul meniggalkan molekul induk cairan yang menguap. Gas mengembun menjadi cairan
jika gaya antara molekul menjadi cukup kuat untuk mengalahkan energi kinetika molekul.
Perlakuan pertama adalah menimbang erlenmeyer yang sudah ditutupi dengan
aluminium foil serta karet gelang. Kloroform sebanyak 7 ml dimasukkan ke dalam
erlenmeyer tersebut kemudian dipanaskan. Disebabkan karena kloroform memiliki titik didih
kurang dari 100 C sehingga ketika kloroform dipanaskan sampai suhu 100 C pada penangas
air maka kloroform menguap. Uap kloroform ini kemudian mendorong udara pada labu
erlenmeyer keluar melalui celah kecil yang sudah dibuat sebelumnya. Uap ini keluar sampai
habis dan setelah udara dalam erlenmeyer habis maka uap kloroform sendiri yang keluar
hingga berhenti pada saat tekanan udara luar sama dengan tekanan kloroform, dan pada saat
ini maka dapat diperoleh berat kloroform dengan langsung menimbangnya beserta
erlenmeyer. Diperoleh dari hasil praktikum massa erlenmeyer setelah kloroform menguap
masing-masing adalah 35,84 gram ; 36,94 gram dan 35,86 gram.
Persamaan gas ideal dapat digunakan untuk menghitung berat molekul kloroform
tersebut. Tetapi di dalam komponen perhitungan tersebut masih diperlukan adanya volume
air dan massa jenisnya, oleh karena itu di dalam percobaan ini diperoleh volume air masing-
masing adalah 0,06599 L , 0,06758 L dan 0,06604 L dengan massa jenis 0.9968 gram/cm
3
.
Diasumsikan bahwa gas yang menguap dari cairan volatil mengisi penuh erlenmeyer yang
digunakan. Sehingga dari perhitungan didapatkan berat molekul kloroform. Diperoleh berat
molekul dari masing- masing kloroform pada erlenmeyer 1, 2 dan 3 adalah 108,85 g/mol ,
107,45 g/mol dan 119,13 dengan rata-rata berat molekul yang diperoleh dari tiga erlenmeyer
ini adalah 111,81 g/mol. Hasil ini jika dibandingkan dengan literatur maka menghasilkan data
yang hampir mendekati kategori signifikan, karena pada literatur disebutkan bahwa berat
molekul kloroform adalah 119,38 g/mol. Efisiensi dari data yang diperoleh juga sangat
penting adanya, Efisiensi merupakan suatu ukuran ketepatan atau derajat ketepatan hasil
pengukuran dengan kenyataan atau literatur yang mana nilai dari efisiensi ini dalam bentuk
persen (%) dan perhitungan efisiensi dari hasil ini diperoleh masing-masing pada erlenmeyer
1, 2 dan 3 adalah 91,2 %, 90,0 % dan 99,8 % sehingga diperoleh rata-rata efisiensinya adalah
93,6 %. Hasil ini dapat dikatakan valid karena sudah mendekati nilai sempurna yaitu 100 %.
Hasil ini masih belum mencapai 100 % benar maka dipastikan bahwa terdapat
kesalahan sehigga data yang diperoleh kurang valid. Adapun kesalahan yang mungkin terjadi
adalah praktikan belum bisa menentukan temperatur penangas air yang tepat sesuai petunjuk
praktikum. Sehingga kemungkinan cairan volatil menguap pada temperatur sekitar kurang
dari 100C. Kesalahan yang juga mungkin terjadi adalah adanya uap cairan yang tidak
kembali terbentuk menjadi cair atau tidak mengembun lagi sehingga massa cairannya
(kloroform) yang didapat bukan massa kloroform sebenarnya.






BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Penentuan berat molekul senyawa volatil dapat dilakukan dengan mengukur massa
jenis senyawa dengan menggunakan persamaan gas ideal.
2. Berat molekul senyawa volatil yang diperoleh dari perhitungan adalah dengan rata-
rata 111,81 g/mol. Hasil ini mendekati nilai yang signifikan dari peninjauan literatur
yang digunakan, karena di dalam literatur diketahui berat molekul kloroform adalah
119,38 g/mol.

5.2 Saran
Penimbangan erlenmeyer harus dilakukan dengan teliti agar diperoleh berat molekul
yang signifikan.


















DAFTAR PUSTAKA

https://www.sciencelab.com/msds.php?msdsId=9927227
http://www.sciencelab.com/msds.php?msdsId=9927133
Atkins, P.W. 1997. Kimia Fisik Jilid I Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga
Brady, james E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta : Binarupa Aksara
Respati. 1992. Dasar-Dasar Ilmu Kimia untuk Universitas. Yogyakarta : Rineka Cipta
Sukardjo. 1990. Kimia Fisika. Yogyakarta :Rineka Cipta