Anda di halaman 1dari 23

Nano partikel obat

Nanopartikel protein: Sistem yang unik dalam penghantaran obat


Mohsen Jahanshahi and Zahra Babaei
Nanobiotechnology Research Center, Faculty of Chemical Engineering, Babol
University of Technology, Iran
!ccepte" # $ecember, %&&#
'elama tiga "eka"e terakhir, ter"apat minat penelitian yang cukup "ipertimbangkan "i
bi"ang pengembangan sistem penghantaran obat (delivery system) menggunakan
nanopartikel sebagai pemba*a untuk molekul besar "an kecil 'istem penghantaran
bertarget (targeting delivery system) senya*a obat pa"a lesi+lesi penyakit merupakan
salah satu aspek terpenting "alam sistem penghantaran obat 'istem tersebut telah
"igunakan secara in vivo untuk melin"ungi entitas obat "alam sirkulasi sistemik,
membatasi akses obat hanya pa"a lokasi yang "imaksu" "an menghantarkan obat
"engan la,u pelepasan terken"ali Berbagai polimer telah "igunakan "alam formulasi
nanopartikel selama penelitian untuk meningkatkan keuntungan terapeutik, "an
meminimalisir efek samping $alam review ini akan "ibahas mengenai nanopartikel
protein yang "igunakan sebagai sistem penghantaran obat -eto"e pembuatan,
karakterisasi, loading obat pelepasan "an aplikasinya "alam penghantaran molekul
obat
Kata kunci. Nanobioteknologi, nanopartikel protein, panghantaran obat, pelepasan,
drug loading, karakterisasi, morfologi, aplikasi
PEND!"#"N
Teknologi penghantaran obat secara terken"ali menggambarkan salah satu ilmu, yang
melibatkan pen"ekatan multi"isiplin sains, "an berkontribusi pa"a peningkatan
kesehatan manusia /onsep targeting obat "an penghantaran obat secara terken"ali
telah "igunakan untuk memperbaiki in"e0 terapeutik obat "engan meningkatkan
lokalisasinya terha"ap organ yang spesifik, sel+sel ,aringan "an "engan menurunkan
potensinya untuk menyebabkan toksisitas atau efek samping pa"a lokasi normal yang
sensitif ($inauer et al, %&&1) 2a"a terapi kanker, agen kemoterapi memiliki efek
toksik terha"ap sel tumor sebagaimana pa"a sel normail lainnya3 penghantaran obat
yang terken"ali pa"a lokasi penyakit memungkinkan "ilakukannya penambahan "osis
untuk meningkatkan efiaksi terapeutiknya (Brigger et al, %&&%) 2enghantaran obat
terken"ali melibatkan gabungan antara obat "engan sistem pemba*a yang akan
mempengaruhi karakteristik farmakokinetik "an bio"istribusinya obat tersebut
2emba*a lain yang berukuran nano, seperti nanopartikel (4erou0 et al, 56613
Couvreur an" 7authier, 5665), misel polimerik (/ataoka et al, 5668), liposom
(Bochot et al, %&&%), nanopartikel "engan mo"ifikasi permukaan (!ru,o et al, 5666)
"an nanopartikel lipi" pa"at ( -uller et al, %&&%), telang "ikembangkan untuk
mencapai tu,uan tersebut 9alaupun liposom telah telah "igunakan sebagai pemba*a
"engan segala kelebihannya termasuk "alam melin"ungi obat "ari "egra"asi,
targeting ke loka aksi "an mere"uksi toksisitas:efek samping (;ahanshahi et al,
%&&<a), aplikasinya terbatas sehubungan "engan a"anya permasalahan tertentu seperti
efisiensi enkapsulasi, kebocoran untuk obat larut air "alam komponen "arah "an
stabilitas penyimpanan yang buruk $i sisi lain, nanopartikel memiliki keuntungan
yang lebih "iban"ingkan "engan liposom, seperti stabilitasnya yang lebih baik "alam
penyimpanan, stabilitas in vivo setelah pemberian "an kemu"ahannya "alam merubah
skala pro"uksi selama pembuatan (/reuter, 5661) 'ingkatnya, nanopartikel
membantu meningkatkan stabilitas obat:protein "an "apat "imanfaatkan sifat
pelepasan terken"alinya
=leh karena itu, teknologi nanopartikel yang telah "igunakan "e*asa ini,
men,an,ikan a"anya peningkatan efikasi obat (/reuter, %&&53 7i,ayanathan et al,
%&&%) Nanopartikel pertama kali "ikembangkan sekitar tahun 56<& 2a"a a*alnya
berupa partikel koloi" berukuran sub+mikron (> 5mm) (/reuter, 5665a), yang
"igunakan sebagai pemba*a untuk vaksin "an obat antikanker (Couvreur et al,
56#%)
Nanpopartikel tersebut ter"iri "ari bahan makromolekular yang pa"a
prinsipnya mengalami pelarutan, pen,erapan, atau enkapsulasi, ataupun yang pa"a
prinsipnya mengalami absorbs atau perlekatan (/reuter, 56#8) $istribusi pemba*a
tersebut "apat "iken"alikan melalui pengaturan ukuran "an sifat permukaannya
('tayton et al, %&&&) 'istem partikulat pemba*a obat "ikarakterisasi "engan
mempertimbangkan banyaknya obat yang ter,erap, sehingga efek pelepasan obat
secara terken"ali sama baiknya "engan efek perlin"ungan obat "ari "egra"asi (4i et
al, 566<)
Tu,uan utama "alam men"isain nanopartikel sebagai sistem penghantaran obat
a"alah untuk mengontrol ukuran partikel, sifat permukaan (;ahanshahi et al %&&1)
"an pelepasan ?at aktif untuk memperoleh aksi spesifik obat secara farmakologis
pa"a "osis regimennya ('oppimath et al, %&&5) /euntungan "alam menggunakan
nanopartikel sebagai sistem penghantaran obat meliputi (-ohanra, "an Chen, %&&@).
5 Ukuran partikel "an karakteristik permukaan nanopartikel "apat "imanipulasi
"engan mu"ah untuk memperoleh targeting obat baik aktif maupun pasif setelah
pemberian parenteral
% Nanopartikel mengontrol "an melepaskan obat secara perlahan+lahan selama
"istribusi "an memo"ifikasi "istribusi obat pa"a organ loka aksi,"an memperlambat
klirens obat sehingga terapi obat "an meminimalkan efek samping
8 2elepasan terken"ali "an karakteristik "egra"asi partikel "apat "imo"ulasi
"engan pemilihan matri0 konstituen Loading obat relatif tinggi "an obat "apat
"i,erapkan ke "alam sistem tanpa reaksi kimia3 hal ini merupakan faktor penting
untuk men,aga aktivitas obat
A Targeting pa"a lokasi spesifik "apat "iperoleh "engan melekatkan ligan" pa"a
permukaan partikel atau "engan menggunakan magnetic guidance
1 'istem "apat "igunakan pa"a berbagai rute pemberian termasuk oral, nasal,
parenteral, intra okular, "ll
Nanopartikel "apat "ibuat "ari berbagai bahan seperti protein, polisakari"a "an
polimer sintetik 2emilihan bahan matri0 bergantung pa"a faktor+faktor (/reuter,
566A). (a) ukuran partikel yang "ipersyaratkan3 (b) sifat inheren obat, kelarutan "an
stabilitas3 (c) karakteristik permukaan seperti muatan "an permeabilitas3 (") "era,at
bio"egra"abilitas, biokompatibilitas "an toksisitas3 (e) profil pelepasan obat yang
"iinginkan3 "an (f) antigenisitas pro"uk akhir
$i antara sistem pemba*a obat koloi" yang terse"ia, nanopartikel berbasis protein
memiliki peranan yang penting (/umar an" ;ain, %&&<) /ebanyakan, "ari serum
albumin manusia atau sapi, legumin "an lain+lain, sebagaimana gelatin yang
"igunakan sebagai bahan a*al pembuatan
Review ini akan membahas perkembangan terakhir "ari sistem penghantaran obat
"engan nanopartikel protein, meto"e pembuatnnya, karakterisasi "an aplikasinya
NN$P%&'KE# P%$&E'N
/euntungan "alam sistem penghantaran obat koloi"al ini a"alah kemungkinan drug
targeting melalui mo"ifikasi "istribusi obat "an peningkatan pengambilan sel
terha"ap ,umlah obat ('chafer et al, 566%) 'ebagai hasilnya, efek samping toksik
"ari obat bebas "apat "ihin"ari, contohnya pa"a methotre0ate (Narayani "an Rao,
5668)
'istem koloi"al tersebut "iantaranya berbasis protein 2rotein merupakan kelas
molekul alami yang mempunyai fungsionalitas unik "an aplikasi yang berpotensi
"alam sistem biologis (;ahanshahi %&&A3 ;ahanshahi et al, %&&A) Nanomaterial yang
"iperoleh "ari protein (nanopartikel protein) bersifat biodegradable, non-antigenic,
"apat "imetabolisme "an "apat "engan mu"ah mengalami mo"ifikasi permukaan "an
berikatan kovalen antara obat "an ligan /arena struktur primer "ari protein,
nanopartikel berbasis protein memungkinkan a"anya mo"ifikasi permukaan "an
ikatan kovalen obat (9eber et al, %&&&)
Nanopartikel protein "apat "igunakan untuk penghantaran obat yang "itu,ukan ke
paru+paru atau "apat "iinkorporasikan "alam biodegradable polymer
microsphere:nanosphere untuk "epot pelepasan terken"ali atau per oral 'aat ini,
penelitian "ifokuskan pa"a pembuatan nanopartikel menggunakan protein seperti
albumin, gelatin, glia"in "an legumin
(elatin
Belatin a"alah salah satu bahan protein yang "apat "igunakan "alam pembuatan
nanopartikel Belatin "iperoleh "ari hi"rolisis fibrosa, protein yang ti"ak larut,
kolagen, yang secara luas "itemukan sebagai komponen utama "alam kulit, tulang "an
,aringan ikat (Coester et al, %&&@) 2a"a masa nanofarmasetika, gelatin su"ah
"ipertimbangkan sebagai bahan "asar bersifat biodegradable pa"a perkembangan
partikel (-arty et al, 56<#) Cal ini "ikarenakan bah*a gelatin bersifat
biodegradable, non+toksik, "apat mu"ah berikatan silang "an "imo"ifikasi secara
kimia =leh karena itu, gelatin mempunyai potensi sangat besar untuk "igunakan
"alam pembuatan sistem penyampaian obat koloi"al seperti mikrosfer "an
nanopartikel (;ahanshahi et al, %&&# b,c3 Babaei et al, %&&#) /euntungan lainnya
yaitu ti"ak mahal, "apat "isterilisasi, biasanya ti"ak terkontaminasi "engan pirogen
"an relatif mempunyai antigenisitas ren"ah ('ch*ick "an Cei"e, 56@6) 'ayangnya,
formulasi yang mengan"ung gelatin pa"a lapisan terluar (kapsul gelatin keras "an
lunak) cen"erung berikatan silang secara inter "an intramolekular seiring "engan
perubahan *aktu, suhu "an kelembaban /arena kecen"erungan ini, penggunaan
gelatin pa"a formulasi farmasetika men,a"i "ipertanyakan ('a0ena et al, %&&1)
Namun, bahan ini tetap "igunakan secara luas tanpa a"anya pertimbangan
menggantikannya "engan bahan lain (D*iorek et al, %&&A) 2enambahan crosslinker
seperti glutaral"ehi", menghasilkan gelatin yang lebih stabil "an *aktu sirkulasinya
meningkat secara in vivo "iban"ingkan "engan yang ti"ak termo"ifikasi (;ameela "an
;ayakrishnan, 56613 ;ahanshahi et al, %&&#b), "an pelepasan a"alah fungsi "ari ikatan
silang "ari nanopartikel ini 2erubahan struktur ini meningkatkan kiner,a, sifat, "an
karakteristik gelatin seperti sifat keti"aklarutan pa"a suhu tinggi, pengurangan
swelling "alam air "an permeabilitas yang kurang pa"a membran sel (4evy et al,
56#%)
$ua ,enis gelatin, ! "an B "engan titik isoelektrik yang berbe"a, "ibentuk baik "ari
hi"rolisis asam ataupun basa ('a*icka, 566&) Belatin tipe ! "iperoleh "ari kolagen
yang "iproses secara asam, sementara tipe B "iperoleh "ari kolagen yang "iperoleh
secara basa, yang menghasilkan perbe"aan titik isoelektrik, yaitu <+6 untuk gelatin
tipe ! "an A+1 untuk gelatin tipe B
/arakteristik "ari gelatin a"alah kan"ungan tinggi asam amino glisin "an prolin
(terutama sebagai hi"roksipropilin) "an alanin -olekul gelatin mengan"ung sekuens
berulang "ari triplet asam amino glisin, prolin, "an alanin, yang berperan "alam
pembentukan struktur gelatin tripel heliks (!?armi et al, %&&@) 'truktur primer
gelatin memberikan banyak kemungkinan untuk mo"ifikasi kimia "an pengikatan
kovalen terha"ap obat Cal ini "apat "ilakukan baik "alam matriks partikel atau hanya
pa"a permukaan partikel (;ahanshahi et al, %&&#c) 2a"a kasus pertama, mo"ifikasi
kimia "ilakukan pa"a makromolekul gelatin sebelum nanopartikel "ibentuk,
sementara pa"a kasus lain mo"ifikasi "ilakukan pa"a permukaan partikelnya (9ebber
et al, %&&1) 'ifat ini yang kemu"ian "ikombinasikan "engan potensi tinggi sistem
pemba*a berukuran nano, membuat nanopartikel berbasis gelatin men,a"i sistem
penghantaran obat yang men,an,ikan
lbumin
!lbumin a"alah pemba*a molekular yang atraktif "an secara luas "igunakan untuk
pembuatan nanosfer "an nanokapsul Cal ini "ikarenakan keterse"iaannya "alam
bentuk murni, sifat bio"egra"abilitas, nontoksisitas "an nonimunogenesitasnya (/rat?
et al, 566<) Baik Bovine 'erum !lbumin (B'!) "an Cuman 'erum !lbumin (C'!)
telah "igunakan 'ebagai protein plasma yang utama, albumin mempunyai perbe"aan
"iban"ingkan bahan lain pa"a pembuatan nanopartikel $engan kata lain,
nanopartikel albumin biodegradable, mu"ah "isiapkan "alam bentuk tertentu, "an
"apat memba*a kelompok senya*a reaktif (tiol, amin, "an karboksilat) pa"a
permukaannya yang "apat "igunakan untuk ikatan ligan "an:atau mo"ifikasi
permukaan lain Nanopartikel albumin memberikan keuntungan yaitu ligan "apat
"engan mu"ah membentuk ikatan kovalen =bat yang ter,erap "alam nanopartikel
albumin "apat "icerna oleh protease "an drug loading "apat "ihitung 'e,umlah stu"i
telah menun,ukkan albumin terakumulasi pa"a tumor (Takakura et al, 566&) yang
membuatnya men,a"i pemba*a makromolekular yang potensial untuk obat antitumor
(liadin dan #egumin
2enggunaan nanopartikel bisa "igunakan untuk tu,uan bioa"hesi karena bentuk
se"iaan farmasi ini mempunyai permukaan spesifik yang luas yang "apat berpotensi
tinggi berinteraksi "engan permukaan biologis Untuk aplikasi biologis, partikel
vegetal "iperoleh "ari protein (E?peleta et al, 566@), seperti glia"in yang "iekstraksi
"ari gluten yang berasal "ari gan"um "an vicillin atau legumin yang "iekstraksi "ari
pea seeds (Pisum sativum 4)
Blia"in men,a"i polimer yang sesuai untuk pembuatan nanopartikel mukoa"hesive
yang "iharapkan melekat pa"a lapisan mukus Blia"in "igunakan sebagai bahan
nanopartikel Cal ini "ikarenakan bio"egra"abilitas, biokompatibilitas "an sifat
alaminya Ci"rofobisitas "an kelarutannya men,a"i "asar rancangan nanopartikel
yang mampu melin"ungi loaded drug "an mengontrol pelepasannya(E?peleta et al,
5666) Nanopartikel glia"in (BN2) telah menun,ukkan tropisme untuk "aerah saluran
cerna bagian atas, "an kebera"aannya "alam bagian lain saluran cerna sangat ren"ah
(!rangoa et al, %&&5) /apasitasnya yang tinggi untuk berinteraksi "engan mukosa
"apat "i,elaskan "ari komposisi glia"in 2a"a kenyataannya, protein ini kaya akan
resi"u netral "an lipofilik !sam amino netral "apat menyebabkan interaksi ikatan
hi"rogen "engan mukosa sementara komponen lipofiliknya berinteraksi "engan
,aringan biologis Blia"in mempunyai sebuah amin "an "isulfi"a pa"a rantai samping,
sehingga memungkinkan berikatan "engan mucin gel
4egumin ,uga merupakan protein yang berasal "ari pea seeds (Pisum Sativum 4)
4egumin merupakan kan"ungan kaya albumin yang berfungsi sebagai sumber sulfur
-olekul "ari protein ini mempunyai kemampuan berikatan membentuk nanopartikel
setelah agregasi "an berikatan silang "engan glutaral"ehi" (-irshahi et al, %&&%)
ME&$DE PEMB"&N
Banyak makromolekul yang terse"ia "apat "igunakan "alam pembuatan nanopartikel,
seperti albumin, gelatin, legumin, vicillin "an polisakari"a seperti alginate "an
agarose 'enya*a tersebut memiliki fungsi yang "an "igunakan secara luas "alam
pembuatan biomaterial bersifat biodegradable "an biocompatible $i antara senya*a
makromolekul yang telah "isebutkan, albumin "an gelatin merupakan senya*a yang
telah umum "igunakan Tabel 5 menun,ukkan meto"e utama pembuatan nanopartikel
"ari senya*a alamiahnya
Tabel 5 -eto"e utama pembuatan nanopartikel "ari makromolekul (;ahanshahi,
%&&<)
Makromolekul Prinsip Produksi
!lbumin Emulsi a:m
2emisahan fase "alam me"ium air, "engan penambahan agen "esolvasi
$engan memo"ifikasi pC
Belatin Emulsi a:m
2emisahan fase "alam me"ium air, "engan penambahan agen "esolvasi
$engan memo"ifikasi suhu
7icillin, legumin 2emisahan fase "alam me"ium air, "engan memo"ifikasi pC
Ter"apat "ua meto"e "asar pembuatan nanopartikel.
Metode Emulsi)ikasi
2a"a a*alnya, meto"e ini "isusun oleh 'cheffel "an rekan+rekannya (56<%) "alam
pembuatan globul albumin nanopartikel "an kemu"ian "ioptimasi oleh Bao "an
rekan+rekannya (5661)
2a"a proses ini, larutan aEueous "ari albumin "ibuat men,a"i bentuk emulsi
"engan minyak nabati (cotton seed oil) pa"a suhu kamar /emu"ian "engan
menggunakan homogenizer pa"a kecepatan tinggi, akan "iperoleh emulsi yang
homogen Banyak partikel yang "apat ter"ispersi melalui meto"e ini Emulsi yang
"iperoleh kemu"ian "itambahkan ke "alam pre-heated oil (lebih "ari 5%&
o
C) setetes
"emi setetes 2roses ini akan menguapkan air "engan cepat "an "estruksi albumin
secara ireversibel 2roses ini ,uga akan menghasilkan pembentukan nanopartikel
Tahap tersebut "i,elaskan "alam Bambar 5 /emu"ian suspensi yang "iperoleh
"iletakkan "alam penangas es
Bambar 5 2embuatan albumin nanopartikel "engan meto"e emulsifikasi (;ahanshahi,
%&&<)
Metode Desol*asi
/erugian meto"e emulsi "alam pembuatan partikel a"alah karena
"ibutuhkannya penggunaan pelarut organik , baik untuk mengangkat resi"u
berminyak selama proses pembuatan maupun untuk menstabilkan emulsi (sebagai
surfaktan) =leh karena itu, sebagai meto"e alternatif "alam pembuatan nanopartikel
protein, "ikembangkanlah meto"e "esolvasi yang merupakan kelan,utan "ari meto"e
koaservasi pa"a mikroenkapsulasi 2a"a meto"e ini, partikel "i "alam cairan aEueous
akan "ibentuk melalui proses koaservasi "an selan,utnya "istabilkan "engan cross
linking agent seperti glutaral"ehi"
'ebuah meto"e baru "ikembangkan oleh -arty "an rekan+rekannya (56<#)
$asar meto"e ini a"alah penggunaan faktor "esolvasi seperti garam atau alkohol yang
"itambahkan secara perlahan+lahan pa"a larutan protein $engan penambahan faktor
tersebut, struktur tersier protein akan berubah !pabila telah tercapai tingkat "esolvasi
tertentu, akan terbentuk gumpalan protein 2a"a tahap selan,utnya akan terbentuk
nanopartikel melalui proses polimerisasi sambungsilang (cross lingkage) "engan
faktor glutaral"ehi" (Coester et al, %&&&) !gar ti"ak "iperoleh nanopartikel "alam
bentuk massa, sistem harus "ihentikan sebelum partikel mulai terakumulasi
Turbi"itas sistem akan meningkat sesuai "engan faktor "esolvasi tesebut !kumulasi
partikel akan terbentuk "engan sen"rinya "engan a"anya peningkatan turbi"itas
sistem Untuk mengatasi permasalahan akumulasi "an menghasilkan nano"ispersi
yang i"eal, "apat "igunakan agen resolvasi Bambar % menun,ukkan pembuatan
albumin nanopartikel "engan menggunakan agen "esolvasi
Bambar % 2embuatan albumin nanopartikel "engan agen "esolvasi
K%K&E%'SS' NN$P%&'KE# P%$&E'N
"kuran Partikel
Telah "iketahui bah*asanya ukuran partikel "an "istribusi ukuran merupakan
karakteristik sistem nanopatrikel yang paling utama (;ahanshahi et al, %&&<)
Beberapa penelitian telah menun,ukkan bah*a nanopartikel "engan ukuran sub+
mikron memberikan lebih banyak keuntungan "aripa"a mikropartikel pa"a delivery
system (2anyam an" 4abhaset*ar, %&&8) 2a"a umumnya, nanopartikel mengalami
uptake intraseluler yang relatif lebih tinggi "iban"ingkan "engan mikropartikel "an
memiliki rentang availabilitas yang lebih besar "alam target biologis sehubungan
"engan ukurannya yang kecil "an relatif lebih mu"ah ter"istribusi 'ebagai contoh,
sebuah penelitian mengenai "istribusi obat "alam tubuh menun,ukkan bah*a
nanopartikel yang lebih besar "ari %8& nm akan terakumulasi "alam limpa
sehubungan "engan ukuran kapiler organ tersebut (/reuter, 5665b) 2a"a penelitian
in vitro lainnya mengin"ikasikan bah*a ukuran partikel ,uga berpengaruh pa"a
uptake (ambilan) seluler nanopartikel tersebut ($esai et al, 566<3 Dauner et al, %&&5)
$ilaporkan ,uga bah*asanya nanopartikel "apat melintasi sa*ar+"arah+otak melalui
tight junction menggunakan hiperosmotik manitol, yang "apat menciptakan efek lepas
lambat senya*a terapeutik yang "igunakan untuk terapi penyakit yang sulit "iobati
seperti tumor otak Nanopartikel yang tersalut t*een #& "apat menembus sa*ar+
"arah+otak (/reuter et al, %&&8) 2a"a beberapa membran sel, hanya partikel
berukuran sub+mikron yang "apat mengalami ambilan secara efisien
2elepasan obat "ipengaruhi pula oleh ukuran partikel 2artikel yang lebih kecil
memiliki luas permukaan total yang lebih besar =leh karena itu, sebagian besar obat
akan bera"a pa"a sekitar permukaan partikel yang menyebabkan pelepasan obat yang
lebih cepat 'ementara itu, partikel yang lebih besar memiliki inti yang luas sehingga
menyebabkan obat ter+enkapsulasi "an "ilepaskan secara perlahan+lahan (Re"hea" et
al, %&&5) !kan tetapi, partikel yang lebih kecil ,uga memiliki resiko yang lebih besar
untuk mengalami agregasi selama penyimpanan "an transportasi "ispersi
nanopartikel =leh karena itu, merupakan suatu tantangan tersen"iri untuk
memformulasikan nanopartikel "engan ukuran partikel sekecil mungkin namun
"engan stabilitas maksimum (Babaei et al, %&&#) $egra"asi polimer ,uga "apat
"ipengaruhi oleh ukuran partikel 'ingkatnya, secara in vitro, la,u "egra"asi polimer
24B! akan meningkat seiring "engan peningkatan ukuran partikel ("unne et al,
%&&&)
'aat ini, meto"e tercepat "an yang paling umum "igunakan untuk menentukan
ukuran partikel a"alah "engan photon-correlation spectroscopy (2C') "an dynamic
ligt scattering ($4') 2C' merupakan meto"e terpilih pa"a in"ustri "alam
menganalisis partikel berukuran sub+mikron 'ampel yang "ianalisis "alam alat 2C'
harus merupakan partikel yang ter"ispersi "engan baik "alam me"ium cair 2a"a
kon"isi tersebut, partikel akan mengalami gerak acak yang konstan, yang "ikenal
sebagai gerak Bro*n "an 2C' akan mengukur kecepatan "engan mele*atkan suatu
laser 2C' akan menentukan ukuran partikel rata+rata "an Polydispersity Inde (2I)
yang merupakan rentang pengukuran partikel $engan pengukuran yang akurat
partikel harus berukuran "i ba*ah &,< (<&F) (;ahanshahi et al, %&&#a)
!ynamic light scattering ($4') merupakan teknik yang telah lebih lama
"igunakan untuk menentukan ukuran partikel "ari beberapa nanometer sampai
beberapa mikron /onsep yang "igunakan a"alah bah*a partikel kecil "alam
suspennsi begerak "alam pola acak 2engamatan partikel yang lebih besar kemu"ian
"iban"ingkan "engan partikel yang lebih kecil "an akan menun,ukkan bah*a partikel
yang lebih besar bergerak lebih lambat "iban"ingkan "engan yang lebih kecil "alam
suhu pengamatan yang sama
Mor)ologi Partikel
-anipulasi karakteristik fisikokimia bahan berukuran nano telah merevolusi aplikasi
"i bi"ang elektronik, "iagnostik "an terapeutik 'ehubungan "engan penggunaan
nanopartikel "alam skala besar, maka sangatlah penting untuk menentukan apakah
ter"apat sifat toksik bahan nanopartikel "iban"ingkan "engan bentuk bulk+nya 2erlu
,uga "ilakukan interpretasi hasil pa"a kultur sel "an he*an percobaan bah*a
nanomaterial terkarakterisasi secara sistematis "an "ibuat hubungan antara respon
toksik yang teramati "engan karakteristik fisikokima bahan -orfologi nanopartikel
"apat "iu,i "engan "ua teknik yaitu atomic "orce microscopy (!F-) "an scanning
electron microscopy ('E-) (Rahimne,a" et al, %&&@a3 Rahimne,a" et al, %&&@) Baik
!F- maupun 'E- merupakan scanning probe microscope yang beresolusi tinggi,
"engan menghasilkan resolusi fraksi nanopatikel hingga 5&&& kali lebih baik
"iban"ingkan "ifraksi optik yang terbatas
'E- merupakan suatu ,enis mikrospkop elektron yang mencitrakan
permukaan sampel "engan men+scan+nya menggunakan sinar elektron berenergi
tinggi "engan pola scan raster 'E- "ilengkapi "engan resolusi nanometer yang
"ipersyaratkan untuk pengukuran rentang partikel sub+mikron "an ti"ak "apat
"igunakan untuk menentukan morfologi partikel Interaksi elektron "engan atom
men,a"ikan partikel menghasilkan sinyal yang mengan"ung infromasi mengenai
topografi permukaan sampel, komposisi "an karakteristik lain seperti kon"uktivitas
elektrik
Muatan Permukaan
/etika nanopartikel "iberikan secara intravena, partikel tersebut akan "engan mu"ah
"ikenali oleh sistem imun tubuh "an kemu"ian "ibersihkan "ari sirkulasi oleh fagosit
(-uller an" 9allis, 5668) 'elain ukuran nanopartikel, hi"rofobisitas permukaan ,uga
akan menentukan ,umlah komponen "arah yang terabsorbsi, terutama protein
(opsonin)
Beberapa teknik telah "ikembangkan "an "igunakan untuk mempela,ari
mo"ifikasi permukaan naopartikel Efisiensi mo"ifikasi permukaan "apat "iukur baik
"engan memperkirakan muatan permukaan, kerapatan ("ensitas) gugus fungsional,
maupun "engan peningkatan hi"rofilisitas 'alah satu meto"e yang "igunakan untuk
mengukur mo"ifikasi permukaan a"alah "engan menentukan ?eta potensial susensi
a#ueous yang mengan"ung nanopartikel Casilnya akan merefleksikan potensial
elektrik partikel "an "ipengaruhi oleh komposisi partikel "an me"ium pen"ispersinya
Interaksi antar partikel memainkan peranan penting terha"ap kestabilan koloi"
!lasan utama "ilakukannya pengukuran ?eta potensial a"alah untuk mempre"iksi
stabilitas koloi"al yang merupakan cara untuk mengukur interaksi tersebut Deta
potensial merupakan ukuran repulsive "orce "i antara partikel $an karena kebanyakan
sistem koloi" a#ueous "istabilkan oleh gaya repulsi elektrostatik, maka semakin besar
repulsive "orce antar partikel kecen"erungan untuk saling men"ekat "an membentuk
agregat akan semakin kecil Nanopartikel "engan ?eta potensial "i atas G 8& m7 lebih
stabil "alam suspensi, karena muatan pa"a permukaan nanopatrikel mencegah
ter,a"inya agregasi antar partikel Deta potensial ,uga "apat "igunakan untuk
menentukan muatan ?at aktif yang "ienkapsulasi baik yang bera"a "i tengah
nanokapsul maupun yang terabsorbsi pa"a permukaan (-ohanra, an" Chen, %&&@)
DRUG LOADING DN PE#EPSN $B&
Drug Loading
=bat berikatan "engan nanopartikel baik melalui.
a polimerisasi "engan a"anya obat+ pa"a kebanyakan kasus "alam bentuk
terlarut (meto"e inkorporasi), atau
b "engan menga"sorbsi obat setelah pembentukan nanopartikel "engan cara
menginkubasinya "alam larutan obat
Tergantung pa"a afinitas obat "engan polimer, obat akan tera"sorbsi pa"a bagian
permukaan, ter"ispersi pa"a matriks polimer partikel "alam pembentukan larutan
pa"at (Carmin et al, 56#@), atau "ispersi pa"at, atau pa"a beberapa kasus, obat akan
terikat secara kovalen pa"a polimer =leh karena itu, ,umlah obat yang besar "apat
"i,erap melalui meto"e inkorporasi "iban"ingkan "engan cara a"sorpsi (Breitenbach
et al, 5666) -akromolekul atau protein menun,ukkan efisiensi loading yang paling
baik pa"a atau "ekat titik isoelektrik yang kelarutannya ren"ah "an a"sorpsinya
maksimal
!rug loading "ari nanopartikel secara umum "itentukan sebagai ,umlah obat terikat
per massa polimer (biasanya "alam mol obat per mg polimer atau mg obat per mg
polimer), "apat ,uga berupa persentase basis ber"asarkan polimer
Determinasi dari pen+erapan obat
Ikatan obat "engan nanopartikel protein "iukur "engan sentrifugasi suspensi
partikelUntuk "eterminasi pen,erapan obat, se,umlah obat yang bera"a "alam
supernatant ,ernih setelah "ilakukan sentrifugasi, kemu"ian "itentukan (*) "engan
spektrofotometri U7, spektrofotometer fluoresens atau "engan meto"e C24C
tervali"asi /urva kalibrasi stan"ar" "ari berbagai konsentrasi versus serapan "iplot
untuk perhitungan ;umlah obat "alam supernatant kemu"ian "ikurangi "engan total
,umlah obat yang "itambahkan pa"a formulasi (9) 'ecara efektif, (9+*) akan
memberikan ,umlah obat yang ter,erap "alam pellet 2ersentase pen,erapan "apat
"ilihat "ari persamaan berikut.
2en,erapan obat (F) H (9+*) 0 5&&
9
2a"a akhirnya, efisiensi enkapsulasi mengacu pa"a rasio ,umlah obat
terenkapsulasi:terabsorbsi "engan total (teoritis) ,umlah obat yang "igunakan, "engan
mempertimbangkan sistem penghantaran obat "ari "ispersi nanopartikel
Pelepasan $bat
2rofil pelepasan obat "ari nanopartikel tergantung "ari sistem pemba*anya 2a"a
nanosfer, obat secara seragam "i"istribusikan: "ilarutkan "alam matriks ;ika "ifusi
obat berlangsung lebih cepat "iban"ingkan "ega"asi matriks, mekanisme pelepasan
obat utamanya ter,a"i melalui "ifusi Namun ,ika ti"ak bergantung pa"a "ifusi, maka
pelepasan obat bergantung pa"a "egra"asi matriks
Banyak mekanisme teoritis yang "apat "ipertimbangkan untuk pelepasan obat "ari
nanopartikel protein.
a pelepasan "isebabkan karena erosi polimer atau "egra"asi,
b sel"-di""usion melalui pori+pori,
c pelepasan obat melalui permukaan polimer,
" pemba*a "iinisiasi melalui aplikasi oscillating magnetic atau sonic "ield
(Couvreur "an 2uisieu0, 5668)
$alam banyak kasus, beberapa "ari proses ini "apat ter,a"i, ,a"i perbe"aan antar
mekanisme ini ti"ak terlalu penting /etika pelepasan obat ter,a"i karena proses sel"-
di""usional, drug loading minimum penting sebelum pelepasan obat "apat "iamati
Cal ini "apat "i,elaskan karena proses melibatkan "ifusi melalui a#ueous channel
"ibentuk "ari pemisahan fase "an ber"asarkan "isolusi obat itu sen"iri -ekanisme
ini ,arang ter,a"i pa"a drug loaded nanoparticles karena, seperti yang telah "i,elaskan
sebelumnya, efisiensi enkapsulasi "ari obat terlalu ren"ah 'ehingga, pelepasan "ari
permukaan "an erosi atau "egra"asi bulk polimer biasanya men,a"i proses yang
sangat penting yang mempengaruhi pelepasan obat "ari nanopartikel
-eto"e untuk pen,umlahan pelepasan obat secara in vitro yaitu.
a "ifusi sel "engan membran buatan atau biologis3
b teknik "ialisis ekuilibrium3
c teknik reverse dialysis sac3
" ultrasentrifugasi3
e ultrafiltrasi3 atau
f teknik ultrafiltrasi sentrifugasi ('oppimath et al, %&&5)
P#'KS' P$&ENS'# D%' PEN(!N&%N $B& NN$P%&'KE#
P%$&E'N
!plikasi yang men,an,ikan "ari nanopartikel protein yaitu sebagai pemba*a se"iaan
parenteral "ari berbagai obat Nanopartikel protein telah menun,ukkan kemungkinan
transport "ari se,umlah obat mele*ati sa*ar "arah otak yang normalnya ti"ak "apat
"ilalui setelah in,eksi I7 Nanopartikel protein mengikat obat meliputi pepti"a, seperti
heapeptide endorphin dalargin "an dipeptide kyotorphin, "an obat+obat lain seperti
loperami"e, tubokurarin, "o0orubicin 'e,umlah ahli telah menun,ukkan
kecen"erungan yang "apat "i,a"ikan pertimbangan terha"ap akumulasi nanopartikel
protein pa"a tumor tertentu Ikatannya "engan berbagai macam obat sitostatik seperti
1+fluorourasil, paclita0el (4u et al, %&&A) "an "o0orubicin (-orimoto et al, 56#53
4eo et al, 566<) terha"ap nanopartikel albumin atau gelatin secara signifikan "apat
meningkatkan efektivitas mela*an tumor eksperimental atau tumor manusia yang
"itransplantasikan pa"a tikus, "aripa"a "alam bentuk bebasnya 'elain itu ,uga,
toksisitas "ari "o0orubicin berkurang ketika penyampaian obatnya "ilakukan melalui
nanopartikel
Inkorporasi partikel magnetik "alam nanopartikel merupakan cara meningkatkan
efektivitas ikatan nanopartikel "an obat antitumor 2engurangan total tumor sarcoma
Ioshi"a pa"a ekor mencit "iperoleh "ari pemberian "osis tunggal "o0orubicin yang
berikatan "engan nanopartikel albumin magnetik yang "itargetkan pa"a tumor
(9i""er et al, 56#8)
!ntibiotik a"alah contoh obat lain yang menun,ukkan peningkatan efektivitas atau
penurunan toksisitas setelah berikatan "engan nanopartikel protein !moksisilin "an
ikatan amoksisilin+nanopartikel glia"in (!BN2), ke"uanya menun,ukkan anti+
$elicobacter pylori, namun "osis !BN2 yang "ibutuhkan untuk era"ikasi lengkap
,auh lebih se"ikit "iban"ing amoksisilin !BN2 mengeliminasi $% pylori "ari saluran
cerna lebih efektif "iban"ingkan amoksisilin karena perpan,angan *aktu tinggal pa"a
saluran cerna yang "isebabkan kemampuan mukoa"hesif "ari !BN2 Bentuk se"iaan
antibiotik "engan teknologi nanopartikel mukoa"hesif "apat "igunakan untuk
era"ikasi $% pylori (Umamahes*ari et al, %&&A) 9ilayah terapetik lainnya untuk
nanopartikel protein a"alah penggunaannya terha"ap pemba*a obat mata 'eperti
yang telah "inyatakan sebelumnya, nanopartikel menun,ukkan *aktu paruh yang
lebih pan,ang "iban"ingkan obat tetes mata Ikatan pilokarpin pa"a nanopartikel
gelatin memperpan,ang re"uksi tekanan intraokular pa"a kelinci "engan glaucoma
eksperimental "iban"ingkan "engan larutan tetes mata pilokarpin /arena
nanopartikel protein ,uga melekat pa"a ,aringan okular yang mengalami inflamasi
lebih tinggi A kali "iban"ingkan pa"a ,aringan sehat, maka partikel ini "apat
"imanfaatkan melalui ikatannya "engan obat antiinflamasi untuk mengobati
pera"angan pa"a mata ($as et al, %&&1)
'ebagai tambahan, nanopartikel gelatin "igunakan sebagai a",uvant imunologikal
untuk meningkatkan baik respon humoral atau selular terha"ap antigen (Nakaoka et
al, 5661) Banyak peneliti telah menggunakan nanopartikel gelatin sebagai pemba*a
gen (Truong et al, 5666) 4eong "an Can"au (56#%) menggunakan koaservat nanosfer
gelatin+$N! sebagai pemba*a gen untuk memba*a CFTR+gen menu,u sel epitel
trakeal manusia 'ementara /aul (%&&%) menggunakan nanopartikel 2EB+gelatin
termo"ifikasi untuk pengambilan interselular "alam sel kanker payu"ara pa"a
manusia Namun, ti"ak a"a perhatian yang "itu,ukan terha"ap respon pengaturan
sitoskeletal "an perilaku a"hesi sel ketika penggunaan nanopartikel gelatin "ilakukan
KES'MP"#N
Nanopartikel protein men,an,ikan sebagai sistem penghantaran obat untuk se"iaan
parenteral, per oral "an ocular "an sebagai a",uvant pa"a vaksin /arena stabilitasnya
yang tinggi "an pembuatannya yang mu"ah, nanopartikel mena*arkan keuntungan
"iban"ingkan pemba*a koloi"al lainnya seperti liposom "an cell ghosts 'ifat
fisikokimia obat memainkan peran penting pa"a pemilihan bahan nanopartikel yang
akan "igunakan Cal lain "ibutuhkan untuk mengubah konsep teknologi nanopartikel
men,a"i aplikasi praktis yang "apat "iterapkan sehingga berfungsi sebagai sistem
pemba*a generasi baru !plikasi "ari sistem penghantaran obat "alam
Nanobioteknologi akan berkontribusi pa"a manufaktur biofarmasetika
http&''www%academicjournals%org'()*'P!+'pd",--.',/!ec')ahanshahi0,-and
0,-*abaei%pd"