Anda di halaman 1dari 3

Laporan Praktikum - Laboratorium Teknik Elektro STTQ Gresik

1


TRANSISTOR BIPOLAR
MOH UMAN (141111001)
Dosen: NUR AFIAT .ST
Mahasiswa Asisten Praktikum: NURFI NURYADI
Kelas Praktikum:Nomor Kelas Praktikum
Laboratorium Teknik Elektro - Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik




1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Transistor adalah salah satu komponen
elektronika aktif. Transistor dapat
berfungsi sebagai penguat arus maupun
tegangan. Di bawah ini adalah symbol
transistor NPN dan PNP.

E
B
C
E
B
C
N P N P N P
G a m b a r 1 .1 . S im b o l Tra n s is to r N P N d a n P N P
Alpha DC
Perbandingan arus kolektro dengan arus
emitter hamper sama, alpha DC sebagai
definisi perbandingan kedua arus tersebut.

DC
=I
C
/ I
E
1
Beta DC
Arus kolektro telah dihubungkan dengan
arus emitter dengan menggunakan
DC
.
Juga menghubungkan arus kolektor
dengan arus basis dengan mendefeinisikan
beta DC transistor.

DC
= I
C
/ I
B

Hubungan antara
DC
dan
DC

Hukum kirchoff menyatakan
I
E
= I
C
+ I
B

Dengan aljabar maka dapat disusun
menjadi :

DC
=
DC
/ (1-
DC
)
Transistor memiliki tiga buah kaki, yaitu
base, kolektor dan emitter. Ketiga kaku
tersebut dapat ditentukan menggunakan
ohmmeter.
Mencari kaki base
1. Atur multimeter pada pengukuran
ohmmeter x100.
2. Lakukan pengukuran seperti gambar di
bawah ini.
- +
1
2
3
G a m b a r 1 .2 . C a ra m e n e n tu k a n k a k i b a s is tra n s is to r
- +
1
2
3

3. Perhatikan penunjukan pergerakan
jarum. Apabila jarum bergerak ke
kanan dengan posisi probe yang satu
tetap pada kaki 3 dan probe lainnya
pada kaki 1 atau kaki 2 berarti kaki 3
adalah base transistor. Jika probe
positif yang berada pada kaki 3 berarti
transistor tersbut berjenis PNP,
sebaliknya jika probe negative berada
pada kaki 3 berarti transistor tersebut
berjenis NPN.
Mencari kaki kolektor dan emitter
1. Misal: Transistor berjenis NPN.
2. Lakukan pengukuran seperti gambar di
bawah ini.
3. Perhatikan penunjukan jarum, apabila
jarum bergerak ke kanan maka kaki 1
(pada probe positif) adalah emitter dan
kaki 2 (pada posisi probe negatif)
adalah kolektor. Atau jika dipasang
kebalikannya (probe positif pada kaki
2 dan probe negative pada kaki 1) dan
jarum tidak bergerak, maka kaki 1
adalah emitter dan kaki 2 adalah
kolektor.

Laporan Praktikum - Laboratorium Teknik Elektro STTQ Gresik
2


- +
1
2
3
- +
1
2
3
- +
1
2
3
- +
1
2
3
G a m b a r 1 .3 . C a ra m e n e n tu k a n k a k i e m itte r d a n k o le k to r tra n s is to r

Untuk transistor jenis PNP dapat
dilakukan seperti di atas dan hasilnya
kebalikan dari transistor jenis NPN.


1.2 Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini di rumuskan suatu
permasalahan mengenai bagaimana
a. Mengetahui cara menentukan kaki-
kaki transistor menggunakan
Ohmmeter
b. Menetahui karakter transistor bipolar
c. Mampu merancang rangkaian
sederhana dengan transistor bipolar
d. Mampu menganalisa rnagkaian
sederhana transistor bipolar


1.3 Studi pustaka

1. Transistor 2N 3904
2. Resistor
3. Projectboard
4. Catudaya
5. Multimeter






1. 1. Resistor

resistor adalah salah satu komponen
elekronika yang berfungsi sebagai penahan
arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan
berupa terminal dua komponen elektronik
yang menghasilkan tegangan pada terminal
yang sebanding dengan arus listrik yang
melewatinya sesuai dengan hukum Ohm (V =
IR). Sebuah resistor tidak memiliki kutub
positif dan negatif, tapi memiliki karakteristik
utama yaitu resistensi, toleransi, tegangan
kerja maksimum dan power rating.
Karakteristik lainnya meliputi koefisien
temperatur, kebisingan, dan induktansi. Ohm
yang dilambangkan dengan simbol (Omega)
merupakan satuan resistansi dari sebuah
resistor yang bersifat resistif.

2. Projectboard



Breadboard adalah board yang digunakan
untuk membuat rangkaian elektronik
sementara dengan tujuan uji coba atau
prototipe tanpa harus menyolder. Dengan
memanfaatkan breadboard, komponen-
komponen elektronik yang dipakai tidak akan
rusak dan dapat digunakan kembali untuk
membuat rangkaian yang lain. Breadboard
umumnya terbuat dari plastik dengan banyak
lubang-lubang diatasnya. Lubang-lubang pada
breadboard diatur sedemikian rupa
membentuk pola sesuai dengan pola jaringan
koneksi di dalam

3. Catu daya

Catu daya merupakan suatu Rangkaian yang
paling penting bagi sistem elektronika. Ada
dua sumber catu daya yaitu sumber AC dan
sumber DC. Sumber AC yaitu sumber
tegangan bolak - balik, sedangkan sumber
tegangan DC merupakan sumber tegangan
searah.

4. Multimeter

Multimeter atau multitester adalah alat
pengukur listrik yang sering dikenal
sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat
mengukur tegangan (voltmeter), hambatan
(ohm-meter), maupun arus (amperemeter).
Ada dua kategori multimeter: multimeter
digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk
yang baru dan lebih akurat hasil
pengukurannya), dan multimeter analog.
Masing-masing kategori dapat mengukur
listrik AC, maupun listrik DC.

Laporan Praktikum - Laboratorium Teknik Elektro STTQ Gresik
3


Sebuah multimeter merupakan perangkat
genggam yang berguna untuk menemukan
kesalahan dan pekerjaan lapangan, maupun
perangkat yang dapat mengukur dengan
derajat ketepatan yang sangat tinggi
.
2. HASIL DAN ANALISIS



no Vcc Vbb VCE IC arus kolektor
1 8.5 5 v 8.4 v 3.7 mA
2 11.5 5 v 11v 4.8 mA

no Vcc Vbb VCE IC arus kolektor
1 8.5 5 8.2 v 3.7 mA
2 11.1 5 11v 4.8 mA

















3. KESIMPULAN

Dari percobaan di atas dapat ditarik
kesimpulan, bahwa kenaikan arus pada titik B,
C, dan E akan konstan sesuai dengan kenaikan
VBE yang diatur. Semakin besar tegangan BE
maka akan semakin besar pula arus IB, IC,
dan IE. Untuk perbandingan antara arus IC/IE
(DC), dan perbandingan IC/IB (DC)
kenaikannya naik secara konstan.