Anda di halaman 1dari 16

Nama :

Hardy Permadi
NIM:
5140 911 120
Kelas :
F
Dosen Pengampu :
Murwantoro, ST.,MT.









Teknik Arsitektur
Fakultas Sains & Teknologi
Universitas Teknologi Yogyakarta




S I S T E M S T R U K T U R
REFERENSI BAHAN BANGUNAN
BAHAN BANGUNAN adalah setiap bahan yang digunakan untuk
tujuan konstruksi. Dalam pelaksanaan pembangunan baik itu rumah,
gedung maupun bangunan struktur lainya kita membutuhkan material
bangunan sebagai bahan untuk pelaksanaanya. material bahan bangunan
dapat di defenisikan sebagai salah satu elemen pokok yang menentukan
kualitas rumah,murah atau mahal,dan sederhana atau mewah.
Bahan bangunan juga dapat diartikan pemegang peranan penting
dalam suatu kontruksi bangunan seperti menentukan kekuatan, keamanan,
keselamatan dan keawetan suatu bangunan. Untuk dapat membangun
sebuah bangunan berkualitas maka diperlukan upaya khusus dalam
memilih bahan bangunan yang bagus, caranya bisa dengan melihat kondisi
penampakan fisik material atau melakukan tes uji bahan di laboratorium.
Dalam pembangunan rumah atau bangunan membutuhkan bahan material.
Contoh material bangunan yang sering digunakan adalah:

1. BATU (Batu Alam / Batu Belah)

Batu merupakan bahan konstruksi
pondasi yang paling banyak di gunakan,
karena batu belah yang yang umumnya di
dapatkan dari batu kali (batu alam) dan tidak
mengalami perubahan bentuk dan kualitas,
bila tertanam di dalam tanah. Batu alam
untuk bahan bangunan yang dipergunakan
sebagai pondasi, penutup lantai, batu
tempel/batu hias, dan batu tonggak.

Persyaratan batu belah sebagai bahan
konstruksi pondasi adalah batu tersebut
mempunyai permukaan kasar, berukuran 25cm, bersih dari segala kotoran.
Persyaratan mutu dan cara pengujian mencakup kuat tekan rata-rata minimum,
ketahanan hancur, ketahanan geser, ketahanan aus gesekan, penyerapan air, dan
kekentalan bentuk.
Batu belah yang permukaannya halus kurang baik di gunakan sebagai bahan
pondasi, sehingga harus di pecah terlebih dahulu agar di dapatkan permukaan yang
kasar. Demikian juga batu belah yang berpori sebaiknya tidak di gunakan untuk bahan
konstruksi pondasi. Permukaan batu yang kasar akan membuat ikatan yang kokoh.

2. KERAMIK
Keramik merupakan alat sebagai pijakan kaki agar memberi kenyamanan dan
menambah nilai estetika bangunan. Keramik biasanya mempunyai ukuran 10x20,
20x20, 30x30, 40x40, 60x60, dst. Untuk warna dan motif memiliki beraneka ragam
dan banyak pilihan.








Kelebihan menggunakan Keramik :
Harga murah.
Tahan terhadap noda, gampang dibersihkan apabila terkena kotoran
seperti kopi, tinta dan cat.
Tidak memerlukan bahan khusus untuk pemasangan seperti semen instan.
Mudah dipotong.
Tidak memerlukan perawatan khusus karena tidak mudah kusam.
Memiliki pilihan motif dan warna yang bermacam-macam.
Kekurangan Menggunakan Keramik :
Untuk ukuran diatas 60x60 biasanya mudah melenting karena
ketebalannya tidak mendukung.
Apabila sudah terpasang pada bagian natnya terlihat lebih besar karena
baian sisi-sisinya berpinggul. Ada juga yang tidak memiliki pinggul
biasanya karena dipotong dan ukurannya cenderung tidak sama walaupun
dalam satu dus.












3. PAPAN GYPSUM

Papan Gypsum merupakan
bahan pelapis interior untuk dinding
pembatas, plafon, partisi, maupun
lantai. Papan gypsum terbuat dari
kapur ditambah bahan aditif lain.
Bentuknya berupa lembaran
berukuran 1,2x2,4m selain ukuran
customized, tebal 9-15mm dan wrna
putih atau abu-abu.


Kelebihan menggunakan Papan Gypsum :
Bila ada yang rusak, tidak perlu mengganti seuruh lembaran tapi cukup
bagian yang rusak.
Perawatan dan perbaikan lebih mudah.
Memiliki berat yang jauh lebih ringan.
Tahan api.
Kekurangan menggunakan Papan Gypsum :
Harga mahal.
Memerlukan cara pemasangan yang teliti dan tepat karena akan berakibat
fatal apabila tejadi kesalahan.
Tidak dapat menahan beban yang terlalu besar tanpa diberi finishing.


4. PAVING BLOK
Paving blok merupkan Segmen-segmen kecil yang tebuat dari beton dengan
bentuk segi empat atau segi banyak yang dipasang hingga saling mengunci.
Komposisi bahannya adalah campuran semen portland atau bahan perekat
sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak
mengurangi mutu beton dan dibuat melalui proses getaran atau tekanan.
Fungsi utamanya adalah untuk menutup lantai dalam jangka wajtu lama dan
dipasang tanpa menggunakan semen. Dapat menjadi alternatif yang mudah dan
murah untuk penyerapan air dan bebas lumpur. Ada berbagai bentuk, motif dan
pola sesuai dengan selera konsumen di pasaran.













Kelebihan menggunakan Paving Blok :
Pelaksanaannya mudah dan tidak memerlukan alat berat serta dapat
diproduksi secara massal.
Pemeliharaannya mudah dan dapat dipasang kembali setelah dibongkar.
Tahan terhadap beban statis, dinamik, dan kejut.
Tahan terhadap tumpahan bahan pelumas dan pemanasan oleh mesin
kendaraan.

Kekurangan menggunakan Paving Blok :
Mudah bergelombang bila pondasinya tidak kuat dan kurang nyaman untuk
kedaraan dengan kecepatan tinggi.




5. PARQUETTE (PARKET)

Parquette : penyusunan potongan-potongan kayu untuk dijadikan bahan
penutup lantai.
Ukuran : 90cmx10,2cmx10mm 92,5cmx10,2cmx10mm.
Motif/warna : kekuningan, kemerahan, coklat muda, coklat tua dan motif alami
kayu.










Kelebihan menggunakan Parquette :
Lantai parquet lebih lunak sehingga aman untuk balita.
Lebih bersih, kotoran tidak dapat melekat baik untuk penderita alergi debu.
Tidak menyerap dingin, baik untuk penderita reumatik.
Tidak dapat pecah/retak.
Tidak dapat bernoda.
Kedap suara.

Kekurangan menggunakan Parquette :
Tidak tahan terhadap air, daya serap tinggi.




6. KACA

Kaca adalah suatu bahan anorganik hasil peleburan beberapa bahan dasar yang
kemudian didinginkan sampai fasa padat tanpa kristalisasi. Pasir silika
merupakan salah satu dari bahan utamanya.
Kaca adalah amorf (non kritalin) material padat yang bening dan transparan
(tembus pandang), biasanya rapuh. Jenis yang paling banyak digunakan selama
berabad abad adalah jendela dan gelas minum. Kaca dibuat dari campuran 75%
silikon dioksida (SiO2) plus Na2O, CaO, dan beberapa zat tambahan. Suhu
lelehnya adalah 2.000 derajat Celsius.
Penggunaan kaca dapat diaplikasikan di berbagai elemen bangunan, dapat
digunakan untuk atap, dinding, lantai, jendela dan pintu, serta anak tangga.

Gambar 2. Dinding kaca
Gambar 1. Atap kaca







Gambar 3. Pintu & Jendela kaca





Gambar 5. Lantai kaca


Gambar 4. Tangga kaca
Kelebihan menggunakan Kaca :

Aman karena pecahan kaca tidak akan melukai manusia.
Memberikan perlindungan karena meskipun dirusak pvb akan menbuat
pecahan kaca tetap metekat padanya.
Sebagai pengurang suara.
Sebagai pengontrol panas dan silau matahari.
Mampu memberikan sifat ringan pada bangunan.

Kekurangan menggunakan Kaca :

Konstruksi tampak meragukan.
Privasi terganggu.
Memberika efek takut saat melaluinya.
Memberikan rasa tidak nyaman merskipun berestetika tinggi.



7. BATA KAPUR

Ukuran dinding bata kapur 8 cm x 17
cm x 30 cm . dinding ini banyak di gunakan
pada rumah-rumah di pedesaan, perumahan
rakyat, pagar pembatas tanah, atau rumah
sederhana. Dinding bata kapur di buat dari
campuran tanah liat dengan kapur gunung.
Macam-macam tipe campuran antara
lain: tanah liat, tanah kapur, kapur bubuk,
semen, tras, kapur liat, pasir, kapur bubuk.

Harganya sangat murah, waktu pemasangan nya pun cepat dan sedikit
pemakaian adukan semen-pasir. Bila telah terpasang dan di plester serta di aci
dinding tidak akan terlihat dari tanah dan kapur.
Kelebihan menggunakan Batu Kapur :
Harga dinding batu kapur sangat murah.
waktu pemasangan cepat dan memerlukan sedikit adukan semen-pasir.
bila sudah diplester dinding ini tidak terlihat dari tanah atau kapur.
Kekurangan menggunakan Batu Kapur :
Dinding ini memerlukan kolom praktis setiap 2.5 m.

8. BATAKO
Dinding batako merupakan batu buatan yang
pembuatan nya tidak di bakar, bahan nya dari tras dan
kapur juga dengan sedikit portland semen, pemakaian
nya lebih hemat dari beberapa segi, misalnya: per m
luas tembok lebih sedikit jumlah batu yang di gunakan,
sehingga kuantitatif terdapat penghematan.
Penghematan dalam pemakaian adukan hingga 75%.
Beratnya tembok di peringan hingga 50%. Dengan
demikian pula pondasinya bisa berkurang. Namun
demikian masih lebih mahal jika di banding dengan
bata kapur. Bentuk batako yang bervariasi- variasi yang cukup, dan jika kualitas
batu batako baik, dinding batako tidak perlu di plester. Batako dapat di buat
dengan mudah dengan alat-alat atau mesin yang sederhanadan tidak perlu di
bakar.
Batako dapat digunakan pada dinding, lantai halaman, taman maupun
tempat lainya. di pasaran dapat ditemukan batako dengan ukuran 10x20x40 cm.
Kelebihan menggunakan Batako :
Pemasangannya lebih cepat.
Harga relatif murah.

Kekurangan menggunakan Batako :

Rapuh dan mudah retak.
Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
Dinding mudah pecah.
Menggunakan kolom praktis relatif lebih banyak.



9. BATU BATA




Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat
dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah
merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin
menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum, bambu yang telah
diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan
secara arsitektur lebih indah.

Kelebihan menggunakan Batu Bata :
Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan.
Jarang terjadi keretakan pada tembok.
Kuat dan tahan lama.

Kekurangan menggunakan Batu Bata :
Waktu pemasangan lebih lama dibanding dinding lainnya.
Biaya lebih tinggi.


10. BETON
Beton adalah batu
buatan terbuat dari
campuran adukan semen,
agregat halus dan agregat
kasar yang dibentuk
sedemikian rupa sehingga
menjadi struktur beton
untuk bangunan. Beton
mempunyai tingkat kuat
tekan yang berbeda-beda.


Kelebihan menggunakan Beton :
Kekuatanya tinggi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan struktur seperti
beton mutu K-225,K-250,K-350 dan seterusnya.
Mudah dibentuk menggunakan bekisting sesuai dengan kebutuhan struktur
bangunan.
Tahan terhadap temperatur tinggi jadi aman jika terjadi kebakaran gedung, atau
setidaknya masih memberikan kesempatan kepada penghuni pada saat bencana
terjadi.
Biaya pemeliharaan rendah karena setelah megeras menjadi batu, asalkan besi
tulangan berada pada posisi yang baik didalam beton maka kemungkinan
terjadinya karat dapat dikurangi.
Lebih murah jika dibandingkan dengan baja.
Mempunyai kuat tekan yang tinggi.
Mudah didapat bahan bakunya, karena Indonesia merupakan negara yang kaya
akan sumber daya alam misalnya pasir beton dapat ditemukan dipegunungan
maupun didasar lautan.
Mempunyai teksture yang terlihat alami sebagai batuan sehingga dapat
difungsikan sebagai bagian dari seni arsitektur untuk memperindah bangunan.
Umurnya tahan lama.
Kekurangan menggunakan Beton :
Beton termasuk material yang mempunyai Berat jenis 2400 kh/cm2.
Kuat tarik kecil (9%-15%) dari kuat tekan.
Menuntut ketelitian yang tinggi dalam pelaksanaanya.

11. KAYU


Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang
mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan).
Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot
(meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan
banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan
sebagainya.

Kelebihan menggunakan Kayu :
Mudah menyerap air.
Berkekuatan tinggi dengan berat jenis rendah.
Tahan terhadap pengaruh kimia dan listrik.
Relatif mudah dikerjakan dan diganti.
Mudah didapatkan, relatif murah.
Perubahan bentuk akibat suhu dapat diabaikan.
Pada kayu kering memiliki daya hantar panas dan listrik rendah, sehingga baik
untuk partisi.
Memiliki sisi keindahan yang khas
Mudah mengalami kembang-susut
Kurang tahan terhadap pengaruh cuaca.
Rentan terhadap rayap.

Kekurangan menggunakan Kayu :

Bahan Alami yang dapat diperbaharui.
Kuat tarik yang tinggi
Sifat kayu yang kurang homogen, cacat kayu, dll.
Beberapa jenis kayu kurang awet.
Kekuatannya sangat dipengaruhi oleh jenis kayu, mutu,kelembaban dan
pengaruh waktu pembebanan.
Keterbatasan ukuran, berskala besar dan tinggi.
Harganya relatif mahal dan terbatas (langka).
Dapat dibuat dengan berbagai macam desain dan warna.
Memberi efek hangat.
Bahan penyekat yang baik pada perubahan suhu di luar rumah.
Dapat meredam suara.



12. BAMBU
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di
batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur,
dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan
paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari
bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada
kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

Kelebihan menggunakan Bambu :

Bahan Alami yang dapat diperbaharui.
Sangat cepat pertumbuhannya (hanya perlu 3 s/d 5 tahun sudah siap tebang).
Pada berat jenis yang sama, Kuat tarik bambu lebih tinggi dibandingkan kuat
tarik baja mutu sedang.
Ringan.
Bahan konstruksi yang murah.

Kekurangan menggunakan Bambu :

Rentan terhadap rayap.
Jarak ruas dan diameter yang tidak sama dari ujung sampai pangkalnya.



13. GENTENG

Genteng adalah atap rumah yg terbuat dari bahan tanah liat. Pada umumnya,
atap rumah tidaklah hanya genteng, namun banyak lagi (asbes, aluminium, dll).



Kelebihan menggunakan Genteng :
Memiliki warna yang natural dan relatif lebih tahan lama dan juga telah
mengalami pembakaran yang sempurna.
Memiliki bobot yang tidak terlalu berat jika dibandingkan genteng lainnya.
Genteng jenis ini juga tidak mudah korosi pada cuaca yang ekstrim.
Daya serap air rendah, sehingga tidak akan menjadi beban terlalu berat pada
rangka atap.
Jika dibandingkan dengan genteng lainnya, suhu ruangan yang menggunakan
genteng ini lebih dingin dan tidak terlalu panas.

Kekurangan menggunakan Genteng :
Harga bisa lebih tinggi dari pada genteng beton.
Perbedaan warna yang mencolok biasanya mempengaruhi harga genteng
keramik ini sendiri. Bahkan perbedaan selisih harganya cukup jauh.

14. PASIR
Pasir merupakan bahan adukan
bebatuan dengan ukuran kecil (0,15mm-
5mm). Pasir digunakan segai campuran
material pengikat adukan baik beton
maupun pemasangan material lainya. pasir
yang baik dan layak digunakan sebagai
bahan bangunan sebelumnya dilakukan tes
pasir terlebih dahulu yaitu tes besar
butiran, tes kadar lumpur dan organik.
Pasir untuk pembuatan adukan atau beton harus memenuhi persyaratn, selain pasir
alam (dari sungai atau galian dalam tanah) terdapat pula pasir buatan yang di
hasilkan dari batu yang di haluskan dengan mesin pemecah batu.
Syarat-syarat untuk pasir adalah sebagai berikut :
1. Butir-butir pasir harus berukuran 0,15mm-5mm.
2. Harus keras, berbentuk tajam, dan tidak mudah hancur oleh pengaruh
perubahan iklim.
3. Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%.
4. Bila mengandung lumpur lrbih dari 5% maka pasir harus di cuci.
5. Tidak boleh mengandung bahan organik, garam, minyak, dan sebagainya.
6. Pasir laut tidak bolek di jadikan bahan bangunan kecuali bila telah di adakan
penelitian dari ahli bangunan.
15. SEMEN

Semen portland (PC) sebagai komponen beton atau berfungsi sebagai bahan
pengikat anorganik, secara umum sifat utamanya adalah mengikat dengan air dan
mengeras secara hidrolik, Semen portlan merupakan bahan bubukan halus, butirnya
sekitar 0,05 mm dan hakikatnya terdiri dari hablur-hablur senyawa yang kompleks.
Bahan baku semen sangat bergantung pada kadar bahan asli yang terdapat di
daerah tertentu.
Semen di gunakan sebagai bahan pengikat agregat agregat sehingga dapat
dibentuk menjadi batu beton. semen dapat dibeli di toko bangunan dengan satuan
Zak atau kg, 1 zak semen ada yang berisi berat 40 kg atau 50 kg.

16. Bekisting

Bekisting digunakan untuk
mencetak beton sesuai bentuk yang di
inginkan. Gambar disamping adalah
sebuah contoh bekisting kolom yang
digunakan pada pembangunan struktur
gedung bertingkat tinggi. Bekisting bisa
dibuat dari kayu, atau seng.








R E F E R E N S I :
http://www.ilmusipil.com/jenis-material-bangunan

http://batakobanjar.com/jual-menerima-pesanan-batako

http://.slidesharecdn.com/bahanlantai2011-130920223547-
phpapp01/95/bahan-lantai-materi-bahan-bangunan-10-
638.jpg?cb=1379734640

http://www.google.co.id/url?q=http://sanggapramana.wordpress.com/2010/0
9/10/pasir/&sa=U&ei=wS0dVN_ZOZaRuASV3YD4BQ&ved=0CBMQ9QEwAA&us
g=AFQjCNFbawyoyDLyP6I0RNV4V0lmyeFcSw

http://www.google.co.id/url?q=http://materialbangunanalam.blogspot.com

http://www.google.co.id/url?q=https://andalan68.wordpress.com/tag/bata-
ringan/&sa=U&ei=CS8dVJObOsnmuQSe1YJA&ved=0CBUQ9QEwAQ&usg=AFQjC
NF6yIr1TNhQzX84MNMtXxKmiNBZKw

http://desainrumahidealkita.blogspot.com/2014/01/mengenal-kelebihan-dan-
kelemahan.html

http://www.google.co.id/url?q=http://www.antarajateng.com/detail/pasar-
indonesia-sulit-ditembus-semen-

impor.html&sa=U&ei=QzAdVJrzOJC1uAS_vILoDA&ved=0CCEQ9QEwBw&usg=AF
QjCNH3JvvLyrFHwdmHJTpQow3dEc3eBQ

http://www.ilmusipil.com/kelebihan-dan-kekurangan-beton-sebagai-material-
bangunan

http://modelrumahterbaru.blogspot.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu

http://desainrumahidealkita.blogspot.com/