Anda di halaman 1dari 17

KORPORATISASI

PDAM BUTUH SUMBER AIR


BAKU
Deviana Ayutifanie 1021-
021
Krisdianto 1021-061
Nur Laili A 1021-082
Fajar Rahmawati 1021-115
Nuris Fikriana M 1021-128
Anggi Firda F 1021-157
Fike Tsaniyah F 1121-
077
Dinda Prety 1121-126 PSDA
B
Air merupakan
material yang
membuat
kehidupan
terjadi di bumi
Pemenuhan air
baku untuk air
minum rumah
tangga dilakukan
dengan sistem
penyediaan air
minum.
Pengembangan
sistem air minum
tersebut menjadi
tanggung jawab
pemerintah
dan/atau
pemerintah daerah
melalui BUMN atau
BUMD
Tujuan utama
dalam
perkembangan
sistem
penyediaan air
minum
pengelolaan dan
pengurusan air
minum yang
berkualitas dengan
harga terjangkau
bagi semua lapisan
masyarakat
PENDAHULUAN

Daerah Aliran Sungai

Masalah
Warga kota Makassar akan terancam krisis air
bersih karena suplai air bersih PDAM Makassar
akan menyusut sekitar 50%.

Sungai Tallo sebagai alternative tidak
memenuhi kriteria.

Kurang pedulinya masyarakat , swasta (
Industri/ perusahaan) dan pemerintah terhadap
pengelolaan sumber air.


Identifikasi
Masalah
Kapasitas produksi suplai air PDAM Makassar
2.500 liter per detik. Dari 2.500 liter per detik, yang
1.200 liter per detik-nya di suplai dari Instalasi
Penjernihan Air (IPA) Panaikang yang
memanfaatkan air baku Sungai Lekopaccing.
Sedangkan Pemkab Maros berencana akan
memanfaatkan Sungai Lekopaccing untuk
penyediaan air bersih bagi masyarakat Butta
Salewangang.
Rencana akan dilakukan oleh Pemkab Maros
karena suplai air dari Bantimurung tidak mencukupi
untuk penyediaan air bersih bagi warga Kabupaten
Beriulu dan Butta Salewangang.
PDAM hanya menggantungkan penyediaan air dari
Sungai Jeneberang dan Sungai Lekopaccing
1. Warga kota Makassar akan terancam krisis air bersih
karena suplai air bersih PDAM Makassar akan menyusut
sekitar 50%.
2. Sungai Tallo sebagai alternative tidak memenuhi
kriteria
Pemanfaatan air baku yang akan dilakukan oleh
Pemkab Maros masih menjadi perdebatan. Sebab
masih belum ada sumber air alternatif. Salah satu
sumber air yang dapat dimanfaatkan yaitu Sungai
Tallo. Namun harus dilakukan penelitian terlebih
dahulu karena Sungai Tallo selama ini dijadikan
sebagai lokasi pembuangan limbah (tercemar oleh
limbah RT dan Limbah B3 dari Industri).
Daerah Aliran Sungai Tallo

SUNGAI
TALLO
3. Kurang pedulinya masyarakat , swasta ( Industri/
perusahaan) dan pemerintah terhadap pengelolaan
sumber air.
Masyarakat sekitar membuang limbah RT ke Sungai
Belum adanya pengelolaan yang berfungsi secara
optimal
Industri tidak membangun IPAL dan IPLC
Rekomendasi
1.Warga kota Makassar akan terancam krisis
air

a. Bagi pemerintah :
Meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas
sektoral serta antar instansi
Pemprov harus turun tangan melakukan
mediasi terkait rencana pengambilalihan
pengelolaan Lekopaccing oleh Pemkab Maros
secara penuh
2. Menggunakan sungai Tallo sebagai
alternative
Bagi pemerintah:
Membuat peraturan yang tegas terkait dengan pembuangan
limbah

Bagi PDAM:
PDAM Makassar melakukan kerja sama dengan perusahaan
asal Singapura dalam membangun instalasi pengolahan air
bersih dari Sungai Tallo.
Jika PDAM tetap memakai air dari sunggai Tallo maka harus
melakukan pengkajian yang dalam atau dapat menggunakan
alternative lain seperti mengambil air baku dari bagian hulu,
yakni air yang mengalir dari Sungai Lakkang.

Bagi Perusahaan/ Industri:
Perusahaan agar membangun IPAL dan
IPLC

Bagi masyarakat:
Masyarakat sekitar sungai Tallo tidak
membuang limbah RT ke sungai

3. Kurang pedulinya pengelolaan sumber air.

Dibutuhkan komitmen semua pihak, pemerintah, dunia
usaha dan masyarakat untuk bergerak bersama secara
aktif berpartisipasi dalan perawatan dan rehabilitasi
sumber air baku dalam pengelolaan sumber daya air
yang ada.
Kesimpulan dan Saran
Sumber air baku dapat diambil dari sunggai
Tallo tetapi harus melakukan pengkajian yang
dalam atau dapat menggunakan alternative
lain seperti mengambil air baku dari bagian
hulu, yakni air yang mengalir dari Sungai
Lakkang.
Meningkatkan partisipasi masyarakat, swasta,
industri/perusahaan, dan pemerintah terhadap
pengelolaan sumber air.
Referensi
Anshori, Imam.(_).Konsepsi Pengelolaan Sumber Daya Air
Menyeluruh dan Terpadu[serial
online][http://dsdan.go.id/index.php?option=com_rokdownloads&vie
w=file&task=download&id=58%3Akonsepsi-psda-menyeluruh-dan-
terpadu&Itemid=59] (diakses tanggal 9 November 2013 pukul 14.
Kodoitie, Robert dan Sjarief, Roestam. 2008. Pengelolaan Sumber
Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
PDAM Butuh Sumber Air Baku http://www.koran-
sindo.com/node/314193 (Diakses tanggal 6 November 2013 )
Peraturan Pemerintah Replublik Indonesia No.38 Tahun2011
Tentang Sungai
Sutardi.2002.Pengelolaan Sumber Daya Air yang Efektif[serial
online][http://pustaka.pu.go.id/files/pdf/pDf_51.pdf](diakses tanggal
9 November 2013 pukul 14.34)
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2004 Tentang
Pengelolaan Sumber Daya Air
Sumber
http://www.koran-sindo.com/node/314193


TERIMA KASIH