Anda di halaman 1dari 12

BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 1

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor


BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH


2.1. Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik
2.1.1 Geografis
Secara geografis Kabupaten Bogor terletak diantara 6180 64710 Lintang Selatan
dan 1062345 1071330 Bujur Timur, yang berdekatan dengan Ibukota Negara sebagai pusat
pemerintahan, jasa dan perdagangan dengan aktifitas pembangunan yang cukup tinggi dan
merupakan daerah perlintasan antara Ibukota Negara dan Ibukota Provinsi JawaBarat.
Secara regional, wilayah Kabupaten Bogor bagian Utara merupakan bagian dari sub-
cekungan sedimentasi yang disebut sebagai sub-cekungan Ciputat. Topografi wilayah ini
bergelombang rendah, dengan ketinggian 60 100 m dpl. Material pembentuk utama terdiri dari
endapan batuan rombakan vulkanik, terdiri dari fragmen-fragmen batuan litik, kerikil, pasir dan
material halus lainnya dari rombakan lahar tua endapan gunung api.
Dataran tinggi menempati sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor di bagian Tengah
dari daerah ini dengan ketinggian topografi mulai dari 300 1.000 m dpl, dibentuk oleh produk
batuan tua dari batuan sedimen yang berumur Tersier. Di bagian selatan wilayah Kabupaten Bogor
ini ditutupi oleh batuan gunungapi muda yang berumur Kuarter yang secara fisiografi berada pada
daerah perbatasan antara Zona Bogor dan Zona Bandung.
Pola Aliran Sungai pada umumnya dikontrol oleh struktur-struktur geologi yang berarah
Utara-Selatan dan sebagian membentuk tinggian dan depresi. Dengan demikian, pola aliran
sungainya memperlihatkan pola sun dendritik sampai pola dendritik.
Wilayah Kabupaten Bogor teraliri 7 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang secara keseluruhan berada
dalam satuan Wilayah sungai (SWS) Ciliwung Cisadane, sungai-sungai utama DAS tersebut
keseluruhan mengalir 1ea rah utara dan bermuara di Laut Jawa.

Tabel 2.1
Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Bogor

Nama DAS/SUB DAS LUAS (Ha) Debit (m3/dtk)
CITARUM 35.338,18
KALI BEKASI 62.792,72
CILIWUNG 20.636,11
ANGKE PESANGGERAHAN 7.927,61
CISADANE 105.615,63
CIDURIAN CIMANCEURI 52.837,45
CIUJUNG 12.066,11
Sumber: Studi Penanganan DAS Kabupaten Bogor Tahun 2008
Iklim di Kabupaten Bogor menurut Schmidt dan Ferguson termasuk iklim tipe A (sangat
basah) di bagian Selatan dan tipe B (basah) di bagian Utara. Curah hujan rata-rata 3841 mm/th,
dengan curah hujan minimum 2325 mm/thn dan maksimum 5279 mm/thn . Bulan-bulan basah
terjadi pada bulan Oktober sampai Mei. Jumlah hari hujan rata-rata tahunan 245 hari. Suhu udara
maksimum 31,24C dan minimum 22,7C, suhu udara rata-rata tahunan 25,7C. Kelembaban nisbi
rata-rata tahunan sebesar 84,1%, persentase penyinaran matahari rata-rata tahunan 60,11%,
kecepatan angin sepanjang tahun rata-rata 2,1 km/jam, dan penguapan rata-rata tahunan sebesar
3,7 mm.






BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 2


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
2.1.2 Administratif
Kabupaten Bogor terdiri dari 40 (empat puluh) kecamatan, 17 kelurahan, dan 413 desa, dengan
batasan wilayah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Provinsi Banten),
Kabupaten/Kota Bekasi dan Kota Depok,
b. Sebelah Timur : Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten
Purwakarta
c. Sebelah Selatan : Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi
d. Sebelah Barat : Kabupaten Lebak Provinsi Banten
e. Bagian Tengah : Kota Bogor

Mengenai luas wilayah Kabupaten Bogor dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2
Nama, luas wilayah per-Kecamatan dan jumlah Kelurahan/Desa

Nama Kecamatan Luas Wilayah Kecamatan ( Km
2
) Jumlah Kelurahan/Desa
Kecamatan Babakanmadang 98,71 9
Kecamatan Bojonggede 26,70 9
Kecamatan Caringin 57,31 12
Kecamatan Cariu 73,66 10
Kecamatan Ciampea 281,6 13
Kecamatan Ciawi 25,36 13
Kecamatan Cibinong 4,439 12
Kecamatan Cibungbulang 32,42 15
Kecamatan Cigombong 35,58 9
Kecamatan Cigudeg 152,78 15
Kecamatan Cijeruk 36,50 9
Kecamatan Cileungsi 73,79 12
Kecamatan Ciomas 16,31 11
Kecamatan Cisarua 66,72 10
Kecamatan Ciseeng 36,73 10
Kecamatan Citeureup 67,10 14
Kecamatan Dramaga 24,06 10
Kecamatan Gunungputri 56 10
Kecamatan Gunungsindur 49 10
Kecamatan Jasinga 111,04 16
Kecamatan Jonggol 101 14
Kecamatan Kemang 26,68 9
Kecamatan Klapanunggal 90,82 9
Kecamatan Leuwiliang 63 11
Kecamatan Leuwisadeng 33,99 8
Kecamatan Megamendung 40,63 11
Kecamatan Nanggung 71,24 10



BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 3


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Kecamatan Pamijahan 80 15
Kecamatan Parung 26,22 9
Kecamatan Parungpanjang 63,12 11
Kecamatan Rancabungur 26,22 7
Kecamatan Rumpin 117 13
Kecamatan Sukajaya 102,28 9
Kecamatan Sukamakmur 155 10
Kecamatan Sukaraja 42 13
Kecamatan Tajurhalang 30 7
Kecamatan Tamansari 32,28 8
Kecamatan Tanjungsari 130 10
Kecamatan Tenjo 64,83 9
Kecamatan Tenjolaya 23 6
Sumber : Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2011
Gambar 2.1
Peta Administrasi Kabupaten Bogor


Sumber :RTRW Kab. Bogor
2.2. Demografi
Kabupaten Bogor terdiri dari 413 desa dan 17 kelurahan (430 desa/kelurahan), 3.768
RW dan 14.951 RT yang tercakup dalam 40 kecamatan. Jumlah kecamatan sebanyak 40
tersebut merupakan jumlah kumulatif setelah adanya hasil pemekaran 5 (lima) kecamatan di
tahun 2005, yaitu Kecamatan Leuwisadeng (pemekaran dari Kecamatan Leuwiliang),
Kecamatan Tanjungsari (pemekaran dari Kecamatan Cariu), Kecamatan Cigombong



BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 4


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
(pemekaran dari Kecamatan Cijeruk), Kecamatan Tajurhalang (pemekaran dari Kecamatan
Bojonggede) dan Kecamatan Tenjolaya (pemekaran dari Kecamatan Ciampea).
Selain itu, pada akhir tahun 2006 telah dibentuk pula sebuah desa baru, yaitu Desa
Wirajaya, sebagai hasil pemekaran dari Desa Curug Kecamatan Jasinga dan pada awal
tahun 2011 telah dibentuk 2 ( dua) desa baru yaitu Desa Gunung Mulya hasil pemekaran dari
Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya dan Desa Batu Tulis hasil pemekaran dari Desa
Parakan Muncang Kecamatan Nanggung.
Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010
sebanyak 4.763.209 jiwa, lebih tinggi dari pada jumlah penduduk tahun 2009 sebanyak
4.477.296 jiwa, atau meningkat sebanyak 285.913 jiwa. Kondisi ini disebabkan tingginya
pertumbuhan alami dan migrasi masuk ke Kabupaten Bogor. Adapun rata-rata laju
pertumbuhan penduduk selama 10 tahun terakhir (2000-2010) adalah sebesar 3,13%
Jumlah penduduk sebanyak 4.763.209 jiwa di atas, sama dengan 11,07% dari jumlah
penduduk Provinsi Jawa Barat (43.021.826 jiwa), dan merupakan jumlah penduduk terbesar
di antara kabupaten/kota di Jawa Barat. Komposisi penduduk tersebut, terdiri dari 2.446.251
jiwa penduduk laki-laki dan 2.316.958 jiwa penduduk perempuan atau rasio jenis kelamian
(sex ratio) sebesar 106 (Sumber, BPS 2010).
Hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 (SP2000) menunjukkan bahwa jumlah
penduduk Kabupaten Bogor sebanyak 3.508.826 jiwa, sedangkan tahun 2010 jumlahnya
naik mencapai 4.771.932 jiwa. Dengan demikian, dalam kurun waktu hampir 10
(sepuluh) tahun (SP2010 dilaksanakan bulan Mei 2010) menunjukkan rata-rata laju
pertumbuhan penduduk (LPP) di Kabupaten Bogor adalah 3,15. Artinya, pertambahan
penduduk di Kabupaten Bogor setiap tahun meningkat sebesar 3,15 persen.
Proyeksi penduduk dengan metode aritmatik mengasumsikan bahwa jumlah
penduduk pada masa depan akan bertambah dengan jumlah yang sama setiap tahun.
Formula yang digunakan pada metode proyeksi aritmatik adalah:


)
Dimana:
Pt =
jumlah penduduk pada tahun t
Po =
jumlah penduduk pada tahun awal
r =
laju pertumbuhan penduduk
t =
periode waktu antara tahun dasar dan tahun t (dalam tahun)

Tabel 2.3
Jumlah dan Kepadatan Penduduk saat ini dan proyeksinya 5 tahun

Nama Kecamatan
Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan
Tahun Tahun Tahun
n n+1 n+2 n+3 n+4 n n+1 n+2 n+3 n+4 n n+1 n+2 n+3 n+4
Nanggung 88.013


Leuwiliang 111.310


Leuwisadeng 73.807


Pamijahan 136.302


Cibungbulang 123.864


Ciampea 140.303


Tenjolaya 51.546


Dramaga 91.269





BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 5


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Ciomas 131.489


Tamansari 82.346


Cijeruk 75.790


Cigombong 83.441


Caringin 109.716


Ciawi 94.719


Cisarua 110.148


Megamendung 91.377


Sukaraja 153.552


Babakan Madang 86.698


Sukamakmur 73.881


Cariu 47.348


Tanjungsari 48.824


Jonggol 120.794


Cileungsi 205.632


Klapanunggal 77.213


Gunung Putri 242.460


Citeureup 173.174


Cibinong 253.293


Bojong Gede 207.375


Tajurhalang 89.987


Kemang 80.866


Rancabungur 48.446


Parung 102.255


Ciseeng 95.039


Gunung Sindur 87.222


Rumpin 125.182


Cigudeg 114.169


Sukajaya 63.068


Jasinga 96.242


Tenjo 64.173


Parung Panjang 94.112



2.3. Keuangan dan Perekonomian Daerah
Berdasarkan proporsi dari realisasi masing-masing komponen pendapatan daerah
terhadap total realisasi pendapatan daerah adalah sebagai berikut :
1) PAD proporsinya sebesar 20,12 %;
2) Dana Perimbangan proporsinya sebesar 51,43 %; dan
3) Lain-lain Pendapatan yang Sah proporsinya sebesar 28,45 %.

Tabel 2.4
Ringkasan Realisasi APBD 5 tahun terakhir

No. Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)

A Pendapatan
1 Pendapatan Asli Daerah (PAD)

311.519.251.965,00

337.903.884.329,00

399.262.069.231,00

696.992.051.375,99
2 Dana Perimbangan (transfer)

1.336.033.391.132,00

1.524.291.997.485,00

1.611.993.763.844,00 1.781.177.918.858,00
3 Lain-lain pendapatan yang syah

222.854.290.866,00

315.941.629.824,00

500.217.252.056,00

985.455.796.519,00



BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 6


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Jumlah Pendapatan

1.870.406.933.963,00

2.178.137.511.638,00

2.511.473.085.131,00 3.463.625.766.752,99
B Belanja
1 Belanja Tidak Langsung

1.009.189.458.251,00

1.168.003.420.872,00

1.391.870.912.360,00 1.661.304.776.038,00
2 Belanja Langsung

749.605.264.465,00

1.011.660.481.183,00

1.237.203.687.276,00 1.577.405.527.831,00
Jumlah Belanja

1.758.794.722.716,00

2.179.663.902.055,00

2.629.074.599.636,00 3.238.710.303.869,00
Surplus/Defisit Anggaran

111.612.211.247,00

(1.526.390.417,00)

(117.601.514.505,00)

224.915.462.883,99


Tabel 2.5
Ringkasan Anggaran Sanitasi dan Belanja Modal Sanitasi Per Penduduk 5 tahun terakhir

No. Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)

A Air Limbah
B Persampahan
C Drainase
D Aspek PHBS
E Total belanja
sanitasi

F Total belanja
APBD Murni

G Total Belanja
APBD

H Proporsi
Belanja Modal
Sanitasi
terhadap
Belanja Total

I Jumlah
Penduduk
4.340.520 4.477.344 4.345.915
J Belanja Modal
Sanitasi per
Penduduk

Sumber:................
Tabel 2.6
Data Ruang Fiskal Kabupaten Bogor 5 tahun terakhir

Tahun Indeks Kemampuan Ruang Fiskal Daerah (IRFD)
2008
2009
2010
2011
2012
Sumber:................






BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 7


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Tabel 2.7
Data Perekonomian Umum Daerah 5 Tahun Terakhir

No. Deskripsi 2008 2009 2010 2011 2012
(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)

1
PDRB Harga Konstan
(Struktur

29.721.700,00

30.952.178,00

32.527.644,00

34.703.744,00

37.091.361,00
Perekonomian ) RP
2
Pendapatan Perkapita
Kabupaten

6.907.246,00

6.912.094,00

6.828.938,00

7.090.104,00

7.376.524,00
/Kota (Rp)
3
Upah Minimum Regional
Kabupaten - -

1.056.914,00

1.172.060,00

1.174.200,00
/Kota (Rp)
4 Inflasi (%)
9,32 2,78 6,79 6,00 5,50
5
Pertumbuhan ekonomi
(%)
5,58%

4,14

5,09

6,69

6,88


2.4. Tata Ruang Wilayah
Kebijakan penataan ruang wilayah meliputi kebijakan pengembangan struktur ruang dan
pola ruang.
Kebijakan pengembangan struktur ruang, meliputi :
1. peningkatan akses pelayanan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah
yang merata dan berhierarki; dan
2. peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi,
telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang terpadu dan merata di seluruh
wilayah daerah.
Kebijakan pengembangan pola ruang, meliputi :
1. Kebijakan pengembangan kawasan lindung, meliputi :
a. pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup; dan
b. pencegahan dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan
kerusakan lingkungan hidup.
2. Kebijakan pengembangan kawasan budi daya, meliputi :
a. perwujudan dan peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antarkegiatan budi
daya; dan
b. pengendalian perkembangan kegiatan budi daya agar tidak melampaui daya
dukung dan daya tampung lingkungan.
3. Kebijakan pengembangan kawasan strategis, meliputi :
a. Pengembangan kawasan strategis puncak sebagai kawasan strategis lingkungan
hidup yang berperan sebagai kawasan andalan pariwisata melalui pembatasan
pemanfaatan ruang yang lebih selektif dan efisien.
b. Pengembangan kawasan strategis industri sebagai kawasan strategis social
ekonomi melalui penataan dan pemanfaatan ruang serta pemabngunan jaringan
infrastruktur yang mendorong perkembangan kawasan .
c. Pengembangan kawasan strategis pertambangan sebagai kawasan strategis
lingkungan hidup yang berperan sebagai kawasan andalan sumber daya alam
melalui konservasi bahan galian.
d. Pengembangan kawasan strategis lintas administrasi kabupaten sebagai
kawasan strategis social ekonomi melalui sinkronisasi system jaringan.




BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 8


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Peta 2.2 Rencana Pusat Layanan Kabupaten Bogor

Peta 2.3 Rencana Pola Ruang Kabupaten Bogor

2.5 Sosial dan Budaya
Jumlah penduduk Kabupaten Bogor setiap tahunnya cenderung bertambah,
kondisi ini dikarenakan dampak dari perkembangan wilayah di Kabupaten Bogor yang
letaknya dalam lingkup Jabodetabekpunjur, yang mana pertumbuhan wilayahnya
sangat pesat dan berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk pada setiap wilayah
yang terus bertambah.
Berdasarkan data dan perkembangan jumlah penduduk pada tahun 2011
tercatat bahwa jumlah penduduk Kabupaten Bogor berjumlah 4.354.915 jiwa dari 40
kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Jumlah tertinggi terdapat di Kecamatan
Cibinong dengan jumlah penduduk 253.292 Jiwa, menyusul Kecamatan Gunung Putri



BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 9


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
dengan jumlah penduduk 242.460 Jiwa dan Kecamatan Bojonggede dengan jumlah
penduduk 207.375 Jiwa. Sedangkan untuk kecamatan yang jumlah penduduknya
rendah yakni Kecamatan Cariu dengan jumlah penduduk 47.248 Jiwa. Sedangkan
kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Ciomas mencapai 81 jiwa/ha, kepadatan
terendah terdapat di Kecamatan Tanjungsari mencapai 4 jiwa/ha.

Tabel 2.8
Fasilitas Pendidikan yang tersedia di Kabupaten Bogor

Nama Kecamatan
Jumlah Sarana Pendidikan
Umum Agama
SD SMP SMA SMK MI MTs MA
Nanggung 46 8 1 0 17 7 2
Leuwiliang 60 22 6 5 29 10 6
Leuwisadeng 30 9 1 4 19 7 4
Pamijahan 45 17 6 5 32 9 3
Cibungbulang 43 22 6 7 19 8 1
Ciampea 49 11 7 7 20 10 3
Tenjolaya 20 8 1 3 15 5 3
Dramaga 34 8 3 2 1 3 0
Ciomas 42 10 3 8 9 8 3
Tamansari 29 9 2 1 5 3 0
Cijeruk 39 7 1 1 8 6 1
Cigombong 46 13 5 4 4 6 3
Caringin 34 14 5 9 29 11 5
Ciawi 30 17 7 8 10 6 1
Cisarua 36 7 2 4 8 4 0
Megamendung 38 15 2 7 10 5 1
Sukaraja 47 12 3 5 17 14 1
Babakan Madang 50 11 4 3 9 5 2
Sukamakmur 30 10 7 4 17 11 3
Cariu 28 7 2 2 8 3 0
Tanjungsari 26 9 2 1 13 3 1
Jonggol 56 14 6 3 11 12 2
Cileungsi 72 27 7 16 5 8 3
Klapanunggal 32 9 2 4 11 5 1
Gunung Putri 85 28 14 7 17 11 2
Citeureup 62 21 5 15 14 10 2
Cibinong 85 40 18 24 30 21 6
Bojong Gede 48 23 1 14 29 15 5
Tajurhalang 23 12 1 7 13 5 1
Kemang 36 18 5 12 12 3 0
Rancabungur 22 6 2 4 7 4 1
Parung 35 10 7 4 17 11 3



BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 10


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Ciseeng 36 10 3 5 11 11 3
Gunung Sindur 40 14 5 5 10 9 3
Rumpin 63 11 3 3 16 10 2
Cigudeg 54 15 2 3 19 8 2
Sukajaya 29 3 1 0 8 4 0
Jasinga 60 14 2 3 2 4 1
Tenjo 34 12 3 1 9 5 1
Parung Panjang 50 14 5 5 16 8 4

Tabel 2.9
Jumlah Penduduk Miskin per kecamatan

Nama Kecamatan
Jumlah
Keluarga
Miskin
Nama Kecamatan Jumlah Keluarga
Miskin
Nanggung 6,189 Tanjungsari 3,57
Leuwiliang 12,255 Jonggol 7,074
Leuwisadeng 7,762 Cileungsi 5,731
Pamijahan 12,028 Klapanunggal 4,444
Cibungbulang 9,355 Gunung Putri 2,839
Ciampea 7,974 Citeureup 7,973
Tenjolaya 4,68 Cibinong 7,481
Dramaga 7,306 Bojong Gede 7,271
Ciomas 5,99 Tajurhalang 3,99
Tamansari 5,647 Kemang 5,549
Cijeruk 6,503 Rancabungur 4,165
Cigombong 6,49 Parung 4,67
Caringin 7,968 Ciseeng 5,852
Ciawi 6,777 Gunung Sindur 5,644
Cisarua 5,368 Rumpin 8,009
Megamendung 4,477 Cigudeg 8,624
Sukaraja 6,872 Sukajaya 5,628
Babakan Madang 4,679 Jasinga 9,713
Sukamakmur 6,398 Tenjo 5,188
Cariu 3,085 Parung Panjang 5,98

Tabel 2.10
Jumlah Rumah per Kecamatan

Nama Kecamatan Jumlah Rumah
Nama
Kecamatan
Jumlah Rumah
Nanggung 12463 Tanjungsari
Leuwiliang 25585 Jonggol 30880
Leuwisadeng Cileungsi
Pamijahan 18473 Klapanunggal
Cibungbulang 19540 Gunung Putri 23037



BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 11


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor
Ciampea 28368 Citeureup 36419
Tenjolaya Cibinong 33287
Dramaga 65750 Bojong Gede
Ciomas 29437 Tajurhalang
Tamansari Kemang 19534
Cijeruk 23100 Rancabungur
Cigombong Parung 22943
Caringin 16825 Ciseeng
Ciawi 12582 Gunung Sindur 11715
Cisarua 16099 Rumpin 17119
Megamendung 13091 Cigudeg 22245
Sukaraja 18685 Sukajaya
Babakan Madang Jasinga 15910
Sukamakmur Tenjo 9360
Cariu 22670 Parung Panjang 12581


2.6 Kelembagaan Pemerintahan Daerah
Visi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk periode tahun 2008-2013 adalah :
Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor yang Bertakwa, Berdaya dan Berbudaya
Menuju Sejahtera
Pernyataan Visi di atas, kemudian dijabarkan ke dalam 7 (tujuh) misi sebagai
berikut :
1. Meningkatkan Kesolehan Sosial Masyarakat dalam Kehidupan Kemasyarakatan;
2. Meningkatkan Perekonomian Daerah yang Berdaya Saing dengan Titik Berat pada
Revitalisasi Pertanian dan Pembangunan yang Berbasis Perdesaan;
3. Meningkatkan Infrastruktur dan Aksesibilitas Daerah yang Berkualitas dan Terintegrasi
Secara Berkelanjutan;
4. Meningkatkan Pemerataan dan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan;
5. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas;
6. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Kinerja Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah;
7. Meningkatkan Kerjasama Pembangunan Daerah.




BAPPEDA KABUPATEN BOGOR | POKJA SANITASI 12


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bogor