Anda di halaman 1dari 23

PEMBELAHAN SEL

Tumbuhan menjadi besar pembelahan nukleus


pembelahan sel, bag yg mengambil prn ptg pd pemblhan
nukleus kromosom

Morfologi/susunan kromosom stadium metafase, anafase

Di dalam kromosom benang kromonema(ta) matriks

Di sepanjang kromonema (granula) kromiol, kromomer

Jarak antara kromomer, jumlah kromomer berbeda
(kromosom berbeda)


Fungsi kromomer pembawa sifat-sifat
keturunan

1. Sentromer
2. Satelit (traban)
3. Kromonema
4. Matriks
5. Bagian heterokromatis
6. Granula (kromiol, kromomer)
7. Kromatide

Lekukan kromosom :
1.Lekukan primer (sentromer/kinetokor)
menyebabkan kromosom bengkok dan
bersegmen
- Sifat sentromer : tidak mengisap zat
warna
- Fungsi sentromer : tempat berpegangnya
benang-benang gelondong, waktu
kromosom akan bergerak menuju kutub
sel pada stadium anafase, diameter
sentromer 3 mikron
2. Lekukan sekunder Olisterozone
(sedikit mengandung kromatin)
3. Lekukan tertier tidak selalu tampak,
belum jelas fungsinya

Berdasar letak sentromer, kromosom
dibedakan:
- Telosentris sentromer terletak disalah
satu ujung, kromosom berbentuk seperti
batang
- Akrosentris sentromer terletak di
dekat salah satu ujung, kromosom seperti
batang
- Submetasentris sentromer terletak
tidak ditengah, kromosom seperti huruf J
- Metasentris sentromer di tengah,
kromosom seperti V


Pada suatu kromosom bagian mudah
dan sukar mengisap zat warna
- Mudah mengisap zat warna
heterokromatis
- Sukar mengisap zat warna
eukromatis
- Pembelahan kromosom paling aktif (pagi,
08.00-12.00) untuk mempelajari
pembelahan ini, pengambilan bahan
(ujung akar/batang) harus disesuaikan
waktunya
- Bahan yang diambil, langsung diproses :
difiksasi FAA pengirisan pengecatan
(safranin)
- Metode lain, fiksasi oksiquinolin squash
safranin

Susunan kimia kromosom :
- DNA 39 %
- RNA 13 %
- Histon 39 %
- Protamin 9 %
- Jumlah kromosom tiap tumbuhan
konstan
- Tumbuhan berbeda : jumlah, bentuk,
ukuran kromosom berbeda
- Jumlah kromosom tumbuhan (12-40),
ada yang sampai 400 kromosom
dalam intinya
- Jumlah terkecil 2n=6, Nicotiana
2n=43; Allium 2n=16; Brassica
2n=12


Siklus Sel:

Proses pembelahan sel melalui suatu urutan
kejadian yg teratur

Sel yg sdg tmbh mengalami siklus
berkali-kali dan sel yg telah
dewasa kehilangan
kemampuan utk bereplikasi




Fase S (sintesis): Periode
dimana bahan genetik DNA
diduplikasi.

Fase G1: periode
pertumbuhan bhn-bhn
sitoplasma & organel, pd fase
ini sel aktif tumbuh, jg
menentukan terjadinya
pemblhan sel

Fase G2 : Pd fase ini benang
spindel disintesis, jumlah
DNA sdh berlipat

G1, S, G2 Interfase



Macam pembelahan inti :
1. Amitosis, pembelahan inti langsung (inti
terbagi 2/lebih tidak sama besar, tidak
membawa sifat-sifat keturunan yang
sama, tidak diikuti pembelahan plasma)
terdapat pada organisme tua ruas-
ruas thallus ganggang chara

2. Mitosis/karyokinesis : pemblhan
inti tdk langsung, dilanjutkan
sitokinesis. Inti memblh 2 sel
anakan (mengand jmlh kromosom =)



















3. Meiosis/reduksi : pembelahan inti tdk
langsung. Nukleus bersifat diploid
agar tdk terjadi kelipatan jumlah
kromosom krn adanya persatuan sel
kelamin waktu fertilisasi berlangsung
dlm perkembangannya tbhan melakukan
reduksi jumlah kromosom separonya
(pada awal pembentukan sel kelamin)


Fase pembelahan
mitosis
1. Interfase, inti blm
membelah (masih
giat berfungsi
mengatur
metabolisme)
kata istirahat kurang
tepat


2. Profase :
- Profase awal :
inti keruh,
tampak butir-
butir kromatin
yang lalu
membentuk
benang-benang
tidak teratur

Profase tengah : benang
menjadi lebih tebal seperti
rangkap dan merupakan
bagian dari kromosom
kromonema

Prophase akhir : benang
seperti batang, membelah
membujur sehingga
kromosom menjadi 2
belahan yang sama
kromatide.



Dari propase akhir:

Masing-masing kromatide mempunyai 1 benang kromonema,
masing-masing kromonema membelah membujur tiap
kromatide (2 kromonema)

Selama terjadinya kromonema ini, di dalam plasma sel pada 2
kutub yang berlawanan benda-benda seperti cawan
tudung kutub

Dari ke-2 tudung kutub keluar benang-benang plasma
(benang gelondong) yang menghubungkan ke-2 tudung kutub

Bersamaan dengan terbentuknya tudung kutub dan benang
gelondong dinding inti dan nukleolus lenyap

Benang-benang lalu memegang kromosom dan mendorong
kromosom ke tengah, daerah ini bidang equatorial





3. Metafase : kromosom
berada di bidang equatorial,
bentuknya agak bengkok,
jika dilihat dari atas tampak
seperti bintang Fase
bintang/stadium aster,
pada stadium ini kromosom
dalam keadaan paling
pendek dan benang-benang
kromonema dalam
kromatidenya tidak dapat
dikenal lagi


4. Anafase : belahan
kromosom/kromatide di bidang
equatorial ditarik ke arah ke-2
kutub terbtk 2 bintang
stadium diaster. Pd anafase
akhir, ke 2 kromatide berjauhan
tampak lebih jelas.

Dgn dmk tiap kromosom lalu
mengandung 2 kromatide lagi,
yg masing-masing mengandung
1 kromonema. Menjelang
selesainya anafase, matriks
lenyap

5. Telofase, setlh kromosom
sampai di ke-2 kutub, mk
kromosom mengumpul dan
menjadi benang-benang
kusut lagi dan terbentuklah
2 inti baru.

Benang-benang plasma yg
hampir memenuhi seluruh
sel menebal pd bidang
equatorial ddg pemisah
yg membagi sel induk 2
bh sel anakan.


Karena matriks lenyap kromonema
yg tlh bebas, kehilangan lingkaran-
lingkaran spiralnya yang beraturan.
Benang-benang ini membentuk
retikulum.

Pembelahan mitosis ini
pembelahan seluruh protoplas dan
selnya.

Mekanisme mitosis temperatur
(interfase-telofase 1 jam)

Karena jumlah kromosom setiap sel
anakan = sel induk pembelahan
ekuasi

Substansi setiap kromosom sel anakan =
sel induk tiap sel anakan membawa
sifat = sel induk

Selain dipengaruhi t, mitosis
dipengaruhi zat-zat kimia
(colchisin, acenaphtene dan
digitonin) mencegah
terbentuknya dd pemisah sel
tidak membelah (jumlah
kromosom 2 x lipat)
Poliploidi, pembelahan
semacam ini endomitose