Anda di halaman 1dari 5

Solusi

Kaus suap dan korupsi sudah menjadi hal yang sering terdengar sehari-hari di negeri ini.
Banyak tokoh dari berbagai lembaga diberitakan dan terbukti melakukan korupsi. Kasus korupsi
telah menjerat berbagai tokoh dari berbagai organisasi, tidak terkecuali organisasi dalam
pemerintahan.
Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full
service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Garuda Indonesia merupakan BU! yang
bergerak di bidang penerbangan. "alah satu permasalahan yang saat ini sedang membelit Garuda
Indonesia adalah mengenai korupsi. enurunnya laba bersih yang diperoleh Garuda Indonesia
padahal jumlah penumpangnya mengalami kenaikan yang cukup signi#ikan, menjadi salah satu
indikasi terjadinya tindak korupsi dalam organisasi ini. $aporan keuangan yang dibuat diduga
telah mengalami rakyasa dan manipulasi. Beberapa berita melangsir in#ormasi bah%a direktur
utama Garuda Indonesia, yaitu &mirsyah "atar telibat dalam kasus korupsi tersebut. selain
indikasi di atas, berbagai hal yang menjadikan dugaan korupsi terjadi di tubuh Garuda Indonesia,
telah dijelaskan dalam subbab permasalahan di atas.
'emberantasan korupsi tidak cukup dilakukan hanya dengan komitmen, karena
pencegahan dan penanggulangan korupsi bukan suatu pekerjaan yang mudah. Komitmen
tersebut harus diaktualisasikan dalam bentuk strategi yang komprehensi# untuk meminimalkan
keempat aspek penyebab korupsi yang telah dikemukakan sebelumnya. "trategi tersebut
mencakup aspek pre(enti#, detekti# dan represi#, yang dilaksanakan secara terus menerus. B'K'
dalam buku "'K! yang telah tersebut telah menyusun strategi pre(enti#, detekti# dan represi#
yang perlu dilakukan, sebagai berikut)
1. Strategi Preventif.
"trategi pre(enti# diarahkan untuk mencegah terjadinya korupsi dengan cara
menghilangkan atau meminimalkan #aktor-#aktor penyebab atau peluang terjadinya
korupsi. "trategi pre(enti# dapat dilakukan dengan)
a. eneliti sebab-sebab perbuatan korupsi secara berkelanjutan *
b. 'enyempurnaan manajemen sumber daya manusia ("+) dan peningkatan
kesejahteraan pega%ai
c. 'engharusan pembuatan perencanaan stratejik dan laporan akuntabilitas kinerja bagi
instansi pemerintah*
d. 'eningkatan kualitas penerapan sistem pengendalian manajemen*
e. 'enyempurnaan manajemen Barang Kekayaan ilik !egara (BK!) *
#. 'eningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat* dan
g. Kampanye untuk menciptakan nilai ((alue) anti korupsi secara nasional.
2. Strategi Detektif
"trategi detekti# diarahkan untuk mengidenti#ikasi terjadinya perbuatan korupsi.
"trategi detekti# dapat dilakukan dengan)
a. 'erbaikan sistem dan tindak lanjut atas pengaduan dari masyarakat*
b. 'emberlakuan ke%ajiban pelaporan transaksi keuangan tertentu*
c. 'elaporan kekayaan pribadi pemegang jabatan dan #ungsi publik*
d. 'artisipasi Indonesia pada gerakan anti korupsi dan anti pencucian uang di
masyarakat internasional*
e. +imulainya penggunaan nomor kependudukan nasional*
#. 'eningkatan kemampuan "'I dalam mendeteksi tindak pidana korupsi.
3. Strategi Represif.
"trategi represi# diarahkan untuk menangani atau memproses perbuatan korupsi
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "trategi represi# dapat
dilakukan dengan)
a. 'embentukan Badan,Komisi -nti Korupsi*
b. 'enyidikan, penuntutan, peradilan, dan penghukuman koruptor besar (Catch some
big fishes)*
c. 'enentuan jenis-jenis atau kelompok-kelompok korupsi yang diprioritaskan untuk
diberantas*
d. 'emberlakuan konsep pembuktian terbalik*
e. eneliti dan menge(aluasi proses penanganan perkara korupsi dalam sistem
peradilan pidana secara terus menerus*
#. 'emberlakuan sistem pemantauan proses penanganan tindak pidana korupsi
secara terpadu*
g. 'ublikasi kasus-kasus tindak pidana korupsi beserta analisisnya*
h. 'engaturan kembali hubungan dan standar kerja tugas penyidik tindak pidana
korupsi dengan penyidik umum, ''!" dan penuntut umum.
'elaksanaan strategi pre(enti#, detekti# dan represi# sebagaimana tersebut di atas akan
memakan %aktu yang lama, karena melibatkan semua komponen bangsa, baik legislati#,
eksekuti# maupun judikati#. "ambil terus berupaya me%ujudkan startegi di atas, perlu dibuat
upaya-upaya nyata yang bersi#at segera. Upaya yang dapat segera dilakukan untuk mencegah
dan menanggulangi korupsi tersebut antara lain adalah dengan meningkatkan #ungsi
penga%asan, yaitu sistem penga%asan internal (built in control), maupun penga%asan
#ungsional, yang dipadukan dengan penga%asan masyarakat (%asmas) dan penga%asan legislati#
(%asleg). "alah satu usaha yang dilakukan dalam rangka peningkatan penga%asan internal dan
#ungsional tersebut, Badan 'enga%asan Keuangan dan 'embangunan (B'K') ditugaskan
menyusun petunjuk teknis operasional pemberantasan KK! sesuai surat enteri '-! !omor)
./a,.'-!,0,0110 tanggal 2 3ebruari 0110. 'etunjuk teknis ini disajikan sedemikian rupa agar
dapat digunakan sebagai pedoman praktis bagi -parat 'enga%asan Internal 'emerintah (-'I')
dan "atuan 'enga%asan Intern ("'I) BU!,BU+ dan 'erbankan dalam upaya mencegah dan
menanggulangi korupsi di lingkungan kerja masing-masing.
"elain strategi-strategi tersebut di atas, salah satu langkah nyata yang dapat diterapkan
Garuda Indonesia untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya tindak korupsi maupun suap
adalah e-procurement.
E -Procurement adalah metode untuk mengurangi biaya administrasi , tingkat persediaan
rendah, mempersingkat proses pemesanan, mempersiapkan organisasi untuk meningkatkan
kolaborasi teknologi dan menurunkan harga produk ( 4room , 0111* 5oche 0116 , Gunasekaran
et.al. , 0112 dalam Bedri dan -hu 0112).
"aat ini e-Procurement menjadi salah satu pendekatan terbaik dalam mencegah terjadinya
korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. +engan e-Procurement peluang untuk
kontak langsung antara penyedia barang,jasa dengan panitia pengadaan menjadi semakin kecil,
lebih transparan, lebih hemat %aktu dan biaya serta dalam pelaksanaannya mudah untuk
melakukan pertanggung ja%aban keuangan. 7al tersebut dikarenakan sistem elektronik tersebut
mendapatkan serti#ikasi secara internasional..
an#aat dari pelaksanaan e-Procurement tersebut, mempunyai dampak makro yang antara
lain )
6. 8erjadinya e#isiensi dalam penggunaan anggaran. Biaya pengumuman pengadaan dan
pengumuman pemenang lelang juga dapat diminimalisir karena menggunakan
pengumuman secara on line yang lebih mudah diakses.
0. 'engadaan barang dan jasa dengan menggunakan cara e-Procurement dapat dilakukan
dalam jangka %aktu yang lebih cepat dibanding dengan cara yang dilakukan dengan cara
kon(ensional.
.. 'ersaingan yang sehat antar pelaku usaha sehingga mendukung iklim in(estasi yang
kondusi# secara nasional. 'elaksanaan pengadaan barang dan jasa yang lebih transparan,
#air dan partisipati# mendukung persaingan usaha yang semakin sehat di setiap %ilayah
dimana pengadaan barang dan jasa dilakukan. "elain itu pelaksanaan lelang diatur dalam
suatu sistem yang transparan, akuntabel, dan meniadakan kontak langsung antara panitia
dengan penyedia barang dan jasa. 'elaku usaha yang unggul dalam melakukan e#isiensi
terhadap seluruh akti#itas operasional usahanya akan mendapatkan keunggulan
kompetiti#.
"ecara umum sistem e-Procurement menuntut penyedia barang,jasa untuk berlomba dalam
melakukan e#isiensi, sementara disisi lain juga dituntut untuk menghasilkan output yang
berkualitas. Kondisi semacam ini merupakan ciri yang diterapkan pada persaingan yang
sehat (#air market competition) dan akan mendukung iklim in(estasi yang kondusi# bila e-
Procurement diterapkan secara konsisten ditingkat nasional.
5e#erensi )
Badan Pengawasan KEUA!A DA PE"BA!UA# 2$$2# UPA%A PE&E!A'A
DA PEA!!U(A!A K)RUPS* PADA PE!E()(AA BU"+BU"D DA
PERBAKA#
"umber )
http),,siteresources.%orldbank.org,I!395-8I9!-!+49U!I4-8I9!-!+8&47!9$
9GI&",5esources,s%eden.pd# (Implementation o# 'ublic e-Procurement in "%edish )
Go(ernment &ntities)
E-PROCUREMENT "-:I!G" -!+ 87& 49'&8I8I9! &33&48) -!-$;"I" 93
4U$8U5-$ +I33&5&!4&" 8759UG7 - U!I3I&+ 9+&$
By )
Bedri Kamil 9nur 8as, -hu Genis-Gruber
(89BB Uni(ersity o# &conomics and 8echnology, -nkara-8urkey, !o(ember 0112)