Anda di halaman 1dari 5

TEORI AKUNTANSI

Earnings Management


DISUSUN OLEH:
RANITA RAMADHANI (115020300111037)
Kelas CD

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014




PENGERTIAN EARNINGS MANAGEMENT
Kebijakan Akuntansi yang dipilih oleh manajer atau tindakan yang mempengaruhi pendapatan,
sehingga mencapai beberapa tujuan tertentu melaporkan laba. (Scott)
Manipulasi laba keuangan perusahaan baik secara langsung maupun melalui metode akuntansi tidak
langsung. (www.investorwords.com)
Mengacu pada praktik akuntansi yang mungkin mengikuti surat aturan praktik akuntansi standar, tapi
jelas menyimpang dari aturan-aturan.
Manajemen Laba dipandang dari dua perspektif:
1. Pelaporan keuangan
Untuk mencapai ramalan laba analis, menciptakan aliran laba yg smooth & bertumbuh selama
waktu tertentu
2. Pengontrakan
Untuk memproteksi dari konsekuensi atas peristiwa tak diharapkan ketika kontrak sulit dipenuhi
dan tak sempurna
Manajemen laba meliputi:
1) pilihan kebijakan Akuntansi (tidak langsung)
Pilihan kebijakan akuntansi meliputi pengakuan pendapatan, amortisasi, dll tapi juga akrual
diskresioner.
2) Tindakan Nyata (direct)
Variabel riil seperti iklan, R & D, pemeliharaan, waktu pembelian dan pelepasan aset modal.
POLA MANAJEMEN LABA
1. Taking a Bath
Pada umumya dilakukan ketika perusahaan reorganisasi. Jika melaporkan kerugian, mungkin juga
melaporkan write off aset yang besar dan persediaan biaya masa depan yang besar. Hal ini
meningkatkan kemungkinan di masa depan perusahaan melaporkan laba karena pembalikan
akrual.
2. Minimalisasi Penghasilan
Mirip dengan Taking a Bath tetapi tidak ekstrim. Dilakukan ketika periode profitabilitas tinggi
dengan cepat write-off aset modal dan aset berwujud serta membebankan iklan dan pengeluaran R
& D. Insentif lainnya termasuk pertimbangan pajak penghasilan.
3. Maksimalisasi Laba
Pola dapat dipilih untuk tujuan bonus dan perusahaan juga dapat memaksimalkan pendapatan jika
dekat dengan pelanggaran perjanjian utang.
4. Incoming Smoothing
Dipilih oleh manajer untuk menghindari risiko yang dilakukan dengan cara menhindari
pelanggaran perjanjian yang mungkin terjadi dari aliran volatile pada laporan Laba Bersih dan
dengan mengurangi kemungkinan melaporkan laba rendah. Tujuannya adalah untuk pelaporan
kepada pihak eksternal.
Selama manajer berharap kompensasi yg besarannya konstan, untuk pengontrakan kompensasi
efisien maka dapat meratakan laba dengan mengirimkan informassi pihak dalam perusahaan
kepada pasar tentang kekuatan laba persisten harapan
MOTIVASI MANAJEMEN LABA
1. Motivasi kontraktual untuk mengelola bonus tunai dan untuk mengelola perjanjian utang.
2. Biaya Politik hipotesis untuk menurunkan politik "panas".
3. Manajemen Laba digunakan untuk mengurangi kemungkinan pelanggaran perjanjian dalam
kontrak utang.
4. Untuk Memenuhi Investor Laba Harapan dan Menjaga Reputasi
Perusahaan yang melaporkan pendapatan yang lebih besar dari yang diharapkan menikmati
kenaikan harga saham. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang gagal memenuhi harapan
mengalami penurunan harga saham yang signifikan. Investor harus menyadari insentif ini.
5. Penawaran Umum Perdana (IPO)
Manajer perusahaan go public dapat mengelola laba yang dilaporkan dalam prospektus mereka
dengan harapan menerima harga yang lebih tinggi untuk saham mereka. Banyak perusahaan IPO
mengelola pendapatan mereka menjadi tinggi karena pendapatan yang lebih rendah berkontribusi
terhadap kinerja saham yang buruk.

KEBAIKAN MANAJEMEN LABA
1. Menggunakan Manajemen Laba untuk unblok komunikasi.
2. Ekspektasi pasar efisien
Manajemen laba dapat memberikan informasi baik kepada investor dan mungkin juga kontraktor
secara lebih efisien.
3. Untuk memberikan perusahaan fleksibilitas dalam menghadapi kekakuan kontrak yanf tidak
lengkap.
Kontrak bonus berdasarkan laba bersih
Standar akuntansi baru dapat menurunkan laba bersih dan / atau peningkatan volatilitas . Dapat
mempengaruhi upaya manajer.
Kontrak perjanjian utang
Standar akuntansi baru dapat meningkatkan kemungkinan pelanggaran perjanjian utang.
Pelanggaran kontrak mahal , manajemen laba mungkin cara murah untuk bekerja.
4. Untuk menyampaikan informasi yang lebih kredibel kepada investor
Komunikasi Diblokir dapat menghambat pengungkapan langsung ekspektasi laba
Manajemen akrual diskresioner adalah cara untuk mengungkapkan kredibilitas manajemen
dalam informasi tentang harapan pendapatan
5. Meningkatkan nilai saham perusahaan, khususnya ketika saham akan ditebitkan atau digunakan
dalam suatu transaksi.
6. Menurunkan nilai saham perusahaan sebelum penghadiaan kepada manajemen (management
buyout).
7. Mencapai ramalan laba analis atau manajemen.
8. Meningkatkan kompensasi manajer yang didasarkan pada kinerja laba.
9. Menghindari penyimpangan dari perjanjian pajak.
10. Mengurangi biaya karena perubahan aturan (regulatory) atau meningkatkan manfaat karena
perubahan peraturan.
11. Mengurangi pajak dengan mengatur laba agar pajak tahunan lebih rendah.

KEKURANGAN MANAJEMEN LABA
1. Manajemen laba bersifat oportunistik.
Memaksimalkan bonus mereka
Meningkatkan modal saham baru
PENDETEKSIAN MANAJEMEN LABA
A. Penentuan strategis atas keputusan pengeluaran.
B. Manajemen atas saldo akuntansi akrual khusus.
C. Mengevaluasi akual total unt mendeteksi Manajemen Laba:
(1) Akual Total = laba neto kas dari operasi.
What types of accounting judgments do total accruals capture?
What earnings management devices do total accruals miss?
(2) Bangun model unt memprediksi akrual total non diskresionari.
(3) Estimasi akrual diskresionari sbgmana (1) dikurang (2).

KESIMPULAN
Manajemen Laba mungkin terjadi karena kenyataan bahwa GAAP tidak secara sempurna
membatasi pilihan manajer atas kebijakan dan prosedur akuntansi
Pilihan kebijakan akuntansi:
jauh lebih kompleks & menantang daripada memilih secara sederhana untuk menginformasikan
terbaik untuk investor.
Sering dimotivasi oleh pertimbangan strategis, contohnya mencapai harapan laba, kontrak yang
tergantung pada variabel akuntansi keuangan, pajak, penerbitan saham baru, tawaran pengambil
alihan, tekanan persaingan potensial, rilis informasi dalam perusahaan.
Memiliki karakteristik game, manajemen laba tercipta ketika perubahaan dalam GAAP secara
berkebalikan mempengaruhi manajer bermain dalam game.
Manajer akan bereaksi melawan perubahan aturan yang menurunkanfleksibilitas pilihan
akuntansi manajer
Akuntan perlu menyadari atas kebutuhan legitimasi manajemen, seperti halnya investor.
Pelaporan keuangan aktual menyajikan suatu kompromi antara kebutuhan dari dua konstituen
utama ini.
Walaupun menurunkan reliabilitas, manajemen laba berguna jika terjaga dalam batas-batas
tertentu:
Memberi fleksibilitas pada manajer bereaksi ketika kontrak berat & tak sempurna
Memberi media bagi komunikasi kredibel atas informasi dalam perusahan kepada investor dan
bagi kontrak kompensasi efisien
Dua argumen ini konsisten dengan pasar efisien dan versi efisiensi PAT

Banyak mnjr menolak potensi komunikasi GAAP dengan mendorong manajemen laba terlalu jauh,
yang berakibat kekuatan laba persisten dilaporkan terlalu besar, setidaknya secara temporal
Karena gagal menerima efisiensi pasar atau
Karena kemampuan menyembunyikan manajemen laba jelek di balik pengungkapan yang jelek,
Karena keduanya
Manajemen laba bagus atau jelek, tergantung pada bagaimana digunakan
Akuntan dapat mengurangi besarnya manajemen laba jelek dengan mengungkapnya
Pengungkapan ditingkatkan atas pos persistensi rendah & melaporkan efek dari penghapusan
pencatatan (writeoffs) pada laba inti.