Anda di halaman 1dari 5

23

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA FERMENTASI


TERHADAP PRODUKSI ASAM SITRAT
OLEH Aspergillus niger

Oleh : Rintis Manfaati

Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung
J l. Gegerkalong Hilir Ds Ciwaruga, Bandung 40012
Telp/fax : (022) 2016 403
E-mail : rintismanfaati@gmail.com

Abstrak
Asam sitrat merupakan metabolit primer yang dihasilkan dari proses fermentasi. J amur
Aspergillus niger adalah mikroba yang paling banyak digunakan dalamproduksi asamsitrat
secara komersial. Media fermentasi asamsitrat harus berisi makronutrien berupa sumber
karbon, sumber nitrogen, fosfat, kalium, magnesiumdan mikronutrien seperti Fe, Zn dan Mn.
Formulasi media fermentasi asamsitrat yang digunakan pada penelitian ini adalah media sintetis
H.J Peppler dan Shu &J ohnson. Parameter kinetika laju pertumbuhan spesifik , Y
X/S
, dan Y
P/S

untuk media sintetis H.J Peppler adalah 0,219/hari, 0,122 g/g dan 0,004 g/g. Sedangkan untuk
media sintetis Shu &J ohnson adalah 0,251/hari, 0,157g/g dan 0,002 g/g. Efek dari makronutrien
fosfat dan trace element Fe, Zn dan Mn saling mempengaruhi pertumbuhan biomassa dan
pembentukan produk asamsitrat. Akumulasi asamsitrat akan tercapai jika konsentrasi fosfat,
Fe dan Zn lebih rendah dari konsentrasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimum
biomassa.

Kata kunci : asam sitrat, media sintetis, makronutrien, trace element.


PENDAHULUAN
Asam sitrat (2-hydroxypropane-1,2,3-
tricarboxylic acid) merupakan asam
organik yang penggunaannya cukup
luas di dunia industri. Hampir 70% dari
produksi asam sitrat dunia digunakan
oleh industri makanan sebagai bahan
tambahan (aditif) karena memiliki rasa
yang menyenangkan dan aman
dikonsumsi. Industri farmasi
memanfaatkan asam sitrat sebagai
bahan pengisi untuk pembuatan antacid,
tablet effervescent multivitamin dan
senyawa pelarut aspirin. Asam sitrat
digunakan pula sebagai senyawa
pengkelat logam, dan dapat bereaksi
dengan logam-logam berat seperti besi
dan tembaga menghasilkan senyawa
kompleks, sehingga banyak dipakai
untuk membersihkan boiler dan instalasi
sejenis (Cate dan Dunn, 1959)

Asam sitrat merupakan produk
metabolit primer dari fermentasi
substrat yang mengandung unsur karbon
oleh jamur Aspergillus niger. Kondisi
optimum pertumbuhan Aspergillus
niger dan pembentukan asam sitrat
adalah pada pH 2, suhu 28 29
o
C, laju
pengadukan 120 rpm dan waktu
fermentasi 1-2 minggu

Berbagai proses fermentasi asam sitrat
telah dikembangkan. Proses Koji
merupakan fermentasi tradisional yang
menggunakan substrat padat dan dapat
digolongkan sebagai fermentasi
permukaan. Proses fermentasi bawah
permukaan menunjukkan hasil yang
Rintis Manfaati Pengaruh Komposisi Media Fermentasi

Jurnal Sains dan Teknologi 24
yang lebih baik dibandingkan dengan
fermentasi permukaan (Bailey dan
Ollis, 1986).

Biosintetis asam sitrat terjadi dalam
sistem terminal oksidasi metabolisme
mikroorganisme. Sistem ini dinyatakan
sebagai siklus TCA ( Gambar 1) yang
merupakan siklus tricarboxylic acid
(siklus asam sitrat). Mikroorganisme
mengoksidasi nutrien organik dalam
metabolismenya untuk selanjutnya
masuk ke rantai respirasi dan
menghasilkan CO
2
dan H
2
O. Karbon
dalam karbondioksida merupakan tahap
oksidasi tertinggi sehingga proses
tersebut dinamakan oksidasi
sempurna. Penumpukan/akumulasi
asam sitrat dapat terjadi jika siklus ini
pecah/putus (Rohr Max dkk., 1984).

Komposisi media fermentasi sangat
mempengaruhi produksi asam sitrat.
Media fermentasi asam sitrat harus
mengandung makronutrien seperti
sumber karbon, sumber nitrogen, fosfat,
kalium, magnesium dan mikronutrien
seperti Fe, Zn dan Mn. Gula
monosakarida dan disakarida sebagai
sumber karbon dapat dimetabolisme
dengan cepat oleh Aspergillus niger.
Polisakarida tidak dianjurkan untuk
digunakan karena hidrolisis
ekstraselular akan membatasi kecepatan
proses pembentukan produk.
Penggunaan garam ammonium sebagai
sumber nitrogen merupakan pilihan
yang tepat karena selama proses
ammonium akan dikonsumsi oleh
Aspergillus niger dan melepaskan ion
hidrogen sehingga akan menurunkan pH
media fermentasi. Konsentrasi
mikronutrien seperti besi dan mangan
tidak boleh terlalu tinggi karena akan
menurunkan produksi asam sitrat. Efek
yang ditimbulkan oleh logam-logam ini
saling berkaitan sedemikian rupa,
sehingga konsentrasi yang tepat dari
suatu logam tergantung pada
konsentrasi logam-logam lain dalam
media. Keseimbangan antara
konsentrasi mangan (Mn), seng (Zn)
dan fosfat (P) merupakan faktor yang
penting pada fermentasi asam sitrat
bawah permukaan (Shuler dan Kargi,
1992).














Gambar 1 Siklus Tricarbocylic acid (Bailey dan
Ollis, 1986)

METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan secara batch,
dengan menggunakan dua jenis media
fermentasi yaitu media sintetis H.J
Peppler dan Shu & Johnson. Komposisi
kedua media tersebut disajikan pada
Tabel 1. Fermentasi dilakukan dalam
erlemeyer 2000 ml dengan volume
media fermentasi 1000 ml. Media
fermentasi disterilisasi pada suhu 120
o
C
selama 20 menit. Jumlah inokulum
Aspergillus niger yang ditambahkan
sebanyak 10%. Kondisi optimum
pertumbuhan Aspergillus niger dan
pembentukan asam sitrat adalah pada
pH 2-3, suhu 28 29
o
C, laju
pengadukan 120 rpm, laju aerasi 30
ml/detik dengan waktu fermentasi 9
hari.

Vol. VII, No. 1, Mei 2011
Jurnal Sains dan Teknologi 25
Pengambilan sampel dilakukan dengan
selang waktu 12 jam. Analisis terhadap
sampel meliputi pH, konsentrasi
biomassa, glukosa dan asam sitrat.
Analisis biomassa dengan cara
gravimetrik yaitu berat sel kering.
Glukosa dianalisis dengan metoda
Somogyi-Nelson dengan menggunakan
Spectronic 20. Analisis asam sitrat
dengan titrasi asam-basa (acidimetri)
menggunakan indikator fenolftalein.

Tabel 1 Komposisi media sintetis H.J Peppler
dan Shu & Johnson (Rohr Max dkk.)


Dari data konsentrasi biomassa, substrat
glukosa dan produk asam sitrat dapat
diperoleh bentuk pola pertumbuhan
biomassa dan pembentukan produk,
parameter kinetika proses fermentasi
yaitu koefisien pertumbuhan spesifik
biomassa (), yield biomassa terhadap
substrat (Y
X/S
) dan Yield produk
terhadap substrat (Y
P/S
).

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
bentuk pola pertumbuhan dan
pembentukan produk adalah tipe
pertumbuhan berasosiasi dengan
pembentukan produk yang merupakan
ciri dari produk metabolit primer. Laju
pembentukan produk berbanding secara
proposional dengan laju pertumbuhan.
Grafik perubahan konsentrasi biomassa
Aspergillus niger, substrat glukosa, dan
produk asam sitrat disajikan pada
Gambar 2 dan 3. Parameter kinetika
proses fermentasi untuk kedua jenis
media disajikan pada Tabel 2.

Pertumbuhan biomassa secara batch
akan melalui tahapan-tahapan sebagai
berikut yaitu fasa lag (awal),
eksponensial, perlambatan
pertumbuhan, stasioner dan fasa
kematian. Fasa lag (awal) merupakan
masa penyesuaian mikroba. Pada fasa
ini tidak terjadi peningkatan jumlah sel.
Setelah fasa lag selesai terjadi
reproduksi selular, konsentrasi selular
atau biomassa akan meningkat, mula-
mula secara perlahan kemudian
meningkat dengan cepat. Dengan
demikian laju pertumbuhan dan laju
pertumbuhan spesifik juga akan
meningkat. Pada saat laju pertumbuhan
mencapai titik maksimal, maka
tercapailah fasa eksponensial. Pada fasa
ini laju pertumbuhan tetap dan
komposisi kimiawi media fermentasi
akan berubah karena terjadi penggunaan
substrat dan sintesa produk. Pada saat
substrat atau nutrisi pembatas dalam
media fermentasi hampir habis dan
terjadi penumpukan produk yang dapat
menghambat pertumbuhan, maka akan
terjadi penurunan laju pertumbuhan.
Pada fasa stasioner, konsentrasi
biomassa maksimal dan pertumbuhan
terhenti. Fasa kematian ditandai dengan
berkurangnya jumlah sel yang hidup
(viable cell) karena kematian
(mortalitas) yang diikuti oleh otolisis
enzim selular (Shuler dan Kargi, 1992).
Dari hasil penelitian terlihat bahwa laju
pertumbuhan spesifik Aspergillus niger
pada media sintetis Shu & Johnson
(0,251/hari) dibandingan media sintetik
Peppler (0,219/hari). Yield biomassa
terhadap substrat (Y
X/S
) media Shu &
Johnson (0,157 g/g) juga lebih besar
Bahan Media
Sintetis
H.J
Peppler
(g)
Media
Sintetis
Shu &
J ohnson (g)
Glukosa 142 104
Urea - 2,25
(NH
4
)
2
CO
3
2,0 -
KH
2
PO
4
0,14 2,5
MgSO
4
.7H
2
O 1,0 0,5
FeCl
3
0,5.10
-6
0,01
ZnSO
4
- 0,0025
HCl pH 2 pH 3,8
Aquadest 1 liter 1 liter
Rintis Manfaati Pengaruh Komposisi Media Fermentasi

Jurnal Sains dan Teknologi 26
dibandingkan media Peppler (0,122
g/g). Pada media Shu & Johnson
terdapat unsur fosfat, besi (Fe) dan seng
(Zn) dalam jumlah yang lebih banyak
dibandingkan media sintetis Peppler.
Efek dari makronutrien dan trace
element saling mempengaruhi
pertumbuhan biomassa dan
pembentukan produk asam sitrat. Fosfat
adalah makroelemen yang sangat
dibutuhkan dalam proses pertumbuhan
sel untuk mensintesa senyawa
nukleotida dan senyawa fosfor lain. Fe
dan Zn berperan sebagai ko-faktor
dalam pertumbuhan biomassa. Fe
berada dalam ferredoxin dan
cytochrome dan mengatur pembentukan
beberapa produk fermentasi. Zn
merupakan ko-faktor beberapa enzim
(Shuler dan Kargi, 1992).

Yield produk terhadap substrat (Y
P/S
)
untuk media sintesis Shu & Johnson
yaitu 0,02 g/g lebih kecil dibandingkan
media Peppler yaitu 0,04 g/g. Kondisi
yang mendukung pembentukan asam
sitrat adalah konsentrasi gula yang
tinggi antara 14 22% (w/v),
konsentrasi fosfat yang rendah, pH 1,7 -
2, laju aerasi yang tinggi dan ketiadaan
trace element. Agar jumlah asam sitrat
yang diekskresikan lebih banyak maka
pertumbuhan biomassa harus dicegah
dengan cara membatasi konsentrasi
fosfat dan trace element seperti Fe, Mn
dan Zn. Akumulasi asam sitrat akan
tercapai jika konsentrasi fosfat, Fe dan
Zn lebih rendah dari konsentrasi yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan
optimum biomassa. Pada kondisi
konsentrasi trace element sangat
terbatas maka konsentrasi fosfat tidak
perlu dibatasi. Namun jika konsentrasi
trace element tidak dapat dikendalikan
maka konsentrasi fosfat harus rendah
agar terjadi akumulasi asam sitrat.
Beberapa sumber karbon seperti molase
tebu ataupun beet, sukrosa ataupun
hidrolisat starch harus dilakukan pre-
treatment (perlakuan awal) dengan cara
mengendapkan ion-ion logamnya.

Konsentrasi ion ammonium selama
proses fermentasi asam sitrat berada
dalam rentang yang cukup luas yaitu
0,31,5 g NH
4
+
/lt. Penambahan ion
ammonium secara bertahap selama
proses fermentasi akan meningkatkan
produksi asam sitrat, terutama pada saat
laju produksi asam sitrat menurun. Pada
metabolisme asam sitrat, Fe berperan
untuk mengaktifkan enzim acotinase,
yang mengakibatkan reaksi reversibel
antara asam sitrat, akotinat dan isositrat
(Moo Young, 1984).

J ika enzim isocitric dehydrogenase dan
isocitric liase aktif maka kesetimbangan
reaksi akan bergeser ke isositrat dan
siklus asam trikarboksilat akan terus
berlangsung untuk menghasilkan
oxaloacetate sebagai senyawa antara
sebagai pembangun struktur sel
mikroba. Dengan membatasi
konsentrasi Fe maka kesetimbangan
akan terganggu, siklus asam
trikarboksilat akan terputus sehingga
terjadi akumulasi asam sitrat (Rohr Max
dkk., 1984).








Gambar 2 Kinetika pertumbuhan biomassa,
penggunaan substrat dan pembentukan produk
pada media H.J Peppler.



Vol. VII, No. 1, Mei 2011
Jurnal Sains dan Teknologi 27


















Gambar 3 Kinetika pertumbuhan biomassa,
penggunaan substrat dan pembentukan produk
pada media Shu & Johnson


Tabel 2 Parameter kinetika untuk media sintetis
H.J Peppler dan Shu & Johnson


KESIMPULAN DAN SARAN
Produksi asam sitrat oleh Aspergillus
niger sangat dipengaruhi oleh
komposisi media fermentasi. Pada
penelitian ini produksi asam sitrat yang
tinggi akan tercapai pada konsentrasi
gula antara 14 22 % (w/v). Sumber
nitrogen dalam bentuk ammonium
ataupun urea tidak mempengaruhi
produksi asam sitrat. Akumulasi asam
sitrat akan tercapai jika konsentrasi
fosfat, Fe , Zn, dan Mn lebih rendah
dari konsentrasi yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan optimum biomassa. Pada
kondisi konsentrasi trace element
(Rohr Max dkk., 1984).
Fe, Zn dan Mn sangat terbatas maka
konsentrasi fosfat tidak perlu dibatasi.
Namun jika konsentrasi trace element
Fe, Zn dan Mn tidak bisa dikendalikan
maka konsentrasi fosfat harus rendah
agar terjadi akumulasi asam sitrat.


DAFTAR PUSTAKA
1. Bailey James E, David F. Ollis,
Biochemical Engineering
Fundamentals, Second Edition,
Mc.Graw Hill Chemical Engineering
Series, Singapura, 1986.
2. Cate Prescott Samuel, Cecil Gordon
Dunn, Industrial Microbiology,
Mc.Graw Hill Book Company, New
York, 1959.
3, Moo Young Murray, Comprehensive
Biotechnology, Vol.3, Pergamon Press,
New York, 1984.
4. Rohr Max, Christian P. Kubicek, J iri
Kominek, Citric Acid, Institut fur
Biochemishe Technologie und
Mikrobiologie, Technische Wien
Australia, 1984.
5. Shuler Michael L, Fikret Kargi,
Bioprocess Engineering Basic Concept,
Prentice-Hall International, Inc., New
Jersey, 1992.




Parameter kinetika Media
sintetis
H.J
Peppler
Media
sintetis
Shu &
J ohnson
Laju pertumbuhan
spesifik (, hari
-1
)
0,219 0,251
Yield X/S (g/g) 0,122 0,157
Yield P/S (g/g) 0,004 0,002