Anda di halaman 1dari 163

Pembahasan emergency 2010

1. C (?)
2. B

3.E
Option ABC Perdarahan Pervaginam
Emboli air ketuban: masuknya cairan amnion
ke sirkulasi ibu kolaps pd ibu wkt persalinan
gejala kolaps, sianosis, sesak napas berat,
menyebabkan perdarahan
4. A
Diagnosis Molahidatidosa
Anamnesa : terlambat haid, perdarahan
pervaginam kadang disertai gelembung mola,
mual muntah hebat
Pemeriksaan Fisik : Uterus lebih besar dari usia
kehamilan, bila mola komplit : tidak terdengar
DJJ, Adanya gelembung
Lab : hCG (+)
USG : snow flake pattern,
honey comb appearance

5. E

6. C

7. B
8.

10. B
9. C
11. D
Diagnosis Plasenta Previa
Perdarahan pervaginam
tanpa nyeri tanpa alasan
Bagian terbawah janin blm
masuk PAP, kelainan letak
Perdarahan dari OUE
USG : plasenta berimplantasi
pada corpus depan/belakang
meluas menutupi/mencapai
OUI
12. E
Fx resiko plasenta previa:
Multiparitas
Kehamilan kembar
Usia >35 tahun
Riwayat SC
Merokok
14 C
13 C
15 . A/B ~~~
Dari soal

Frek. Jantung 55x/menit: 1
Pernafasan tdk adekuat: 0/1 ~~
Tonus otot sedikit fleksi: 1
Refleks rangsangan tidak ada
respon : 0

Warna kebiruan : 0
16 . E
17 B
18. B
Ballard score 24 = usia kehamilan 32-34
minggu preterm

Bayi preterm
Sesak napas segera setelah lahir
Penyakit
membran hialin
21. E
Syok Hemoragic Perdarahan terus
menerus/ massive (Perdarahan aktif)

22.D
Perdarahan aktif
23.B
Balu tekan untuk menghentikan perdarahan
24 D
Tension pneumotoraks klinis mirip
tamponade jantung.
Bunyi napas tidak terdengat disisi torkas yang
terkena, Perkusi hipersonor
25 C
Tindakan dekompresi membuat hubungan
rongga pleura dengan udara luar dgn cara:
torakosintesis( tusuk di sela iga 2 midclavicula
) lalu pasang WSD (Water Sealed Drainage)
untuk penghisapan jika di paru tekanannya
positif dgn pemberian tekanan negatif)

tekanan negatif pada paru paru bisa
mengembang
26.C
ABC:
Tindakan awal: pembebasan jalan napas
27B
Flail Chest: Fraktur iga multiple segmental
saat ekspirasi dan inspirasi terganggu ( butuh
ventilator)
28D
29D
31C
32C
33E
34 e
35 e
36 e
37d
Sering pada usia tua (trauma ringan)


Slide blok neuro dr.werda
38 e
Soal PBL

39 a
40e
Paraparese kedua kaki sulit digerkkan
Paraparese lesi di lumal/thorakal (pnggung
jatuh membentur batu)
Lesi umn inkontinensia
41e
Batasan2
T4 Papilla mammae
T6 Xyphoid
T10 umbilical (baal regio umbilicalisk bwh)
T12 Ingiunial
42b
MRI vertebrae thoracal
43. B
44. E
45. D
46. B
47. A
48. B
51 E

52 E
53e
54d

55d
56c
57c
58b
Soal pbl
59c
Soal pbl
Ada riwayat minum obat
60e
Soal pbl
61 d
Epidermolisis NET dan SSSS (Stapylococcal
scaled skin sindrom )
NET Perburukan dari SSJ : lesi generalisata
62c
63c
64c
65e

69 d
Delirium
1. Kesadaran berkabut (kebingungan)
2. Disorientasi
personal(tidak mengenali orang), time(tidak
tau waktu), spasial (lingkungan)
2. Memori terganggu
70e
Neuroleptika non sedatif ( HALOPERIDOL)
71d
Episode manik diberikan lithium carbonat
9200-800 mg)
72d
81. C
82. E

83 e
84c
85 C
Giginya baik-baik aja
antibiotik
Gigi goyang derajat 1-3
Splinting (Fiksasi)
Gigi goyang derajat 4
Ekstraksi
Gigi fraktur ; pulpa tidak terbuka
Konservatif, perawatan estetika; kl fraktur mahkota gigi -> pembuatan mahkota
Gigi fraktur ; pulpa terbuka
Endodontik : perawatan saluran akar, gigi tambal
86 B
87 D
88 C
Gigi baik2 saja Kasih antibiotik utk
mencegah terjadi infeksi
Kalo ada infeksi Ekstraksi
89 B

94 C
TD 80/40, nadi 110x/menit tanda syok
95. B
Perdarahan post partum primer : 24 jam pertama
setelah kala III
96. D
97. C
98. E

99. C
100. E
101. A
102. A
103. D
Diagnosis: Test urin kehamilan (hormon hcG dlm
urin penentuan prognosis), USG (pertumbuhan
janin & keadaan plasenta)
104. C
105. B
106 d
Perdarahan akut pada rongga epidural
20% menyebabkan kematian
Etiologi: laserasi A. Meningea media
Bisa dengan / tanpa fraktur pada
parietal/temporal
Terjadi akumulasi darah yg cepat pada r. Epidural
TIK meningkat, herniasi uncal dan kompresi
batang otak
Khas: lucid interval

108. C
109 B
110D
111b
Coup lesi
muncul sesuai
lokasi trauma
(perdarahan lokal)

Countercoupmu
ncul di seberang
lesi
112 c
Triad
1. Kelainan kulit (bula vesikel erosi krusta)
2. Kelainan selaput lendir orifisium
3. Kelainan selaput mata
113 C
Penyebab terbanyak kasus syok Tension
Pneumothorax
114c

115d
KI :
1. Tumor di hidung atau esophagus
2. Cidera cerebrospinal
3. Trauma cervical
4. Fraktur facialis
116b

120b

121

122 d
Tidak nafsu makan, tidak semangat, dan
menganggu aktivitas murung depresi berat
Psikotik waham, halusinasi
123 a

128.
129. C/E
132. E
133. C

134 a

135a

136e
Epidermolisis NET, SSSS
137a
a) Bula: Penonjolan kulit berisi cairan dengan
ukuran > 1cm
b) Vesikel : Penonjolan kulit berisi cairan dengan
ukuran <1 cm
142
GAGAL NAFAS AKUT (acute respiratory failure)
kegagalan pertukaran gas dlm paru
S/ - PaO2 < 60 mmHg (hipoksemia)
- PaCO2 > 50 mmHg
(hiperkarbia/hiperkapnia)
salah satu / keduanya.

143 B

144d
Erupsi generalisata dan simetris
Dpt di induksi semua obat
Pruritus (gatal)
146. E
147. A

148. E
149. D
150. B
151. B

152. A
153. E ; perbaiki dulu KU nya
158. E
159. E
160. B
165. C
166. C
167 a
Syoh hemoragik : kehilangan darah
Tulang femur 1 L
Abdomen 2 L
Thorak 1 L
Tulang panjang 1 L
168 e
Gagal napas akut
Infiltrat kedua lapang paru
170 C
171 A
172 B
173 D
174 C

175 D
176 A
177B
178 C
180 B

181 C
KELAS 3
Kehilangan darah 30- 40 % 1500-2000 ml

182 b

185 b

186 d

187 c

188 b
Trias Back
1. Takikardi
2. Peningkatan tekanan vena jugular
3. Bunyi jantung menjauh
190. B
191. B
192. C
193. B
198 a

199e

200a

201. A
202.
203. D
204 C

205 C
Gigi I2 atas kanan fraktur kurang dari 1/3 mahkota, tanpa terbuka pulpa
Giginya baik-baik aja
antibiotik
Gigi goyang derajat 1-3
Splinting (Fiksasi)
Gigi goyang derajat 4
Ekstraksi
Gigi fraktur ; pulpa tidak terbuka
Konservatif, perawatan estetika; kl fraktur mahkota gigi -> pembuatan mahkota
Gigi fraktur ; pulpa terbuka
Endodontik : perawatan saluran akar, gigi tambal
206 B
Avulsi terlepasnya gigi
207 A
Gigi 2 desidua atas kiri : goyang 2 derajat &
terletak di atas garis fraktur.
Karena masih gigi desidua diekstraksi aja krn
nanti bakal tumbuh gigi permanennya
208 B
209 C
210e
henti jantung :
1. penyakit kardiovaskular :
2. Kekurangan O2 akut : - sumbatan jalan nafas
- henti nafas
3. Kelebihan dosis obat :
- digitalis - antidepresan trisiklik
- adrenalin - propoksifen
- isoprenalin - quinidin
4. Gangguan asam-basa/elektrolit :
- asidosis - hiperkalsemia
- hiper/hipokalemia - hipomagnesia
5. Kecelakaan : syok listrik/petir, tenggelam
6. Refleks vagal : - peregangan sfingter ani
- penarikan bola mata
7. Anestesia dan pembedahan
8. Terapi & tindakan diagnostik medis
9. Syok : anafilaksis, neurogenik, hipovolemik, toksik

212. D
213. A
214. B
215. A
216. E
217. D
218. A
219a
220a

221e
Biopsi lesi pemecahan bula dan dibuat
apusan pem.immunofloresence
222A

223B
IgG berinteraksi dengan senyawa intraseluler
di sel epidermal
224

225d
SSSS
Def : infeksi kulit Stafilokokus aureus tipe ttt dg kelainan kulit
epidermolisis
E/: Stafilokokus aureus grup 11 faga 52,55 & 71
Eksotoksin (epidermolin,eksfoliatin) epidermolisis
Tersering : anak2 fs ginjal blm sempurna eksotoksin eks mll
ginjal
Sumber : mata, hidung, tenggorok & telinga
Komplikasi : selulitis, pneumonia & septikemi
Diagnosis banding :
Mirip NET histopatologis : hasil SSSS letak celah stratum
granulosusm

226d
Pengobatan :
Sistemik : Kloksasilin 3x50 mg/hari/oral,
dewasa 3x250 mg/hari
Topikal : Sofratul atau krim antibiotika
Pemberian cairan & elektrolit
Prognosis : terutama bayi < 1 tahun (1-
10%)
227A
Coup lesi muncul sesuai lokasi trauma
(perdarahan lokal)

Countercoupmuncul di seberang lesi

228. D
229. A
230. C
231. C
Pencegahan PPH
Anemia
Kala III hindari manipulasi uterus sebelum plasenta lahir
Manajemen aktif kala III
Oksitosin 10 unit
Ergometrin 0,2 mg

232. B
233.
234.
235. A
236.
237. D
238.
239.
240.
241 B
Giginya desidua + sudah ada gangren

242 E
243 C
244 E
245 D
246 B
250c
Percobaan bunuh diri
- Klinik : Depresi berat, Skizofrenia.
- Pencetus : Kehilangan objek cinta, penyakit
kronis/terminal, problem psiko
sosial/keluarga.

251b

252b
Somatoform: keluhan sakit di badan
migrain
Depresi ringan : aktivitas dikerjakan tp
konsentrasi menurun
Depresi sedang: malas mengerjakan aktivitas
Depresi berat: ngga mau keluar rumah
mengurung diri
253. D
254. C
255. D~~
256d
257b
ABC
258c

259E

260b

261b

262

266c

267b

268b
Mirip NET histopatologis : hasil SSSS
letak celah stratum granulosusm
Sembuhsempurna tanpa sikatrik
269c
PENGOBATAN
Harus cepat & tepat
1. Kortikosteroid --- life saving
Deksametason : 20 30 mg / hr, IV
TH/ sp lesi baru (-)
Penurunan dosis cepat, 5 mg / hr, stlh dosis mencapai 5 mg/hr
--- prednison 20 mg/ hr secara oral
Setelah dosis diturunkan secara bertahap (mencegah rebound
phenomenon: klinis kembali meburuk)--- stop

270c

271a
Stadium 1 :
- Mild suprasternal retraction in inspiration
- Inspiration stridor
Stadium 2 :
- Deep suprasternal + epigastrium retraction
- Restlessness
- Inpiration stridor
Stadium 3 :
- Suprasternal + epigastium + supraclavicula
+ intercostal retraction
- Restlessness and dyspnea
- Inspiratory + expiratory stridor
Stadium 4 :
- Deep retraction, fatique
- Cyanosis asfixia, apnea



272b
Conservatif Jackson Std 1
- O2
- Steroid < laryng oedem
- AB < infection
- Antiinflamation drug

273c

274c
275a
Pleksus Kisselbach:
Tekan/pencet hidung
Kaustik AgNO
3
25-30%, asam trichlor asetat
Epistaksis anterior:
Tampon anterior (kapas/kasa + vaselin,
betadin/salep antibiotika)
Epistaksis posterior:
Tampon posterior (Bellocq) / Kateter Foley
Ligasi arteri

276
277d

278c
Komplikasi
Aspirasi ke saluran nafas bawah
Syok
Anemia
Gagal ginjal
Infark miokard- kematian
Pemasangan tampon rinosinusitis, otitis media,
septikemia dan toxic shock syndrome..(2-3 hari ganti)
Hemotimpanum dan bloody tears

279b
283a
Tidak ada kelainan hematome (SDH, EDH,
ICH)
Cerebral diffuse ,Tampak kelainan pada axon
284d
Secondary barin damage edema,
metabolisme tidak seimbang, radikal bebas dll
286a