Anda di halaman 1dari 9

DILEMA

(Awal Sebuah Pilihan : Sahabat dan Cinta)


Cerpen _Aiira
Aku masih terpaku menatap lekat-lekat sosoknya.Seorang gadis
yang sebaya denganku, yang telah ukup lama men!adi teman
akrabku.Aku pun hampir tidak mengingat, bagaimana kami bisa
saling mengenal dan berlan!ut men!adi seorang sahabat."a,
sahabat. Sesuatu yang spesial bagi tidak sedikit orang.Sosok yang
selalu ada saat kau !atuh hingga kau telah berada di atas angin.
#eisya.Merupakan panggilan akrab untuknya.Dikatakan de$asa, dia
sungguh kekanak-kanakan.Disebut penyabar, tidak selalu seperti itu
keadaannya. %amun entah karena hal apa aku sanggup berlama-
lama di dekatnya. &aktu satu !am bukan lagi $aktu yang ukup
memuaskan bagi kami untuk saling bererita dan berkeluh kesah.
Mulai dari segala hal yang sedih, aneh, luu, keren menurut 'ersi
kami, dan banyak lagi hal-hal tak penting yang kami bahas.
(Sahabat Selamanya)
Sekiranya itu adalah ikrar setia kami untuk terus bersama hingga
tangan *uhanlah yang memisahkan. +ika kalian pernah membaa
sebuah no'el ,ire-y Lane karya #ristin .annah, kalian pasti akan
menemukan dua tokoh yang telah membuktikan kesetiaan !an!i
mereka. +an!i untuk bersahabat selamanya.*erlalu berlebihan
memang, !ika kami harus dise!a!arkan dengan kedua tokoh istime$a
itu, *ully dan #ate. %amun, dalam segala situasi yang penuh dengan
keambuk akan kelabilan ego kami masing-masing, kami menoba
untuk bisa memenuhi !an!i kami sabagai sahabat selamanya.
.ingga semua itu berubah keadaannya.*er!adi begitu sa!a.Dan
berhasil menghanurkan semuanya dalam seke!ap.*epat di
pertengahan /ktober lalu, semua itu kepahitan bera$al dan sebuah
hubungan yang erat pun berakhir.0enghianatan.Sebuah kata kuni
yang terasa pantas untuk disandang.
1111111
2Sya,33.4. tiba-tiba#eisya datang padaku dengan berderai air
mata. Seperti biasa, ia meletakkan kepalanya di pundakku.
2Ada apa, #ei5 Cerita a!a, nggak usah kaya begini lah4.
2#ak,3.4. uapnya menggantung. *ampak keraguan darinya untuk
biara.
2Iya, Dik3 Ada apa54
2Dia !ahat, #ak3 -hikshikshiks L-2, uapnya terisak.
2Maksudmu54
2,arhan mutusin aku, #ak4.
2Apa56agaimana bisa5A$as a!a kalau aku ketemu ama dia. .uh74
seruku geram penuh umpat pada ,arhan.2Memang apa yang sudah
ter!adi5#alian bertengkar54
#eisya hanya terdiam.Isaknya terdengar makin dalam.Makin perih
menusuk relung batinnya.26aiklah, kalau kamu nggak bisa erita
nggak apa-apa.*api ingat ya, aku selalu ada buat kamu4, uapku
berusaha menghiburnya.
23. +3.4. ia hanya tersenyum dan menatapku mendalam.
2*erimakasih 8asya. *erimakasih4, uapnya diiringi dengan !atuhnya
bulir-bulir bening pada pipinya.
2"ang penting kau bahagia, Dik. 6ukankah kita akan men!adi
sahabat selamanya54.
29ntuk sahabat se!ati selamanya4, sahut #eisya sambil mengaitkan
kelingkingnya pada kelingkingku.*ampak sebuah senyum
tersungging di $a!ahnya.Ia tampak manis, meski aku tahu ia tengah
membohongi dirinya sendiri dengan senyumnya yang penuh
kegamangan saat ini.
111111
.ari-hari muram buat #eisya telah berlalu.Dapat terlihat lagi
auranya yang periang dan senyumnya yang menggoda. Dengan
entilnya ia menghidupkan suasana di kelas kami. Mungkin, itu
salah satu alasan mengapa aku rela men!adi sahabatnya.
2&ah, lagi seneng ni ye34, godaku padanya.
2Maksud kak 8asya apa sih5Dateng-dateng langsung nyeplos
begitu5 0lis deh,34, timpalnya padaku.
2Sepertinya ada sesuatu nih. Makanya si putri ini lagi doyan nyegar-
nyegir nggak !elas4.
2Emang menurut kakak begitu ya54 u!arnya tanpa menatap aku,
sambil nyegar-nyegir tak !elas.
2Inggih, Sayang3. Emang ada apa toh5 Cerita dong4.
28asya tahu 6ramasta kan54
2Emang kenapa54
2/rangnya perhatian ya, #ak. 6aaaiiikkk banget4
Aku sangat terke!ut akan apa yang baru sa!a dikatakan #eisya.
Entah aku merasa ada sesuatu menggan!al di hatiku.Ada serpihan
rasa tak rela yang menghu!am dada.Seketika lidahku kelu. *anpa
ingin membuatnya kee$a akan responku yang tidak ukup baik, ku
lemparkan senyum padanya. 6erharap ia tak menyadari akan
adanya kegamangan dalam hatiku.
11111
Mulai saat itu, #eisya tak lepas dari topi yang membahas tentang
6ramasta.Anak laki-laki di sekolah kami yang bisa dikatakan tenar.
6erpera$akan tinggi, putih, bermata sedang, dan !ika tersenyum
maka akan timbul sebuah ekungan di sudut pipinya. Dan semen!ak
hari itu pula, $aktu malamku terasa pan!ang dan
melelahkan.6ramasta adalah ka$anku saat kelas : SD dahulu.
#edua orangtua kami pun sudah ukup mengenal.*ak !arang Ibu
mengundang mereka ;6ramasta dan keluarga- dalam setiap aara
penting keluarga kami, begitu !uga sebaliknya.#ami tergolong
dekat, $alau kini pada nyatanya hubungan kami semakin
merenggang. 6ahkan !ika aku meneritakan hal ini pada teman-
teman di sekolah ku kini, sungguh mereka akan benar-benar tidak
peraya. Mustahil untuk dapat diperaya oleh mereka.*ak apalah,
sempat mengenal bahkan me!adi ka$annya pun !adi hal istime$a
buatku.Dan semua yang telah ter!adi antara aku dan 6ramasta
seakan sudah ukup memberikan alasan untuk menumbuhkan rasa
kagum dari ku untuknya.
Dengan terus mela!unya sang $aktu, rasa kagum itu kian men!alar,
merambat dan bersarang ke dalam ruang-ruang kosong di
benakku.Semakin lama, semua rasa itu kian mendalam. Dan
kini, . . . .tepat dihadapanku. Seorang gadis yang telah kuanggap
bak saudara, meneritakan sosok 6ramasta dengan binar-binar
kekaguman yang tampak di matanya.
2Apa kamu mengagumi, 6ramasta54 tanyaku tiba-tiba pada
#eisya.Semua terasa terlontar begitu sa!a dari mulutku.
#eisya diam., tersenyum dan melempar pandangannya pada
goresan putih yang menggantung di langit biru yang gagah.
2Menurutmu 8asya5 Apakah seperti itu adanya54 uapnya
kemudian. *ergores sebuah senyum dari bibirnya.
11111
Entah untuk yang ke-berapa kalinya aku membolak-balikkan
tubuhku di atas ran!ang.%yanyian !angkrik terdengar makin lantang,
seiring dengan terhentinya suara riuh manusia yang rutin terdengar
di pagi hari. Dari balik !endela, ahaya bulan telah memberi $arna
perak pada pepohonan di luar sana. Lambaian tirai-tirai di kamarku
seakan mengabarkan bah$a sang angin darat telah men!aga
nelayan-nelayan yang tengah memulai harinya demi sepinuk nasi.
#u lempar pandangan pada !am dinding yang menggantung di
seberang ran!angku. 0ukul <=.<<..ingga saat ini kedua mataku
enggan terpe!am, $alau perihnya mata ku rasa sudah.#ata-kata
#eisya pagi tadi masih terngiang !elas dalam anganku.2Ah, aku tak
boleh seperti ini. 0un tak ada guna aku mementingkan hatiku
sendiri.*oh, 6ramasta tak memiliki perasaan apapun padaku.
6ukankah inta tak harus memiliki54 batinku lirih.Cinta.Inikah
rasanya5Sesuatu yang selalu terdengar indah, magis, dan luar
biasa, telah men!angkit diriku.Sesuatu yang selalu dibuat istime$a
oleh para pengarang maupun penyair. *api,3 mengapa semua
seperti ini5 *erasa sakit, berat, dan memilukan.Makin merauni
alam pikiranku yang kalut.Sungguh buruk kenyataan inta yang
sesungguhnya.%amun semua kembali pada satu pertanyaan
singkat, 20antaskah aku merasakan inta saat ini54
11111
2Sya,38asya74 panggil %adine tergopoh-gopoh.
2Ada apa5Santai a!a lagi, nggak usah lebay sampai mengos-mengos
begitu4.9apku sekenanya.
2hosh.. hosh.. Itu3hosh hosh3 emmm, i..ttu lho34 uapnya tak
!elas sembari mengatur napasnya yang tersengal-sengal.
2.adeh, ngomong apa to, Mbak yu3 atur napas dulu dah, tenang4.
Dalam $aktu sepersekian detik, %adine kembali bernapas normal.
2#ei,3.#ei,.. #ei, 8asya..4
2#ei5 Ada apa5 #enapa #eisya54 responku panik seketika.
2Dia lagi berantem di kantin. Anak-anak malah pada nyorakin
mereka, ngomporin gitu-3.4
2/ke, makasih4.8esponku singkat dan segera berlari ke arah
kantin.&alau aku tahu bah$a %adine belum selesai biara tadi. Aku
harap ia tidak marah dan bisa mengerti.
>erombolan anak laki-laki dan perempuan riuh, membentuk ?ormasi
lingkaran tak beraturan. Mereka meneriakkan nama #ei dan
*eressa. Segera ku berlari menu!u kerumunan dan beradu badan
dengan yang lainnya agar aku dapat menempati posisi terdepan.
6egitu sampai di barisan depan, dapat ku lihat #ei dan *ere yang
saling men!ambak. &a!ah mereka berdua merah padam, sama-sama
terbakar emosi menggebu.*ak membuang $aktu aku menu!u ke
tengah-tengah berharap dapat melerainya.
2.ei, hentikan7.entikan semua ini74 teriakku ukup keras.Sialnya
suaraku kalah terdengar daripada teriakan masal yang tengah
mendukung !agoan mereka yang tengah bertanding.
(6ruak777)
Aku !atuh tersungkur saat aku berusaha menengahi mereka berdua.
*angan *ere mendorong tubuhku keras seara tidak senga!a ;
mungkin memang tak senga!a, aku tak tahu-. #eisya menatapku
yang merintih lekat-lekat.Ia melepaskan diri dari rengkuhan tangan
*ere, dan bergegas menghampiriku. Masih dengan $a!ah yang
merah padam, *ere mentap aku dan #eisya bergantian.*atapan yang
seakan bermakna, aku-akan-memberikan-pela!aran-yang-lebih-dari-
ini-anak-bau-kenur. Ia berlalu dengan senyum puas karena merasa
telah menang atas #eisya.
2#amu nggak apa-apa, 8asya54
2"ang seharusnya *anya itu aku, 6odoh. #amu nggak apa-apa54
2Sial, semua gara-gara e$ek !elek dan ba$el itu.A$as a!a dia.
6erani banget dia maem-maem sama kamu, Sya4, umpatnya kesal
bukan main.
#ei berdiri dan ber!alan menghampiri *ere yang melangkah belum
!auh dari *#0 sebelumya. 2*ere7 2 teriak #ei. *ere berbalik, 2Apa lagi
anak ba$ang54
(0lak7)
0ukulan keras melayang dari tangan #ei ke pipi *ere. Saat tangan
*ere hampir meyentuh permukaan pipi #ei, sebuah tangan
menghentikannya.
26ramasta4, uap *ere dan #ei hampir bersamaan.
29dahlah, kalian !angan kayak anak keil sepeti ini.Apa kalian
nggak mikir kalau perbuatan kalian menoreng nama baik kalian
sendiri54 u!ar 6ramasta sok bi!ak.
*anpa berkata sepatah katapun, *ere berlalu.*erbesit kilatan
amarah yang kian berkobar di matanya.6ramasta menatap $a!ah
#eisya teliti.20anampilanmu aak adul banget.Sumpah. #amu !uga
luka, di obtain ke 9#S gih,33.4
6ulir-bulir bening mengalir mulus di pipiku.Aku tak kuasa lagi untuk
menahan genangannya. .atiku benar-benar terasa tergunang
melihat apa yang ter!adi pada 8asta dan #ei. Mereka kini tengah
berdiri di hadapanku, ber!arak sangat dekat. *ampak rasa emas
dari air muka 8asta. Aku berlari.Men!auh dari pemandangan yang
memekakkan luka di hatiku.Aku berlari megikuti kemana pun
langkah kaki terarah.
11111
2#ak 8asya, tunggu..4, #ei memanggilku yang sedari kemarin
berusaha menghindrinya. 2Sya, kamu marah sama aku5Apa karena
aku berantem $aktu itu ya5 Aku minta maa?4.
#u tatap mata bulatnya mendalam. Mata yang membuat setiap
orang akan menaruh simpati padanya. 2Iya aku maa@n kok.Lain kali
!angan kamu ulangi, inget orangtuamu nggak pernah nga!arin kamu
untuk berantem kaya ayam bodoh.Apalagi ini Cuma hal sepele4.
2Maa?, Sya. Aku3.4 Air mata menggenang di kedua pelupuk
matanya, selang beberapa detik bulir-bulir bening itu tumpah ruah.
2Maa?kan aku, Sya,,,4
#u raih tubuhnya dan ku dekap ia. Aku beruaha untuk
menentramkan hatinya.2Iya, kei aku maa@n kamu. Dan aku !uga
minta maa? ya, #ei3.4
#ei menarik dirinya dari tubuhku.Ia menatapku, 2Maa?5 9ntuk apa54
29ntuk,3.segalanya, #ei. Segalanya4, !a$abku mnggantung.Aku
terus terhanyut dalam tatapan matanya. 2#ei maa?kan aku yang
belum seutuhnya rela melepaskan perasaanku pada 8asta
untukmu4, batnku dalam hati.
2/ke, daripada larut dalam kesedihan yang super nggak !elas
gimana kalau nanti kita hang out. Makan bakso atau mi ayam54
ta$ar #ei padaku, sambil menyeka !alur yang membekas atas air
matanya.
2Aku kenyang. Mungkin lain kali. Aku minta maa?4.
2Sayang sekali. *api, tak apalah4
A4Emm, kalau boleh tahu ada masalah apa, antara kamu sama
*ere54
2/, !adi gini eritanya-..4.
11111
Matahari kian meninggi.0anasnya sungguh menyegat, serasa
membakar hangat ubun-ubun kepala.#u kayuh sepeda menu!u
perpustakaan umum.Dalam kondisi kalut seperti ini, ku luangkan
sedikit $aktu untuk sekedar mambaa buku, berharap semua
masalah dapat terlupakan $alau hanya seke!ap.
6egitu sampai di dalam. 8ibuan buku yang tertata rapi dalam rak-
rak yang saling ber!a!ar. #u perintahkan langkah kakiku menu!u
kumpulan buku yang berlabel 2Sastra dan #arya ,iksi4.
28asya74 tiba-tiba sebuah suara yang tak asing bagiku terdengar
keras memanggil.
2.ei, #ei7 *umben ke sini.Sama354 belum genap aku menyelesaikan
kalimat tanyaku, sosok 8asta menyusul di belakang #ei.2Sepertinya
aku sudah tahu !a$aban atas pertanyaanku sendiri4. u!arku
kemudian.
2#u akui kau memang erdas, 8asya4.
2.ei, 8asya7 9dah lama banget nggak ketemu.%gilang kemana a!a
kamu548asta tiba-tiba datang dan menyapa ku.
26ukankah yang selama ini sering ngilang itu kamu ya5Seara anak
tenar gitu54
26isa a!a kamu, Sya.#amu belum berubah ya.Masih pinter ngeles
kaya dulu4.
2/h ya54 !a$abku singkat.2Aku emang nggak berubah, 8asta.6egitu
!uga perasaanku ke kamu. Mungkin selamanya akan tetap sama4,
benakku kemudian. +u!ur sa!a, seketika !antungku berdebar
kenang, aliran darahku mengalir begitu epat.*ubuhku
gemetar.*angan dan kakiku terasa kesemutan.
2Ehem..ehem3 ada yang dikaangin di sini nih4, #ei berkomentar
atas suasana yang ter!di.
2&ah, ada yang marah ni ye4, godaku.
2/ke.#ei, bisa kamu erita gimana kamu bisa kenal dan bersahabat
sama e$e ba$el, ere$et, dan engeng kayak dia54
2/h, gitu5 A$as kamu ya4.
2#amu nganem eritanya nih54 goda 8asta padaku.
Mulai detik itu, ku rasakan kembali kedekatanku dengan 8asta. Dan
dapat ditebak, aku semakin sukar menghapusnya dari hatiku.
Seakan ada harapan untukku. +u!ur sa!a, aku merasa dia sangat
perhatian kepadaku. Aku nyaman berada di dekatnya. Aku sering
menghindari kontak mata dengannya, aku tak kuasa menatapnya
lama. *ak !arang 8asta tersenyum geli dengan tingkahku yang serba
salah. %amun, kami tidak hanya berdua sa!a dalam mele$ati hari.
Ada #eisya. Sahabatku yang !uga saingan hatiku akan 8asta.11111
(Drrrrtt,,,ddrrrrtt,,)
.andphone ku bergetar.Ada sebuah pesan dari 8asta. +u!ur, aku
telah menantikannya se!ak semalam. 2. . . .appy 6irthday, ,riend.
Moga tambah suskses a!a dan selalu berada dalam naunagn rahmat-
%ya.Amiin. / ya, Sya hari ini aku mau ngundang kamu untuk makan
bareng keluarga aku.*oh, udah lama !uga kita nggak makan
bareng.+angan lupa kenakan gaun ungu itu. Aku harap kau
menyukainya. . . .4, sms pan!ang lebar dari 8asta membuatku
gembira dan bingung. >embira tas undangannya dan bingung
perkara gaun ungu yang ia sebutkan dalam pesannya. >aun apa
yang ia maksudkan5
2#ei, kamu nerima titipan nggak5 #iriman pos gitu, ada nggak54
tanyaku pada #eisya yang kini tinggal seatap denganku. #ini lagi-
lagi kami kuliah di tempat yang sama. Dan u!ung-u!ungnya, kami
memutuskan untuk tinggal di rumah kos satu atap.
2.ah, ng..ng kiriman3 tt .. ttittipan5 %g..ng.. ng3 aku nggak tahu
tuh. Emang kenapa54 !a$abnya dengan air muka yang aneh
seketika.
2%ggak, aku butuh banget barang itu.Ada hal penting
untukku.*erimakasih4.
2"ap, aku pasti akan memberimu kabar seputar kiriman yang
datang, 8asya. Itu pasti.4
2Aku peraya padamu, #ei4.
2%gng, 8asya,34
2Iya, #ei54
2Selamat ulang tahun+4
2*erimakasih, Sobat. #au yang terbaik4.
11111
.atiku masih terbalut gelisah dan bersalah. >aun pemberian 8asta
tak ber!e!ak, hilang. Aku pun tak menghadiri undangan makan
malam dari keluarga 8asta. Aku tak tahu harus berkata apa pada
mereka perkara gaun yang hilang itu. Aku malu. 8asta maa?kan aku.
(6ruak77)
Sebuah kotak bersampul hitam !atuh dari lokerku. 0enasaran, ku
buka bungkusan kotak itu.Dan ku lihat isinya, sebuah kaset
rekaman dan sebuah buku harian yang persis dengan milik #eisya.
Apa maksudnya ini. *ak betah didekap penasaran, ku setel rekaman
itu. Dan ternyata33
111111
2Apa maksudmu melakukan ini semua, #eisya5 Apa salahku
padamu54 makiku pad #eisya setibanya aku di rumah. A$alnya aku
tak peraya akan apa yang ku lihat dalam rekaman itu, tapi
pernyataan #eisya pada buku hariannya ukup men!adi bukti.
. . . *uhan, sungguh aku tak rela ini semua ter!adi.*ernyata selama
ini #ak 8asta lebih menaruh kagum pada 8asya.6ukan padaku7 *adi
pagi, aku menemukan sebuah bingkisan bersampul ungu di depan
pintu. Diba$a penasaran, kemudin ku buka isinya. *ernyata itu
adalah kado ulang tahun dari 8asta untuk 8asya .Sungguh hati ini
terbakar. .atiku berkeamuk. .aruskah aku utamakan sahabatku
atau perasaanku5 *ak berselang lama, ada seorang gadis keil
melintas di hadapanku. #u panggil ia, dan ku berikan gaun ungu itu
padanya. Aku berkata padanya, bah$a ia harus memakai gaun ini
!ika tiba $aktunya nanti. Ia tersenyum bahagia dan berlalu. #embali
aku menitihkan air mata. 8asya, maa?kan aku.Sungguh aku tak
kuasa menerima semua ini.. 8abu, =< /ktober. . . .
28asya, aku3 ak akk,..akkuuuu3.4
2Sudah ukup, #ei.Aku lelah denganmu. 6enar apa yang *ere
katakan padaku. #au memang tak punya hati. #amu lebih
mementingkan urusan dan kebutuhanmu sendiri.4.
2*ere5 Apa yang telah ia katakan54
2*ak penting. "ang terpenting adalah, aku telah menyadari bah$a
kau adalah seorang penghianat besar. Aku kee$a padamu4.
2Aku bukan penghianat. Aku sahabatmu, Sya).
2Sahabat5 *idak lagi untuk sekarang dan seterusnya4. 9sai biara
aku lekas berlalu.
28asya,34
Langkahku terhenti. .atiku berontak untuk menabut semua yang
telah ku uapkan. %amun, emosiku tak dapat teredam lagi. 2/h ya,
#ei. Mulai siang ini aku tidak lagi seatap denganmu. Semoga kau
segera tenang atas kepergianku. Dan,3 terimakasih4, uapku tanpa
berbalik.
111111
(drrrrtttt3. Dddrrrtttt3)
.andphoneku bergetar untuk yang ke-sekian kalinya. *erpampang
nama #eisya di layar handphoneku. Sudah hampir dua minggu aku
tak men!a$ab sms atau menerima panggilan darinya..atiku masih
nyeri saat mengingat semuanya. Aku !uga menghindari 8asta. +ika
#eisya memang benar-benar menginginkannya, akan ku relakan dia.
Mungkin 8asta benar-benar bukan untukku.
#u tatap lekat-lekat ?oto yang tengah ke dekap. 6ergamabar B
rema!a, satu laki-laki dan dua $anita. Mereka tersenyum riang
menatap kamera.Di ba$ahnya tertera tulisan SA.A6A* SE+A*I
SELAMA%"A.
Air mata menguur deras.Menusuk luka hati yang seakan terlan!ur
bernanah.Luka hati yang tak pernah aku inginkan.Luka hati yang
telah mengorbankan sesuatu berharaga dalam duniaku,
persahabatanku..