Anda di halaman 1dari 2

Nama : Aditiya Luqman Hakim

NIM : 359552
PERSPEKTIF DESKRIPTIF DAN NORMATIF DALAM AKUNTANSI
BAB II
PERSPEKTIF DESKRIPTIF DALAM ETIKA AKUNTANSI

Pada BAB ke-2 ini akan menjelaskan secara empiris supaya dapat menggambarkan dan
memahami bagaimana seorang individu dalam hal ini seorang akuntan berperilaku. untuk
memudahkan dalam memahami pembahasan di BAB ini, penulis membagi isu-isu yang
berkaitan dengan etika menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Etika perilaku dari seorang akuntan dan profesi profesional lainnya;
b. Karakteristik dari masing-masing individu dalam menghadapi dilema;
c. Kontekstual karakteristik yang mana pengalaman adalah termasuk dilema;
d. Karakteristik dari dilema itu sendiri.
Dalam pembahasan etika perilaku seorang akuntan dan profesi profesional lainnya buku
ini mengambil sampel pada kasus enron, bagaimana sebuah kantor akuntan publik (KAP)
yang masuk kedalam the big five sebuah KAP yang dianggap terbaik dan terbesar, mau
untuk melakukan kecurangan terhadap klien dan koleganya (low et al. 2008). Bagaimanapun
kasus-kasus yang melibatkan profesi akuntansi jumlahnya tidaklah sedikit. Ada banyak
akuntan yang berperilaku tidak etis. Orang-orang ini seringkali di istilahkan sebagai bad
apples. Sehingga bila berbicara masalah etika, maka pertanyaan yang sering muncul adalah
kenapa orang melakukan hal yang buruk? Kenapa mau menipu klien dan koleganya sendiri?
Apakah memang beberapa akuntan pada dasarnya memiliki sifat yang buruk? Ataukah
keadaan memiliki peranan terhadap perilaku mereka?
Sehingga tidak mengherankan bila hal ini menjadi perhatian lebih para peneliti maupun
akademis. Berikut adalah beberapa penelitian mengenai etika yang bekaitan dengan profesi
akuntansi
Eynon et al. 1997 dalam penelitiannya mendefinisikan akuntan sebagai kelompok
memiliki penalaran moral yang lebih rendah dari kelompok yang lain. Amstrong (1987) dan
Poneman (1992) menyatakan dalam penelitiannya menunjukan bahwa akuntan dalam hal
kematangan moral, tertinggal dari kelompok profesi lainnya. Borkowsky dan Ugras (1992)
mengisyaratkan bahwa ketidakdewasaan ini atas pergeseran etis terkait dengan dengan
perspektif yang berbasis keadilan menjadi perspektif utilitarian.

Nama : Aditiya Luqman Hakim
NIM : 359552




BAB III
PERSPEKTIF NORMATIF DALAM ETIKA AKUNTANSI