Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI:

INVESTASI ANTARPERUSAHAAN
1. SEKURITAS INVESTASI
Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi. Beberapa investasi merupakan
penyimpanan sementarakelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan. Tujuan
dari investasi ini adalah untuk menggunakan kas yang menganggur secara produktif.
Sekuritas investasi dapat berupa:
Sekuritas Utang: sekuritas yang mewakili hubungan sebagai kreditor terhadap pihak lain.
Sekuritas Ekuitas: sekuritas yang mewakili kepemilikan pada entitas lain.

Akuntansi Untuk Sekuritas Investasi
Akuntansi untuk sekuritas investasi diatur oleh SFAS 115



Sekuritas Utang




Sekuritas Ekuitas



Pengungkapan SFAS 115 par 19-22

19. Untuk Securitas yang diklasifikasikan sebagai available-for sale dan securitas yang
diklasifikasikan sebagai held to maturity , semua pelaporan perusahaan harus
mengungkapkan nilai wajar agregat , keuntungan kotor yang belum direalisasi , kerugian
kotor yang belum direalisasi, dan konsep biaya amortisasi berdasarkan jenis securitas
utama sebagai masing-masing tanggal dimana laporan posisi keuangan disajikan
Pengungkapan (SFAS 115 par 19-22)
20. Untuk investasi pada sekuritas hutang yang diklasifikasikan sebagai available-for-sale
dan securitas yang diklasifikasikan sebagai held-to-maturity , semua pelaporan perusahaan
harus mengungkapkan informasi mengenai jatuh tempo kontrak dari securitas tersebut
sejak tanggal laporan terbaru dari posisi keuangan yang disajikan .
21 . Untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan , perusahaan harus mengungkapkan :
a . Penerimaan dari penjualan securitas available-for-sale dan realisasi keuntungan kotor
dan realisasi kerugian kotor penjualan tersebut
b . Dasar dimana biaya ditentukan dalam erhitungan realisasi laba atau rugi ( yaitu,
identifikasi khusus , biaya rata-rata , atau metode lain yang digunakan )
c . Keuntungan kotor dan kerugian kotor dimasukkan dalam pendapatan dari transfer
securitas dari kelompok available-for-sale ke kelompok trading.
d . Perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau rugi yang tersedia untuk
dijual yang telah dimasukkan dalam komponen terpisah dari ekuitas selama periode
e . Perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau kerugian perdagangan
securitas yang telah dimasukkan ke dalam penghasilan selama periode tersebut .
22 . Untuk setiap penjualan atau transfer dari securitas yang diklasifikasikan dalam kelompok
held-to-maturity , jumlah biaya perolehan diamortisasi dari penjualan atau peralihan
securitas, maupun yang belum direalisasi keuntungan atau kerugian , dan keadaan yang
menyebabkan keputusan untuk menjual atau peralihan securitas harus diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan .

Analisis Sekuritas Investasi
1. Memisahkan Kinerja dan Aset Operasi dari Kinerja dan Aset Investasi
(Mengapa??)
kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja operasi yang sesungguhnya.
Maka,seorang analis akan mengeluarkan semua keuntungan (kerugian) yang terkait
dengan aktivitas investasi termasuk dividen, pendapatan bunga, dan keuntungan dan
kerugian yang telah dan belum direalisasi saat mengevaluasi kinerja operasi. Seorang
analis juga perlu memisahkan aset operasi dan non operasi saat menentukan tingkat
pengembalian aset operasi.
2. Menganalisis distorsi akuntansi dari sekuritas. Berikut adalah daftar distorsi potensial yang
disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas investasi yang harus diwaspadai seorang analis:
Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan (gains trading): Standar memberikan
kesempatan mengakui penjualan keuntungan bagi sekuritas tersedia untuk dijual dan
sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Kewajiban yang diakui sebesar biaya.
Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten.
Klasifikasi berdasarkan niat: Klasifikasi (dan akuntansi) atas sekuritas investasi
bergantung pada niat manajemen, yang mengacu pada tujuan manajemen dalam
kaitannya dengan disposisi sekuritas.

2. AKUNTANSI EKUITAS
Akuntansi ekuitas (equity method accounting) diperlukan untuk investasi antarperusahaan
dimana perusahaan investor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan yang
diinvestasi, tetapi tidak mengendalikannya. Akuntansi metode ekuitas pada umumnya
digunakan untuk investasi "saham dengan hak suara" (voting stock) sebesar 20% sampai 50%
dari sekuritas ekuitas perusahaan.

Mekanisme Akuntansi
Terdapat beberapa hal penting terkait dengan metode akuntansi ekuitas:
Akun investasi mencerminkan proporsi kepemilikan ekuitas pemegang saham atas
perusahaan investasi.
Laba investasi (proporsi kepemilikan atas laba perusahaan investasi) harus dipisahkan dari
laba operasi utama dalam analisis laba perusahaan investor.
Berbeda dengan pelaporan available for sale securities dan trading securities yang lebih
dulu dibahas dalam bab ini, investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dilaporkan pada
harga perolehan yang disesuaikan, bukan pada nilai pasar.
Investor harus menghentikan penggunaan metode akuntansi ekuitas bila investasi menurun
sampai nol dan tidak mencatat tambahan kerugian kecuali investor menjamin kewajiban
perusahaan investasi, atau sebaliknya berkomitmen untuk menyediakan dukungan
keuangan lebih lanjut bagi perusahaan investasi.
Jika jumlah investasi awal melebihi proporsi kepemilikan atas nilai buku perusahaan
investasi, kelebihan tersebut dialokasikan pada aset berwujud dan aset tidak berwujud
yang disusutkan/diamortisasi selama masa manfaatnya.

Implikasi Analisis
1. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi
Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dollar yang dihasilkan oleh anak
perusahaan setara dengan setiap dollar yang dihasilkan untuk investor, meskipun tidak
diterima tunai.
2. Investasi Modal yang Tidak Diakui
Akun investasi sering disebut konsolidasi satu baris, karena akun investasi tersebut
mencerminkan persentase kepemilikan investor atas ekuitas pemegang saham perusahaan
investasi.
3. Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaa yang tidak DIbagikan
Jika laba anak perusahaan yang tidak dibagikan termasuk dalam laba akuntansi sebelum
pajak induk perusahaan (melalui konsolidsi atau metode akuntansi ekuitas), diperlukan
cadangan pajak (tax provison)
3. PENGGABUNGAN USAHA
Keputusan penggabungan usaha meliputi revaluasi seluruh aset dan kewajiban yang
diakuisisi menjadi nilai pasar. Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan alasan
beragam diantaranya alasan ekonomis dan tidak nyata. alasan ekonomis penggabungan usaha
adalah (21) memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, teknologi, jaringan
pemasaran, atau pangsa pasar yang tidak ternilai; (2) menjamin sumber keuangan atau akses
terhadap sumber keuangan; (3) memperkuat manajemen; (4) meningkatkan efesiensi operasi;
(5) mendorong diversifikasi; (6) mempercepat masuk ke pasar; (7) mencapai skala ekonomi,
(8) memperoleh manfaat pajak.

Akuntansi Penggabungan Usaha
FASB mengeluarkan dua standar penting (SFAS 141 "Business Combination" dan SFAS 142
"Goodwill and Other Intangible Assets" terkait dengan akuntansi dan pelaporan
penggabungan usaha. standar ini mengharuskan penggunaan metode pembelian dalam
akuntansi akuisisi dan tidak diamortisasi goodwill. dalam akuntansi metode pembelian,
perusahaan harus mengakui nilai pasar wajar aset berwujud dan aset tidak berwujud yang
diperoleh dalam neracanya yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar dan kewajiban
yang diasumsikan. Selanjutnya aset berwujud disusutkan dan aset tidak berwujud yang dapat
diidentifikasikan diamortisasi selama estimasi masa manfaatnnya. SFAS 142 menyatakan
bahwa godwill tidak lagi diamortisasi. pendekatan nonamortisasi ini akan diaplikasikan pada
goodwill yang telah diakui sebelumnya maupun goodwill yang baru diperoleh. Goodwill
akan diuji setiap tahun untuk pernurunan nilai jika nilai buku goodwill melebihi nilai
wajarnya, rugi penurunan nilai akan diakui sebesar selisih tersebut.

Laporan keuangan konslidasi melaporkan hasil operasi dan kondisi keungan perusahaan
induk dan anak perusahaannya dalam satu perangkat laporan.

Mekanisme Konsolidasi meliputi dua langkah agregasi dan eleminasi. Pertama, laporan
keuangan yang telah dikonsolidasi menggabungkan aset, kewajiban, pendapatan, dan beban
anak perusahaan dengan pos yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan induk.
Langkah kedua adalah mengeliminasi transaksi antar perusahaan (atau pos resiprokal) untuk
menghindari penghitungan ganda (double counting) atau laba yang diakui prematur.

Penurunan Nilai Goodwill yang dicatat dalam proses konsolidasi memiliki umur yang tak
terbatas dan karenanya tidak diamortisasi. Namun, godwill ditelaah setiap tahun untuk
penurunan nilai (impairment).

Akuntansi Penyatuan Untuk Penggabungan Usaha
Perbedaan antara metode penyatuan dan akuntansi pembelian terletak pada jumlah yang
dicatat sebagai investasi awal dalam perusahaan yang diakuisisi.
untuk analisis berikut adalah ringkasan akibat yang mungkin timbul dari akuntansi penyatuan
yang membedakannya dari akuntansi pembelian:
Aset diperoleh dan dibawa pada nilai buku, bukan pada nilai pasar yang tersedia.
Penyajian aset yang lebih rendah (understatment) menghasilkan ekuitas gabungan yang
lebih rendah.
Penyajian aset yang lebih rendah kemungkinan menghasilkan keuntungan penghentian
aset yang lebih tinggi.
Penyajian ekuitas yang lebih rendah atau penyajian laba yang lebih tinggi menghasilkan
rasio return on investment ROI yang lebih tinggi.
Laporan laba rugi dan neraca gabungan disajikan kembali untuk seluruh periode yang
dilaporkan.
4. SEKURITAS DERIVATIF
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memiliki berbagai macam resiko. salah satunya
adalah resiko pasar. Untuk mengurangi resiko tsb, perusahaan melakukan lindung nilai.
Istrumen keuangan yg merupakan lindung nilai diantaranya futures, opsi dan swap contract.
Instrumen-instrumen tersebut disebut derivatif.
Futures Contract merupakan perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk membeli atau
menjual komoditas tertentu atau aset keuangan pada tanggal tertentu di masa depan (yang
disebut tanggal penyerahan) pada harga tertentu.
Swap contract merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menukar arus kas
masa depan.
Option contract memberikan hak pada suatu pihak bukan kewajiban untuk melakukan
transaksi

Pengungkapan Instrumen Derivatif
1. Pengungkapan Kualitatif
Biasanya menjelaskan jenis aktivitas lindung nilai yang dilakukan perusahaan dan metode
akuntansi yang digunakan.
2. Pengungkapan Kuantitatif
Menyajikan informasi kuantitatif terkait dengan aktivitas lindung.
3. Risiko Tingkat Bunga yang Dihadapi.
Aktivitas lindung nilai terkait dengan tingkat bunga adalah perjanjian swap. Biasanya,
utang dengan tingkat bunga variabel memberikan tingkat bunga tetap. Jadi, perusahaan
dapat menurunkan biaya bunganya melalui swap.
4. Risiko Nilai Tukar Valuta Asing
Risiko nilai tukar valuta asing terkait dengan investasi pada anak perusahaan, dan utang
anak perusahaan yang dinyatakan dalam valuta asing.

Analisis Derivatif
1. Tujuan penggunaan derivati
mengidentifikasikan tujuan perusahaan menggunakan derivatif dinilai sangat penting. Hal
ini disebabkan oleh resiko terkait dengan derivatif spekulasi lebih tinggi dibandingkan
derivatif untuk lindung nilai.
2. Resiko yg dihadapi dan efektifitas strategi lindung nilai
saat seorang analis menyimpulkan bahwa suatu perusahaan menggunakan dervivatif
sebagai lindung nilai, ia harus menganalisis risiko dasar suatu perusahaan, strategi
manajemen risiko perusahaan, aktivitas lindung nilainya, dan efektifitas operasi lindung
nilai.
3. Risiko khusus transaksi versus risiko perusahaan secara keseluruhan
perusahaan melakukan lindung nilai atas risiko khusus terkait dengan transaksi, omitmen,
aset dan atau utang tertentu. Meskipun melindungi risiko tertentu biasanya mengurangi
keseluruhan risiko yang dihadapi perusahaan terhadap variabel ekonomi mendaar,
perusahaan jarang menggunakan derivatif dengan tujuan untuk melakukan lindung nilai
atas keseluruhan risiko perusahan.
4. Cakupan dalam Laba Operasi / Non Operasi
Masalah analisis lainnya adalah apakah euntungan dan kerugian instrumen derivatif yang
sudah (belum) direalisasi akan dimasukan sebagai bagian dari laba operasi atau non
operasi. Jika derivatif merupakan instrumen lindung nilai, keuntungan dan kerugia belum
(sudah) direalisasi seharusnya tidak termasuk dalam laba operasi.

5. PILIHAN NILAI WAJAR
SFAS 157 memberikan kerangka yang terintegrasi bagi akuntansi nilai wajar. SFAS 159
memberikan beberapa pilihan pada perusahaan untuk secara selektif melaporkan aset dan
kewajiban pada nilai wajar. Kedua standar mengharsukan secara mendetail.

Ketentuan Nilai Wajar
1. ASet dan Kewajiban yang sesuai untuk Pilihan Nilai Wajar
SFAS 159 mempebolehkan perusahaan untuk melaporkan rangkaian luas aset (kewajiban)
keuangan pada niilai wajarnya, sebagai berikut: (1) investasi pada anak perusahaan yang
perlu dikonsolidasi, (2) aset (kewajiban) imbalan pascapensiun, (3) aset (kewajiban) sewa
guna usaha (4) kontrak asuransi jenis tertentu, (5) komitmen, dan (6) investasi metode
ekuitas dengan kondisi tertentu.
2. Ketentuan Pelaporan jika perusahaan memilih pilihan nilai wajar untuk aset (kewajiban),
ketentuan berikut ini akan mengikutinya:
Nilai yang tercatat dari aset (kewajiban) dalam neraca akan selalu pada nilai wajarnya
pada saat tanggal neraca.
Semua perubahan nilai wajar aset (kewajiban), termasuk keuntungan dan kerugian yang
belum direalisasikan secara berbeda dengan komponen arus kas (seperti bunga, dividen,
atau keuntungan dan kerugian yang belum diakui) atau bersama-sama.

Implikasi Analisis
1. Keadalan Pengukuran Nilai Wajar
Analisis memiliki tugas untuk mengevaluasi keandalan pengukuran nilai wajar dan
akibatnya terhadap laporn keuangan.
2. Adopsi Oportunitis dari SFAS 159
SFAS 159 memperbolehkan suatu perusahaan melakukann pembatasan signifikan
mengenai aset atau kewjiban khusus apa yang dapat diberlakukann pilihan nilai wajar.
Seorang analis perlu melakukan verifikasi apakah pemilihan nilai wajar merupakan
tindakan oportunitis dengan tujuan mempercantik laporan keuangaan