Anda di halaman 1dari 27

Leukimia Limfositik Akut

Septina Anggun P
Fadilla Ash SNS
Debby Aprilia
Aisyah Rahmania
Alviani Tiku Rante T
Dina Oktavia M
Gadis Pinandita
Maretha Dwi R

Lidya Astria
Dewi Kurniasih
Ghina Tanzila
Helsi Nadia Riani
Afif R Thabrani
Akmal satibi (2010)
Karimah (2011)
Aisyah (2011)
Rizka 2011
Wendy 2011
Fadlun 2011

POKOK BAHASAN
1. Pengertian
2. Jenis-jenis Leukimia
3. Insidensi
4. Patogenesis
5. Manifestasi Klinis
6. Manifestasi Oral
7. Tes Diagnosis
8. Penatalaksanaan (Umum dan Dental)
9. Kesimpulan

DEFINISI LEUKIMIA
Leukemia adalah suatu kejadian dimana produksi
sel darah putih yang berlebihan karena adanya
gangguan pembentukan sel darah putih yang
terjadi di sumsum tulang. Sel-sel tersebut tidak
berkembang secara normal dan sebagian besar
merupakan sel yang masih muda atau belum
matang yang tidak jelas fungsinya.
JENIS-JENIS LEUKIMIA
Leukimia akut
ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat
cepat, mematikan dan memburuk apabila tidak diobati
dengan segera,maka penderitanya dapat meninggal
dalam hitungan hari atau minggu.


Leukimia Kronis

Merupakan kanker darah yang memiliki perjalanan penyakit
yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup
yang lebih tinggi. Leukimia kronis dibagi menjadi Chronic
lymphocytic leukemia (CLL) dan Chronic myeloid
leukemia (CML).


LEUKIMIA AKUT
Acute lymphocytic leukemia(ALL)
jenis leukimia dengan karateristik adanya proliferasi
dan akumulasi sel-sel patologis dari sistem
limfopoetik yang mengakibatkan organomegali
(pembesaran alat-alat dalam dan kegagalan organ)
Acute myeloid leukemia(AML)
leukimia yang mengenai sel stem
hematopoetik yang akan berdiferensiasi ke
semua sel myeloid.

INSIDENSI
Lebih sering ditemukan pada anak-anak
82% dari pada umur dewasa 18%. ALL
paling sering terjadi diantara umur 3-7
tahun. Sebagian anak-anak akan hidup
2-3 bulan setelah terdiagnosis ALL tanpa
dilakukan pengobatan.
ETIOLOGI
Etiologinya sampai saat ini masih belum jelas, diduga
kemungkinan besar karena virus (virus onkogenik).
Faktor lain yang turut berperan ialah:
1.Faktor genetik: virus tertentu menyebabkan terjadinya
perubahan struktur gen (T cell leukimia-lymphoma
virus/HTLV).
2. Radiasi ionisasi: lingkungan kerja, prenatal,
pengobatan kanker sebelumnya.
3. Terpapar zat-zat kimiawi seperti benzen, arsen,
kloramfenikol, fenilbutazon, dan agen anti neoplastik.
4. Obat-obat imunosupresif, obat karsinogenik seperti
diethylstilbestrol.

PATOGENESIS
MANIFESTASI KLINIS

Anemia atau pucat
Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri
muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak
napas.
Demam berkepanjangan dan mudah
terkena infeksi
Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak
bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas
melindungi tidak berfungsi.
Pembengkakan Kelenjar
Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel
darah putih yang abnormal.



Nyeri tulang
Nyeri tulang pada anak leukemia biasanya semakin memburuk
dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-
sel darah putih yang abnormal.
Mudah berdarah dan memar
Rendahnya tingkat trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan
keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak
leukemia gampang berdarah untuk periode yang sering.
Gejala lainnya
misalnya mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas,
kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit
kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan
pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah
kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae.

MANIFESTASI ORAL LEUKIMIA

Hiperplasia Gingival(Gingival
Enlargement)

Sumsum tulang
produksi sel darah
putih secara
abnormal
sel darah putih
dengan jumlah
abnormal keluar
dari sum-sum tulang
ditemukan di dalam
darah perifer
infiltrasi sel-sel
leukemia ke dalam
sel pada gingiva
GINGIVAL
ENLARGEMENT
Pendarahan Oral
Trombositopenia dan anemia yang disebabkan oleh
infiltrasi sumsum tulang dari penyakit leukemia ini dapat
pula menyebabkan gejala seperti mukosa yang pucat,
petechiae, ecchymosis, serta perdarahan gingiva

Ulkus oral
Ulkus memiliki ukuran yang besar, bentuk irregular, dan
berbau busuk, serta dikelilingi oleh mukosa pucat
dengan tepi berwarna putih. Diketahui merupakan efek
dari obat kemoterapi terhadap sel-sel di mukosa oral.


Infeksi Oral (candidiasis)



MANIFESTASI ORAL TIDAK SPESIFIK

1. Kemoterapi, radioterapi atau efek psikologi
xerostomia OH buruk

2. Sakit tenggorokan laringofaringitis, bibir kering dan
pecah-pecah, hairy tongue, sialorhoe, halitosis,
benigna migratory glossitis, median romboid
glossitis, pemfigus, nyeri gusi, dekstruksi tulang
alveolar dan penyembuhan luka yang lama setelah
ekstraksi gigi.
HAIRY TONGUE PADA PASIEN ALL
MEDIAN RHOMBOID GLOSSITIS
TES DIAGNOSIS
Full Blood Counts (FBC)
Tes ini meliputi pengambilan darah dan mengirimnya ke
laboratorium. Sel darah merah, darah putih dan trombosit
kemudian dihitung dalam pemeriksaan dibawah mikroskop
sambil mencari sel-sel abnormal dalam darah.
Pemeriksaan Sumsum Tulang
Tes ini dilakukan untuk memastikan hasil diagnosa ALL dari
tes darah. Pemeriksaan ini dapat membuat dokter untuk
memutuskan pengobatan terbaik untuk anak. Prosedur ini
sendiri yakni diambilnya sedikit sampel sumsum tulang dari
tulang pinggul untuk kemudian dites di laboratorium.
Diagnosa akan dipastikan bila terdapat sel leukimia dalam
sumsum tulang. Tes tambahan harus dilakukan untuk
memastikan tipe leukimia yang terdeteksi dan untuk
memperkirakan hasil akhir dari pengobatan.

Pemeriksaan Cerebro Spinal Fluid (CSF)
Sampel kecil dari CSF yang terdapat di sekitar otak
dan tulang belakang diambil dengan menggunakan
prosedur Lumbar Puncture. Sampel ini kemudian
dites di laboratorium untuk mencari sel-sel leukimia
di dalam sistem pusat saraf. Pengobatan tambahan
akan diperlukan bilamana terdeteksi adanya sel-sel
leukimia di dalam CSF.

TAHAPAN PENGOBATAN

Induksi Remisi
Dalam tahap ini sitostatika diberikan dengan tujuan
memusnahkan semua atau sebanyak mungkin sel leukemia agar
tidak terjadi remisi, terjadi penurunan jumlah sel-sel leukemia sampai
tidak terdeteksi secara klinis maupun laboratorium (limfoblas
sumsum tulang < 5%) yang ditandai dengan hilangnya gejala klinis
dari penyakit serta gambaran darah tepi menjadi normal.
Konsolidasi atau Intensifikasi
Tujuan dari tahap ini adalah menurunkan keberadaan dan
menghilangkan sel pokok (stem cell) leukemia.

Rumatan atau lanjutan
Tidak seperti keganasan yang lain pada LLA diperlukan
waktu yang panjang untuk mempertahankan kesembuhan.
Hal ini ditujukan untuk membunuh sel blas dan memelihara
sel sumsum tulang yang normal disamping untuk
mempertahankan respon imun penderita. Pada umumnya
pengobatan ini berlangsung selama 2 sampai 3 tahun. Obat-
obatan yang dipakai biasanya antimetabolit seperti
merkaptopurin yang diberikan setiap hari disertai metotreksat
dosis mingguan. Pemberian prednison dan vinkristin secara
pulse juga sering diberikan karena membantu menurunkan
angka relaps.

TERAPI DAN PENGOBATAN


Radioterapi
- Dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyebaran sel
leukemia ke otak.
- Mulai ditinggalkan > gangguan intelektual, timbulnya second
malignancy dan menganggu tumbuh kembang anak.
Kemoterapi
- penting dalam mencapai optimalisasi terapi (untuk mencapai
kesembuhan dan masa bebas penyakit
- saat ini didapatkan banyak kemajuan pengalaman penggunaan
kemoterapi untuk pengobatan leukemia.

Penanganan suportif
Penanganan ini tidak kalah pentingnya dari pengobatan spesifik,
sebaiknya dilakukan sebelum dan selama pemakaian sitostatika.
Pada kunjungan awal penderita biasanya datang dengan anemia
dan panas badan, usaha pertama yang harus dilakukan adalah
menaikkan kadar hemoglobin dengan pemberian transfusi
darah. Panas badan umumnya dianggap disebabkan oleh
infeksi. Sambil mencari penyebab panas, antibiotika dengan
spektrum luas dengan dosis tinggi dapat diberi.
Penghentian pengobatan
Berdasarkan pengalaman dan penelitian terdahulu dikatakan
bahwa setelah pengobatan rumatan selama 2 tahun, kemoterapi
dapat dihentikan bila selama itu penderita tidak pernah kambuh
penyakitnya.


MANAJEMEN DENTAL PADA PENDERITA LEUKEMIA


DHE (Dental Health Education)
Yaitu memberitahukan kepada pasien untuk selalu
menjaga kesehatan gigi dan mulutnya agar tidak menjadi
fokal infeksi yang berhubungan dengan penyakit yang
diderita.
Pemberian obat kumur
Penggunaan obat kumur dengan kandungan chlorhexidine 0,2%,
dapat mengendalikan infeksi pada pembengkakan gingiva.
Terapi antibiotik spesifik
Terapi ini diperlukan untuk ulserasi yang terjadi pada mukosa.
KESIMPULAN
Leukemia adalah salah satu penyakit keganasan dimana etiologi
dari keganasan hemopoetik ini tidak diketahui secara
keseluruhan.
Leukemia dibagi menjadi akut dan kronik. Pada leukemia akut,
sel darah sangat tidak normal, tidak dapat berfungsi seperti sel
normal, dan jumlahnya meningkat secara cepat.Kondisi pasien
dengan leukemia jenis ini memburuk dengan cepat.
Untuk pengobatan leukemia akut, bertujuan untuk
menghancurkan sel-sel kanker sampai habis. Pelaksanaannya
secara bertahap dan terdiri dari beberapa siklus.Tahapannya
adalah induksi (awal), konsolidasi dan pemeliharaan .Tahap
induksi bertujuan memusnahkan sel kanker secara progresif.
Tahap konsolidasi untuk memberantas sisa sel kanker agar
tercapai sembuh sempurna. Tahap pemeliharaan berguna untuk
menjaga agar tidak kambuh. Terapi yang biasa dilakukan antara
lain pemberian kemoterapi, radioterapi dan juga transplantasi
sumsum tulang.

Terima Kasih