Anda di halaman 1dari 23

Social

Insurance
Pengertian
Jaminan Sosial adalah asuransi wajib
(compulsory Insurance) yang bertujuan
memberikan jaminan sosial untuk masyarakat
yang dijalankan dengan paksaan (force saving)
dengan cara memotong gaji tiap-tiap bulan
(iuran pensiun) yang menyangkut
kesejahteraan sosial dari masyarakat dan
memberikan perlindungan sosial terhadap
pemenuhan hak atas kebutuhan dasar (
sandang, pangan, papan ).
Jaminan sosial dapat dirumuskan secara
umum sebagai segala macam jaminan
serupa dengan asuransi, yang melindungi
orang terhadap resiko sosial.
Pada umumnya, jaminan sosial yang
didukung ialah resiko sosial dan
merupakan tanggung jawab kepada
masyarakat. Sedangkan pada asuransi
yang dijamin adalah resiko pribadi.
Ciri-ciri Jaminan Sosial :
1. Resiko yang dijamin menyangkut umum dan merupakan
tanggung jawab masyarakat.
2. Menguntungkan rakayat seluruhnya.
3. Menanggung sebagian besar dari penduduk.
4. Orang-orang yang yang langsung berkepentingan tidak
memikul seluruh pembiayaan dan hanya sebgian kecil
saja yang mereka pikul.
5. Tunjangan yang didapatkan lazimnya hanya memenuhi
kebutuhan primer yang minimum (subsistence level).
6. Iurannya diwajibkan.
7. Jaminan yang diselengggarakan atas dasar tidak
mencari keuntungan.
8. Tujuan yang akan dicapai ialah kesejahteraan sosial
(sosial welfare) dan bukan keadilan bagi perseorangan.
Inti dari Jaminan Sosial :
1. Untuk mencapai klesejahteraan masyarakat.
2. Yang dijamin adalah resiko sosial
3. Jaminan merupakan beban masyarat seluruhnya.
4. Tidak mempunyai motif mencari keuntungan (profit
motive)
Contoh Social Insurance :
Jaminan hari tua (old age).
Uang tunggu (waiting time).
Pengobatan.
Pensiun (pensions).
Yang sudah dijalankan di Indonesia :

1. Pensiun pegawai negeri.
2. Tabungan Asuransi Pegawai Negeri
(Taspen).
Tabungan asuransi pegawai negeri
(Taspen)dan pensiun pegawai negeri
Tabungan asuransi pegawai negeri
semula berasal dari forced saving yang
bertujuan untuk memberikan tambahan
pada pensiun.
Risiko yang dijamin pada
Jaminan Sosial :
1. Death benefit (jaminan kematian), yang akan
diterima oleh ahli waris, istri atau anaknya.

2. Maturity benefit (setelah waktu tertentu pegawai
menerima sejumlah uang pertanggungan), yang
biasanya disebut dengan tunjangan pensiun.

3. Disability benefit, yaitu jaminan yang diberikan
bilaman mendapat kecelakaan sehingga tidak
mampu menjalankan tugasnya.
Jaminan Hari Tua
Merupakan jaminan bagi kaum pekerja
di hari tua, kehilangan orang yang mencari
nafkah, dan ketidaksanggupan untuk bekerja
untuk menunjang tingkat penghidupan
masyarakat, dimana tingkatan jaminan sosial
juga memengaruhi ekonomi.
Pensiun Rendah
Sejak tanggal 1 Juli 1964, pensiun rendah
dinaikkan dalam hal bila penerimaannya tidak
mempunyai sumber penghasilan lain dan apabila ada
pihak kedua yang bergantung pada pensiun tersebut.
Kenaikannya dilaksanakan secara perseorangan, sesuai
keadaan keadaan penerimanya dan sesuai dengan
lamanya ia bekerja.

Biaya yang digunakan untuk menaikkan
pensiun-pensiun rendah didapatkan dari pajak yang
dibayar oleh pensiun-pensiun menengah dan tinggi
yang diberikan sesudahnya tanggal 1 januari 1957.
Pensiun yang dikenakan pajak yaitu pensiun yang lebih
700 kron tiap bulan dan besarnya pajak ditentukan
secara progresif mulai dari 1-12%.
Perpanjangn Kegiatan Kerja
Keadaan-keadaan yang lebih baik dan
kesehatan yang terjaga dengan baik mengakibatkan
penduduk memiliki rata-rata umur yang lebih panjang
dan sekaligus umur dimana pensiun diberikan adalah
lebih rendah sehingga para kaum pekerja yang ingin
menaikkan pensiun mereka, mereka akan melakukan
perpanjangan masa kerja mereka dan dalam waktu
yang bersamaan menerima pensiun.

Untuk tiap tambahan pensiun hari tua yang
mereka terima, suatu jumlah 4% penghasilan rata-rata.
Dengan cara begini, mereka bisa menambahkan jumlah
pensiun mereka dalam jangka 3-4 tahun bekerja, sampai
90% dari penghasilan sendiri.
Meminta Pensiun
Umur seorang pria untuk meminta pensiun
adalah 60 tahun. Sedangkan untuk seorang wanita
dihitung menurut skala. Wanita yang tidak memiliki
anak menerima pensiun pada umur 56 tahun, yang
memiliki seorang anak pada umur 55 tahun, yang
memiliki 3-4 anak pada umur 54 tahun, sedangkan
yang memiliki 5 atau lebih anak pada umur 53 tahun.
Apabila dihitung dari masa kerjanya, sekarang
ini waktu kerja yang dibutuhkan untuk dapat meminta
pensiundi hari tua adalah 20-25 tahun.
Macam- macam jaminan Sosial
macam jaminan sosial yang relevan bagi
produktivitas tenaga kerja:

1. Sistem pelayanan kesehatan membantu mempertahankan
kesehatan pekerja dan menyembuhkan pekerja yang sakit.
Kesehatan buruk menjadi sebab utama produktivitas
rendah di banyak negara berkembang di mana pekerja
tidak memiliki akses kepada pelayanan kesehatan yang
layak. Ini tidak hanya membatasi kemampuannya dalam
menghadapi kewajiban fisik di pekerjaan, tetapi juga
mengakibatkan rendahnya efisiensi, bahkan di antara
pekerja yang tetap bekerja. Pelayanan bagi keluarga
pekerja juga membantu memastikan kesehatan bagi
angkatan kerja masa depan.

2. Sistem pensiun memudahkan pemberhentian pekerja
yang lebih tua, sehingga membantu mengurangi jumlah
pekerja dengan tingkat produktivitas rendah.

3. Tunjangan sakit tunai membantu kesembuhan pekerja
yang sakit dengan mengurangi beban finansial dan
dorongan untuk terus bekerja walaupun sakit. Ini juga
membantu mempertahankan produktivitas pekerja lain
dengan membatasi tersebarnya penyakit.

4. Asuransi bersalin sangat penting bagi reproduksi
angkatan kerja yang sehat serta untuk
mempertahankan kesehatan ibu yang bekerja.

Contoh Jaminan Sosial
contoh Asuransi Sosial di sektor formal

Yaitu ASKES ( Asuransi Kesehatan ), TASPEN ( Tabungan
Asuransi Pensiunan) untuk Pegawai Negeri Sipil,
sedangkan ASABRI ( Asuransi ABRI ) khusus untuk TNI
dan POLRI, yang dilaksanakan oleh BUMN semntara
JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja )
dilaksanakan oleh Perseroan ( PT ).
contoh Asuransi Sosial di sektor informal

Asuransi Sosial yang sedang dikembangkan saat ini
adalah Asuransi Kesejahteraan Sosial yang
diperuntukan bagi pekerja mandiri dan pekerja di
sektor informal yang pelaksanaanya berbasis
masyarakat.
Asuransi Kesejahteraan Sosial
Asuransi Kesejahteraan sosial ( ASKESOS )
adalah sistem perlindungan untuk memberikan
jaminan pertanggungan dalam bentuk pengganti
pendapatan keluarga bagi warga masyarakat
sebagai pekerja mandiri disektor informal terhadap
resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial
akibat pencari nafkah utama dalam keluarga yang
menderita sakit, mengalami kecelakaan dan atau
meninggal dunia yang belum terjangkau oleh
asuransi lain.

1. Memberikan perlindunagan sosial dalam bentuk
jaminan sosial kepada Pekerja Mandiri dan Pekerja di
Sektor Informal dari kemungkinan resiko menurunnya
tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah
utama dalam keluarga menderita sakit, mengalami
kecelakaan atau meninggal dunia.

2. Memperkuat ketahanan keluarga rentan terhadap
resiko menurunya tingkat kesejahteraan sosial melalui
pemeliharaan pendapatan.

3. Meningkatkan partisipasi sosil masyarakat dalam
menyediakan perlindunag sosial berbasis masyarakat.
Tujuan
1. Sebagai pengganti pendapatan keluarga
apabila peserta mengalami resiko atau musibah
akibat sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.

2. Sebagai tabungan sesuai dengan jumlah premi
atau iuran yang dibayarkan.

3. Mempertahankan pendapatan apabila pencari
nafkah utama mengalami musibah.

4. Mendorong pola hidup hemat dan membiasakan
menabung.
Manfaat
Undang-undang No.6 tahun 1974 tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan
Sosial.

Undang-undang No.40 tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Keputusan Menteri Sosial RI No.51 tahun 2003
tentang Program Jaminan Sosial bagi
Masyarakat Rentan dan tidak mampu melalui
Pola Asuransi Kesejahteraan Sosial dan Bantuan
Kesejahteraan Sosial Permanen.
Landasan Hukum
Kelembagaan ASKESOS
Jaminan Sosial merupakan tanggung jawab pemerintah dan
masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 34 ayat
(2) yang menyatakan Negara mengembangkan Sistem
Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan
masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan
martabat kemanusiaan .
Pemerintah melaksanakan dan mengembangkan sistem
jaminan sosial dalam bentuk perwujudan dari perlindungan
sosial untuk memelihara dan meningkatkan taraf
kesejahteraan masyarakat khususnya pekerja mandiri dan
pekerja di sektor informal.
Masyarakat turut serta dalam pelaksanaan dan
pengembangan sistem jaminan sosial melalui Asuransi
Kesejahteraan Sosial sesuai dengan ketentuan perundangan
yang berlaku.


Penyelenggara ASKESOS
1. Pemerintah meliputi : Departemen Sosial dan
Dinas/ Instalasi Sosial Provinsi, dengan tugas :
* Membuat kebijakan pelaksanaan ASKESOS.
* Memberikan subsidi cadangan dana klaim.
* Memberikan legalitas kelembagaan.
* Melakukan pengendalian.

2. Lembaga Sosial / lembaga ekonomi adalah
lembaga yang diseleksi dan ditetapkan oleh
Instalasi Soaial Provinsi dan Kab/kota.