Anda di halaman 1dari 22

KEPARIWISATAAN ALAM

Sub Pokok Bahasan


A. Ilmu Pariwisata
B. Sejarah
C. Pengertian (Wisata, Wisatawan,
Pariwisata, Kepariwisataan)


Pariwisata sebagai Disiplin Ilmu
Perkembangan keilmuan terkait dgn
disiplin ilmu yg sudah ada
Perkembangan disiplin ilmu berpangkal
dari makin terspesialisasinya profesi yang
ditunjang oleh penajaman keilmuan yang
telah ada

Batas dan ciri keilmuan

1. Ontologi (apa yang akan diketahui)
2. Epistemologi (bgm cara meproses tubuh
pengetahuan/sudut pandang)
3. Aksiologi (nilai-nilai yang terkait
keberadaannya.

RUANG LINGKUP DISIPLIN ILMU
1. Obyek forma merupakan cara pandang
terhadap sesuatu
2. Obyek materi merupakan substansi
material yang kita pandang.
Obyek materi ilmu pariwisata
INTERAKSI
Wisatawan
Obyek
Wisata
Struktur, tipe
Motivasi dan tujuan
perilaku,
Kepuasan
1. Elemen lanskap utk
obyek wisata
2. Jenis obyek dan daya
tarik
3. Daya dukung
4. pengembangan obyek
1. Dampak Ekologi (CC)
2. Dampak Ekonomi
3. Dampak Sosial
budaya
4. Pelayanan
5. Pemasaran
Obyek formal ilmu pariwisata
Ruang lingkup Pariwisata
ATRAKSI : jenis atraksi (visual, estetika), perilaku
obyek dan daya tarik, teknik inventarisasi, daya
dukung, analisis landscape
Wisatawan: struktur, aktivitas/perilaku, motivasi,
kepuasan,
Dampak ekologis ; jenis kegiatan sumber dampak,
komponen lingk terkena dampak, mitigasi dampak,
Dampak Sosek: valuasi ekonomi, jenis
aktivitas/peluang kerja peluang usaha, dampak
ekonomi/multiflier effect masyarakat sekitar/region.
Pengembangan wisata: perencanaan site/design
tapak, jalur/sirkulasi aktivitas, fasilitas,
Posisi Pengembangan
Pariwisata dalam kehutanan
Integrasi rekreasi dengan land use
kehutanan.
Manfaat hutan bukan hanya kayu tetapi
juga jasa salah satunya pariwisata.
Sejarah
1. Awal Perkembangan Pariwisata Internasional
Menurut Casson dalam Eadington dan Smith (1992) pariwisata yang
mirip dengan wisata alternatif sudah dikenal masyarakat Eropa sejak
jaman kekaisaran romawi.
Indikator:
- perjalanan ke luar kota utk mendapatkan udara bersih dan
pemandangan indah
- pergi ke gunung dan pantai
- penduduk kaya membangun vila untuk menginap tiap akhir pekan
Pariwisata mulai berkembang menjadi suatu industri pada abad 19.
Thomas Cook dan George Pullman merupakan orang yang
mempelopori membentuk travel agent pada tahun 1857 1866. Lebih
dari 1 juta orang menggunakan jasanya dalam pelayanan perjalanan
pariwisata seperti: tiket KA; voucher belanja; wartel, dan travel
cheques.

2. Awal Kepariwisataan Nasional
Perkembangan pariwisata di Indonesia terkait dengan kedatangan explorers Eropa
maupun Asia Timur seperti Cina dan Asia Selatan (Gujarat). Para petualang ini
berdatangan pada akhir abad ke-15 dalam rangka membawa misi : berdagang,
mencari daerah baru, dan penyiaran agama.
Pendatang dari timur berdagang dan penyebaran agama serta ingin beradaptasi
dengan masyarakat setempat;
Pendatang dari Eropa berdagang, mencari sumber berbagai bahan mentah, ingin
menguasai wilayah (persaingan antar negara Eropa utk mendapatkan daerah
penghasil komoditas perdagangan yang laku dijual di Eropa).
Sekitar tahun 1914 munculnya aktivitas biro perjalanan wisata di Batavia- Jawa
hingga ke Bali.
Berbagai hal lain yang menandai adanya perkembangan pariwisata di Indonesia
pada masa itu:
Adanya pelayaran kapal uap dengan route Batavia Surabaya ke Makasar dan Bali
Fasilitas pos telekomunikasi dan transportasi yang kemudian digunakan untuk
fasilitas pariwisata (di Jawa, Belanda membangun kantor pos pertama pada tahun
1862; fasilitas telepon Semarang Batavia diresmikan pada tahun 1864)
Kapal pesiar Cruise mendaratkan wisatawan yang pertama kali datang ke Bali
melalui Pelabuhan Padang Bai Buleleng, 1914.

3. Bagaimana kelahiran Kepariwisataan Alam di Sektor Kehutanan?
Wisata: kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan
tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat
sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata (PP
No. 9 Tahun 1990)
PP No. 18 Tahun 1994, wisata alam merupakan perjalanan
yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara
untuk menikmati gejala keunikan alam di taman nasional,
taman hutan raya dan taman wisata.
WTO, (1981) kunjungan/perjalanan ke suatu negara/tempat
yang berbeda dengan tempat tinggalnya dengan suatu
alasan tertentu dan bukan untuk mencari nafkah/dari
negara/tempat yang dikunjungi.

Wisatawan :
UU No 9 Th 1990; Orang yang melakukan kegiatan
wisata
WTO (1981) = seseorang yang melakukan
kunjungan/perjalanan ke suatu negara/tempat yang
berbeda dengan tempat tinggalnya dengan suatu
alasan tertentu dan bukan untuk mencari nafkah di
negara/tempat yang dikunjungi (WTO, 1981 dalam
Inskeep 1991)
Soekadijo (1997) seseorang yang melakukan
perjalanan dari tempat tinggalnya ke tempat yg
didatangi tanpa menetap.
Visitor terbagi menjadi 2 yaitu tourists dan
excursionists

Dimensi wisata dan wisatawan:
Waktu (length of stay)
Ruang/Jarak (Distance)
Tujuan (purpose)
Sukarela (Voluntary)
Sosial ekonomik
Destinasi dan tempat tinggal
Kegiatan
Bukan wisatawan (Soekadijo, 1997) :
- Orang yang datang ke suatu tempat untuk
memangku jabatan/bekerja
- Orang yang datang untuk menetap
- Penduduk daerah perbatasan
- Pelajar, mahasiswa dan orang yang mondok
- Orang yang dalam perjalanan melalui beberapa
negara atau DTW tetapi tidak berhenti meskipun
waktunya > 24 jam.
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan wisata,termasuk pengusahaan objek dan
daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di
bidang tersebut.
Usaha pariwisata yang dimaksud meliputi usaha jasa
pariwisata, pengusahaan ODTW dan usaha sarana
pariwisata.


Pengertian Pariwisata
Pariwisata berasal dari kata pari yang berarti seluruh,
semua dan penuh, serta wisata yang berarti perjalanan.
Jadi, pariwisata adalah perjalanan penuh, yaitu
berangkat dari suatu tempat menuju dan singgah ke
tempat lain dan kembali lagi ke tempat semula.

Fandeli (1995): Pariwisata adalah keseluruhan kegiatan,
proses, dan kaitan-kaitannya yang berhubungan dengan
perjalanan persinggahan dari orang-orang di luar tempat
tinggalnya, serta tidak dengan maksud mencari nafkah.

Spillane (1997): Suatu perjalanan dianggap sebagai
perjalanan wisata bila memenuhi syarat, antara lain
bersifat sementara, bersifat sukarela tidak karena
paksaan, dan tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan
upah atau bayaran.
Usaha jasa pariwisata meliputi:
- jasa perjalanan wisata
- jasa pramuwisata/pemanduan
- jasa hiburan
- jasa konsultasi pariwisata
- jasa informasi dan pemasaran pariwisata
Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata
meliputi kegiatan memanfaatkan sumberdaya
dan lingkungan, membangun dan mengelola
ODTW
- ODTW alam
- ODTW budaya
- ODTW minat khusus
Pengamanan wisatawan, kelestarian obyek,
ketertiban dan ketenteraman masyarakat
Usaha sarana pariwisata
- penyediaan akomodasi
- penyediaan restoran (makan, minum)
- penyediaan angkutan wisata
- fasilitas wisata

Kepariwisataan adalah Segala sesuatu yang
berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.
Penyelenggaraan kepariwisataan dilaksanakan
berdasarkan asas manfaat, usaha bersama dan
kekeluargaan, adil dan merata, perikehidupan dalam
keseimbangan, dan kepercayaan pada diri sendiri.
Penyelenggaraan kepariwisataan bertujuan :
Memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan, dan
meningkatkan mutu objek dan daya tarik wisata;
Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan
persahabatan antar bangsa;
Memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha
dan lapangan kerja
Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat;
Mendorong pendayagunaan produksi nasional.