Anda di halaman 1dari 13

Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014

MODEL PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN


FISIKA BERCIRI PROBLEM SOLVING MELALUI TOT PADA
GURU PRESERVIS DAN PENGARUH IMPLEMENTASINYA
TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH
SISWA SMA KELAS X
Iqbal Limaa!"
FKIP P#$%i%i&a$ Fi'i&a U$i(#)'ia' K!ai)"$ T#)$a#
ilimaa!"*+amil,-.m
Ab')a&/ Telah dilakukan penelitian model pengembangan perangkat pembelajaran fisika berciri problem
solin! melalui TOT pada guru preservis dan pengaruh implementasinya terhadap kemampuan
menyelesaikan masalah siswa SMA Kelas X Kelibihan model pembelajaran berbasis masalah !M"#M$
yaitu lebih memberdayakan potensi mahasiswa !guru preservis$ untuk terlibat secara aktif
memberdayakan dan memahami konsep !materi$ sebelum merek terjun langsung ke sekolah menjadi guru
sebenarnya %ntuk menguatkan pemahaman konsep siswa di sekolah& maka siswa harus mempersiapkan
diri atau belajar lebih baik agar dapat menyelesaikan masalah 'isika baik berupa konsep maupun
pemecahan masalah lain yang berhungan dengan 'isika Materi !matapelajaran$ 'isika pokok bahasan( a$
Optika )eometrik* b$ Suhu dan Temperatur* c$ +istrik Statik* d$ ,nduksi -lektro.magnetik merupakan
landasan yang harus dipahami siswa dalam belajar pada matapelajaran 'isika di kelas X,, pokok bahasan(
a$ /ahaya sebagai )elombang* b$ +istrik dan Magnet* c$ "engantar Teori Kuantum* d$ Teori Atom* e$
Teori 0elativitas* dan e$ 'isika ,nti "enelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengungkapkan
ketrampilan berpikir kritis siswa SMA "enelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik
1231.1234 siswa kelas X SMA 5egeri 6 Kota Ternate baik pada kelas Akselerasi dan seluruh kelas Kelas
X
3
sampai pada kelas X
7
$ #erdasarkan hasil survai yang dilakukan pada "ebruari 1234 di SMA 5egeri 6
Kota Ternate& nilai rerata pretes kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X semester genap
diperoleh hasil( a$ Konsep Optik adalah 228* b$ Suhu dan Temperatur adalah 223* c$ +istrik Statik
adalah 222* d$ ,nduksi -ktromagnetik adalah 221 5ilai rerata untuk keseluruhan konsep diperoleh 221
#erdasarkan rubrik problem solin! !9ocktor& 122:$ yang dimodifikasi diketahui bahwa nilai rerata
siswa diperoleh hasil sebagai berikut( a$ tidak menjawab pertanyaan !5A$ sebanyak 8::7;* b$ solusi
tidak termasuk keterangan dan tidak diperlukan untuk pemecahan masalah !skala 2$ sebanyak 3211;* c$
seluruh diskripsi tidak berguna dan<atau mengandung kesalahan !skala 3$ sebanyak 724;* d$ sebagian
besar deskripsi tidak diperlukan& hilang& dan<atau mengandung kesalahan !skala 1$ sebanyak 261;* e$
sebagian deskripsi tidak diperlukan& hilang& dan<atau mengandung kesalahan !skala 4$ sebanyak 231;* f$
deskripsi diperlukan tetapi mengalami kesalahan atau kesalahan kecil !skala 6$ sebanyak 313;* g$
deskripsi diperlukan& tepat& dan lengkap !skala =$ sebanyak 221;
Kaa0&aa &"$-i( problem solin!" tot& guru preservis& kemampuan menyelesaikan masalah
Ab')a-/ This research is conducted on model of development in physics learning device with problem
solving characteristic through tot on preservice teacher and the effect of its implementation on 32
th
grade
students ability in resolving problems The advantage of problem.based learning is more in the
empowerment side of potential students !preservice teacher$ so that they can actively empower and
comprehend a concept !material$ before they go directly to the school as actual teachers ,n order to
strengthen the students understanding at school& students must get prepared or study hard to accomplish
"hysics problems either concept or other problems related to "hysics "hysics +earning material
!subject$( a$ geometric optics* b$ heat and temperature* c$ static electricity* d$ electromagnetic induction
are basic concepts that have to be understood by X,, grade students in these subjects( a$ light as wave* b$
electricity and magnetism* c$ introduction to >uantum theory* d$ atomic theory* e$ theory of relativity* and
f$ nuclear physics This is a descriptive research to reveal the analytical thinking of students in Senior
?igh School This research was conducted on X grade acceleration students and all students in X
3
up to
X
7
SMA 5egeri 6 Kota Ternate in even semester year 1231.1234 The research results which conducted
on 'ebruary 1234 in SMA 5egeri 6 Kota Ternate for X grade students on even semester are as follows( a$
Optical /oncept is 228* b$ heat and temperature is 223* c$ static electricity is 222* d$ electromagnetic
induction is 221 the average for overall concept is 221 #ased on problem solving rubric !9ocktor&
122:$ which is modificated& it is known that students average values are obtained as follows( a$ not
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
answering >uestions !5A$ is 8::7;* b$ solution e@cludes information and not re>uired to solve problem
!scale 2$ is 3211;* c$ all description is not needed and<or containing mistakes !scale 3$ is 724;* d$
almost all description is not needed& disappear& and<or containing mistakes !scale 1$ is 261;* e$ partial
description is not needed& disappear& and<or containing mistakes !scale 4$ is 231;* f$ description is
needed but containing small mistakes !scale 6$ is 313;* g$ description is needed& precise& and complete
!scale =$ is 221;
K#12.)%'/ problem solving& tot& preservice teacher& ability in solving problems
PENDAHULUAN
"erkembangan Sains adalah
sebuah keberhasilan terbesar dari akal
manusia !Titus& 3:8:$ Menurut
Subiyanto !3::2$ bahwa ajaran Socrates
dianggap sebagai awal dirintisnya
pendidikan Sains& sedangkan 'rancis
#acon dianggap sebagai peletak dasar
penting pada Sains 9inyatakan oleh
)iancoli !3::7$ bahwa Sains !S#ien#e$
adalah suatu aktivitas kreatif yang dalam
banyak hal menyerupai aktivitas kreatif
pikiran manusia Sains bersifat dinamis
dan selalu ber.kembang sehingga Sains
merupakan suatu proses 9inyatakan
pula oleh Subiyanto !3::2$ bahwa
pendidikan !termasuk pendidikan Sains$
selalu diarahkan oleh tuntutan
masyarakat
,lmu pengetahuan !sains$ dapat
dibedakan menjadi dua golongan& yaitu*
3$ ,lmu pengetahu.an alam !na$ural
s#ien#e$& dan 1$ ,lmu pengetahuan sosial
!so#ial s#ien#e$ ,lmu pengetahuan alam
dibedakan menjadi* ilmu pengetahuan
alam murni !pure s#ien#e$ dan ilmu
pengetahuan alam terapan !applie%
s#ien#e$ Sains sering diartikan lebih
sempit menjadi ilmu pengetahuan alam
!na$ural s#ien#e$ !Subiyanto& 3::2$
Salah satu cabang dari sains dasar adalah
fisika 9inyatakan oleh Muslim !122A$
bahwa 'isika dikenal sebagai sains
alamiah yang merupakan sains dasar
!basi# s#ien#es$
Alam semesta diciptakan Tuhan
dalam kesetimbangan sehingga
mengikuti pola.pola keteraturan
Balaupun sering tampak acak&
sesungguhnya gejala.gejala alamiah itu
terjadi secara teratur !0osyid& 1227$
'isika merupakan salah satu cabang ilmu
pengetahuan alam !na$ural s#ien#e$ yang
mendasari perkembangan teknologi maju
dan konsep hidup harmonis dengan
alam 'isika sebagai peretas jalan bagi
teknologi "roduk.produk berteknologi
tinggi yang dapat dinikmati saat ini
merupakan penerapan berbagai gejala
alamiah yang dipahami melalui ilmu
fisika Kenyataan yang berlaku& makin
banyak fakta ilmiah yang terungkap oleh
ilmu fisika& makin lebar peluang untuk
mendapatkan teknologi baru Sebagai
ilmu yang mempelajari fenomena alam&
fisika juga memberikan pelajaran yang
baik kepada manusia untuk hidup selaras
berdasarkan hukum alam
"erkembangan Sains semakin
pesat dari waktu ke waktu Manfaat
Sains dapat diambil sebesar.besarnya
oleh setiap generasi manusia& namun
dampak negatif dari perkembangan
tersebut harus tetap dihindari /ontoh&
Amerika dan dunia telah banyak berubah
sejak tahun 3:=A& dan perubahan.
perubahan tersebut mempengaruhi cara
pikir dan praktik pendidikan "ada
bidang pendidikan& perkembangan yang
dapat dipelajari adalah bagaimana
peserta didik berkembang dan belajar&
serta bagaimana guru membuat rencana
pengajaran& mengajar dan
mengases<menilai peserta didiknya
!Anderson& 1223$
Kno&le%!e is !ro&in!
e'ponen$iall( as $e#hnolo!( #on$inuall(
$rans)orms $he &a( &e lie an% &or*s+
s$u%en$s o) $o%a( mus$ be prepare% $o
$a*e hol% o) li)e,s %eman%s an% $hrie in
$omorro&,s &orl% -Koeni!" 2011.+
"ernyataan tersebut mengemukakan
bahwa C"engetahuan tumbuh secara
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
eksponensial sebagai teknologi yang
terus mengubah cara hidup dan bekerja
Mahasiswa sekarang harus siap
mengikuti tuntutan hidup dan berhasil di
masa depanD +ebih lanjut dikemukakan
The mo%ern &or*pla#e re/uires
&or*ers $o hae broa% #o!ni$ie an%
a))e#$ie s*ills+ 0)$en re)erre% $o as
121s$ #en$ur( s*ills"2 $hese s*ills in#lu%e
bein! able $o sole #omple' problems" $o
$hin* #ri$i#all( abou$ $as*s" $o e))e#$iel(
#ommuni#a$e &i$h people )rom a arie$(
o) %i))eren$ #ul$ures an% usin! a arie$(
o) %i))eren$ $e#hni/ues" $o &or* in
#ollabora$ion &i$h o$hers" $o a%ap$ $o
rapi%l( #han!in! enironmen$s an%
#on%i$ions )or per)ormin! $as*s" $o
e))e#$iel( mana!e one,s &or*" an% $o
a#/uire ne& s*ills an% in)orma$ion on
one,s o&n -Koeni!" 2011.+
"ernyataan tersebut menunjukkan
bahwa duniakerja membutuhkan pekerja
yang memiliki pengetahuan luas dan
keterampilan afektif Sering disebut
sebagai Eketerampilan abad ke.13&
termasuk keterampilan memecahkan
masalah yang kompleks& berpikir kritis
tentang tugas& berkomunikasi secara
efektif dengan orang.orang dari berbagai
budaya yang berbeda dan menggunakan
berbagai teknik yang berbeda& bekerja
sama dengan orang lain& beradaptasi
dengan cepat terhadap perubahan
lingkungan dan kondisi untuk melakukan
tugas& secara efektif mengelola
pekerjaan& memperoleh keterampilan
baru dan informasi bagi dirinya sendiriD
#erkaitan dengan kemampuan
memecahkan masalah& #ruce 'uchs&
direktur Kantor ,lmu "endidikan di 5,?
dalam !Koenig& 1233$&
mempresentasikan data tentang
kemampuan memecahkan masalah siswa
di Amerika Serikat Pro!ram
in$erna$ional s$u%en$ assessmen$ !",SA$
secara rutin melakukan penilaian pada
bidang matematika& membaca& dan ilmu
pengetahuan "ada tahun 1224& penilaian
kemampuan memecahkan masalah
disertakan ?asil penilaian menunjukkan
bahwa kemampuan siswa Amerika
Serikat dalam memecahkan masalah jauh
lebih rendah dari yang diharapkan
Sementara itu& hasil riset terhadap siswa
di ,ndonesia juga menunjukkan betapa
rendahnya tingkat kemampuan
memecahkan masalah !leel o)
pro)i#ien#( on $he problem solin!$
Sesuai hasil penilaian ",SA pada tahun
1224& kemampuan memecahkan masalah
siswa ,ndonesia berada pada peringkat
47 dari 62 negara
"endidikan tinggi Amerika
sedang mengalami pergeseran paradigma
!Fohnson& Fohnson dan Smith& 3::3$
Model pembelajar.an yang mulanya
pengetahuan ditransfer dari seorang
profesor kepada mahasiswa bergeser ke
sebuah model pembelajaran yang
menge.depankan mahasiswa
membangun penge.tahuannya dengan
bantuan dari profesor "aradigma lama
tersebut didasarkan pada ide.ide
individualitas dan daya saing& sedangkan
paradigma baru didasarkan pada
kerjasama dan Epembelajaran aktifE
/itra model lama adalah profesor belajar
mengajar dari catatan rinci dengan
sebagian ruang diisi oleh mahasiswa&
sedangkan model baru terdiri dari
individu ataupun kelompok kecil
mahasiswa yang aktif mengolah ide
dengan mendengarkan atau terlibat
dalam diskusi& debat& dan pemecahan
masalah "ada paradigma baru tersebut
profesor berfungsi sebagai pembuat
model& penanya& dan penasehat yang
bijaksana !?ollabaugh& 3::=$
Kegiatan pembelajaran yang ideal
adalah kegiatan belajar yang dalam
pelak.sanaannya melibatkan siswa
secara aktif dan bukan berpusat pada
guru !$ea#her #en$ere%$ )uru tidak lagi
mendominasi pembelajaran& dan harus
kreatif serta inovatif dalam
merencanakan pembelajaran
"erencanaan pembelajaran guru
dituangkan ke dalam perangkat
pembelajaran yang akan diterapkan pada
saat guru mengajar di kelas& seperti yang
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
dijelaskan oleh !5ur& 1233$ "engajaran
yang baik meliputi mengajar siswa
bagaimana belajar atas kemampuannya
sendiri& yaitu mengajarkan bagaimana
mengingat& berfikir& memotivasi diri
sendiri& dan menjadi siswa yang dapat
mengendalikan diri sendiri 9itegaskan
pula oleh ,brahim !122=$ bahwa tidak
mungkin lagi seorang guru menyam.
paikan semua informasi dalam keadaan
jadi kepada siswa atau mahasiswa #agi
siswa dan mahasiswa perlu dibekali
dengan ke.terampilan.keterampilan
khusus yang dapat digunakan dan
mampu memberdayakan diri.nya&
mengatur serta mengarahkan dirinya
untuk belajar secara mandiri sepanjang
hayat !li)e lon! e%u#a$ion$
#erdasarkan hasil observasi pada
tahun 1234 diketahui bahwa guru fisika
SMA khususnya di kota Ternate belum
optimal dalam menyusun perangkat
pembelajaran #iasanya perangkat
pembelajaran disusun bersama oleh
kelompok guru.guru fisika SMA melalui
kegiatan musyawarah guru mata.
pelajaran !M)M"$ "erangkat
pembelajaran yang dihasilkan adalah
silabus& dan rencana pelaksanaan
pembelajaran !0""$ Silabus maupun
0"" tersebut tidak dibuat secara khusus
sesuai strategi atau model pem.belajaran
tertentu& sehingga bersifat umum
Sedangkan lembar kerja siswa !+KS$
tidak dihasilkan melalui kegiatan ters.
ebut ?ampir semua guru memakai +KS
yang sudah terdapat dalam buku yang
dijual di pasaran yang juga dibuat secara
umum tanpa memperhatikan strategi atau
model pem.belajaran tertentu "erangkat
pembelajaran yang baik haruslah
dirancang secara khusus sesuai dengan
strategi atau model pem.belajaran yang
akan diterapkan
?asil survai yang dilakukan pada
"ebruari 1234 di SMA 5egeri 6 Kota
Ternate& yaitu setelah siswa kelas X
!semester genap$ mengikuti
pembelajaran dengan metode
konvensional diperoleh nilai rerata
postes kemampuan menyelesaikan
masalah fisika sebagai berikut a$
Konsep Optik adalah 8;* b$ Suhu dan
Temperatur adalah 3;* c$ +istrik Statik
adalah 2;* dan d$ ,nduksi -lektromag.
netik adalah 1; 5ilai rerata untuk
keseluruh.an konsep diperoleh 1;
#erdasar.kan rubrik problem solving
!9ocktor& 122:$ yang dimodi.fikasi
diketahui bahwa nilai rerata siswa
diperoleh hasil sebagai berikut( a$ tidak
menjawab pertanyaan !5A$ sebanyak
8:&:7;* b$ solusi tidak termasuk
keterangan dan tidak diperlukan untuk
menyelesaikan masalah !skala 2$
sebanyak 32&11;* c$ seluruh diskripsi
tidak berguna dan<atau mengandung
kesalahan !skala 3$ sebanyak 7&24;* d$
sebagian besar deskripsi tidak
diperlukan& hilang& dan<atau
mengandung kesalahan !skala 1$
sebanyak 2&61;* e$ sebagian deskripsi
tidak diperlukan& hilang& dan<atau
mengandung kesalahan !skala 4$
sebanyak 2&31;* f$ deskripsi diperlukan
tetapi mengalami kesalahan atau
kesalahan kecil !skala 6$ sebanyak
3&13;* g$ deskripsi diperlukan& tepat&
dan lengkap !skala =$ sebanyak 2&21;
"embelajaran yang ideal tersebut
tidak banyak dilaksanakan karena dalam
pem.belajaran umumnya guru kurang
atau bahkan tidak mendorong
kemampuan menyelesaikan masalah
"roses pembelajaran umumnya di.
arahkan untuk menghafal informasi& dan
bukan membangun atau
mengembangkan potensi yang dimiliki
siswa
A ma3or !oal o) e%u#a$ion is $o
help s$u%en$s learn in &a(s $ha$ enable
$hem $o use &ha$ $he( hae learne% $o
sole problems in ne& si$ua$ions+ In
shor$" problem solin! is )un%amen$al $o
e%u#a$ion be#ause e%u#a$ors are
in$eres$e% in improin! s$u%en$s4 abili$(
$o sole problems !Mayer& 1231$ Tujuan
utama pendidikan adalah membantu
siswa belajar dengan cara yang
memungkinkannya meng.gunakan apa
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
yang telah dipelajari untuk memecahkan
masalah dalam situasi baru Singkatnya&
pemecahan masalah adalah dasar untuk
pendidikan karena pendidik ter.tarik
dalam meningkatkan kemampuan siswa
untuk memecahkan masalah
Observasi juga dilakukan pada
Fanuari 1236& yaitu pada mahasiswa
"rogram Studi "endidikan 'isika&
'"M,"A& 'K,"& %niversitas Khairun
semester G,, yang telah mengontrak
matakuliah ""+ , Mahasiswa yang telah
lulus matakuliah ""+ , tersebut dan
matakuliah prasyarat lainnya telah
memenuhi syarat untuk mengikuti ""+ ,,
!sebagai calon guru pra.jabatan$
#erdasarkan hasil observasi diketahui
bahwa mahasiswa menjawab telah
memahami pembelajaran berdasarkan
peme.cahan masalah !Problem Solin!$&
namun belum dapat menjelaskan
langkah.langkah pembelajarannya
dengan benar Sebagai calon guru&
mahasiswa peserta ""+ dipersiap.kan
untuk dapat menerapkan pembelajaran
yang dapat mendorong kemampuan
siswa menyelesaikan masalah %ntuk itu&
maha.siswa peserta ""+ perlu dibekali
kemampuan untuk melaksanakan
pembelajaran yang dapat meningkatkan
kemampuan siswa dalam
menyelesaikankan masalah dalam ToT
#erdasarkan latar belakang telah
dipaparkan maka dirumuskan masalah
dalam penelitian ini& yaitu( #agaimana
validitas pengembangan model
perangkat pembelajar.an fisika
menerapkan model pembelajaran
berdasarkan masalah !M"#M$ untuk
men.dukung program ""+ ,, mahasiswa
'K," %nkhair TernateH
Tujuan utama penelitian ini adalah
mengembengkan model perangkat pem.
belajaran fisika model pembelajaran
berdasarkan masalah !M"#M$ terhadap
kemampuan mahasiswa menyelesaikan
masalah Tujuan utama penelitian ini
dijabar.kan dalam tujuan khusus berikut(
Menghasil.kan model perangkat
pembelajaran fisika menerapkan model
pembelajaran ber.dasarkan masalah
!M"#M$ untuk mendukung program
""+ ,, mahasiswa 'K," %nkhair
Ternate
METODE PENELITIAN
Training of Trainer 3TOT4
5earnin! is a $reasure $ha$ &ill
)ollo& i$s o&ner eer(&here -6hinese
Proerb.+ #elajar merupakan
pembelajaran hidup yang akan mengikuti
pelajar dimanapun !"eribahasa /hina$
Mengetahui tidak cukup( kita harus
menerapkan #ersedia tidak cukup& kita
harus lakukan !Fohan Bolfgang von
)eother$ !"SMS& 1231$ #elajar dapat
meng.ambil banyak bentuk& dan dalam
hal pelatihan !$rainin!$& tujuanya adalah
untuk membawa perubahan perilaku
dalam sesuatu yang kita lakukan
"elatihan bukanlah suatu acara& di mana
kita menghadiri lokakarya satu hari dan
mengharapkan perilaku yang diinginkan
terjadi pada hari berikutnya "elatihan ini
benar.benar sebuah proses Sebelumnya
peserta mendaftar untuk satu kelas dan
berlangsung sampai peserta memahami
pengetahuan baru& keterampilan& dan
sikap yang diterapkan secara teratur
9alam pelatihan meliputi( a$
Meng.identifikasi kebutuhan belajar
baru berlang.sung* b$ Mengamankan
manajemen men.dapatkan sesuatu untuk
pelatihan yang akan dikembangkan* c$
Menghasikan< menciptakan kelayakan
peserta berpusat pada belajar* d$
Mengevaluasi efektivitas pelatihan yang
di.tawarkan Tujuan dari pelatihan
!$rainin!$ ini adalah untuk memberikan
hasil& ketika kita ingin meningkatkan
kinerja dalam beberapa cara& karena
pelatihan itu akan membantu untuk
memindahkan organisasi dari mana kita
berada sekarang& dan menghasilkan
sesuatu !,nc& 1231$
Arti kata $rain
!melatih<mendidik$& $rainer !pelatih$ dan
$rainin! !latihan< pe.latihan< proses
belajar& pendidikan$ !Salim& 3::3$
Trainer adalah pelatih !instruktur$ atau
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
master dalam perusahaan !termasuk di
perusahaan.perusahaan besar manajer
yang bertanggung jawab G-T$ $(pes o)
$ea#hers an% $rainers in o#a$ional
e%u#a$ion an% $rainin! !/edefop& 1221$
jenis<menjadi model guru dan pelatih
dalam pendidikan kejuruan dan
pelatihan
9apat disimpulakan bahwa
definisi Trainin! o) Trainer !ToT$ adalah
suatu proses belajar yang dilakukan oleh
pelatih !instruktur<dosen<guru$ kepada
calon guru dalam hal ini !mahasiswa
""+ ,, 'K,"."rogram Studi "endidikan
'isika %niversitas Khairun Ternate$
Tujuan ToT adalah untuk melatih calon
guru !Pre7seri#e Tea#her. yang
berhubungan dengan keterampilan
praktis& dan teori dalam mata pelajaran
pendidikan fisika
P).bl#m S.l(i$+
Membantu siswa untuk
meningkatkan kemampuan memecahkan
masalah adalah target utama dari
pelatihan guru sains 9alam ilmu
pengetahuan modern& untuk melatih para
siswa& sesuai metode yang digunakan
untuk meningkatkan keterampilan
berpikir siswa& membuat hubungan
antara konsep ilmiah& problem solving
"roblem solving tidak hanya
memecahkan masalah seperti dalam
materi 'isika tentang mekanika !gerak$
yang dipahami oleh sebagian besar guru
sains tetapi dapat digunakan juga dalam
masalah.masalah sosial seperti masalah
lingkungan Sebagai hasil dari analisis&
ditemukan bahwa pembelajaran sains
berdasarkan pemecahan masalah
meningkatkan keterampilan ilmiah guru
sains melaluli $rainee !9ogru& 1227$
"roblem Solving menurut
!Bittrock& 122:$ adalah proses kognitif
yang berhubungan dengan usaha
pencapaian tujuan di saat tak ada metode
penyelesaian yang ditemukan oleh si
pemecah masalah 9efinisi ini terdiri
atas 6 bagian yakni( !3$ "roblem solving
merupakan aspek kognitif& ketika proses
ini terjadi dan melibatkan sistem kognitif
dan hanya dapat dilakukan melalui
perilaku si pemecah masalah& !1$
"roblem solving merupakan proses&
ketika melibatkan penerapan proses
kognitif yang merepre.sentasikan
kognitif dari si pemecah masalah& !4$
"roblem solving dilakukan secara
langsung& karena problem solving
dipandu oleh serangkaian tujuan yang
akan dicapai si pemecah masalah& !6$
"roblem solving bersifat individual&
yang mana keterampilan ini sangat
tergantung pengetahuan dan skill si
pemecah masalah
Problem solin! is $he pro#ess o)
%esi!nin!" ealua$in! an% implemen$in!
a s$ra$e!( $o ans&er an open7en%e%
/ues$ion or a#hiee a %esire% !oal
!AA/%& 1231$ "emecahan masalah
adalah proses merancang& mengevaluasi&
dan menerapkan strategi untuk
menjawab pertanyaan terbuka atau
mencapai tujuan yang diinginkan
Tujuan utama pendidikan adalah
untuk membantu siswa belajar dengan
cara yang memungkinkan mereka untuk
menggunakan apa yang telah mereka
pelajari untuk memecahkan masalah
dalam situasi baru Singkatnya&
pemecahan masalah adalah dasar untuk
pendidikan karena pendidik tertarik
dalam meningkatkan kemampuan siswa
untuk memecahkan masalah !Mayer&
1231$
"emecahan masalah adalah
adalah kesenjangan !!ap$ yang terjadi
antara hasil aktual pada saat sekarang
dan target kinerja yang diinginkan di
masa depan 9engan demikian orang.
orang sukses akan selalu menetapkan
target kerja yang tinggi di masa depan&
kemudian mereka berusaha me.lakukan
solusi masalah melalui menciptakan
upaya.upaya kreatif dan inovatif untuk
mencapai target kinerja itu !)aspersI&
1233$
9ari berbagai definisi tersebut&
maka dapat disimpukan bahwa problem
solving atau pemecahan masalah adalah
kesenjangan !!ap$ yang terjadi antara
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
hasil aktual pada saat sekarang dan target
kinerja yang diinginkan di masa depan
singkatnya pemecahan masalah
merupakan dasar untuk pendidikan&
proses merancang& mengevaluasi& dan
menerapkan strategi untuk menjawab
pertanyaan terbuka atau mencapai tujuan
yang diinginkan Seperti yang ditegaskan
oleh !Santrock& 1233$
"emecahan masalah menembus
setiap bidang kurikulum saat ini
,dealnya siswa menerapkan strategi
heuristik dalam konteks bervariasi dan
situasi baru dalam setiap subjek
diajarkan Kemampuan untuk
memecahkan masalah adalah
keterampilan hidup yang mendasar dan
sangat penting untuk memahami mata
pelajaran teknis "emecahan masalah
adalah bagian dari berpikir kritis dan
mempekerjakan strategi yang sama
Meskipun garis antara keduanya adalah
fuIIy !samar.samar atau kabur$& secara
umum& tujuan pemecahan masalah
adalah mengemukakan solusi yang tepat
untuk masalah terstruktur dengan baik&
sedangkan tujuan berpikir kritis adalah
untuk membangun dan mempertahankan
solusi yang masuk akal pada struktur
masalah dengan baik "ada dasarnya&
pemecahan masalah adalah proses
penalaran untuk solusi menggunakan
lebih dari aplikasi sederhana dari
prosedur yang telah dipelajari
sebelumnya !Muir& 1226$
Model Problem Solving
Model problem solving yang
dipakai dalam penelitian ini adalah
Model "em.belajaran #erbasis Masalah
!M"#M$ Ketika menggunakan
pendekatan model& guru dengan cermat
memeriksa tujuan pem.belajaran mereka
dan kemudian memilih model& yang
paling efektf membantu siswa mencapai
tujuan siswa.siswa itu sendiri Model ini
diterapkan dalam rangkaian langkah.
langkah atau tahap.tahap yang berurutan
"enerapan itu selesai tatkala tujuan telah
dipenuhi !Kauchak& 1231$
M"#M merupkan model yang
sesuai sesuai untuk mengembangkan
keterampilan berpikir& pemecahan
masalah& dan intelektual& perilaku.
perilaku orang dewasa& dan ke.
terampilan.keterampilan untuk
pembelajaran mandiri !5ur& 1233$ "#M
atau Problem 8ase% Ins$ru#$ion !"#,$
dan penggunaannya untuk
menumbuhkan dan mengembangkan
berpikir tingkat tinggi dalam situasi.
situasi berorientasi masalah& mencakup
belajar bagaimana belajar !learnin! ho&
$o learn$ Model ini dikenal dengan
nama lain& seperti pro3e#$7base%
$ea#hin!" au$hen$i# learnin!" atau
an#hore% ins$ru#$ion Tidak seperti
model presentasi atau model
pembelajaran langsung yang
penekanannya guru mempresentasikan
ide.ide atau mendemonstrasikan
keterampilan.keterampilan "eran
seorang guru dalam "#M adalah
menyodorkan masalah.masalah&
mengajukan pertanyaan.pertanyaan& dan
menfasilitasi pendidikan dan dialog ?al
paling penting guru itu menerapkan
scaffolding suatu kerangka dukungan
yang memperkaya inkuiri dan
pertumbuhan intelektual "#M tidak
dapat terlaksana kecuali guru
menciptakan ling.kungan kelas yang di
dalamnya dapat terjadi suatu pertukaran
dan berbagai ide secara terbuka& tulus
dan jujur 9alam aspek ini terdapat
banyak persamaan antara "#M dan
diskusi kelas !5ur& 1233$
Ciri-ciri Problem Solving
Sejumlah pengembangan& pem.
belajaran berdasarkan masalah telah
men.deskripsikan model "#M dengan
ciri.ciri atau fitur.fitur seperti beikut ini
!Arends& 1227* 5ur& 1233$( a$
M#$+a5"&a$ 6#)a$1aa$ aa"
ma'ala!, b4 B#)7.&"' 6a%a
i$#)%i'6ili$ c$ P#$1#li%i&a$ .#$i&,
d$ M#$+!a'il&a$ &a)1a $1aa %a$
m#mam#)&a$, Serta e$ K.lab.)a'i,
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
"#M tidak dirancang untuk
membantu guru menyampaikan sejumlah
besar informasi kepada siswa
"embelajaran langsung dan ceramah
lebih sesuai untuk tujuan itu "#M&
dirancang terutama untuk membantu
siswa( !3$ mengembangkan keterampilan
berpikir& pemecahan masalah& dan
intelektual* !1$ belajar peran.peran orang
dewasa dengan menghayati peran.peran
itu melalui situasi.situasi nyata atau yang
disimulasikan* dan !4$ menjadi mandiri&
maupun siswa otonom !Arends& 1227*
5ur& 1233$
D"&"$+a$ T#.)#i' %a$ Em6i)i'
"#M& menggunakan 6'i&.l.+i
&.+$ii7 sebagai sumber dukungan
teoretisnya "ada "#M yang menjadi
fokus bukan berapa banyak siswa
melakukan sesuatu !perilaku mereka$
tetapi pada apa yang mereka pikirkan
!kognisi mereka$ pada saat mereka
sedang melakukan perilaku itu
Meskipun peran guru dalam "#M
kadang.kadang melibatkan pre.sentasi
dan menjelaskan sesuatu kepada siswa&
pembelajaran ini umumnya lebih me.
libatkan guru untuk bertindak sebagai
seorang pembimbing dan fasilitator
sehingga siswa belajar berpikir dan
memecahkan sendiri masalah.masalah
Menjadikan siswa berpikir&
memecah.kan masalah& dan menjadi
siswa otonom bukan tujuan baru dalam
pendidikan Strategi.strategi
pembelajaran& seperti pembelajaran
penemuan& latihan inkuiri& dan
pembelajaran induktif telah memiliki
sejarah panjang dan bereputasi Metode
Sokrates& menengok ke belakang ke awal
Iaman Junani& menekankan pentingnya
penalaran induktif dan dialog dalam
proses mengajar.belajar !5ur& 1233$
Fohn 9ewey mendeskripsikan agak rinci
pentingnya b#)6i&i) )#7l#&i7 dan
proses.proses yang seharusnya
digunakan untuk membantu siswa
menguasai keterampilan.keterampilan
dan proses.proses berpikir induktif
Ferome #runer menekankan penting.nya
pembelajaran penemuan dan bagaimana
guru seharusnya membantu siswa
menjadi 6#$+&.$')"&'i bagi
pengetahuan mereka sendiri 0ichard
Suchman mengembangkan pendekatan
yang disebut lai!a$ i$&"i)i, 9alam
latihan inkuiri guru dalam tatanan kelas
menyodorkan situasi.situasi yang
mengan.dung teka.teki kepada siswa dan
mendorong mereka menyelidiki dan
mencari jawaban 9ukungan teoretis
"#M ini akan dilacak melalui tiga aliran
utama pemikiran abad kedua puluh
D#2#1 %a$ K#la' B#).)i#$a'i
Ma'ala!
Seperti halnya pembelajaran
koope.ratif& "#M menemukan akar
intelektualnya dalam karya Fohn 9ewey
9alam Demo#ra#( an% 9%u#a$ion&
9ewey mendeskripsikan suatu
pandangan pendidikan Menurut
pandangan 9ewey sekolah seharusnya
mencerminkan masyarakat yang lebih
besar dan kelas seharusnya menjadi
laboratorium untuk penyelidikan
kehidupan nyata dan pemecahan
masalah "edagogi 9ewey mendorong
guru melibatkan siswa dalam proyek.
proyek berorientasi masalah dan
membantu mereka menyelidiki masalah.
masalah sosial dan iptek 9ewey dan
penganutnya& misal Kilpatrick&
menegaskan bahwa pembelajaran di
sekolah seharusnya lebih bermakna&
tidak terlalu abstrak "embelajaran
bermakna yang terbaik dapat diwujudkan
dengan meminta siswa berada dalam
kelompok.kelompok kecil untuk
mengerjakan proyek.proyek pilihan yang
sesuai dengan minat mereka sendiri Gisi
pembelajaran bermakna atau berpusat
pada masalah ini digerakkan oleh
keinginan siswa yang dibawa sejak lahir
untuk mengeksplorasi situasi.situasi
yang bermakna secara pribadi Gisi ini
dengan jelas menghubungkan pem.
belajaran berdasarkan masalah dengan
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
filosofi pendidikan dan pedagogi 9ewey
!5ur& 1233$
Pia+#8 V1+.'&18 %a$ K.$')"&i(i'm#
9ewey menyediakan landasan
filosofis untuk "#M& sedangkan
psikologi abad kedua puluh
menyediakan banyak dukungan
teoretisnya Ahli psikologi -ropa Fean
"iaget dan +ev Gygotsky merupakan
tokoh dalam pengembangan konsep
&.$')"&i(i'm#, 9i atas konsep itulah
diletakkan pembelajaran berdasarkan
masalah
Fean "iaget& seorang ahli
psikologi Swiss& menghabiskan waktu
lebih dari lima puluh tahun untuk
mempelajari bagaimana anak.anak
berpikir dan proses.proses yang
berhubungan dengan perkembangan
kecer.dasan 9alam menjelaskan
bagaimana kecerdasan berkembang pada
anak.anak muda& "iaget menegaskan
bahwa anak.anak lahir membawa potensi
rasa ingin tahu dan secara terus. menerus
berusaha keras memahami dunia di
sekitar mereka Menurut "iaget& rasa
ingin tahu ini memotivasi mereka untuk
aktif membangun gambaran.gambaran
dalam benak mereka tentang lingkungan
yang mereka hayati Ketika mereka
tumbuh lebih dewasa dan lebih memiliki
kemampuan berbahasa dan kemampuan
mental& gambar.an.gambaran mental
mereka tentang dunia menjadi semakin
luas dan abstrak "ada semua tahap
perkembangan& bagaimanapun juga&
kebutuhan anak.anak untuk memahami
lingkungan mereka memotivasi mereka
untuk menyelidiki dan membangun
teori.teori yang menjelaskan per.
kembangan itu
"#M terletak di atas paham 6#)0
'6#&i7 &.+$ii70&.$')"&i(i' yang
dirintis oleh "iaget Model ini& seperti
halnya ajaran "iaget& menyatakan bahwa
setiap siswa dalam usia berapa pun
secara aktif terlibat dalam proses
pemerolehan informasi dan
pengkonstruksian pengetahuan mereka
sen.diri "engetahuan tidak statis&
sebaliknya terus.menerus berevolusi dan
berubah ketika siswa dihadapkan pada
pengalaman.penga.laman baru yang
memberi kekuatan kepada mereka untuk
membangun dan memodifikasi
pengetahuan awal
Menurut "iaget& pedagogi yang
baik harus melibatkan siswa dengan
situasi.situasi siswa itu sendiri yang
melakukan eksperimen Makna yang
luas dari ungkapan itu mencoba segala
sesuatu untuk mencari tahu apa yang
terjadi& memanipulasi benda.benda&
memani.pulasi simbol.simbol&
mengajukan pertanyaan dan berupaya
menemukan sendiri jawaban.nya&
mencocokkan apa yang ia temukan di
suatu waktu dengan apa yang ia temukan
di waktu yang lain& dan membandingkan
temuan.nya dengan temuan siswa lain
!5ur& 1233$
"entingnya ide.ide Gygotsky
dalam pendidikan adalah jelas
"embelajaran terjadi melalui interaksi
sosial antara siswa dengan guru dan
teman sebaya 9engan tantangan dan
bantuan yang sesuai dari guru atau teman
sebaya yang lebih mampu& siswa
bergerak maju ke dalam Iona
perkembangan terdekat mereka tempat
terjadinya pembelajaran baru
B)"$#) %a$ P#mb#la5a)a$ P#$#m"a$
Ferome #runer& seorang ahli
psikologi ?arvard& adalah salah seorang
tokoh reformasi kurikulum pada masa
itu ,a dan para koleganya menyediakan
pendukung teoretis penting yang dikenal
dengan pembelajaran penemuan atau
discovery learning, sebuah model
pembelajaran yang menekankan
pentingnya membantu siswa memahami
struktur atau ide.ide pokok disiplin ilmu&
kebutuhan untuk keterlibatan aktif siswa
dalam proses pembelajaran& dan
keyakinan bahwa pembelajaran
sebenarnya terjadi melalui penemuan
pribadi Tujuan pendidikan tidak hanya
meningkatkan banyaknya basis
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
pengetahuan siswa& tetapi juga
menciptakan peluang bagi penemuan dan
daya cipta siswa
JaIdani !dalam 5ur& 1221$ me.
maparkan prinsip.prinsip di balik "#M
meliputi !3$ pemahaman dibangun
melalui apa yang kita alami& !1$ makna
tercipta dari upaya.upaya menjawab
pertanyaan.pertanyaan kita sendiri dan
memecahkan masalah kita sendiri& !4$
kita se.harusnya mendorong insting
alamiah siswa untuk menyelidiki dan
menciptakan
Sebagai rangkuman& guru yang
meng.gunakan "#M menekankan
keterlibatan siswa secara aktif& lebih
berorientasi induktif daripada deduktif&
dan penemuan oleh siswa sendiri atau
pembangunan pengetahuan mereka
sendiri Tidak memberikan ide.ide atau
teori.teori tentang dunia& yang
merupakan cara yang dilakukan guru
pada saat menggunakan pembelajaran
langsung& tetapi guru menggunakan
inkuiri atau pendekatan.pendekatan
pembelajaran ber.dasarkan masalah&
mengajukan pertanyaan kepada siswa&
dan memberi kesempatan kepada siswa
sampai pada ide.ide atau teori.teori
mereka sendiri
HASIL DAN PEMBAHASAN
#erdasarkan hasil penelitian
survai diketahui bahwa guru fisika SMA
khususnya di kota Ternate belum optimal
dalam menyusun perangkat
pembelajaran #iasanya perangkat
pembelajaran disusun bersama oleh
kelompok guru.guru fisika SMA melalui
kegiatan musyawarah guru
matapelajaran !M)M"$ "erangkat
pembelajaran yang dihasilkan adalah
silabus& dan rencana pelaksanaan
pembelajaran !0""$ Silabus maupun
0"" tersebut tidak dibuat secara khusus
sesuai strategi atau model pembelajaran
tertentu& sehingga bersifat umum
Sedangkan lembar kerja siswa !+KS$
tidak dihasilkan melalui kegiatan
tersebut ?ampir semua guru memakai
+KS yang sudah terdapat dalam buku
yang dijual di pasaran yang juga dibuat
secara umum tanpa memperhatikan
strategi atau model pembelajaran
tertentu "erangkat pem.belajaran yang
baik haruslah dirancang secara khusus
sesuai dengan strategi atau model
pembelajaran yang akan diterapkan
Kerangka acuan kualitas produk
terdiri dari tiga kriteria& yaitu( validitas&
kepraktisan dan efektivitas& dan
memberikan wawasan tentang
penerapannya dalam berbagai domain
pengembangan produk pendidikan
%ntuk mendapatkan kualitas produk&
pendekatan pro$o$ipe diyakini dan
dipahami sebagai salah satu pendekatan
yang sesuai Tiga karak.teristik penting
pendekatan prototipe& yaitu( perluasan
penggunaan prototipe& iterasi tingkat
tinggi dan peran evaluasi formatif& dan
pentingnya peran keterlibatan pengguna
!5ieven& 3:::$
#erdasarkan hasil survai yang
dilakukan pada "ebruari 1234 di SMA
5egeri 6 Kota Ternate& nilai rerata pretes
kemampuan pemecahan masalah fisika
siswa kelas X semester genap diperoleh
hasil( a$ Konsep Optik adalah 228* b$
Suhu dan Temperatur adalah 223* c$
+istrik Statik adalah 222* d$ ,nduksiel
-ktromagnetik adalah 221 5ilai rerata
untuk keseluruhan konsep diperoleh
221 #erdasarkan rubrik problem
solving !9ocktor& 122:$ yang
dimodifikasi diketahui bahwa nilai rerata
siswa diperoleh hasil sebagai berikut( a$
tidak menjawab pertanyaan !5A$
sebanyak 8::7;* b$ solusi tidak
termasuk keterangan dan tidak
diperlukan untuk pemecahan masalah
!skala 2$ sebanyak 3211;* c$ seluruh
diskripsi tidak berguna dan<atau
mengandung kesalahan !skala 3$
sebanyak 724;* d$ sebagian besar
deskripsi tidak diperlukan& hilang&
dan<atau mengan.dung kesalahan !skala
1$ sebanyak 261;* e$ sebagian deskripsi
tidak diperlukan& hilang& dan<atau
mengandung kesalahan !skala 4$
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
sebanyak 231;* f$ deskripsi diperlukan
tetapi mengalami kesalahan atau
kesalahan kecil !skala 6$ sebanyak
313;* g$ deskripsi diperlukan& tepat&
dan lengkap !skala =$ sebanyak 221;
SIMPULAN
'im6"la$
#erdasarkan analisis data maka
dapat ditarik kesimpulan penelitian
sebagai berikut( Kemampuan
menyelesaikan soal 'isika siswa SMA
5egeri 6 Kota Ternate Kelas X !Kelas
Akselerasi dan seluruh kelas Kelas X
3
sampai pada kelas X
7
$ sangat rendah
Sa)a$
#erdasarkan kesimpulan di atas&
beberapa saran yang dapat disampaikan
penulis adalah sebagai berikut
3 Siswa harus mempersiapkan diri atau
belajar lebih baik agar dapat menye.
lesaikan masalah fisika baik berupa
konsep maupun pemecahan masalah
lain yang berhungan dengan fisika
1 Materi<Matapelajaran 'isika pokok
bahas.an( a$ Optika )eometrik* b$
Suhu dan Temperatur* c$ +istrik
Statik* d$ induksi -lektromagnetik
merupakan landasan yang harus
dipahami mahasiswa dalam belajar
pada matapelajaran 'isika di kelas
X,, pokok bahasan( a$ /ahaya
sebagai )elombang* b$ +istrik dan
Magnet* c$ "engantar Teori
Kuantum* d$ Teori Atom* e$ Teori
0elativitas* e$ 'isika ,nti
DAFTAR RUJUKAN
AA/%& A O !1231$ Kuantitative
+iteracy
Galue0ubrichttp(<<wwwingov<
che<files<AllLGA+%-L0ubricsp
df AA6U& 13.11
Anderson& 9 0 !1223$ A Ta'onom( )or
5earnin!" Tea#hin!" an%
Assessin!: A ;eision o) 8loom4s
Ta'onom( o) 9%u#a$ional
0b(e#$ies+ A 8ri%!e% 9%i$ion+
<u%ul %alam 8ahasa In%onesia:
Keran!*a 5an%asan Un$u*:
Pembela3aran" Pen!a3aran" %an
Asesmen+ ;eisi Ta*sonomi
Pen%i%i*an 8loom+ 5ew Jork (
Addison Besley +ogman& ,nc
1223 "enerbit ,ndonesia(
"ustaka "elajar Jogyakarta
/etakan ,& 1232 "enerjemah(
Agung "rihantoro
Arends& 0 , !1227$ 5earnin! To Tea#h+
Seventh -dition Mc)raw ?ill
/ompanies& ,nc& 3113 Avenue of
America 5ew Jork&5J 32212
/opyright M1228 ,S#5.34(
:87.2.28.332A1A.: Alih #ahasa
?elly "S N Sri Mulyantini
SFudul ,ndonesia #elajar untuk
Mengajar -disi ketujuh<#uku
9ua Jogyakarta( "ustaka "elajar
/edefop !1221$ TH9MATI6 ANA5=SIS
0> Trainin! V9T $ea#hers an%
$rainers ? 6e%e)op"
h$$p:@@&&&+#e%e)op+eu+in$@+
)erman( -uropean /entre for the
9evelopment of Gocational
Training
9ocktor& F + !122:$ 9evelopment and
Galidation of a "hysics "roblem.
Solving Assessment 0ubric A
Disser$a$ion Submi$$e% To The
Fa#ul$( 0) The Ara%ua$e S#hool
0) The Uniersi$( 0) Minneso$a+
In Par$ial Ful)ilmen$ 0) The
;e/uiremen$s For The De!ree 0)
Do#$or 0) Philosoph(& 8:
9ogru& M !1227$ The Aplication of
"roblem Solving Method on
Science Teacher Traineesnon the
Solution of the -nvironmental
"roblems <ournal o)
9nironmen$al B S#ien#e
9%u#a$ion" 200C" D -1." E7 1C
ISSN 1D0>7D0>F G 200C b(
Ao**usa!i 5$% All ;i!h$s
;esere%& :
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
)aspersI& A ' !1233$ In$e!ra$e%
Mana!emen$ Problem Solin!+
Pan%uan ba!i Pra*$isi 8isnis %an
In%us$ri+ IS8N: EHC7>027EE41H7
>70+ #ogor( Ginchristo
"ublication #aranangsiang ,ndah
A1 5o : #ogor 3A82
)iancoli& 9 / !3::7$ <u%ul Asli:
Ph(si#s: Prin#iples &i$h
appli#a$ions" Fi$h 9%i$ion+ <u%ul
In%onesia: Fisi*a <ili% 1+ 9%isi
*elima+ Alih 8ahasa: =uhilIa
HanunJ 9%i$or: Hilarius Kibi+
Fakarta( -rlangga
?ollabaugh& M !3::=$ "hysics "roblem
Solving in /ooperative +earning
)roups a Thesis Submi$$e% $o $he
Fa#ul$( o) $he Ara%ua$e S#hool
o) $he Uniersi$( o) Minneso$a In
par$ial )ul)illmen$ o) $he
re/uiremen$s )or $he %e!ree o)
Do#$or o) Philosoph(& 3
,brahim& M !122=$ Seri Pembela3aran
Inoa$i)+ Pembela3aran
8er%asar*an Masalah+ 5a$ar
8ela*an!" *onsep %asar %an
#on$oh Implemen$asin(a+
Surabaya( "enerbit %5-SA
%niversity "ress Anggota ,KA",
,S#5 :8:.66=.213.:
,nc& / T !1231$ Train7TheLTrainer+
6orpora$e Trainin! Ma$erial a
%iision o) Alobal 6ourse&are
In#+ %nited States N /anada(
%nited States N /anada
Kamla.0aj !1227$ Managing StudentsO
Attittude towards Science
Through "roblem . Solving
,nstructional Strategy Kamla7;a3
200C An$hropolo!is$" 10-1.+ & 13.
16
Kauchak& " - !1231$ S$ra$e!ie an%
Mo%els )or Tea#her: Tea#hin!
6on$en$ an% Thin*in! S*ills"
Si'$h 9%i$ion+ %S ,S#5(
:87234138:44.3+ Fudul dalam
#ahasa ,ndonesia Strategi dan
Model "embelajaran
"enerjemah( Satrio Bahono
Mengajarkan Konten dan
Keterampilan #erpikir& -disi A
Kembangan %tara.Fakarta #arat
33A32( "T ,ndeks
Koenig& F A !1233$ Assessin! 21s$
6en$ur( S*ills: Summar( o) a
Kor*shop+ Bashington& 9/( The
5ational Academies "ress(
/opyright 1233 by the 5ational
Academy of Sciences All rghts
reserved
+unsford& / T !1227$ An 9mphasis 0n
In/uir( An% Ins#rip$ion
No$eboo*s: Pro)essional
Deelopmen$ For Mi%%le S#hool
An% Hi!h S#hool 8iolo!(
Tea#hers Tea#hers an%
Tea#hin!+ S$ra$e!ies" Innoa$ions
an% Problem Solin!+ Aeral% F+
0llin!$on+ IS8N EHC717>0>E27
4F27F 9%i$or+ Noa S#ien#e
Publishers" In#+ Ne& =or*+8=
Mayer& M B !1231$ "roblem Solving
h$$p:@@&&&+e%u#a$ion+#om@re)ere
n#e@ar$i#le@problem7solin!1@& 3
Muir& M !1226$ "roblem Solving The
Prin#ipals4 Par$nership
h$$p:@@&&&+prin#ipalspar$nership
+#om@ Sponsore% b( Union
Pa#i)i# Foun%a$ion ;esear#h
8rie) Problem Solin!& A
Muslim !122A$ Triolo!i Peme*aran
Para%i!ma 9ins$ein+ 9aerah
,stimewa Jogyakarta( Furusan
'isika 'akultas Matematika dan
,lmu "engetahuan A+am
%niversitas )adjah Mada
5iaI& M !1227$ 'aciliting Science
TeachersO %nderstanding Of The
5ature Of Science Tea#hers an%
Tea#hin!+ S$ra$e!ies" Innoa$ions
an% Problem Solin!+ Aeral% F+
0llin!$on 9%i$or+ IS8N EHC717
>0>E274F27F+ Noa S#ien#e
Publishers" In#+ Ne& =or*&:2
Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV Tahun 2014
5ur& M !1233$ Mo%el
Pembela3ar8er%asar*an
Masalah+ IS8N EHC7>027C01C7
DD7D+ Surabaya( Kementrian
"endidikan 5asional %niversitas
5egeri Surabaya "usat Sains
9an Matematika Sekolah
5ur& M !1233$ S$ra$e!i7S$ra$e!i
8ela3ar+ Dilen!*api 6on$oh
Peran!*a$ ;PP Ke$erampilan
8erpi*ir %an Pen%i%i*an
Kara*$er+ Surabaya( Kementrian
"endidikan 5asional %niversitas
5egeri Surabaya "usat Sains
9an Matematika Sekolah
5ur& M !1226$ Teori7Teori
Pembela3aran Ko!ni$i)+
Surabaya( %niversitas 5egeri
Surabaya "usatSains 9an
Matematika Sekolah
Salim& " !3::3$ The 6on$emporar(
9n!lish 7 In%onesian Di#$ionar(+
9%isi *eenam 1F 0*$ober 1EE1+
Fakarta( Modern -ngish "ress
Santrock& F B !1233$ 9%u#a$ional
Ps(#hoolo!(" F $h e%+ Uniersi$(
o) Te'as a$ Dallas+ Pener3emah
Har(a 8himasena+ 6op(ri!h$G
2014 b( M# Ara&7Hill
9%u#a$ion -Asia. an% Salemba
9mpa$+ <u%ul %alam 8ahasa
In%onesia: Psi*olo!i Pen%i%i*an+
9%isi F 8u*u 2 Penerbi$ Salemba
Humani*a+ 5ew Jork Americas(
Mc )raw ?ill -ducation ,S#5(
:87.2.28.448787.8 M?,9( 2.
28.448787.X
Subiyanto !3::2$ S$ra$e!i 8ela3ar
Men!a3ar Ilmu Pen!e$ahuan
Alam+ Malang( ,K," Malang
Santyasa& , B !122A$ "engembangan
"emahaman Konsep 9an
Kemampuan "emecahan Masalah
'isika #agi Siswa SMA 9engan
"emberdayaan Model "erubahan
Konseptual #erseting ,nvestigasi
Kelompok <urusan Pen%i%i*an
Fisi*a Uniersi$as Pen%i%i*an
Aanesha+
h$$p:@@&&&+)ree&ebs+#om@san$(as
a@p%)2@Pen!emban!anLPemaha
manLKonsep+p%)& 13
Titus& 0 T !3:8:$ 5iin! Issues In
Philosoph(" Seen$h 9%i$ion
-Persoalan7Persoalan Filsa)a$.
Alih 8ahasa H+ M+ ;as3i%i+ 5ew
Jork( 9 Gan 5ostrand /ompany
+itton -ducational "ublishing&
,nc& 5ew Jork ?ak "enerbitan
dalam bahasa ,ndonesia dipegang
oleh "T #ulan #intang Fakarta
Bittrock& 0 M !122:$ "roblem
Solving
h$$p:@@&&&+e%u#a$ion+#om@re)ere
n#e@ar$i#le@problem7solin!1@
Up%a$e% on De# 2D" 200E & 3.1
Boolfolk& A !122:$ 9%u#a$ional
Ps(#holo!( A#$ie 5earnin!
9%i$ion+ Alih bahasa oleh Hell(
Pra3i$no Soe$3ip$o" %an Sri
Mul(an$ini Soe$3ip$o+ IS8N EHC7
>027C4HE7HC7D+ Jogyakarta(
"enerbit "ustaka "elajar
5ieven& 5 !3:::$ Pro$o$(pin! $o ;ea#h
Pro%u#$ Muali$(+ In <an an
%en A**er+" 8ran#h" ;+ M+"
Aus$a)son" K+" Nieen N+" an%
Plomp T+ -9%s.+ Desi!n
Approa#hes an% Tools In
9%u#a$ion an% Trainin! -pp+
12F71DF.+ 9ordrecht
5etherlands( Springer