Anda di halaman 1dari 37

1

BAB I
PENDAHULUAN
Stroberi atau buah arbei merupakan salah satu
buah yang cukup banyak digemari oleh masyarakat di
dunia. Mulai dari golongan muda sampai golongan tua.
Buah denga tekstur lunak berair tersebut memiliki
rasa yang cukup unik, yakni dengan rasa manis dan
sedikit masam. Selain itu dengan warna merahnya yang
menarik serta bentuknya yang seperti hati
menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri untuk
buah tersebut.
Stroberi juga merupakan jenis buah yang
memiliki nilai ekonomis tinggi. Beberapa petani di
Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi telah
melakukan budidaya stroberi secara komersial karena
prospeknya yang cukup menjanjikan.
Dalam budidaya tanaman stroberi harus benar-
benar memperhatikan berbagai aspek. Teknik yang
digunakan sangat berpengaruh terhadap produksi
buah yang dihasilkan.
Buku ini memberikan informasi yang cukup
singkat dan padat. Dengan harapan pengguna dapat
dengan mudah memahami isi dari buku ini.

2

BAB II
MENGENAL TANAMAN STROBERI
A. Asal-usul dan penyebaran
Tanaman stroberi dikenal sejak
zaman Romawi. Namun bukan stroberi
yang kita kenal saat ini atau stroberi
komersial , yang merupakan hasil
persilangan.
Buah khas stroberi berasal dari
Amerika, dan dikembangbiakan
dengan baik di daerah Amerika Utara
untuk jenis Fragaria Virginiana yang
terkenal akan rasanya dan di Amerika
Selatan, Chile untuk jenis Fragaria
Chiloensis untuk ukuran besarnya.
Proses persilangan sebenarnya
dilakukan secara tidak sengaja di awal
abad ke-18 di benua Eropa dimana
kedua tepung sari dan bibit tanaman
dibawa dan ditanam di daerah Brest,
Perancis yang memiliki iklim tropis
dengan suhu sejuk antara 20C-25C
dan memiliki tanah yang lebih subur.
Hasil dari perkawinan kedua jenis
tersebut adalah Fragaria Ananassa.
Tahukah kamu??
Tanaman stroberi
berasal dari Chili,
Amerika. Daerah
penyebarannya
adalah Amerika,
Eropa
Spesies pertama
yang masuk ke
Indonesia adalah
Fragaria vesca L.
Cocok tumbuh di
wilayah Bandung,
Karang Anyar,
Sukabumi,
Cipanas, Lembang,
Batu, dan Bedugul
(Bali)


3

B. TAKSONOMI DAN MORFOLOGI
Taksonomi
Di Indonesia, stroberi juga dikenal
dengan nama arbei. Stroberi
dibudidayakan secara besar-besaran di
sebagian besar negara yang beriklim
sedang dan beberapa yang beriklim
subtropis. Di negara tropis, stroberi juga
diusahakan secara komersial meskipun
dalam skala kecil.
Adapun taksonomi stroberi, sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Rosaceae
Genus : Fragaria
Species : Fragaria sp
Morfologi
Secara umum, morfologi tanaman stroberi
terdiri atas bagian batang, daun, akar, bunga,
buah, dan stolon.
Taukah kamu??
Terdapat
lebih dari 700
macam buah
stroberi yang
menyebar di
seluruh
dunia.

4

www.image-google.com
a. Batang

Batang tanaman
stroberi beruas-ruas
pendek dan berbuku-buku
banyak mengandung air,
serta tertutupi pelepah
daun, sehingga seolah-olah tampak seperti
rumpun tanpa batang. Buku-buku batang
yang tertutup oleh sisi daun mempunyai
kuncup (gemma). Ruas (internode) sangat
pendek sehingga jarak daun satu dengan
daun lainnya sangat rapat.
b. Daun
Daun tanaman stroberi
tersusun pada tangkai yang

5

berukuran agak panjang. Tangkai daun
berbentuk bulat serta seluruh
permukaannya ditumbuhi oleh bulu-bulu
halus. Helai daun bersusun tiga (trifoliate).
Bagian tepi daun bergerigi, berwarna hijau,
dan berstruktur tipis. Permukaan atas daun
berbulu halus berwarna hijau atau hijau
tua. Permukaan bawah berwarna hijau
keabu-abuan dan memiliki 300-400
stomata/mm2. Hal ini menunjukkan bahwa
tanaman ini sangat mudah kekurangan air
karena tingginya laju transpirasi pada saat
udara panas. Pada masa pertumbuhan
vegetatif, dengan suhu rata-rata 22 C
akan terbentuk daun-daun baru setiap 8-
12 hari. Daun-daun ini akan tumbuh di
meristem apikal. Daun dapat bertahan
hidup selama 1-3 bulan, kemudian daun akan
kering dan mati.
c. Akar
Struktur akar tanaman
stroberi terdiri atas
pangkal akar (collum),
batang akar (corpus),

6

ujung akar (apeks), bulu akar (pilus
radicalis), dan tudung akar (calyptras).
Tanaman stroberi berakar tunggang (radix
primaria). Panjang akarnya mencapai 100
cm, namun akar tersebut hanya menembus
lapisan tanah atas sedalam 15-45
cm,tergantung jenis dan kesuburan
tanahnya.

d. Bunga
Bunga tanaman stroberi
berbentuk tandan pada
beberapa tangkai bunga.
Biasanya bunga mekar tidak
bersamaan, bunga yang
terbuka awal biasanya lebih
besar ukurannya. Bunga
berwarna putih, berdiameter 2,5-3,5 cm,
terdiri dari 510 kelopak bunga berwarna
hijau, 5 mahkota bunga, sejumlah tangkai
putik dan 23 lusin benang sari. Benang sari
tumbuh pada 3 lingkaran kedudukan.
Benang sari berisi tepung sari yang
berwarna kuning emas.

7

e. Buah
Buah stroberi berwarna
merah. Buah yang biasanya
dikenal adalah buah semu,
yang sebenarnya merupakan receptacle
yang membesar. Buah sejati yang berasal
dari ovul yang diserbuki berkembang
menjadi buah kering dengan biji keras.
Struktur buah keras ini disebut achene
yang bentuknya ditentukan oleh
keefektifan penyerbukan.

f. Stolon
Kuncup
ketiak pada
tanaman stroberi
dapat tumbuh
menjadi anakan atau stolon. Stolon
biasanya tumbuh memanjang dan
menghasilkan beberapa calon tanaman baru.
Stolon adalah cabang kecil yang tumbuh
mendatar atau menjalar di atas permukaan
tanah. Stolon dapat menumbuhkan anakan-

8

anakan tanaman stroberi. Anakan yang
terbentuk dari stolon adalah anakan
vegetatif yang memiliki sifat dan karakter
yang sama dengan induknya.

Jenis dan Varietas
Berdasarkan pengaruh panjang hari,
stroberi dibagi menjadi dua jenis yaitu :


Varietas stroberi yang dapat ditanam di
Indonesia adalah Oso grande,Pajero, Selva, Ostara,
Tenira, Robunda, Tristar, Bogota, Elvira, Gorella,
Sweet charlie, Shantung, dan Red Gauntlet.



Short day cultivar
disebut June-bearing yang bunganya mulai
terbentuk ketika panjang hari kurang dari
14 jam dan suhu lebih rendah dari 15C.
Day neutral cultivar
disebut everbearing yaitu jenis kultivar
stroberi yang memproduksi bunga dan
buah sepanjang tahun selama suhu
mendukung yaitu suhu malam hari tetap di
atas 15.5C

9

Di Cianjur ditanam varietas Hokowaze berasal
dari Jepang yang cepat berbuah, sedangkan petani
lembang menggunakan varietas Shantung dan Nyoho
yang cocok untuk ditanam di daerah tropis dan
sering dibuat menjadi makanan olahan seperti selai
dan jeli. Selain kedua varietas di atas petani lembang
juga menanam varietas lain diantaranya adalah
Sweet charlie, Oso grande, dan Tristar yang sangat
cocok untuk diproduksi dalam buah segar. Sementara
itu, varietas yang ditanam di Ciwidey ada empat jenis
yaitu Nyoho, Tristar, Oso grande, dan Sweet
Charlie.
Varietas Sweet Charlie
memiliki intensitas rasa, tingkat
kemanisan dan keseragaman warna
yang paling baik, namun mempunyai
intensitas warna merah yang
bervariasi. Varietas ini juga secara
umum memproduksi buah yang
paling lunak dibandingkan dengan varietas Oso
Grande, Rosa Linda, Selva dan Camarosa.

Ada beberapa bentuk buah stroberi yang
dikenal. Menurut penggolongan USDA (United
States Department of Agriculture), ada delapan
bentuk stroberi yang dikenal seperti terlihat pada

10

Gambar 1. Adanya bentuk-bentuk ini ditentukan
oleh sifat genetiknya.


Gambar. Bentuk-bentuk stroberi berdasarkan USDA.
Keterangan dari kiri ke kanan: oblate, globose conic, globose,
conic, necked, long conic, long wedge, dan short wedge.

Oblate dan globose memiliki bagian ujung
yang bulat, conic memiliki ujung runcing,
sedangkan wedge memiliki ujung mendatar.









11

Bab III
Syarat Tumbuh Dan Pembibitan Stoberi
Syarat Pertumbuhan
a. Iklim
Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan
baik di daerah dengan:
curah hujan 600-700 mm/tahun.
Lamanya penyinaran cahaya matahari 810
jam setiap harinya.
temperatur 17C-20C.
Kelembaban udara antara 80-90%.
b. Media Tanam
Jika ditanam di kebun, tanah yang
dibutuhkan adalah tanah liat berpasir,
subur, gembur, mengandung banyak bahan
organik, tata air dan udara baik.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang
ideal untuk budidaya stroberi di kebun

12

adalah 5.4-7.0, sedangkan untuk budidaya
di pot adalah 6.57,0.
Jika ditanam dikebun maka kedalaman air
tanah yang disyaratkan adalah 50-100 cm
dari permukaan tanah.
Jika ditanam di dalam pot, media harus
memiliki sifat poros, mudah merembeskan
air dan unsur hara selalu tersedia.
c. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim
tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.
Pembibitan
Stroberi diperbanyak dengan biji dan bibit
vegetatif (anakan dan stolon atau akar sulur).
Adapun kebutuhan bibit per hektar antara
40.000-83.350.
a. Perbanyakan dengan biji
Rendam benih di dalam air selama 15 menit
lalu keringanginkan.

13

Kotak persemaian berupa kotak kayu atau
plastik, diisi dengan media berupa campuran
tanah, pasir dan pupuk kandang (kompos)
halus yang bersih (1:1:1). Benih disemaikan
merata di atas media dan tutup dengan tanah
tipis. Kotak semai ditutup dengan plastik atau
kaca bening dan disimpan pada
temperatur18-20 derajat C.
Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit
berdaun dua helai siap dipindahtanam ke
bedeng sapih dengan jarak antar bibit 2-3
cm. Media tanam bedeng sapih sama dengan
media persemaian. Bedengan dinaungi dengan
plastik bening. Selama di dalam bedengan,
bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran
10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit
dipindahkan ke kebun.
b. Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di
kebun
Tanaman induk yang dipilih harus berumur
1-2 tahun, sehat dan produktif.

14



Penyiapan bibit anakan dan stolon adalah
sebagai berikut:
Bibit anakan : Rumpun
dibongkar dengan cangkul, tanaman
induk dibagi menjadi beberapa
bagian yang sedikitnya mengandung 1
anakan. Setiap anakan ditanam dalam
polibag 18 x 15 cm berisi campuran
tanah, pasir dan pupuk kandang halis
(1:1:1), simpan di bedeng persemaian
beratap plastik.
Bibit stolon :
Rumpun yang dipilih telah memiliki
akar sulur pertama dan kedua. Kedua
akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam
di dalam atau polibag 18 x 15 cm
berisi campuran tanah, pasir dan
pupuk kandang (1:1:1). Setelah
Bagaimana ya Penyiapan
bibit anakan dan stolon??

15

tingginya 10 cm dan berdaun rimbun,
bibit siap dipindahkan ke kebun.
c. Bibit untuk budidaya stroberi di polibag :

Pembibitan dari benih atau anakan/stolon
dilakukan dengan cara yang sama, tetapi
media tanam berupa campuran gabah padi
dan pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di
persemaian berdaun dua atau bibit dari
anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap
pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar
ukuran 30 x 20 cm berisi media yang sama.

16

Bab IV
Budidaya Tanaman Stoberi
Budidaya Stroberi Di Kebun
a. Pengolahan Media Tanam
Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan
baik sedalam 30-40 cm.
Keringanginkan selama 15-30 hari.
Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi
30-40 cm, panjang disesuaikan dengan
lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm
atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-
40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan,
jarak antar guludan 40 x 60 cm.
Taburkan 20-30 ton/ha pupuk
kandang/kompos secara merata di
permukaan bedengan/ guludan.
Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari.
f) Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30
cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.


17

Budidaya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan
baik dan keringanginkan 15-30 hari.
Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm,
tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan
dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm
atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar
atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang
disesuaikan dengan lahan, jarak antar
bedengan 60 cm.
Keringanginkan 15 hari.
Taburkan dan campurkan dengan tanah
bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-
36 dan 100 kg/ha KCl.
Siram hingga lembab.

18

Pasang mulsa plastik hitam atau hitam
perak menutupi bedengan/guludan dan
kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan
bambu berbentuk U.
Buat lubang di atas plastik seukuran alas
kaleng bekas susu kental manis. Jarak
antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50
cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30,
50 x 50 atau 50 x 40 cm.
Buat lubang tanam di atas lubang mulsa
tadi.
b. Pengapuran
Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur
kalsit/dolomit ditebarkan di atas
bedengan/guludan lalu dicampur merata.
Pengapuran dilakukan segera setelah
bedengan/guludan selesai dibuat.
c. Teknik Penanaman
Siram polybag berisi bibit dan keluarkan
bibit bersama media tanamnya dengan
hati-hati.

19

Tanam satu bibit di lubang tanam dan
padatkan tanah di sekitar pangkal batang.
Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk
dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk
anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea,
250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupuk
diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di
kiri-kanan tanaman.
Sirami tanah di sekitar pangkal batang
sampai lembab.
d. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : Penyulaman dilakukan sebelum
tanaman berumur 15 hari setelah tanam.
Tanaman yang disulam adalah yang mati
atau tumbuh abnormal.
Penyiangan : Penyiangan dilakukan pada
pertanaman stroberi tanpa ataupun dengan
mulsa plastik. Mulsa yang berada di antara
barisan/bedengan dicabut dan dibenamkan
ke dalam tanah. Waktu penyiangan
tergantung dari pertumbuhan gulma,
biasanya dilakukan bersama pemupukan
susulan.

20

Perempelan/Pemangkasan : Tanaman yang
terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus
dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur
terutama membuang daun-daun tua/rusak.
Tanaman stroberi diremajakan setiap 2
tahun.
e. Pemupukan
Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan
diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam
sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian
dengan cara ditabur dalam larikan dangkal
di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
Pertanaman dengan mulsa: Pupuk susulan
ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik.
Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5)
sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter
air. Setiap tanaman disiram dengan 350-
500 cc larutan pupuk.
f. Pengairan dan Penyiraman
Sampai tanaman berumur 2 minggu,
penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah

21

itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur
dengan syarat tanah tidak mengering.
Pengairan bisa dengan disiram atau
menjanuhi parit antar bedengan dengan air.
g. Pemasangan Mulsa Kering
Mulsa kering dipasang seawal mungkin
setelah tanam pada bedengan/ guludan
yang tidak memakai mulsa plastik. Jerami
atau rumput kering setebal 35 cm
dihamparkan di permukaan
bedengan/guludan dan antara barisan
tanaman.







22

Bab IV
Hama Dan Penyakit
Hama
1. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
o Kutu berwarna kuning-kuning
kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup
bergerombol di permukaan bawah
daun.
o Gejala: pucuk/daun keriput, keriting,
pembentukan bunga/buah
terhambat.
o Pengendalian: dengan insektisida
Fastac 15 EC dan Confidor 200 LC.

23

2. Tungau (Tetranychus sp. dan Tarsonemus
sp.)

o Tungau berukuran sangat kecil,
betina berbentuk oval, jantan
berbentuk agak segi tiga dan telur
kemerah-merahan.
o Gejala: daun berbercak kuning
sampai coklat, keriting, mengering
dan gugur.
o Pengendalian: dengan insektisida
Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau
Agrimec 18 EC.
3. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus
rubi), kumbang penggerek akar
(Otiorhynchus rugosostriatus) dan
kumbang penggerek batang (O. sulcatus).

24

o Gejala: di bagian tanaman yang
digerek terdapat tepung.
o Pengendalian: dengan insektisida
Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC
atau Curacron 500 EC pada waktu
menjelang fase berbunga.
4. Kutu putih (Pseudococcus sp.)

o Gejala: bagian tanaman yang
tertutupi kutu putih akan menjadi
abnormal.
o Pengendalian: kimia dengan
insektisida Perfekthion 400 EC atau
Decis 2,5 EC.
5. Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau
A. ritzemabosi)
o Hidup di pangkal batang bahkan
sampai pucuk tanaman.

25

o Gejala: tanaman tumbuh kerdil,
tangkai daun kurus dan kurang
berbulu.
o Pengendalian: dengan nematisida
Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau
Nemacur 10 G.
Penyakit
1. Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
o Gejala: bagian buah membusuk dan
berwarna coklat lalu mengering.
o Pengendalian: dengan fungisida
Benlate atau Grosid 50 SD.
2. Busuk buah matang (Colletotrichum
fragariae Brooks)
o Gejala: bah masak menjadi kebasah-
basahan berwarna coklat muda dan
buah dipenuhi massa spora berwarna
merah jambu.
o Pengendalian: dengan fungisida
berbahan aktif tembaga seperti
Kocide 80 AS, Funguran 82 WP,
Cupravit OB 21.
3. Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).

26

o Gejala:
1. buah busuk, berair, berwarna
coklat muda dan bila ditekan
akan mengeluarkan cairan
keruh;
2. di tempat penyimpanan, buah
yang terinfeksi akan tertutup
miselium jamur berwarna
putih dan spora hitam.
o Pengendalian: membuang buah yang
sakit, pasca panen yang baik dan
budidaya dengan mulsa plastik.
4. Empulur merah (Phytophthora fragariae
Hickman)
o Gejala: jamur menyerang akar
sehingga tanaman tumbuh kerdil,
daun tidak segar, kadang-kadang
layu terutama siang hari.
5. Embun tepung (Sphaetotheca mascularis
atau Uncinula necator).
o Gejala: bagian yang terserang,
terutama daun, tertutup lapisan
putih tipis seperti tepung, bunga
akan mengering dan gugur.

27

o Pengendalian: dengan fungisida
Benlate atau Rubigan 120 EC.
6. Daun gosong (Diplocarpon earliana atau
Marssonina fragariae)
o Gejala: Daun berbercak bulat telur
sampai bersudut tidak teratur,
berwarna ungu tua.
o Pengendalian kimia dengan fungisida
Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.
7. Bercak daun
o Penyebab :
1. Ramularia tulasnii atau
Mycosphaerella fragariae,
Gejala: bercak kecil ungu tua pada
daun. Pusat bercak berwarna coklat
yang akan berubah menjadi putih;
2. Pestalotiopsis disseminata,
Gejala: bercak bulat pada daun.
Pusat bercak berwarna coklat fua
dikelilingi bagian tepi berwarna
coklat kemerahan atau kekuningan,
daun mudah gugur;
3. Rhizoctonia solani,

28

Gejala : bercak coklat-hitam besar
pada daun.
Pengendalian kimia dengan fungisida
bahan aktif tembaga seperti
Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau
Cupravit OB 21.
8. Busuk daun (Phomopsis obscurans).
o Gejala: noda bula berwarna abu-abu
dikelilingi warna merah ungu,
kemudian noda membentuk luka mirip
huruf V.
o Pengendalian: dengan Dithane M-45,
Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.
9. Layu vertisillium (Verticillium dahliae)

o Gejala: daun terinfeksi berwarna
kekuning-kuningan hingga coklat,
layu dan tanaman mati.

29

o Pengendalian: melalui fumigasi gas
dengan Basamid-G.
10. Virus
o Ditularkan melalui serangga aphids
atau tungau.
o Gejala:
terjadi perubahan warna daun dari
hijau menjadi kuning (khlorosis)
sepanjang tulang daun atau totol-
totol (motle), daun jadi keriput,
kaku, tanaman kerdil.
o Pengendalian:
menggunakan bibit bebas virus,
menghancurkan tanaman terserang,
menyemprot pestisida untuk
mengendalikan serangga pembawa
virus. Pencegahan hama dan penyakit
umumnya dapat dilakukan dengan
menjaga kebersihan kebun/tanaman,
menanam secara serempak (untuk
memutus siklus hidup), menanam
bibit yang sehat, memberikan pupuk

30

sesuai anjuran sehingga tanaman
tumbuh sehat, melakukan pergiliran
tanaman dengan tanaman bukan
keluarga Rosaceae dan memangkas
bagian tanaman/mencabut tanaman
yang sakit. Membudidayakan
stroberi dengan mulsa plastik juga
akan menekan pertumbuhan
hama/penyakit. Khusus untuk
penyakit, perbaikan drainase
biasanya dapat menurunkan
serangan.








31

BAB V
Panen Dan Pasca panen
Tanaman asal stolon dan anakan mulai berbung ketika
berumur 2 bulan setelah tanam. Bunga pertama
sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan,
bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Periode
pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama
2 tahun tanpa henti.
Ciri Dan Umur Panen
Buah sudah agak kenyal dan agak empuk.
Kulit buah didominasi warna merah: hijau
kemerahan hingga kuning kemerahan.
Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan
atau 10 hari setelah awal pembentukan
buah.
Cara Panen
Panen dilakukan dengan menggunting bagian
tangkai bunga dengan kelopaknya. Panen dilakukan
dua kali seminggu.


32

Perkiraan Produksi
Produktivitas tanaman stroberi tergantung dari
varietas dan teknik budidaya:
Varitas Osogrande : 1,2 kg/tanaman/tahun.
Varitas Pajero : 0,8kg/tanaman/tahun.
Varitas Selva : 0,6-0,7 kg/tan/tahun.
Teknik budidaya stroberi dengan naungan UV
memberikan hasil 1-1,25 kg/tanaman/tahun.
Pascapanen
Pengumpulan :
Buah disimpan dalam suatu wadah dengan
hati-hati agar tidak memar, simpan di
tempat teduh atau dibawa langsung ke
tempat penampungan hasil. Hamparkan
buah di atas lantai beralas terpal/plastik.
Cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan
di atas rak-rak penyimpanan.
1. Penyortiran dan Penggolongan : Pisahkan
buah yang rusak dari buah yang baik.

33

Penyortiran buah berdasarkan pada
varietas, warna, ukuran dan bentuk buah.

Terdapat 3 kelas kualitas buah yaitu:
1. Kelas Ekstra: (1) buah berukuran 20-
30 mm atau tergantung spesies; (2)
warna dan kematangan buah
seragam.
2. Kelas I: (1) buah berukuran 15-25
mm atau tergantung spesies; (2)
bentuk dan warna buah bervariasi.
3. Kelas II: (1) tidak ada batasan
ukuran buah; (2) sisa seleksi kelas
ekstra dan kelas I yang masih dalam
keadaan baik.
2. Pengemasan dan Penyimpanan : Buah
dikemas di dalam wadah plastik transparan

34

atau putih kapasitas 0,25-0,5 kg dan
ditutup dengan plastik
lembar polietilen.
Penyimpanan dilakukan
di rak dalam lemari
pendingin 0C-1C.







Contoh produk stroberi
Buah segar



Stoberi bisa dibuat apa
aja ya??
Stroberi itu bisa dibuat
macam olahan lho,,,seperti
yang dibawah ini.
Eits,,jangan ngiler ya..
Ice cream

35

Jus stoberi Pudding




Pan cake selai





kue
pizza




Dan lain-lain

36

DAFTAR PUSTAKA
Budiman, Suprihatin dan Desi Saraswati. 2005.
Berkebun Stroberi Secara Komersial. Jakarta :
Penebar Swadaya
Burrack, Hannah J. 2010. Strawberry Insect Pest
Management Minimize, Monitor, and Manage.
Department of Entomology North Carolina State
University.
ERVIANA, SITI. 2011. pembuatan manisan
stroberi(fragraria sp) kering dan perubahan
mutu selama penyimpanan. Bandung: fakultas
teknologi pertanian IPB
Nurfajrianti. 2010. Pengaruh Pelapisan Chitosan Dan
Jenis Kemasan Terhadap Kualitas Dan Daya
Simpan Stoberi( Fragraria sp). Bandung:
Departemen Agronomi Dan Holtikultura Fakultas
Pertanian IPB
Pratiwi, Eka. 2011. Deskripsi Strawberry
(online).http:// eka pratiwi /Deskripsi
strawberry.htm. Diakses 25 Desember 2013.
Rukmana, Rahmat. 1998. Stroberi Budidaya dan
Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius

37

Masrozak. 2011. Budidaya stawberry di pot.
http://masrozak.wordpress.com/2011/01/22/bu
didaya-stroberi-dalam-pot/ (online). Diakses
tanggal 5 januari 2014.