Anda di halaman 1dari 36

AKTIVITAS WISATAWAN

Kebutuhan &
keinginan tidak
terpenuhi
Tekanan/dorongan
Belajar
Proses
Kognitif
Perilaku
Tujuan :
Memenuhi
kebutuhan
Tekanan
berkurang
Perilaku Wisatawan
Suatu tindakan nyata individu atau
kelompok yang dipengaruhi oleh aspek
eksternal dan internal yang mengarahkan
mereka untuk memilih dan menggunakan
barang atau jasa yang diinginkan
Tiga faktor dalam memprediksi perilaku :
1. Faktor dari dalam (deterministik)
2. Faktor lingkungan
3. Faktor interaksi manusia dengan
lingkungan

A. Teori yang berorientasi deterministik
adalah teori Gestalt perilaku
manusia lebih disebabkan oleh
proses-proses persepsi. Obyek,
perseptor dan setting sebagai satu
kesatuan dalam proses persepsi
B. Hipotesis: persepsi berhubungan
positif dengan perilaku

Persepsi
Pendekatan Konstruktivisme =
kumpulan penginderaan (proses
pemaknaan)
Pendekatan ekologik : makna sudah
melekat pada benda (stimulus) yang
dipersepsikan

Faktor yang mempengaruhi persepsi
Menurut Sarwono (1992) persepsi masyarakat
terhadap lingkungannya dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya adalah :
Pendidikan, perbedaan tingkat pendidikan di
masyarakat akan mempengaruhi persepsi
masyarakat.
Pengalaman,
Kebudayaan, faktor kebudayaan tersebut seperti
kebiasaan hidup hubungannya dengan lingkungan.
Usia, perbedaan strata usia dapat mempengaruhi
persepsi,
B. Teori yang berorientasi
lingkungan
yaitu Teori behavioristik. Perilaku
terbentuk karena pengaruh umpan balik
dan pengaruh modelling.
1. Teori goegraphical determinant yaitu
teori yang memandang perilaku
manusia lebih ditentukan oleh faktor
lingkungan dimana manusia hidup.
Perbedaan lokasi menghasilkan
perilaku yang berbeda.
Teori Psikologi Ekologi.
Asumsi dasar:
1. Perilaku manusia terkait dgn konteks
lingkungan
2. Interaksi timbal balik yg menguntungkan
antara manusia & lingkungan
3. Interaksi manusia lingkungan bersifat
dinamis
4. interaksi manusia lingkungan terjadi
dalam berbagai level dan tergantung pada
fungsi.
Teori behavior setting (setting perilaku) = organism
environment fit model yaitu kesesuaian antara
rancangan lingkungan dengan perilaku yang
diakomodasikan dalam lingkungan. Muncul pola-
pola perilaku yg dikaitkan dgn setting tempat.
Dengan mengetahui setting tempat maka dapat
diprediksi perilaku/aktivitas yang terjadi.
C. Sintesa kedua teori di atas, menyatakan
bahwa perilaku manusia selain disebabkan
oleh faktor lingkungan juga disebabkan
oleh faktor internal. Ada proses interaksi
antara kapasitas diri dengan stimulus
lingkungan. Manusia mempengaruhi
lingkungan dan lingkungan dapat
mempengaruhi manusia
Teori medan dari Kurt Lewin B = f(E,O) ,
perilaku merupakan fungsi dari lingkungan
dan organisme
Teori mini
1. Teori Hambatan Perilaku (behavior constraints
theory)
Terdapat sesuatu dari lingkungan yang
menyebabkan/membatasi, sehingga tidak tercapai
apa yang menjadi harapannya. Akibatnya orang
merasa tidak nyaman.
Cara mengatasi dgn menegaskan kontrol thd faktor
lingkungan. Tipe kontrol terhadap lingkungan :
- kontrol lingkungan
- Kontrol kognitif (mengubah interpretasi situasi)
- Kontrol perilaku

2. Teori level adaptasi:
- Stimulus level rendah dan tinggi berakibat negatif
terhadap perilaku. Lingkungan yg optimal adalah
yg mampu mencapai perilaku yg optimal
- Adaptasi dilakukan apabila terjadi disonansi
(ketidakseimbangan interaksi man lingk)
- Semakin sering stimulus datang terjadi
pembiasaan fisik (habituasi) dan pembiasaan
psikis (adaptasi).
- Helmi = ketika seseorang beradaptasi, perilakunya
diwarnai kontradiksi antara toleransi thd kondisi
dan perasaan ketidakpuasan
Teori adaptasi optimal terdapat 3
dimensi hubungan perilaku
lingkungan:
1. Intensitas
2. Keanekaragaman
3. Keterpolaan = pola lingk yg
rumit/tidak jelas sulit diprediksi, pola
yg jelas menyebabkan lingkungan
mudah diprediksi.
1. mengetahui struktur, persepsi dan
motivasi wisatawan,
2. mengetahui pola persebaran dan
perilaku wisatawan tiap ruang di
hutan wisata alam Kaliurang,
3. mengetahui hubungan struktur
wisatawan, persepsi dan motivasi
wisatawan, jenis ruang dengan
perilaku wisatawan
Penelitian di Kaliurang
Taman bermain
Air Terjun Tlogo Muncar
Pronojiwo
Hasil dan Pembahasan
Taman Bermain
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
%
16-25 26-35 36-45 >45
Umur
Pengunjung Berdasarkan Umur
0
10
20
30
40
50
60
%
16-25 26-35 36-45 >45
umur
Wisatawan Berdasarkan Umur
Air Terjun Tlogo Muncar
0
10
20
30
40
50
60
70
80
%
16-25 26-35 36-45 >45
Umur
Wisatawan Berdasarkan Umur
Bukit Pronojiwo
A.1. Struktur Umur
- Topografi
- privasi
- bentuk kunjugan
A.2. Struktur pendidikan
Taman Bermain
Air Terjun Tlogo Muncar
Bukit Pronojiwo
0
5
10
15
20
25
30
35
%
SMP SMA SMK STM SMF D3 S1 S2
Tingkat Pendidikan
Pengunjung Berdasarkan Pendidikan
0
10
20
30
40
50
%
SD SMA SMK D3 S2
Ti ngkat Pendi di kan
Wisatawan Berdasarkan
Pendidikan
0
10
20
30
40
50
60
70
%
SMP SMA SMK D2 D3 S1 S2
Ti ngkat Pendi di kan
Wisatawan Berdasarkan
Pendidikan
Taman bermain : 63% SM, 37% PT
Air Terjun : 72% SM, 28% PT
Pronojiwo : 80% SM, 20% PT
A.3. Jenis Pekerjaan
Taman Bermain
Wisatawan Berdasarkan Pekerjaan
4.35%
6.52%
28.27%
19.57%
6.52%
2.17%
13.04%
2.17%
2.17%
6.52%
2.17%
6.52%
Wiraswasta Guru Swasta Mahasiswa/i
Pelajar Dokter IRT Dagang
Fotografer PNS Sopir Belu m Bekerja
Wisatawan Berdasarkan Pekerjaan
13.04%
8.70%
23.91%
2.17%
2.17%
19.57%
10.87%
8.70%
2.17%
2.17%
2.17%
2.17%
2.17%
Wiraswasta Guru Swasta Buruh
Pelajar Mahasiswa/i Belum Kerja Ibu Rumah Tangga
Perangkat Desa POLRI Missionarist Pensiunan
Konsultan
Air Terjun Tlogo Muncar
Bukit Pronojiwo
Wisatawan Berdasarkan Pekerjaan
4.88%
24.39%
36.59%
9.76%
2.44%
14.63%
7.32%
Pedagang Swasta Mahasiswa/i
Pelajar Perawat PNS
Belum Bekerja
3. Pendapatan
Taman bermain :< 1 jt 65%, > 1jt 35%
Air Terjun : < 1jt 59%, > 1jt 41%
Pronojiwo : < 1jt 76%, > 1jt 24%
4. Asal :
Taman bermain : Yogya 63%, Jateng 12%
Air Terjun : Yogya 54%, Jateng 30%
Pronojiwo : Yogya 39%, Jateng 42%,
LJ19%

B. Motivasi
Taman Bermain
Alasan Berkunjung Wisatawan
Taman Bermain
12.20%
17.07%
9.76%
9.76%
2.44%
14.63%
31.71%
2.44%
Mdh dijangkau Keindahan alam Murah Pikiran suntuk
Daerah asal panas Ketenangan Mencari udara segar Lainnya
Alasan Berkunjung Wisatawan
Air Terjun
11.63%
22.09%
10.47%
10.47%
5.81%
13.95%
23.26%
2.33%
Mdh dijangkau Keindahan alam Murah Pikiran suntuk
Daerah asal panas Ketenangan Mencari udara segar Lainnya
Air Terjun Tlogo Muncar
Alasan Berkunjung Wisatawan
Pronojiwo
10.81%
32.43%
8.11% 5.41%
2.70%
9.46%
25.68%
5.41%
Mdh dijangkau Keindahan alam Murah
Pikiran suntuk Daerah asal panas Ketenangan
Mencari udara segar Lainnya
Bukit Pronojiwo
1. Alasan Kunjungan
Faktor daerah asal
Faktor obyek
Faktor penghalang
2. Tujuan kunjungan
Taman Bermain
Tujuan Utama Wisatawan
Taman Bermain
46.27%
4.48%
29.85%
16.42%
0.00%
2.99%
Rekreasi Mlht yg baru Menikmat i keindahan Ist irahat Pendidikan lainnya..
Tujuan Utama Wisatawan
Air Terjun
44.93%
5.80%
31.88%
10.14%
1.45% 5.80%
Rekreasi Mlht yg baru Menikmati keindahan Istirahat Pendidikan lainnya..
Air Terjun Tlogo Muncar
Bukit Pronojiwo
Tujuan Wisatawan
Pronojiwo
7.94%
30.16%
4.76%
3.17% 1.59%
52.38%
Rekreasi Mlht yg baru Menikmat i keindahan Ist irahat Pendidikan lainnya..
Grafik 8. Persepsi Terhadap Fasilitas
SM
M
CM
KM
TM
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
Perspesi
P
r
o
s
e
n
t
a
s
e
3. Persepsi terhadap fasilitas
4. Persepsi terhadap
pelayanan
Ketersediaan Petugas
SB
0%
B
2%
C
33%
K
56%
SK
9%
Harga Ti ket
SMhl
0%
Mh
0%
CMh
2%
Mr
63%
SMr
35%
Ketersediaan Pemandu
SB
0%
B
0%
C
30%
K
63%
SK
7%
Penanganan Keluhan
SC
0%
C
32%
L
59%
SL
9%
C. Pola Pergerakan
Pola Pergerakan secara acak/tidak teratur:

Pintu masuk > taman bermain > pulang
Pintu masuk > taman bermain > air terjun > pulang
Pintu masuk > Taman bermain > Pronojiwo Pulang
Pintu masuk > air terjun > taman bermain > pulang
Pintu masuk > air terjun pronojiwo > taman bermain
> pulang
Tlogo Muncar
Area
Bermain
Pronojiwo
Pintu
Masuk

Sumber Informasi Kawasan Wisata
Taman Bermain
0.00%
2.17%
2.17%
65.22%
30.43%
Spanduk Brosur Iklan Teman Lainnya
Sumber Informasi Kawasan Wisata
Pronojiwo
2.38%
2.38%
0.00%
80.95%
14.29%
Spanduk Brosur Iklan Teman Lainnya
Perilaku : Pencarian Informasi
Repeater > 4 kali : 64%
Taman bermain : outbond, santai keluarga,
menikmati atraksi satwa. Bentuk wisata
rombongan besar
Air terjun: Foto, bersantai, cenderung
membentuk kelompok kecil 2-5 orang
Pronojiwo : foto, bersantai membentuk
kelompok kecil, lebih menjaga privasi. Banyak
wisatawan menikmati suasana sejuk di
koridor/jalur wisata.
Perbedaan jenis aktivitas dipengaruhi oleh
jenis atraksi, ketersediaan fasilitas, suasana
yang memberi kenyamanan dan rasa aman.
Aktivitas

Motivasi Vs Aktivitas
(Kaharuddin, , 2008-2009)
Hubungan Gua jepang Kali kuning Kali adem
keterangan Sig. keterangan Sig. keterangan Sig.
Motifasi VS
Aktifitas
Tidak ada
hubungan

.045
Ada
hubungan

.572
Ada
hubungan

.120
Analisis uji beda jenis
aktivitas
Test Statistics
aktifitas
Chi-Square 314.765
a

df 7
Asymp. Sig. .000
a. 0 cells (,0%) have expected frequencies less than 5. The
minimum expected cell frequency is 36,1.
Hipotesis Ho diterima bila nilai Sig. >
0,05 dan Ha diterima bila nilai Sig. <
0,05
Hasilnya: aktivitas wisatawan di obyek
wisata Gua Jepang, Kalikuning dan
Kali Adem tidak sama
Land Activities
Water Activities