Anda di halaman 1dari 12

Indonesian timber: Dryobalanops spp.

(Pohon Kapur Barus), Peronema


canescens (Sungkai), Swietenia mahagoni (Mahoni), Tectona grandis (Kayu
Jati)
Oleh: Putri Ajeng Sariyanti (3425122216)
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negri Jakarta

Abstrak
Tumbuhan memiliki berbagai macam manfaat, khususnya untuk keberlangsungan hidup
manusia. Salah satu dari manfaat tersebut ialah kayu/ batang dari tumbuhan digunakan
sebagai sumber timber. Timber yang biasanya digunakan baik dalam berupa yang sudah
dalam proses pengolahan maupun produk setengah jadi. Fungsi timber ialah sebagai bahan
kontruksi, seperti untuk kontruksi gedung, rumah maupun perkapalan dan adapula yang
dibuat sebagai furniture serta peralatan sederhana. Timber merupakan komoditas terpenting
khususnya di wilayah Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara pengekspor timber terbesar
kedua di dunia setelah Malaysia. Setiap jenis kayu/ timber dari berbagai macam tumbuhan
memiliki berbagai macam karakter anatomi, morfologi serta fisiologi yang berbeda satu sama
lain. Dan hal inilah yang menjadi alasan bahwa kualitas kayu dari tumbuhan satu dengan
tumbuhan yang lain berbeda, sehingga penggunaan serta nilai ekonomi dari tiap jenis
tumbuhan penghasil timber pun beragam. Jenis timber yang umum diproduksi dan
diperdagangkan di Indonesia adalah kayu jati, mahoni, sungkai dan kayu pohon kapur barus.
Kata kunci: kayu, timber, komoditas, manfaat

PENDAHULUAN
Timber adalah kayu yang umumnya
digunakan sebagai konstruksi (gedung,
rumah, jembatan, dan kapal) serta dapat
digunakan untuk dibuat berbagai macam
produk peralatan sederhana. Komoditas
timber di Indonesia biasanya timber yang
memiliki ukuran yang relatif besar. Timber
menjadi salah satu komoditas terpenting
didunia karena manfaatnya yang sangat
dibutuhkan bagi kehidupan manusia.
Indonesia merupakan negara terbesar
kedua setelah Malaysia sebagai
pengekspor timber terbesar. Pada puncak
momentum dari industri kehutanan dan
ekspor kayu Indonesia, sektor kehutanan
mampu memberikan kontribusi devisa
negara sebesar USS 7-8 milyar. Jenis-jenis
dari famili Dipterocarpaceae merupakan
pendukung utama dalam devisa negara
saat itu. Produk terbesar timber Indonesia
ialah Sawn timber. Sekitar 4000 spesies
yang memiliki potensi sebagai timber di
Indonesia dan 400 spesies diantaranya
memiliki nilai ekonomi dan hanya sekitar
260 spesies yang diperjualbelikan.
PEMBAHASAN
Kayu adalah bagian dari batang serta
cabang dan ranting dari tumbuhan yang
mengalami lignifikasi (pengerasan/
pengayuan). Penyebab terbentuknya kayu
adalah akibat akumulasi selulosa dan
lignin pada dinding sel berbagai jaringan
di batang. Kayu membesar akibat adanya
pertumbuhan kambium. Kayu digunakan
untuk berbagai macam kegiatan manusia
seperti untuk memasak, membuat
peralatan rumah tangga, digunakan sebagai
bahan bangunan, membuat kertas dan
masih banyak lagi kegunaan dari kayu
yang sangat bermanfaat bagi manusia.

a. Kategori Kayu
Kayu terbagi dalam dua kategori
besar yaitu kayu keras (Hardwood) dan
kayu lunak (Softwood). Hardwood berarti
kayu dari pohon berdaun lebar, biasanya
pada tumbuhan Angiosperm. Sedangkan
softwood berarti kayu dari pohon berdaun
jarum, biasanya pada tumbuhan
Gymnosperm.

b. Anatomi Potongan Melintang Kayu
Anatomi batang pohon berkayu jika
dipotong melintang memiliki bagian serta
karakteristik tertentu pada setiap bagian/
lapisannya. Bagian yang paling dalam dari
kayu disebut dengan pith, yaitu bagian inti
dari kayu yang paling lunak, terdiri atas
sel-sel parenkim. Bagian ini harus selalu
dibuang atau dihindari pada produk timber
karena kelunakannya. Setelah pith, ada
bagian utama dari kayu yaitu heartwood.
Heartwood merupakan bagian utama dari
kayu yang berisi sel-sel mati berupa xylem
yang memadat, rapat dan sangat keras,
berwarna gelap, tidak permeable, lebih
resisten serta tahan lama. Di bagian heart
wood inilah terdapat hasil metebolit
sekunder dari kayu seperti resin, terpentin,
gum, tannin dan substansi organik lainnya.
Bagian ini merupakan bagian dari kayu
yang sangat dimanfaatkan serta sangat
berkualitas untuk timber. Bagian
selanjutnya dinamakan sapwood (kayu
gubal). Bagian ini terpisah dari kulit kayu
sentral, berada pada lapisan luar, berwarna
lebih terang dan lebih mudah menyusut.
Lalu ada bagain yang dinamakan Rays
(jari-jari), yang berisi jaringan parenkim
dengan arah horizontal. Dengan
mempergunakan loupe, pada bidang
lintang, jari-jari terlihat seperti garis-garis
yang sejajar dengan warna yang lebih
cerah dibanding warna sekelilingnya. Jari-
jari dapat dibedakan berdasarkan ukuran
lebarnya dan keseragaman ukurannya.
Growth ring merupakan garis-garis yang
melingkar pada pohon yang menunjukkan
umur pohon. Lingkaran terbentuk setiap
tahun berdasarkan musim di mana pohon
itu tumbuh. Bagian terluar ialah kulit kayu
yang terdiri atas inner bark dan outer bark.
Inner bark atau Vascular Cambium ialah
lapisan kulit kayu yang berisi floem, dan
cork cambium. Sedangkan outer bark
merupakan lapisan terluar dari kayu,
sangat tipis dan memiliki morfologi
beragam terdiri atas lenti sel.

c. Pengelompokkan Timber
Timber dapat dikelompokkan berdasarkan
tingkat keawetan serta kekuatannya.
Pengelompokkan timber berdasarkan
tingkat keawetan yaitu dilihat dari daya
tahan kayu terhadap serangan hama,
dinyatakan dalam tingkatan kelas I, II, III,
dan IV. Semakin besar kelasnya, maka
semakin rendah tingkat keawetan dari
timber. Sedangkan pengelompokkan
timber berdasarkan tingkat kekuatan
adalah daya tahan timber berdasarkan
kekuatan mekanis (beban) yang dinyatakan
dalam tingkatan kelas I, II, III, dan IV.
Sama seperti kelas awet, semakin besar
tingkatan kelas maka semakin rendah
tingkat kekuatan timber.
d. Macam-Macam Pengolahan
Timber
Batang pohon yang dibuat sebagai timber,
dapat diolah menjadi berbagai macam
bahan dasar , setengah jadi, hingga
menjadi suatu benda (produk) yang dapat
dimanfaatkan manusia, diantaranya:
Logs: kayu gelondongan hasil dari
penebangan pohon biasa. Log
didistribusikan ke pabrik atau pusat
penggergajian menggunakan
angkutan khusus baik di darat
maupun melalui sungai. Beberapa
perusahaan mengupas kulit log
agar bisa lebih cepat kering selama
perjalanan. Untuk menghindari
kerusakan dan retak, penampang
log diberi paku cacing (paku-
pakuan) sebagai pengaman.
Veneer: lembaran kayu tipisyang
dihasilkan lewat proses penyerutan
kayu gelondong pilihan. Ketebalan
dari veneer sangat tipis, yaitu
berkisar 0.25-0.60 mm. Veneer
ditempel pada panel kayu dan
papan multiplek. Kayu yang dibuat
veneer adalah dari jenis-jenis kayu
yang lunak, ringan, kelas kuat dan
kelas awetnya sekitar II-IV dan bila
dikupas tidak mudah pecah.
Penggunaan utama dari veneer
adalah untuk pembuatan kayu lapis
(plywood), di mana beberapa
lembar veneer direkat menjadi satu
dengan arah serat yang saling tegak
lurus dalam jumlah yang ganjil.
Veneer dapat juga dibuat menjadi
papan lamina (laminated wood) di
mana lembaran-lembaran veneer
direkat menjadi satu dengan arah
serat yang sama. Veneer juga
digunakan dalam pembuatan papan
balok (block board) di mana
lapisan muka dan belakang adalah
veneer (lapisan luar) dan lapisan
tengah adalah potongan kayu
memanjang disusun berdampingan.
Selain untuk pembuatan kayu lapis,
papan lamina dan papan balok,
finir juga diproduksi untuk
pembuatan kotak dan batang korek
api, tusuk gigi dan lain-lain.
Plywood: lembaran-lembaran tipis
kayu yang dilekatkan menjadi satu
lembaran kayu dengan ketebalan
tertentu. Lembaran terluar dari
plywood ini biasanya dibuat dari
suatu veneer dengan kualitas dan
penampilan yang baik, karena
lembaran terluar ini yang
menentukan kualitas penampilan
dari plywood tersebut. Plywood
banyak digunakan karena kekuatan
dan ukurannya.
Klasifikasi Plywood:
Plywood dengan tiga lapis disebut
tripleks, atau three-ply
Plywood dengan lapis 5 disebut five-ply
(5 ply)
Plywood dengan lapis 7 disebut seven-
ply (7 ply)
Plywood dengan lapis 9 disebut nine-
ply (9 ply).
Plywood dengan lapis 5 dan selebihnya
disebut multipleks atau multiply.
Sawn timber: balok kayu/
kayu gelondong yang telah
dipotong-potong atau di
gergaji baik dengan mesin
ataupun tidak, sehingga siap
pakai untuk bahan bangunan.
Penggunaan sawn timber
biasanya untuk bahan
bangunan yaitu sebagai
konstruksi rumah, sebagai
bahan dasar pembuatan
peralatan rumah tangga, dan
dapat juga sebagai bahan
dasar furniture.

e. Kandungan Kayu
Unsur esensial yang terdapat didalam kayu
yang banyak dimanfaatkan manusia ialah:
(1) Selulosa, unsur ini merupakan
komponen terbesar pada kayu, meliputi70
% berat kayu; (2) Lignin, komponen
pembentuk kayu yang meliputi 18% - 28%
dari berat kayu. Komponen tersebut
berfungsi sebagai pengikat satuan
srtuktural kayu dan memberikan sifat
keteguhan kepada kayu; (3) Bahan-bahan
ekstrasi, komponen ini yang memberikan
sifat pada kayu, seperti : bau, warna, rasa,
dan keawetan. Selain itu, karena adanya
bahan ekstrasi ini, maka kayu bisa
didapatkan hasil yang lain misalnya:
tannin, zat warna, minyak, getah, lemah,
malam, dan lain sebagainya; (4) Mineral
pembentuk abu, Komponen ini tertinggal
setelah lignin dan selulosa terbakar habis.
Banyaknya komponen ini 0.2% - 1% dari
berat kayu.
f. Sejarah Timber
Kayu telah dimanfaatkan sejak zaman
manusia purba, sejak ribuan tahun lalu.
Pemanfaatan kayu pada zaman tersebut
untuk pembuatan pondok/ tempat tinggal,
untuk peralatan berburu, senjata dan untuk
peralatan lain. Seiring dengan
berkembangnya zaman dan semakin
majunya peradaban manusia, maka
semakin berkembang pula pemanfaatan
dari kayu atau yang biasa disebut dengan
timber. Kini timber telah digunakan
sebagai bahan dasar kontruksi, baik
kontruksi gedung, rumah, jalan, jembatan
dan lain-lain.
g. Nilai Ekonomi
Pada tahun 70-80an, ekspor kayu log
diperoleh devisa negara sebesar USS 1,8
milyar setiap tahunnya. Pada tahun 80-
90an, dari industri kehutanan ini,
Indonesia memperoleh devisa negara
sebesar USS 4 milyar. Pada puncak
momentum dari industri kehutanan dan
ekspor kayu, sektor kehutanan mampu
memberikan kontribusi devisa negara
sebesar USS 7-8 milyar. Jenis-jenis dari
famili Dipterocarpaceae merupakan
pendukung utama dalam devisa negara
saat itu.
Indonesian Timber
1. Tectona grandis (Lamiaceae)
Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu
bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang
lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40
m. Berdaun besar, yang luruh di musim
kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama
teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal
dari kata thekku dalam bahasa Malayalam,
bahasa di negara bagian Kerala di India
selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona
grandis L.f.. Kayu jati termasuk kelas kuat
I dan kelas awet II. Penyebab keawetan
dalam kayu teras jati adalah tectoquinon
(2-methylanthraquinone). Kayu jati
mengandung 47,5% sellulosa, 30% lignin,
14,5% pentosan, 1,4 % abu dan 0,4-1,5%
silika.
Deskripsi:
Pohon berukuran sedang sampai besar,
tingginya mencapai 50 m, memiliki batang
yang lurus dan percabangan terjadi setelah
ketinggian batang mencapai 20(-25) m,
dengan garis tengah batang 150(-250) cm,
terkadang terdapat akar banir pendek di
bagian dasar batang, permukaan batang
pecah memanjang, berwarna coklat
keabuan, bagian kulit dalam batang
berwarna kemerahan bergetah lengket;
daun berbentuk bulat telur lebar, panjang
(11-)20-55 cm dan lebar (6-)15-37 cm;
perbungan berukuran panjang 40 cm dan
lebar 35 cm; tiap bunga berukuran 3-6
mm, daun-daun kelopak berbentuk
lonceng, daun-daun mahkota berbentuk
putih dan merah jambu pada daun
mahkotanya; buah tertutup oleh daun-daun
mahkota yang menggembung (fruit
enclosed by an inflated calyx).
Distribusi:
Tectona grandis tumbuh secara alami di
Semenanjung India, Burma, Thailand dan
Laos. Diperkirakan telah diintroduksi ke
Jawa beberapa abad lampau. Saat ini, Jati
telah dibudidayakan dengan skala besar
baik di dalam maupun di luar kawasan
Malesia.
Ekologi:
Cocok tumbuh di daerah musim kering
agak panjang berkisar 3-6 bulan/tahun,
dapat tumbuh di tempat dengan curah
hujan 1500-2000 mm/tahun serta suhu 27-
36C, tumbuh pada ketinggian 700-1300
mdpl.
Budidaya:
- Jemur benih jati hingga benar-benar
kering.
- Rendam dengan campuran air accu serta
air tawar dengan perbandingan 1:10
selama tiga hari
- Diangkat dan ditiriskan
- Benih jati ditabur di media atau bedeng
yang telah disiapkan
- Tutup bedeng dengan plastik atau
dedaunan
- Diamkan dan tunggu hingga 7-14 hari
- Bila telah berkecambah, pindahkan
kedalam polybag yang sudah diisi dengan
tanah, pupuk dan rambut padi dengan
perbandingan 1:3:2
- Lalu dipelihara hingga siap ditanam di
lahan yang telah disediakan
Manfaat Lain:
Akar jati berguna sebagai pewarna
untuk anyaman
Hasil seduhan kayu jati yang pahit
dapat dijadikan sebagai penawar
rasa sakit
Ranting pohon jati dapat digunakan
sebagai bahan bakar (untuk
lokomotif uap)
Daun muda yang diseduh maupun
ditumbuk berguna sebagai penawar
rasa sakit


2. Swietenia mahagoni (Meliaceae)

Deskripsi: Tumbuhan ini berupa pohon
tahunan yang tingginya 5 - 25 m. Batang
berkayu, bentuk bulat, mempunyai banyak
percabangan. Daun majemuk, menyirip
genap, bentuk bundar telur sampai
lonjong/elip ujung dan pangkalnya
runcing, tepi rata, pertulangan daun
menyirip, daun muda warna merah dan
setelah tua berwarna hijau. Perbungaan
bentuk malai, terdapat di ketiak daun,
warna kuning kecoklatan. Buah rata-rata
sebesar bola tenis, bulat telur, berlekuk
lima, warna coklat. Biji bentuknya pipih,
warna hitam atau coklat.
Distribusi:
Tersebar di India, daerah Semenanjung
Malaya, Filipina dan indonesia. di
Indonesia terdapat di Jawa Tengah, Jawa
Timur, Nusa Tenggara, Sumatera, dan
Sulawesi Selatan.
Ekologi:
Pohon mahoni termasuk tumbuhan yang
cepat tumbuh pada dataran rendah sampai
ketinggian 700 m dpl. di daerah panas.
Budidaya:
Pembibitan Mahoni secara
generatif: Pengadaan biji ->
Perendaman biji -> Penaburan biji -
> Penyapihan
Pembibitan Mahoni dengan stek
pucuk:
1. Penyiapan media stek (polybag)
2. Pembuatan stek dengan cara
memotong pucuk mahoni menjadi
beberapa bagian
3. Sebelum ditanam bagian pangkal
stek ditutup plastik sungkup untuk
memelihara kelembaban udara
4. Pemeliharaan rutin meliputi
penyiraman, penyemprotan
fungisida, dan pembersihan gulma
5. Setelah stek berakar, disapih/
dipindahkan ke media
pertumbuhan agar dapat tumbuh
dengan baik
Manfaat Lain:
o Pohon mahoni dapat mengurangi
polusi udara dan sebagai peneduh
jalan
o Buah mahoni mengandung
flavonoid dan saponin
o Selain untuk komoditas timber,
kayunya juga dapat dibuat berbagai
macam furniture, meubel serta
berbagai macam kerajinan
o Kulit kayunya digunakan sebagi zat
pewarna pakaian
o Getah mahoni sebagai bahan baku
lem
3. Peronema canescens
(Verbenaceae)
Sungkai adalah jenis pohon yang tumbuh
pada daerah tropis. Jenis ini termasuk
kedalam suku Verbenaceae dengan
berbagai nama daerah seperti Jati sebrang
atau ki sebrang (Sunda), Jati Sumatra
(Sumatra Selatan), Sungkai atau kayu lurus
(Kalimantan Selatan).
Deskripsi:
Tanaman sungkai merupakan
tanaman kayu-kayuan yang bisa mencapai
tinggi 20-30 meter, dengan diameter
batang mencapai 60 cm atau lebih. Tinggi
batang bebas cabang bisa mencapai 15
meter.
Bentuk batang lurus dengan lekuk
kecil, tapi kadang-kadang bentuk
batangnya jelek akibat serangan hama
pucuk. Kulit berwarna abu-abu atau sawo
muda, beralur dangkal mengelupas kecil-
kecil dan tipis. Penampang kulit luar
berwarna coklat, kuning atau merah muda.
Kayunya berteras dengan warna sawo
muda. Rantingnya penuh dengan bulu-bulu
halus.
Tajuk tanaman berbentuk bulat telur
dan pada umumnya kurang rimbun. Daun
mejemuk bersirip ganjil, letak berpasangan
dan anak-anak daun letaknya berpasangan
atau berselang-selang, lancip, melancip
pada ujungnya, anak daun dibagian
bawahnya tertutup rapat dengan bulu-bulu
halus. Bentuk buah kecil-kecil dan letak
bunga berpasangan serta berkedudukan
malai. Perakaran menyebar dangkal, tidak
tahan terhadap kekuranagn zat asam lebih
dari 10 hari.
Distribusi:
Daerah penyebaran adalah Bagian Barat
Kepulauan Indonesia yaitu Jawa Barat,
Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan
Kalimantan Timur.
Ekologi:
Tumbuh di hutan sekunder baik yang
berair maupun kering, tumbuh pada
ketinggian 0-600 mdpl.
Budidaya:
Perbanyakan tanaman Sungkai
dapat diperoleh dengan cara stek
cabang.
Stek yang sudah dipotong-potong
kemudian ditanam langsung
dipersemaian atau polybag.
Media tanam yang digunakan harus
gembur dengan campuran antara
topsoil dan sekam/serbuk gergaji.
Untuk perawatannya, layaknya
perawatan pada tanaman lain.
Stek yang sudah siap tanam
kelapangan jika telah berumur 4
bulan, tinggi tanaman sekitar 40
cm, dan telah memiliki lebig dari 6
tangkai daun.
Manfaat Lain:
kayu sungkai memiliki nilai
dekorati, sehingga banyak
pemanfaatannya
Kulit kayu digunakan untuk
dinding lumbung padi
Daunnya digunakan sebagai obat
sakit gigi dan demam, serta
dipercaya sebagai ramuan agar
cepat mempunyai anak
4. Dryobalanops spp.
(Dipterocarpaceae)

Deskripsi:
Umumnya berupa sebuah batang besar
pohon yang sangat besar, hingga 55 m,
yang berbatang lurus bebas cabang untuk
20 m atau lebih, memiliki diameter sampai
150 cm, dan besar penopang. Kulit kayu
abu-abu keunguan atau lampu merah-
coklat, dengan atau tanpa slash damar
aromatik.
Daun sempit oblong, 6-20 cm x 2-5 (-6,5)
cm, dengan sampai 15 mm kecerdasan
panjang, gundul.
Perbungaan paniculate, lemah dan
menyebar, hanya sedikit-berbunga. Bunga
biseksual, actinomorfik.
Buah kelopak lobus lebih pendek dari
kacang, sampai dengan 0,5 cm x 0,7 cm,
berbatasan dengan sebuah cangkir hingga
15 mm dan 15 mm dalam incrassate lebar.

Distribusi:
Timur Semenanjung Malaysia, Sumatera
Timur, Borneo (Sarawak, Kalimantan
Timur).

Ekologi:
Tumbuh dari ketinggian 300mdpl.

Manfaat Lain:
Penghasil kapur barus atau kamper.

Pengolahan Timber
Pilih pohon yang akan
ditebang atau dipanen,
usahakan pohon yang sudah
siap panen
Tebang pohon dengan
menggunakan gergaji mesin/
alat potong secara
berpasangan.
Belah kayu gelondongan
tersebut dengan
menggunakan bandsaw
sehingga membentuk balok
dengan panjang yang sama.
Kayu yang sudah menjadi
gelondongan diangkut
dengan menggunakan
kendaraan khusus atau
dengan dihanyutkan di
sungai untuk mencapai
tempat pemotongan kayu.
Rapihkan sisi-sisi balok kayu
sehingga benar-benar terlihat
seperti balokdengan total
panjang yang biasanya
mencapai 4-5 meter.
Balok kayu siap
didistribusikan untuk
keperluan konstruksi,
struktur, alat rumah tangga,
dan furniture.

KESIMPULAN
Tumbuhan memiliki beragam manfaat
yang dapat digunakan manusia untuk
memenuhi segala kebutuhannya. Salah
satunya ialah tumbuhan sebagai sumber
timber yang dijadikan sebagai bahan dasar
maupun diolah menjadi produk setengah
jadi hingga produk jadi seperti bahan
bangunan, kontruksi, peralatan rumah
tangga, kertas dan beragam produk
lainnya. Timber juga menjadi salah satu
komoditas perdagangan terpenting bagi
pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia
Tenggara dan Indonesia menjadi negara
terbesar kedua setelah Malaysia sebagai
pengekspor timber. Setiap jenis kayu dari
tumbuhan tertentu memiliki sifat dan
kekhasan masing-masing, sesuai dengan
karakter morfologi, anatomi dan fisologi
dari tumbuhan itu sendiri. Sehingga
penggunaan hingga nilai ekonomi dari tiap
jenisnya pun juga sangatlah beragam.

DAFTAR PUSTAKA
Felix, K.H.Yap. Timber In Indonesia.
Dept. Pekerjaan Umum dan
Tenaga Listrik, Direktorat
Djendral Tjiptakarya
Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna
Indonesia, jilid. 1,2 dan 3:
Yayasan Sarana Wana Jaya,
Jakarta
Hill, Albert. F. 1951. Economic Botany.
New Delhi: Tata Mc Graw Hill
Orwa C, Mutua A , Kindt R , Jamnadass
R, Simons A. 2009. Agroforestree
Database:a tree reference and
selection guide version 4.0
Soerianegara I, Lemmens RHMJ. 1994.
Plant Resources of South-East
Asia No. 5(1, 2, 3). Timber trees:
Major Commercial Timber. Prosea
Publisher, Bogor Indonesia.
Prohati.___. Detail Data spesies.
http://www.proseanet.org. 17
September 2013