Anda di halaman 1dari 27

Obesitas Tipe 2 dengan

Sindrom Metabolik

E4
Kasus
Seorang perempuan berusia 41 tahun bekerja
sebagai manajer di perusahaan swasta datang
berkonsultasi ke dokter spesialis gizi klinik untuk
menurunkan berat badannya yang dirasakan
sangat menggangu aktivitas fisik dan
penampilan sehari-harinya.
Identifikasi Istilah
Tidak ada
Rumusan Masalah
Perempuan 41 tahun ke dokter untuk
menurunkan berat badannya yang dirasakan
sangat mengganggu aktivitas dan penampilan
sehari-hari.
Analisis Masalah
BBN
Status Gizi
Penatalaksanaan
Sindrom Metabolik
Waist to hip ratio
Status gizi
IMT
Kebutuhan energi
Rumusan Masalah

Anamnesis

Identitas Pasien
Keluhan Utama
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Keluarga
Riwayat Sosial
Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda vital
2. Antropometri
3. BMI
= BB/(TBxTB)
= 80/(2,25)
= 35,56
4. WHR

Status Gizi
Indeks Massa Tubuh



=35,5 kg/m
2
obesitas 2
Berat badan (kg)

Tinggi badan
2
(m
2
)


80 kg

1,5 m
2



Klasifikasi Indeks Massa Tubuh
Klasifikasi IMT (kg/m
2
)
Berat badan kurang < 18,5
Berat badan normal 18,5 24,9
Berat badan lebih 25,0
Pra-obes 25,0 29,9
Obesitas I 30,0 34,9
Obesitas II 35,0 39,9
Obesitas III 40,0
Hasil Pemeriksaan Fisik
TD : 130/90 mmHg
TB : 150 cm
BB : 80 kg
Lpe : 95 cm
Lpa : 105 cm
Pemeriksaan Penunjang
Darah lengkap : Hb 12g%
Resistensi insulin
Glukosa darah puasa : 100mg/dL (<110mg/dL)
Mikroalbuminuria
Profil Lipid
Kolesterol total : 130mg/dL (<270mg/dL)
Kolesterol HDL : 30mg/dL (>45mg/dL)
Kolesterol LDL : 100mg/dL (<110mg/dL)
Trigliserida : 180mg/dL (<150mg/dL)
Obesitas
Memiliki pengertian timbunan lemak tubuh
yang berlebihan (eksesif)
Terdapat dua tipe :
1. Obesitas sentral (apel)
2. Obesitas perifer (pear)

Berat Badan Normal
Rumus Brocca :
Usia < 40 tahun, BBI = tinggi badan (cm) 100 10%
Usia 40 tahun, BBI = tinggi badan (cm) 100

Pasien 41 tahun
BBI = 150cm 100
= 50kg (80kg)
Kebutuhan Kalori per Hari
Menghitung kebutuhan kalori total
o KKT : KKB + aktivitas fisik faktor resiko
Menghitung kebutuhan kalori basal
o 25 kkal x BBI (cewe)
o 30 kkal x BBI (cowo)
Mengitung berat badan ideal
o 90% (TB 100)

Kebutuhan Kalori per Hari
Aktivitas ringan antara lain; membaca (10%),
menyetir mobil (10%), kerja kantoran (10%),
mengajar (20%), berjalan (20%).
Aktivitas sedang antara lain; kerja rumah
tangga (20%), jalan cepat (30%), bersepeda
(30%).
Aktivitas berat antara lain; aerobik (40%),
mendaki (40%), dan jogging (40%).

Kebutuhan Kalori per Hari
Faktor resiko & faktor koreksi :

Usia Faktor koreksi
40-59 tahun Minus 5 %
60-69 tahun Minus 10 %
70 tahun Minus 20 %
Kebutuhan Kalori per Hari
- BBI
= 90% (150-100)
= 90% (50)
= 45
- KKB
= 25 kkal x 45
= 1125 kkal

- KKT
= 1125 + (10% x 1125)
(5% x 1125)
= 1125 + (112,5
56,25)
= 1125 + 56,25
= 1181,25 kkal

Komposisi Zat Gizi Makro
Zat gizi Komposisi (%)
Karbohidrat 55-65
Protein 15-20
Lemak total 20-30
Asam lemak jenuh (saturated) 8-10
Asam lemak monosaturated 15
Asam lemak polysaturated 10
Kolesterol < 300 mg/hari
Serat 20-30 g
Penatalaksanaan Obesitas
1. Modifikasi gaya hidup
2. Farmakoterapi
Fentermin
Fenfluramin
Dexflenufuramin
Sibutramin
Orlistat
Asam Aristolosik
3. Pembedahan
Sindroma metabolik
Hiperinsulinemia (resistensi insulin)
Resistensi insulin dapat disebabkan oleh suatu
produk sel beta yang abnormal, antagonis insulin
dalam sirkulasi, atau insensitivitas jaringan
insulin.
Sekresi sel pulau yang abnormal menyebabkan
ketidakpekaan jaringan insisial tahapan dalam
aksi insulin termasuk ke dalam jaringan reseptor.
Sindroma metabolik
Obesitas sentral
Trigliserida (> 150 mg/dL)
Kolesterol (HDL < 50 mg/dL)
Tekanan darah ( > 130/85 mmHg)
Gula darah puasa (>110 mg/dL)
Sindroma metabolik
Faktor yang berpengaruh terhadap resistensi insulin:

1. Faktor genetik
2. Penggunaan karbohidrat & gula secara berlebih
3. Penggunaan asam lemak jenuh berlebih, sementara
asam lemak essensial terlalu sedikit
4. Ketidakseimbangan kalsium & magnesium
5. Penggunaan stimultant & obat tertentu
6. Stress
Sindrom Metabolik
NCEP/ATP III WHO

Tiga dari kriteria berikut
Disglisemia [DM tipe 2, gula darah puasa
terganggu, TGT (toleransi glukosa ternganggu),
atau resistensi insulin] + dua kriteria berikut
Lingkar perut > 88 cm (perempuan) dan
> 102 cm (laki-laki)
BMI > 30 dan/ atau rasio pi-pa > 0,9 (laki-laki)
dan > 0,85 (perempuan)
Trigliserida 150 mg/dL Trigliserida 150 mg/dL
HDL <40 mg/dL (L), <50 mg/dL (P) HDL <35 mg/dL (L), <39 mg/dL (P)
Tekanan darah 130/85 mmHg Tekanan darah 140/90 mmHg
Gula darah puasa 110 mg/dL Mikroalbuminuria (ekskresi albumin urin >20
ug/menit) dan rasio albumin /kreantinin 30
mg/g
Penanggulangan Sindrom Metabolik
5 tahap pereduksian pengaruh resistensi insulin:
1. Mengurangi asupan karbohidrat & gula
2. Metabolic typing
3. Mengembalikan keseimbangan asam lemak
essensial
4. Mereduksi stress
5. Mulai menggunakan suplemen
Kesimpulan
Obesitas merupakan suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang
terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan
bagi kesehatan. Status gizi seseorang diklasifikasikan berdasarkan hasil
perhitungan indeks massa tubuh (IMT) dan rasio lingkar pinggang:panggul/
waist to hip ratio (WHR). Untuk mengetahui dan mengatur jumlah kalori dari
asupan makanan seseorang, dapat dihitung kebutuhan kalori/ energi per
harinya. Penatalaksanaan pasien obesitas dengan cara diet, olahraga, dan
pengubahan perilaku. Apabila belum berhasil, dapat dilakukan tindakan
farmako terapi dengan pemberian obat anti-obesitas dan juga terapi
pembedahan. Obesitas dapat mengakibatkan komplikasi yang disebut degan
sindrom metabolik, yaitu kumpulan gangguan medis yang meningkatkan
risiko terkena penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus tipe 2.