Anda di halaman 1dari 3

b.

Ukur lingkar pinggang


Hasil BMI juga perlu diimbangi degan pengukuran jumlah lemak di perut, lengan, serta paha.
Hati-hati jika perut membuncit, timbunan lemuk di daerah perut berisiko tinggi dibanding bagian
tubuh lain. Lemak perut memicu terjadinya keracunan organ hati.

c. Besar lingkar pinggang
Pria: risiko obesitas >90 cm
Perempuan: risiko obesitas >80 cm

lemak jenuh juga berasal dari dagung lemak hewan, kulit ayam, kuning telur, mie instan jeroan,mentega,
keju.
Dampak yang ditimbulkan Obesitas Anak
Penyakit-penyakit yang dulu dianggap sebagai penyakit usia lanjut dan dewasa, kini dapat dialami
oleh anak akibat obesitas, seperti diabetes, darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung. Selain
itu, gangguan pernapasan atau asmaberisiko lebih besar dialami anak yang mengalami obesitas. Anak-
anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat mengalami kesulitan
bergerak dan terganggu pertumbuhannya. Belum lagi efek psikologis yang dialami anak, misalnya
ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah bersekolah.



Apa itu Obesitas Anak ?
Obesitas atau kegemukan merupakan kondisi ketidakseimbangan jumlah kalori, yakni jumlah kalori yang masuk
lewat makanan dan minuman lebih besar daripada jumlah kalori yang dikeluarkan untuk tumbuh kembang,
metabolisme maupun beraktivitas.

Apa penyebab Obesitas Anak ?
Faktor genetik, merupakan faktor keturunan dari orang tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau ibu memiliki kelebihan
berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak.
Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan. Makanan cepat saji ataufast food umumnya mengandung
lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Meskipun rasa dari makanan cepat saji umumnya nikmat,
tapi tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Minuman ringan. Minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi.
Kurangnya aktivitas fisik. Perkembangan teknologi turut membawa pengaruh bagi aktivitas fisik anak, karena anak-
anak pada jaman sekarang ini lebih gemar untuk bermain game elektronik, komputer, internet, atau televisi. Hal ini
menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan hingga menyebabkan kelebihan berat badan.

Bagaimana gejalanya ?
Muka bulat
Jari-jari runcing
Perut gendut
Sekitar paha sering lecet akibat bergesekan saat berjalan
Mendengkur saat tidur
Pada anak laki-laki, penisnya terbenam karena tertekan oleh lemak di sekitarnya
Pundaknya ada lipatan-lipatan

Bagaimana diagnosa Obesitas Anak?
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), obesitas merupakan keadaan indeks massa tubuh (IMT) anak yang
berada di atas persentil ke-95 pada grafik tumbuh kembang anak sesuai usia dan jenis kelaminnya.
Bagi anak yang mengalami obesitas, diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini sindrom metabolik.
Beberapa studi menemukan bahwa obesitas pada anak berpotensi menetap hingga mereka beranjak dewasa, dan
beberapa anak yang mengalami obesitas tersebut akan mengalami sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah
kumpulan faktor risiko atau ketidaknormalan yang berhubungan erat dengan resistensi insulin (gangguan kerja
insulin) sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.

Secara keseluruhan, pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan meliputi:
Hematologi Rutin dan Gambaran Darah Tepi
Cholesterol Total, Cholesterol LDL, Cholesterol HDL, dan Trigliserida
Apo B
hs-CRP
Asam Urat
Glukosa Darah Puasa
Ureum dan Kreatinin
SGOT dan SGPT
Tekanan Darah
Lingkar Perut, Berat Badan dan Tinggi Badan

Pengobatan yang dilakukan
Pola makan sehat. Kurangi makanan manis yang kurang mengandung gizi, seperti minuman ringan
Kegiatan fisik. Kurangi kegiatan santai anak paling tidak dua jam setiap hari, untuk melakukan kegiatan fisik.
Lakukan kegiatan berupa permainan yang membutuhkan kegiatan fisik, daripada mengajak mereka berolahraga
yang membosankan bagi mereka.
Konsumsi obat. Dokter mungkin memberikan resep untuk menurunkan berat badan anak yang berlebihan, yaitu obat
yang umum digunakan oleh orang dewasa seperti orlistat (xenical) dan sibutramine.

Pencegahan yang dapat dilakukan
Perhatikan makanan yang akan diberikan untuk anak
Berikan sarapan dan bekal untuk anak
Perbaiki teknik mengolah makanan
Tetapkan aturan makan
Batasi kegiatan menonton, komputer atau video games
Berikan anak kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik

Dampak yang ditimbulkan Obesitas Anak
Penyakit-penyakit yang dulu dianggap sebagai penyakit usia lanjut dan dewasa, kini dapat dialami oleh anak akibat
obesitas, seperti diabetes, darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung. Selain itu, gangguan
pernapasan atau asmaberisiko lebih besar dialami anak yang mengalami obesitas. Anak-anak dengan kelebihan
berat badan atau obesitas juga dapat mengalami kesulitan bergerak dan terganggu pertumbuhannya. Belum
lagi efek psikologis yang dialami anak, misalnya ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah
bersekolah.