Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indikator yang digunakan untuk mengetahui besaran masalah
kesehatan ibu adalah Angka Kematian Ibu (AKI). AKI adalah banyaknya
kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi
kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang
disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena
sebab-sebab lain, per 1. kelahiran hidup (!ro"il Kesehatan
Kabupaten !ekalongan 211, h.1#).
$etiap tahun sekitar 1% juta perempuan diseluruh dunia mengalami
proses kehamilan. $ebagian besar kehamilan berlangsung dengan aman.
&amun, sekitar 1' ( ibu hamil dapat menderita komplikasi yang
mengan)am ji*a ibu. Komplikasi ini mengakibatkan kematian lebih dari
setengah juta ibu setiap tahun. +ari jumlah ini diperkirakan , ( terjadi
di Asia dan A"rika subsahara, 1 ( di negara berkembang lainnya, dan
kurang dari 1 ( di negara-negara maju (-inkjosastro 2., h.'#).
World Health Organisation (-/0) menyebutkan bah*a kematian
ibu dika*asan Asia 1enggara menyumbang hampir 12# jumlah kematian
ibu yang terjadi se)ara global. $ebanyak ,. persen dari seluruh kematian
ibu di ka*asan ini adalah terjadi di India, 3angladesh, Indonesia, &epal,
dan 4yanmar. 3erdasarkan $+KI sur5ei terakhir tahun 26 AKI
Indonesia sebesar 22. per 1. Kelahiran /idup merupakan angka
tertinggi di Asia (***.kompas.)om). +ari hasil Analisis Kematian Ibu di
1
2
Indonesia 1ahun 21 berdasarkan data $ur5ei +emogra"i Kesehatan
Indonesia ($+KI), /asil 7iset Kesehatan +asar (7iskesdas) dan laporan
rutin Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), angka kematian ibu di Indonesia
menunjukkan angka yang tidak sedikit, yaitu 11.'#4 dari total kematian
ibu (+epkes 7I, 21).
Angka Kematian ibu merupakan salah satu target yang telah
ditentukan dalam tujuan pembangunan 4illenium +e5elopment 8oals
(4+8s) yang ke-' yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang
akan di)apai sampai tahun 21' adalah mengurangi sampai 9 risiko
jumlah kematian ibu. :ntuk men)apai target 4+8s tersebut, !emerintah
Indonesia harus mampu menekan angka kematian ibu pada tahun 21'
sebesar 1221. K/ (+epkes 7I 2,, h.1). 4enurut Kementrian
Kesehatan 7I, untuk men)apai terget 4+8s pemerintah Indonesia harus
mampu menekan angka kematian ibu sebanyak 6.1.6 dari seluruh
kematian yang terjadi (+epkes 7I, 21).
:paya untuk menurunkan AKI masih terus dilakukan melalui
berbagai upaya terobosan guna mengatasi penyebab langsung maupun
penyebab tidak langsung dari kematian ibu. !enurunan tersebut ter)ermin
pada periode lima tahun terakhir yang menunjukkan hasil yang
menggembirakan, yaitu #621. Kelahiran /idup (K/) pada tahun
22, turun menjadi 22.21. K/ pada tahun 26 ($+KI, 26)
(+epkes 7I 2,, h.1).
Kematian ibu di Indonesia '( terjadi di ' !ro5insi yaitu !ro5insi
;a*a 3arat (1,,.(), ;a*a 1engah (1',#(), &11 (',%(), 3anten (4,6()
dan ;a*a 1imur (4,#(). +inas kesehatan !ro5insi ;a*a 1engah harus lebih
#
serius dalam menanggapi dan menangani AKI yang masih tinggi dan
mengalami peningkatan, yaitu sebesar 114,4221. pada tahun 2.,
menjadi 116,221. pada tahun 2, (!ro"il Kesehatan !ro5insi ;a*a
1engah, 2,). /al yang sama juga terjadi di Kabupaten !ekalongan !ada
tahun 21 angka kematian ibu yang ter)atat di +inkes Kabupaten
!ekalongan sebesar 1%2 ji*a per 1. kelahiran hidup. AKI mengalami
peningkatan dibanding tahun sebelumnya yaitu 114,' ji*a per kelahiran
hidup pada tahun 2, (!ro"il Kesehatan Kabupaten !ekalongan, 21).
+i *ilayah kerja puskesmas -onokerto pada tahun 21 juga
menyumbangkan angka kematian ibu yang tidak sedikit, yaitu ' ji*a dari
kejadian kematian ibu.
!enyebab kematian ibu dibedakan menjadi penyebab langsung dan
tidak tidak langsung. !enyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan
(42(), kera)unan kehamilan2eklamsi (1#(), keguguran2abortus (11(),
in"eksi (1(), partus lama2partus ma)et (,(), penyebab lain (1'().
$edangkan penyebab tidak langsungnya adalah (1) 4asih rendahnya
tingkat pendidikan. (2) $osial ekonomi rendah dan "aktor kebudayaan
yang mengakibatkan anemia pada ibu hamil )ukup tinggi men)apai 4(.
(#) Kondisi ibu yang mengalami <4 terlalu= dalam melahirkan, yaitu tua
saat melahirkan (> #' tahun), terlalu muda saat melahirkan (? 2 tahun),
terlalu banyak anak (> 4 anak), terlalu rapat jarak anak2 paritas (? 2 tahun).
(4) <# terlambat=, yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat
merujuk dan terlambat mendapat pelayanan kesehatan (Ambar*ati dan
7ismintari 2,, hh.1@11). Angka kematian maternal paling banyak
4
adalah pada *aktu ni"as (4,,12(), disusul kemudian pada *aktu bersalin
sebesar (2%,,,() dan pada *aktu hamil sebesar (2#,.,() (!ro"il
Kesehatan !ro5insi ;a*a 1engah, 2,).
!ada umumnya kehamilan berkembang dengan normal, dan
menghasilkan bayi yang )ukup bulan dan sehat. Akan tetapi, kadang-
kadang perkembangan tersebut tidak sesuai yang diharapkan. $ulit
diketahui sebelumnya bah*a kehamilan akan mengalami masalah atau
tidak ($ai"uddin 2., h..,). !ermasalahan tersebut dapat diketahui
dengan menilai adanya "aktor risiko. Aaktor risiko pada seorang ibu hamil
merupakan suatu keadaan atau )iri tertentu pada seseorang atau suatu
kelompok ibu hamil yang dapat menyebabkan risiko2 bahaya kemungkinan
terjadinya komplikasi persalinan, serta merupakan suatu mata rantai dalam
proses yang merugikan dan mengakibatkan kematian2 kesakitan2
ke)a)atan2 ketidaknyamanan2 ketidakpuasan pada ibu beserta bayinya
($ai"uddin 211, hh.2,-#).
Kehamilan merupakan kondisi alamiah yang unik karena meskipun
bukan penyakit, tetapi seringkali menyebabakan komplikasi akibat
berbagai perubahan anatomik serta "isiologik dalam tubuh ibu. $elain itu
darah yang terdiri atas )airan dan sel-sel darah berpotensi menyebabkan
komplikasi perdarahan dan trombosis jika terjadi ketidakseimbangan
"aktor-"aktor prokoagulasi dan hemostasis (-inkjosastro 2., h.664).
4enurut World Health Organisation (-/0), kejadian anemia
kehamilan berkisar anatara 2 dan .,( dengan menetapkan /b 11g(
(g2dl) sebagai dasarnya. Angka anemia di Indonesia menunjukkan nilai
yang )ukup tinggi, yaitu angka anemia kehamilan #,.( pada trimester I,
'
1#,%( trimester II dan 24,.( pada trimester III. (4anuaba 21, h.2#6-
2#.). 3erdasarkan hasil dari dinas kesehatan daerah kabupaten
!ekalongan, didapatkan data bah*a di kabupaten !ekalongan hingga akhir
tahun 211 terdapat 2..24 dari #.%2, (66,.1() ibu hamil yang diperiksa
mengalami anemia dengan kadar hemoglobinnya ?12 gr(. +ari 1.1 ibu
hamil yang diperiksa kadar /emoglobin (/b) selama bulan ;anuari dan
Aebruari tahun 212 di !uskesmas -onokerto, didapatkan 2. (1',4%()
ibu hamil mengalami anemia sedang, 14% (.,%%() mengalami anemia
ringan dan 6 (#,.%() orang yang tidak mengalami anemia.
Kejadian anemia pada ibu hamil ini akan meningkatkan risiko
terjadinya kematian ibu dibandingkan ibu yang tidak anemia. ;ika
kehamilan terjadi pada seorang ibu yang telah menderita anemia, maka
perdarahan pas)a persalinan akan memperberat keadaan anemia dan dapat
berakibat "atal (+epkes 7I 2,, h.2).
3erdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan sebuah
asuhan kebidanan pada ibu hamil patologi dengan anemia sedang yang
diberi judul, <Asuhan Kebidanan !ada &y. - :sia 4 tahun di !uskesmas
-onokerto Kabupaten !ekalongan 1ahun 212=, yang diharapkan dengan
adanya asuhan tersebut dapat memberikan penanganan se)ara maksimal
terhadap kasus anemia sedang dan dapat membantu menurunkan angka
kejadian kematian ibu.
B. Rumusan Masalah
3erdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
makalah ini adalah <3agaimana penerapan manajemen kebidanan dan asuhan
%
kebidanan dalam menangani kasus pada &y. - :sia 4 di !uskesmas
-onokerto Kabupaten !ekalongan pada tahun 212B=
C. Ruang Lingkup
!enulis membatasi Asuhan Kebidanan pada &y. - :sia 4 tahun di
!uskesmas -onokerto Kabupaten !ekalongan 1ahun 212.
D. Penjelasan Juul
:ntuk menghindari adanya kesalahpahaman tentang karya tulis
ilmiah ini, maka penulis menjelaskan tentang C
1. Asuhan Kebidanan
Asuhan Kebidan adalah asuhan yang diberikan oleh seorang bidan
berdasarkan ke*enangannya kepada klien yang merupakan seorang
*anita dari segala siklus kehidupannnya yang memiliki masalah
kebidanan seperti pada masa kehamilan, persalinan, ni"as, bayi dan
balita, keluarga beren)ana, kesehatan reproduksi *anita serta
pelayanan kesehatan masyarakat.
2. Kehamilan
Kehamilan adalah sebuah proses menakjubkan dimana setelah terjadi
pembuahan antara sperma dan o5um maka akan tumbuh dan
berkembang janin didalam rahim perempuan hingga janin mampu
hidup diluar rahim atau normalnya hingga usia kehamlian 4 minggu.
#. &y. -
&y. <-= adalah seorang ibu hamil berusia 4 tahun yang tinggal di
desa 7o*oyoso *ilayah kerja puskesmas -onokerto.
4. Anemia $edang
Anemia sedang adalah masalah kekurangan darah pada *anita hamil
dengan segala tanda dan gejala yang dialami dengan menentukan batas
kadar hemoglobin setelah diperiksa adalah 6D. g( .
'. !uskesmas -onokerto
6
!uskesmas -onokerto adalah salah satu !uskesmas yang berada di
Kabupaten !ekalongan dan merupakan tempat yang digunakan penulis
untuk mengambil kasus anemia sedang.
E. !ujuan Penulisan
1. 1ujuan umum
+apat melakukan asuhan kebidanan pada &y. - usia 4 tahun
selama masa kehamilan, bersalin, ni"as dan bayi baru lahir.
2. 1ujuan khusus
a. +apat melakukan asuhan kebidanan pada &y. - usia 4 1ahun 8
II
!

A
I
selama hamil dengan anemia dan "aktor risiko tinggi.
b. +apat melakukan asuhan kebidanan pada &y. - usia 4 tahun selama
proses bersalin.
). +apat melakukan asuhan kebidanan pada &y. - usia 4 tahun selama
masa ni"as.
d. +apat melakukan asuhan pada 3ayi 3aru Eahir &y. -.
". Man#aat Penulisan
1. 3agi penulis
4emberi pengalaman pada penulis dalam memberikan asuhan
kebidanan pada ibu hamil patologi pada umumnya, dan ibu hamil dengan
anemia khususnya. 4eningkatkan pengetahuan, moti5asi belajar dan
keterampilan dalam menerapkan asuhan kebidanan pada kasus anemia
.
sedang dan memperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan
kebidanan pada anemia sedang.
2. 3agi Ibu /amil
:ntuk memberi pengetahuan serta gambaran bagi ibu hamil
mengenai anemia sedang meliputi bahaya dan penanganannya dan
bagaimana )ara men)egah agar tidak terjadi anemia dalam kehamilan.
#. 3agi 3idan
$ebagai masukan dan moti5asi bagi bidan desa dan puskesmas untuk
lebih jeli dan tanggap dalam menilai masalah yang terjadi pada ibu hamil
yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil
dan menekan angka kematian ibu.
$. Met%e Penulisan
+alam penuliusan karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan
berbagai metode penulisan, diantaranya dengan metode *a*an)ara,
pemeriksaan "isik, dan pemeriksaan penunjang kepada klien.
1. -a*an)ara
Faitu suatu metode pengumpulan data dengan meminta keterangan
se)ara langsung kepada ibu hamil yang menjadi klien penulis. $elain
bertanya langsung kepada klien, penulis juga melibatkan keluarga yaitu
suami klien untuk melengkapi data yang bersangkutan dengan klien.
2. !emeriksaan "isik
,
Faitu pemeriksaan yang dilakukan se)ara keseluruhan mulai dari
kepala sampai ujung kaki, dengan prosedur pemeriksaan meliputiC
inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi, dan pemeriksaan lain. +alam
melakukan pemeriksaan, penulis melakukan pemeriksaan tanda-tanda 5ital
telebih dahulu kemudian penulis melakukan pemeriksaan langsung kepada
klien mulai dari kepala sampai ujung kaki.
#. !emeriksaan penunjang
Faitu pemeriksaan mengenai kondisi ibu dengan )ara mengambil
sampel darah dan sampel urine untuk diperiksa dilaboratorium.
4. $tudi dokumentasi
Faitu penulis mengumpulkan dan mempelajari )atatan-)atatan resmi,
bukti-bukti, atau keterangan yang ada. Gatatan-)atatan tersebut seperti
rekam medis, hasil laboratorium, dan laporan harian pasien yang tertulis
pada buku KIA kedalam "ormat A$KH3.
'. $tudi pustaka
Faitu melakukan studi pustaka dengan mengambil keterangan dan
materi dari buku-buku literatur guna memperkaya khasanah ilmiah yang
mendukung pelaksanaan studi kasus.
H. &istematika Penulisan
$istematika yang digunakan penulis dalam makalah ini adalah C
1
3A3 I !H&+A/:E:A& C
!endahuluan, menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah,
ruang lingkup, tujuan penulisan, man"aat penulisan, metode penulisan dan
sistematika penulisan.
3A3 II 1I&;A:A& !:$1AKA C
1injauan !ustaka, menguraikan tentang pengertian, etiologi,
pato"isiologi, tanda dan gejala, diagnosa, komplikasi dan penatalaksanaan
dari anemia, ibu hamil dengan risiko tinggi usia diatas #' tahun dan ibu hamil
dengan presentasi bokong.
3A3 III 1I&;A:A& KA$:$ C
1injauan Kasus, menguraikan tentang asuhan kebidanan patologis
menurut $0A!.
3A3 II !H43A/A$A& C
!embahasan, menguraikan tentang bagaimana menerapkan asuhan
kebidanan pada ibu hamil patologi sesuai dengan teori yang berlaku.
3A3 I !H&:1:! C
!enutup, menguraikan kesimpulan dan saran.