Anda di halaman 1dari 10

USLE (Universal Soil Losses Equation) adalah suatu metode yang digunakan untuk

menduga laju erosi rata-rata tahunan. Metode ini akan menghasilkan perkiraan kasar
besarnya laju erosi. Untuk menetapkan besarnya sedimen yang ada di bendungan.
Persamaan USLE sebagai berikut:
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
E = R x K x L x S x C x P
dimana :
E = laju erosi akurat rata-rata tahunan (ton/ha/tahun)
R = faktor erosivitas hujan
K = faktor erodibilitas tanah
L = faktor panjang lereng (m)
S = faktor kemiringan lereng (%)
C = faktor pengelolaan tanaman
P = faktor konservasi tanah
Hasil Perhitungan
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
EI
30
= E x I
30
x 10
-2
E = 14.374 R
1.075
I
30
= R/(77.178 + 1.010 R)
Dengan :
EI = indeks erosivitas hujan (ton cm/Ha.jam)
E = energi kinetik curah hujan (ton m/Ha.cm)
I
30
= intensitas hujan maksimum selama 30 menit turun hujan
R = curah hujan bulanan (cm).
Perhitungan erosivitas hujan DAS Lolak dapat dilihat pada Tabel VII-1.
a. Erosivitas hujan
Erosivitas adalah merupakan sifat curah hujan yang dipandang sebagai energi kinetik butir-butir
hujan menumbuk permukaan tanah. Akibat jatuhnya massa air ke permukaan tanah
menyebabkan terjadinya erosi, makin besar intensitas curah hujan maka jumlah tanah yang
tererosi akan semakin besar.
Perhitungan besarnya indeks erosivitas hujan dilakukan pada stasiun pengamatan curah hujan
dengan menggunakan persamaan sbb :
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
c. Panjang dan kemiringan lereng (LS)
LS = L
0,5
/100.(1,38+ 0,965 S + 0,138 S
2
)
Dengan :
LS = faktor panjang dan kemiringan lereng (%)
L = panjang lereng (m)
S = kemiringan (%)
Panjang lereng diukur dari peta topografi dengan pengertian bahwa eroasi terjadi karena adanya
aliran permukaan (overland flow), dimana panjang lereng tersebut merupakan panjang lereng dari
overland flow ke titik air yang masuk ke dalam saluran pengumpulan.
Dalam pendugaan erosi yang ada di DAS Penjalin dihitung berdasarkan persamaan sebagai berikut
:
Faktor Konservasi Tanah dan Pengelolaan Tanaman Nilai faktor induk konservasi tanah didapat
dan membagi kehilangan tanah dan lahan yang diberikan perlakukan pengawetan, terhadap tanah
tanpa pengawetan. Sedangkan faktor pengelolaan tanaman merupakan angka perbandingan erosi
dan lahan yang ditanami suatu jenis tanaman dan pengelolaan tertentu terhadap lahan.
Di DAS Penjalin besarnya faktor indeks konservasi (faktor P) dan faktor indeks pengelolaan
tanaman (faktor C) dihitung berdasarkan kondisi lahan dan jenis tanaman yang tumbuh pada
daerah tersebut. Besarnya faktor C dan P.
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
d. Faktor konservasi tanah dan pengelolaan tanaman
Erosi potensial adalah erosi maksimum yang terjadi pada suatu tempat dengan permukaan tanah
dalam keadaan gundul sempurna dan proses kejadian erosi disebabkan oleh faktor alamiah yang
berupa iklim, keadaan internal tanah dan keadaan topografi.
E
pot
= H x K x LS x A
Dengan :
E
pot
= erosi potensial (ton/tahun)
R = indeks erosivitas hujan
K = erodibilitas tanah
LS = faktor panjang dan kemiringan lereng
A = luas DAS (ha)
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
e. Pendugaan laju erosi potensial (E-Pot)
Erosi aktual terjadi karena adanya campur tangan manusia dalam kegiatan sehari-hari, misalnya
pengolahan tanah untuk pertanian dan adanya keterlibatan unsur-unsur penutup tanah baik yang
tumbuh secara alamiah maupun yang dibudidayakan oleh manusia dalam usaha pertanian.
Jadi erosi aktual adalah hasil ganda antara erosi potensial dengan pola penggunaan lahan tertentu.
E
akt
= E
pot
x C.P
Dengan :
E
pot
= erosi potensial (ton/tahun)
E
akt
= erosi aktual di DAS (ton/ha/tahun)
CP = faktor tanaman dan pengawetan tanah
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
f. Pendugaan laju erosi aktual (E-Akt)
Sedimentasi potensial merupakan proses pengangkutan sedimen yang berasal dan proses erosi
yang secara potensial mempunyai kemampuan untuk mengendap pada suatu waduk.
Tidak semua sedimen yang dihasilkan erosi aktual menjadi sedimen di waduk, namun tergantung
dan nisbah antara volume sedimen hasil erosi aktual yang mampu mencapai aliran sungai dengan
volume sedimen yang diendapkan dan lahan atasnya, faktor mi disebut Nisbah Pelepasan Sediinen
(SDR = Sedimen Delivery Ratio). Besannya Nilai SDR ditentukan oleh luas DAS, kemiringan lereng
dan tingkat kekasaran permukaan DAS yang berkaitan dengan pola penggunaan lahan. Dalam
perhitungan SDR rumus yang digunakan adalah :
PERHITUNGAN SEDIMENTASI
METODE USLE
g. Pendugaan laju sedimentasi potensial
0,2018
0,2018
0,08683.A
50n) 2(S
) 0,8683A S(1
SDR

Dengan :
SDR = nisbah pelepasan sedimen, nilainya 0<SDR<1
A = luas DAS (Ha)
S = kemiringan lereng nataan permukaan DAS (%)
n = koefisien kekasaran manning
Besarnya pendugaan laju sedimentasi potensial di waduk dengan persamaan
S
pot
= E
akt
x SDR
dengan :
SDR = ratio pelepasan sedimen (Sedimen Delevery Ratio)
A
pot
= sedimentasi potensial
E
akt
= erosi actual
.
HASIL PERHITUNGAN SEDIMENTASI
HASIL PERHITUNGAN SEDIMENTASI
Sedimen
1,137,572.14
Vol Efektif
2,244,842.03
HASIL PERHITUNGAN SEDIMENTASI
Spilway
Intake