Anda di halaman 1dari 11

METABOLISME KARBOHIDRAT PADA IKAN

Oleh:
Kelas D
B1J013138 Muhammad Rifqi Abdurrahman
B1J013140 Harits Naya Dibrata





TUGAS TERSTRUKTUR FISIOLOGI HEWAN I









KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2014

PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Fisiologi
Hewan I dengan baik dan lancar.
Dengan terselesaikannya tugas ini tidak lupa penulis ucapkan
terima kasih kepada:
1. Dosen pengampu mata kuliah Fisiologi Hewan 1.
2. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya
laporan praktikum Fisiologi Hewan I.
Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran sangat diharapkan penulis untuk evaluasi,
khususnya terhadap rekan-rekan mahasiswa agar dapat
menyempurnakan laporan ini di tahun berikutnya.


Purwokerto, 17 Oktober 2014


Penulis


DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ............................................................................................................. i
PRAKATA ....................................................................................................... ii
DAFTAR IS .................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
BAB II. PEMBAHASAN
BAB III. KESIMPULAN
DAFTAR REFERENSI
LAMPIRAN


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang dapat berupa
polihidroksialdehid dan keton serta turunannya. Termasuk juga gula
dioksi, gula amino, dan gula alkohol dan asam-asam gula. Karbohidrat
peranannya lebih kecil pada ikan jika dibandingkan dengan peranannya di
hewan darat. Bahkan jika karbohidrat terlalu tinggi dapat berakibat buruk
bagi ikan. Karbohidrat tidak begitu penting bagi ikan karena hewan air ini
memperoleh energi untuk berenang dari oksidasi lemak atau dari glukosa
yang disederhanakan dari asam-asam amino melalui glukogenesis. Hal ini
terjadi pada sidat (Anguilla rostrata) proses glukogenesis dipercepat oleh
adanya adrenokortikal steroids.
Klasifikasi Karbohidrat dibagi menjadi dua golongan pokok: gula
dan non gula.Gula paling sederhana adalah monosakarida yang dibagi
lagi menjadi sub golongan berdasar jumlah atom karbon.
Monosakarida,Triose (C3H6O3), Gliseraldehide,
Dihidroksiasetone,Tetrose (C4H8O4) Eritrose, Pentose (C5H10O5),
Arabinose, Heksose (C6H12O6), Fruktose, Galaktose, Glukose, Mannose,
B. Disakaride (C12H22O11), Selobiose, Laktose, Maltose, Sukrose,
Trehalose, Trisakarde (C18H32O16), Rafinose, D. Tetrasakaride
(C24H42O21), Stakiose, Triose dan tetrose adalah zat intermedier yang
terjadi pada metabolisme karbohidrat lain.Monosakarida mungkin dapat
bergabung satu sama lain, dengan mengambil satu molekul air untuk tiap
gabungan, menghasilkan, di-, tri-, atau polisakarida yang mengandung 2,3
atau lebih monosakarida.
Non gula terbagi menjadi homopolisakaride, Pentosan,
Heksosan,Heteropolisakaride, Hemiselulose, Gummi, Musilage, Zat
Peptik, Mukopolisakaride dari hewan, Homopolisakaride polisakaride yang
oleh hidrolisis menghasilkan hanya satu macam gula, misal glukans hanya
menghasilkan glucose (atau dengan kata lain glukan adalah polimer dari
glucose), fruktans fructose, xilans xilose.

Heteropolisakaride polisakaride campuran yang oleh hidrolisis
menghasilkan campuran monosakaride dan produk lain, Pati : polimer dari
-D-glukose, sangat mudah dicerna, Selulose: 2--D-glukose, sukar
dicerna. Hewan tidak memproduksi selulase (enzim yang menghidrolisis
selulose), hanya diproduksi oleh mikroba saluran pencernaan. Peran
karbonhidrat Fungsi karbohidrat dalam tubuh hewan adalah sumber lemak
tubuh dan sumber energi untuk proses metabolisme tubuh. Sebagai
sumber energi yang jauh lebih murah bila dibandingkan dengan protein,
maka karbohidrat dapat menekan biaya produksi dan yang pada akhirnya
dapat menurunkan total harga pakan sumber glikogen tubuh sumber gula
darah.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana karbohidrat mempengaruhi energi pakan ikan di dalam air?

1.3 Tujuan
Mengetahui peran karbohidrat dalam metabolisme hewan



BAB 2 PEMBAHASAN
Karbohidrat dapat berperan sebagai "protein sparring effect", yang
berarti bahwa sebagian besar pakan dapat dihemat untuk pertumbuhan
sedangkan kebutuhan energi ditunjang oleh karbohidrat (National
Research Council 1983). Walaupun demikian ikan mempunyai
kemampuan yang berbeda dalam memanfaatkan karbohidrat pakan.
Spesies yang berbeda
mempunyai kemampuan meman-faatkan karbohidrat yang berbeda pula.
Ikan yang bersifat omnivora dapat memanfaatkan karbohidrat pakan 30-
40% sedangkan yang omnivora 10-20% (Furuichi 1988). Pada ikan gurami
Osphronemus gouramy, ternyata ikan berukuran kecil (20-25 g) hanya
mampu memanfaatkan karbohidrat 21% sedangkan yang besar dapat
memanfaatkan 47,5% (Mokoginta et al. 2004). Adanya perbedaan
kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan antar spesies
antara lain disebabkan oleh perbedaan dalam menghasilkan enzim yang
mencerna karbohidrat (a-amylase) ataupun produksi insulin (Furuichi
1988).
Berbagai jenis bahan penyusun pakan yang biasa digunakan
sebagai sumber karbohidarat dalam pakan ikan adalah:
1. Barley 10. Tetes sitrus
2. Tepung roti 11. Tetes kayu
3. Tepung ketela 12. Biji kacang polong
4. Tepung lembaga jagung 13. Bekatul
5. Tepung jagung 14. Beras
6. Dekstrin 15. Tepung gandum
7. Batang biji rami 16. Tepung kulit gandum
8. Tetes beet 17. Tepung biji oats
9. Tetes tebu


Jagung merupakan salah satu dari sumber karbohidrat terbaik.
Jagung juga merupakan salah satu sumber energi terbaik dan kandungan
lemaknya membuat jagung terasa sedap, terutama bagi hewan yang
tergolong ke dalam ruminansia. Namun, nilai energi yang tinggi
merupakan dilema, karena tingkat lemak yang tinggi dapat mempercepat
terjadinya ketengikan (rancidity). Gula juga merupakan sumber energi.
Tipe gula sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan
ikan. Sumber karbohidrat penting lainnya adalah buah-buahan, hasil
samping buah-buahan, hasil samping penggilingan, dan sebaginya.
Beberapa jenis bahan pakan yang berfungsi sebagai sumber karbohidrat
mengandung protein dengan persentase yang berbeda-beda. Sumber
karbohidrat dengan persentase kandungan protein yang bervariasi ini
adalah penting secara ekonomis. Hal ini untuk menekan tingginya
suplementasi protein dalam formulasi.
Analisis Karbohidrat memiliki kandungan dalam bahan penyusun
pakan ataupun pakan ikan dapat diketahui dengan menggunakan metode
secara tidak langsung, yaitu setelah melalui analisis semua komponen
organik dan anorganik lainnya terlebih dahulu dari bahan atau pakan
tersebut. Persentase atau bobot karbohidrat pakan dapat dihitung
berdasarkan selisih antara persentase total pakan (yaitu 100%) dengan
persentase semua komponen penyusun lainnya yang telah dianalisis
tersebut. Karbohidrat tersusun atas 2 komponen utamanya, yaitu bahan
ekstrak tanpa nitrogen (BETN) atau nitrogenfree extract (NFE). Analisis
tersebut merupakan analisis proksimat atau disebut juga dengan The
Weende Proximate Analyses (Gambar 1.1). Keterangan lebih lanjut
mengenai prosedur analisis proksimat beserta penjelasannya dapat
dibaca pada Cho et al. (1985), Finfish Nutrition in Asia-Methodological
Approaches to Research and Development.





Gambar 1.1. The Weende Proximate Analyses (Diadopsi dari Cho et al.,
1985).
Peran dan Kebutuhan Karbohidrat secara biologis dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. Sebagai polisakarida yang tersimpan sebagai cadangan makanan,
misalnya starch atau tepung pada tanaman dan glikogen pada ikan atau
hewan lainnya;
b. Sebagai polisakarida struktural, misalnya selulosa pada tanaman
dan kitin pada udang atau insekta; dan
c. Sebagai sumber energi metabolik (adenosin trifsofat, ATP) yang
sangat penting dalam tubuh manusia, ternak darat, maupun ikan. ATP
mengandung ikatan-ikatan berenergi tinggi dan merupakan bentuk dimana
sebagian besar energi bebas disimpan di dalam tubuh. Reaksi
pembentukan ATP digambarkan sebagai berikut: C6H12O6 + 6 O2 6
CO2 + 6 H2O + 38 ATP. Jadi, setiap pembakaran 1 mol glukosa
menghasilkan 38 mol ATP.


FEED

air dry
DRY MATTER
ORGANIC MATTER
NON-NITROGENOUS
SUBSTANCES
CARBOHYDRATE
NITROGEN-FREE
EXTRACT (NFE)
STARCH
MOISTURE
ASH
NITROGEN
LIPID
CRUDE FIBRE
SUGARS
Essential minerals
Toxic minerals
CRUDE PROTEIN
EAAs
EFAs
Fat-soluble vits.
Celluloses
Lignin
EFAs
Water-soluble vits.
WATER CONTENT


Peran utama karbohidrat dalam nutrisi adalah sebagai sumber
energi dalam pakan yang harganya jauh lebih murah dibandingkan
dengan protein. Karbohidrat dari sumber karbohidrat (yaitu bahan
penyusun pakan yang kaya akan karbohidrat) umumnya mengandung
protein kasar pada kadar yang rendah (yaitu 12%). Dalam hal ini, hanya
75-85% dari total protein tersebut dapat dicerna.
Kemampuan organisme untuk mencerna karbohidrat dari sumber
karbohidrat sedikit lebih tinggi. Misalnya, 95% karbohidrat dari sumber
karbohidrat seperti tepung (starch) dapat dicerna. Butir biji-bijian (cereal
grains) umumnya mengandung 2-5% ekstrak eter. Tetapi, dedak padi (rice
bran) yang merupakan hasil samping penggilingan padi, misalnya,
mengandung 13% ekstrak eter kasar. Dalam hal ini, dedak padi
merupakan sumber karbohidrat. Kandungan serat kasar (SK, crude fibre)
dari sumber karbohidrat adalah bervariasi, 6%. Serat kasar dibutuhkan
dalam membantu proses pencernaan makanan. Kandungan serat kasar
yang berbeda pada masing-masing bahan penyusun pakan dapat
mempengaruhi nilai energi yang tersedia (available energy). Kadar serat
kasar dalam pakan berkorelasi negatif dengan available energy dalam
pakan. Semakin tinggi kandungan serat kasar pakan maka semakin
rendah available energy. Hal ini dikarenakan serat kasar tidak mampu
menyediakan energi yang dapat dimanfaatkan oleh ikan. Pada akhirnya,
kandungan serat kasar dalam pakan mempengaruhi nilai pemberian
pakan tersebut secara relatif. Fenomena ini terkait dengan total
pemanfaatan bobot pakan, protein, dan energi yang digunakan ikan pada
proses metabolisme dan pertumbuhan. Bilamana sumber karbohidrat
disubstitusi dengan sumber karbohidrat lainnya maka perubahan nilai
energi dalam pakan kemungkinan dikarenakan kandungan serat kasarnya.


KESIMPULAN

Peran utama karbohidrat dalam nutrisi adalah sebagai sumber
energi dalam pakan yang harganya jauh lebih murah dibandingkan
dengan protein. Karbohidrat dari sumber karbohidrat (yaitu bahan
penyusun pakan yang kaya akan karbohidrat) umumnya mengandung
protein kasar pada kadar yang rendah.
Nutrien yang dikonsumsi oleh ikan dicerna di dalam saluran
pencernaan (gut), diserap oleh dinding saluran pencernaan, dan muncul
dalam aliran darah (bloodstream) sebagai molekul-molekul komponennya.
Karbohidrat akan dihidrolisis menjadi berbagai jenis gula-gulaan yang
sederhana, protein dihidrolisis menjadi berbagai jenis asam amino, dan
lemak akan diurai menjadi berbagai jenis asam lemak dan berbagai
komponen penyusun lainnya. Molekul-molekul tersebut mengalir dalam
tubuh dan diambil oleh berbagai jenis jaringan untuk selanjutnya
mengalami berbagai reaksi kimia, baik pemecahan molekul atau
katabolisme maupun sintesis molekul atau anabolisme.


DAFTAR PUSTAKA
Furuichi, M. 1988. Dietary requirements, p. 8-78. In T. Watanabe (Ed.).
Nutrition and Mariculture. Departement of Aquatic. Bioscience.
Tokyo University of Fisheries, JICA,
Mokoginta, I., V.S. Agustiani & NBP Utomo. 2005. Pengaruh kadar
kromium pakan yang berbeda terhadap retensi protein
pertumbuhan dan kesehatan ikan nila, Oreochromis niloticus
(dalam proses publikasi).