Anda di halaman 1dari 9

G.

Tangkuban Parahu - Geologi


GEOLOGI
Morfologi
Morfologi gunungapi ini dapat dibagi menjadi tiga satuan morfologi utama yaitu: kerucut strato
aktif, lereng tengah dan kaki. Kerucut strato aktif menempati bagian tengah kaldera Sunda.
Kawah- kawah gunungapi ini membentang dengan arah barat-timur. Beberapa kawah terletak di
daerah puncak dan beberapa lainnya terletak di lereng timur. Kerucut strato aktif ini tersusun dari
selang-seling laa dan piroklastik dan di bagian puncak endapan freatik.
!ola radier dengan bentuk lembah ", beberapa air terjun yang sangat umum ditemukan pada
satuan morfologi ini. Morfologi lereng tengah meliputi lereng timurlaut, selatan dan tenggara
gunungapi ini. Batuannya terdiri atas endapan piroklastik yang sangat tebal dan laa yang
biasanya tersingkap di lembah-lembah sungai yang dalam dengan pola aliran sungai paralel dan
semi memancar #semi radier$. %ereng selatan dan tenggara terpotong oleh sesar %embang, yang
berarah timur-barat.
Kaki selatan menempati bagian lereng tenggara dan selatan, yang terletak pada ketinggian antara
&'(( m hingga )(( m dan antara &((( hingga *(( m di atas permukaan laut. %ereng timurlaut
mempunyai pusat-pusat erupsi parasit seperti +. malang, +. ,inta dan +. !alasari. -liran-aliran
laa dan skoria berwarna kemerahan yang menempati sebagian besar daerah kaki ini adalah
berasal dari pusat-pusat erupsi ini. !ola aliran sungai yang berkembang di daerah ini adalah
paralel dengan bentuk lembah . yang melewati batuan keras.
%ereng selatan terletak antara sesar %embang dan dataran tinggi Bandung di selatan. Bagian
terbesar daerah ini dibentuk oleh batuan piroklastik dan endapan lahar, sedangkan laa
ditemukan di dasar sungai. !ola aliran sungai yang berkembang adalah paralel.
Stratigrafi
Secara fisiografi /ona Bandung, 0awa Barat mempunyai kesamaan dengan /ona Solo di 0awa
1imur. Kedua 2ona tersebut dihubungkan oleh wilayah 0awa 1engah yang merupakan rangkaian
2ona Serayu dan !egunungan !rogo Barat.
%apisan tertua di daerah ini terdiri atas lempung napalan berselingan dengan perlapisan tufa dan
terumbu koral berumur Miosen. Batuan tersebut tersingkap di S. ,itarum di sebelah baratdaya
1angkubanparahu dan di dataran rendah !urwakarta dan Subang. 3i beberapa daerah terumbu
koral ini sebagian termalihkan menjadi marmer karena kontak dengan laa. %apisan ini
kemudian diintrusi #diterobos$ oleh batuan ulkanik berumur !liosen terdiri atas andesit
hornblende dan dasit #Syarifudin, dkk., &4)5$. Batuan tersebut tertindih oleh andesit hornblende,
breksi kasar dan konglomerat #Bemmelen, &454$.
!roduk-produk +. Sunda terdiri atas laa, jatuhan piroklastik, aliran piroklastik, lahar dan
endapan freatik #6adisantono, &4))$. -da dua macam endapan lain yang tidak termasuk dalam
hasil langsung dari kegiatan ulkanik seperti endapan danau Bandung yang secara stratigrafi
menumpang di atas endapan aliran piroklastik dari erupsi pembentukan kaldera Sunda, dan
endapan fluiatil yang terdiri atas bahan bahan ulkanik sebagai hasil dari proses sekunder.
Sruktur Geologi
+. 1angkubanparahu dan gunungapi lainnya yang berada di sekitar Bandung terletak di /ona
Bandung #an Bemmelen, &475 dalam 6adisantono dkk., &4)7$. /ona Bandung adalah sebuah
cekungan depresi yang memanjang diantara pegunungan. ,ekungan tersebut mempunyai lebar
antara '8 - 8( km, sedikit cembung ke utara, terletak antara /ona Bogor dan /ona !egunungan
Selatan. Bemmelen #&454$ menyatakan bahwa secara umum 2ona ini berada pada struktur
puncak geantiklin !. 0awa, yang tersesarkan setelah atau pada waktu yang bersamaan dengan
pengangkatan yang terjadi pada akhir 1ersier. Sumbu geantiklinnya adalah tempatnya dimana
"ulkanisma Kuarter terdapat. Sabuk gunungapi ini atau jalur magmatik ini membentang dari
1eluk !elabuhan 9atu pada bagian barat !. 0awa, kemudian melewati antara lembah ,imandiri
dengan kota Sukabumi #*(( m$, dataran ,ianjur #548 m$ dan +arut #:&& m$ ke lembah ,itanduy
dengan kota 1asikmalaya #78& m$ pada bagian timur, dan berakhir di Segara -nakan di pesisir
selatan !. 0awa. Bagian tengah 2ona ini ditempati oleh dataran tinggi Bandung dan +arut.
Sesar %embang adalah sebuah sesar terbesar di daerah ini, yang melintang dari barat ke timur.
Sesar ini terletak atau melalui %embang, &( km sebelah utara Bandung. ;ni adalah sebuah sesar
aktif dengan gawir sesar sangat jelas yang menghadap ke utara. Sesar ini yang panjang
seluruhnya kira-kira '' km dapat diamati sebagai suatu garis lurus dari +. !alasari di timur ke
barat dekat ,isarua. !enyelidikan-penyelidikan terdahulu telah menghubungkan bahwa sesar
%embang yang dominannya adalah sesar normal terjadi setelah erupsi besar +. Sunda yang
berlangsung pada 2aman Kuarter 1ua.

Sejarah Geologi
+unungapi tertua yang telah padam yang disebut +. Sunda mempunyai sebuah kaldera besar,
tetapi hanya sebagian dari pada kaldera ini telah tertutupi oleh endapan-endapan gunungapi yang
lebih muda dan hanya tersisa sebagian dinding kalderanya yang terdapat antara +. Burangrang
dan +. 1angkubanparahu #6adisantono dan Sutoyo, &4)7$. 3anau #situ$ %embang adalah bagian
dari dasar kaldera ini. Menurut an Bemmelen #&475$ bahwa sesar %embang terbentuk pada
tahap paska pembentukan kaldera Sunda. Kejadian tersebut kemudian diikuti oleh lahirnya +.
Burangrang, sekarang gunungapi tersebut telah padam.
Sejarah +. 1angkubanparahu dimulai dengan adanya komplek gunungapi tua yang disebut
komplek +. Sunda. Komplek +. Sunda adalah sebuah gunungapi majemuk yang terdiri atas tiga
buah gunungapi, dua diantaranya telah padam dan yang ketiga yaitu 1angkubanparahu masih
aktif #6adisantono, dkk., &4)7, dan Kusumadinata, &4:4$. +unungapi ini dibangun di atas batuan
dasar sedimen berumur <eogen #Bemmelen, &454$. 3alam sejarah geologi +. Sunda berumur
relatif muda. Beberapa dari dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di daerah ini dapat diukur dalam
ribuan tahun.
Suatu periode kegiatan ulkanik #gunungapi$ baru dimulai di sebuah komplek sebelah utara
Bandung dalam kurun waktu kuarter. 3i sebelah barat sebuah gunungapi besar #+. Sunda$
terbentuk, sedangkan di sebelah timur kegiatan ulkanik terletak di daerah Bukit 1unggul,
!ulusari, dan +. ,angak. -dapun umur periode gunungapi ini ditentukan oleh tulang-tulang
mamalia besar seperti badak, spesies hipopotamus, kerbau, antelop dan kijang yang terjebak
dalam lahar. 3ari fosil-fosil ini diketahui bahwa ulkanisme berlangsung dalam kurun waktu
!listosen 1ua #Bemmelen, &454$.
!eta +eomorfologi +. 1angkubanparahu
!eta +eologi +unungapi 1angkubanparahu
Mengenal Geologi Cekungan Bandung

,ekungan Bandung merupakan cekungan #basin$ yang dikelilingi oleh gunung api dengan
ketinggian *8( m sampai lebih dari '((( meter. Sungai ,itarum yang berhulu di gunung =ayang
Kabupaten Bandung #&:(( m dpl$ melewati dasar cekungan dan mengalir menuju =aduk
Saguling, bermuara di pantai utara 0awa tepatnya di Kabupaten Karawang. Berdasarkan ciri-ciri
litologi, ,ekungan Bandung terbagi atas 5 bagian berdasarkan batuan penyusunnya yaitu:
endapan tersier, hasil gunung api tua, hasil gunung api muda dan endapan danau #<arulita et al.,
'(()$. .ntuk penjelasan terhadap geologi ,ekungan Bandung berdasarkan studi pustaka, dapat
dijabarkan dalam beberapa sub bab sebagai berikut:
&. Morfologi
1erkait dengan batas wilayah ,ekungan Bandung, terdapat 5 anggapan mengenai batas luasan
,ekungan Bandung #Brahmantyo, '((5$, yaitu:
a. 3ataran 1inggi Bandung #wilayah administratif Kota Bandung saat ini kecuali kecuali
kawasan Kota Bandung utara yaitu sebelah utara jalan raya timur meliputi: Surapati-,icaheum-
.jungberung-,ileunyi$.
b. 3aerah -liran Sungai #3-S$ ,itarum 6ulu.
c. 3aerah -liran Sungai #3-S$ ,itarum-9ajamandala #=aduk Saguling$.
d. Batas -dministratif Kabupaten Bandung Bagian Barat.
Batasan ,ekungan Bandung adalah daerah yang didasarkan pada sebaran endapan danau
Bandung purba yang secara morfologis membentuk 3ataran 3anau Bandung dan daerah
sekelilingnya yang merupakan sumber asal endapan danau #Brahmantyo, '((8$. Sehingga
,ekungan Bandung adalah cekungan topografi yang membentuk daerah pengaliran ,itarum
hingga berakhir di titik aliran ,itarum pada daerah perbukitan 9ajamandala #!asir Kiara-!asir
%arang, berdekatan dengan poros bendungan Saguling$. 3efinisi batasan ,ekungan Bandung ini
sesuai dengan anggapan ke-7 yaitu 3-S ,itarum-9ajamandala #=aduk Saguling$ #Brahmantyo,
'((8$.
.ntuk identifikasi satuan bentang alam, ,ekungan Bandung dapat dibagi menjadi beberapa
satuan bentang alam #Sampurno, '((5$, sebagai berikut:
a. Satuan 3ataran 3anau Bandung
Satuan 3ataran 3anau Bandung berukuran cukup luas dengan ukuran kurang lebih :8( km
persegi yang memanjang ke arah barat-timur, terletak pada ketinggian sekitar :(( m dpl. %uas
dataran ini sekitar '( persen dari seluruh ,ekungan Bandung. 3ataran ini merupakan dataran
endapan danau Bandung purba yang telah mengering ribuan tahun yang lalu. Sungai utama dari
dataran ini adalah ,itarum yang membelah dataran danau sehingga ,i 1arum terletak pada titik
terendah pada ,ekungan Bandung. 3i dalam satuan dataran danau terdapat 3ataran Kipas
-luial yang menempati seperlima luas 3ataran 3anau Bandung. 3ataran Kipas -luial
menyebar hingga meliputi daerah ,imahi-3ago sebagai batas utara menuju ,icaheum dan Buah
Batu. ,itarum mengalir di 3ataran 3anau Bandung dengan pola meander berkelok-kelok
khususnya di sebelah utara ,iparay hingga ,urug 0ompong #sebelah selatan ,imahi$.
b. Satuan Kerucut +unung -pi
Satuan Kerucut +unung -pi merupakan pagar yang mengelilingi dataran danau, menempati
sekitar :( persen dari seluruh luas daerah ,ekungan Bandung. Satuan ini terdiri dari badan
gunung api kuarter dengan ketinggian sekitar '((( m. 3i sebelah utara berjajar deretan gunung
api Burangrang, 1angkuban !erahu #'(:* m$, Bukit 1unggul, ,anggak, Manglayang. .ntuk di
sebelah timur terdapat kerucut-kerucut gunung api kecil-kecil antara lain Mandalawangi #&*8(
m$, Mandalagiri, +andapura dan lain sebagainya. Bagian selatan terdapat dataran danau berjajar
gunung api Malabar #'757 m$, !atuha #'575 m$ dan lain sebagainya. 3iantara gunung-gunung
api tersebut masih banyak ditemui endapan-endapan ulkanik seperti breksi ulkanik, tufa,
beberapa lidah-lidah laa. 1ufa di daerah %embang dan 3ago kaya akan batu apung dan bersifat
tras. Ke arah Satuan 3ataran 3anau, kerucut gunung api menjadi melandai membentuk kaki
gunung api dimana kemiringan lahannya berkisar 8 hingga &8 persen.
c. Satuan !ematang 6omoklin
Satuan !ematang 6omoklin adalah perbukitan memanjang yang membentuk daerah perbukitan
9ajamandala-!adalarang, memanjang kurang lebih dengan arah timur timur laut- barat barat
daya. Kedudukan satuan ini berada di dinding barat dari ,ekungan Bandung dimana terdapat
celah aliran ,i 1arum yang membelah perbukitan. Memiliki ketinggian sekitar )((-&((( m dpl
dan seluas kurang lebih : persen dari luas total ,ekungan Bandung. !ematang 6omoklin
menunjukkan bahwa lereng sebelah utara lebih terjal sekitar kurang lebih 7(-&5( persen
dibandingkan daerah lereng sebelah selatan. %ereng selatan memiliki kemiringan lapisan
pembentuknya sekitar rata-rata 7(-*( persen. ,i 1arum menyusuri daerah di sebelah selatan
perbukitan 9ajamandala. Batuan-batuan pembentuknya adalah berbagai batuan sedimen marin
tersier dari berbagai formasi antara lain batu gamping dan batu lempung.
d. Satuan !erbukitan ;solasi
3i dalam satuan dataran danau bermunculan bukit-bukit yang terpisah satu sama lain atau
berkelompok menjadi jajaran perbukitan. Bukit-bukit tersebut dikelompokkan menjadi suatu
Satuan !erbukitan 1erisolasi yang terdapat di sebelah selatan ,imahi dan 3ayeuhkolot dan
berketinggian sekitar )((-4(( m. Bukit-bukit tersebut antara lain +unung Bohong #):) m$,
+unung !angaten, +unung Koromong, +unung +eulis dan lain sebagainya. Sungai-sungai yang
berada di kaki perbukitan kerucut gunung api maupun yang berada di dataran danau
mengandung berbagai jenis pasir untuk bahan bangunan.
'. +eologi dan Sifat-Sifat >isik Batuan
%itologi penyusun wadah dan isi ,ekungan Bandung adalah batuan gunung api yang secara
stratigrafi kegiatan ulkanismenya sudah dimulai sejak Kala !aleosen. Berdasarkan Bronto and
6artono #'((*$, kemungkinan pembentukan ,ekungan Bandung disebabkan oleh 5 hal utama
yaitu:
&. Merupakan cekungan antar gunung #intra-mountain basin$, sebagai bentukan utamanya adalah
proses eksogen.
'. Merupakan graben, sebagai bentukan murni deformasi tektonika.
7. Merupakan kaldera, sebagai bentukan murni letusan gunung api.
5. Merupakan olcano-tectonic calderas, sebagai hasil perpaduan proses tektonika dan
ulkanisme.
,ekungan Bandung terdiri atas berbagai formasi morfologi yang terdiri atas berbagai batuan
berumur ?ligosen hingga 9esen. Batuan-batuan tersebut dikelompokkan dalam beberapa formasi
#Sampurno, '((5 dan 6utasoit, '((4$, sebagai berikut:
a. >ormasi ,ibeureum
Merupakan lapisan a@uifer utama dengan sebaran berbentuk kipas yang bersumber dari +unung
1angkubanparahu. >ormasi ini terutama terdiri atas perulangan breksi dan tuf dengan tingkat
konsolidasi rendah serta beberapa sisipan laa basal, dengan umur !listosen -khir-6olosen.
Breksi dalam formasi ini adalah breksi ulkanik yang disusun oleh fragmen-fragmen skoria
batuan beku andesit basal dan batu apung.
b. >ormasi Kosambi
<ama >ormasi Kosambi diusulkan oleh Koesoemadinata dan 6artono #&4)&$ untuk
menggantikan nama Andapan 3anau yang digunakan oleh Silitonga #&4:7$. Sebaran formasi ini
dipermukaan adalah di bagian tengah. %itologinya terutama terdiri atas batu lempung, batu lanau
dan batu pasir yang belum kompak dengan umur 6olosen. >ormasi ini mempunyai hubungan
menjemari dengan >ormasi ,ibeureum bagian atas. Berdasarkan sifat litologinya, formasi ini
berperan sebagai akuintar di kawasan ,ekungan Bandung.
c. >ormasi ,ikapundung
>ormasi ini adalah satuan batuan tertua yang tersingkap di daerah penelitian #Koesoemadinata
dan 6artono, &4)&$ dan terdiri atas konglomerat dan breksi kompak, tuf dan laa andesit. .mur
formasi ini diperkirakan !listosen -wal. Kekompakan litologi penyusun formasi ini dapat
digunakan sebagai salah satu pembeda dengan formasi ,ibeureum serta dasar untuk menentukan
peran formasi ini sebagai batuan dasar hidrogeologi di kawasan ,ekungan Bandung. Menurut
Silitonga #&4:7$ formasi ini adalah ekuialen dengan Bu. Selain formasi ini, berdasarkan sifat
litologinya Bl, Bb, Bob, dan Byl dapat dimasukkan sebagai batuan dasar. Satuan-satuan lain
yang membentuk batuan dasar adalah batuan gunung api Kuarter #kecuali >ormasi ,ibeureum
dan >ormasi ,ikapundung$, batuan gunung api 1ersier, batuan sedimen 1ersier, dan batuan
terobosan yang tercakup didalam peta geologi.
c. Andapan Batuan "ulkanik #Kuarter$
Berbagai endapan gunung api dapat dipisahkan antara lain berdasarkan umur maupun komposisi.
.mumnya terdiri dari breksi ulkanik, tufa, lidah-lidah laa, endapan lahar dan aglomerat. 1ufa
dari +unung 1angkuban !erahu yang menyebar hingga %embang, beberapa tempat di 3ago, dan
Kipas -luial Bandung utara, sebagian besar mengandung batu apung yang bersifat berpori dan
permeabel. 1ufa yang membentuk daerah +unung Burangrang, +unung Sunda, +unung Bukit
1unggul, +unung ,anggak dan perbukitan 3ago .tara hingga Maribaya terdiri atas breksi
ulkanik berselingan dengan endapan lahar, tufa halus dan lidah-lidah laa. Sifat batuan
umumnya sedikit kompak daripada tufa berbatu apung tetapi masih cukup permeabel. %apisan
endapan ulkanik di sebelah utara umumnya menunjukkan kemiringan ke arah selatan sekitar 8-
: derajat. !ada permukaannya, endapan ulkanik menunjukkan tanah hasil pelapukan yang
bersifat gembur dan mudah terkikis tetapi subur.
d. Andapan 3anau !urba
1erdiri dari lapisan-lapisan kerakal, batu pasir, batu lempung, tersemen, lemah, gembur dan
terkadang kenyal. Beberapa lapisan bersifat permeabel dan menjadi akifer yang baik. Beberapa
lapisan lain bersifat lembek, organik dan mempunyai daya dukung rendah dan air tanah yang
dikandungnya dapat bersifat agak asam atau berbau sulfur. Kedudukan lapisan umumnya
horisontal dengan hubungan antar lapisan kadang-kadang berbentuk silang jari.
e. Andapan -luial
1erdiri dari kerikil, pasir, lanau dari endapan sungai atau endapan banjir pada umumnya bersifat
lepas sampai tersemen lemah, atau plastis bahkan dapat bersifat mengalir bila jenuh air. !asir
lepas dan kerakal endapan sungai masih mengandung cukup banyak lumpur.
Sebagai gambaran dari kondisi geologi kawasan ,ekungan Bandung, dapat dilihat pada gambar
&, sebagai berikut:
Sumber 9eferensi:
Brahmantyo, '((5. Mencari 3elineasi +eomorfologi ,ekungan Bandung. 3epartemen !ekerjaan
.mum: 0akarta
Brahmantyo, '((8. +eologi ,ekungan Bandung. 3iktat Kuliah. ;nstitut 1eknologi Bandung:
Bandung
6utasoit, '((4. Kondisi !ermukaan -ir 1anah 3engan 3an 1anpa !eresapan Buatan 3i 3aerah
Bandung: 6asil Simulasi <umerik. 0urnal +eologi ;ndonesia: Bandung