Anda di halaman 1dari 12

Alat ukur dan pengukuran

Zaini, PhD

Jurusan Teknik Elektro
Institut Teknologi Padang
2013
Waktu terjadi kesalahan
Selama proses pengukuran
Setelah, akibat dari kerusakan sinyal pengukuran
selama proses pengiriman dari suatu lokasi ke lokasi
lain.
Error
Langkah pertama adalah melakukan analisa detail
tentang semua sumber error di sistem.
Berusaha menurunkan pada level minimum yang
mungkin.
Menghitung error maksimum yang tertinggal pada
pembacaan instrumen.
Jenis error
Sistematik, error secara konsisten berada pada suatu
sisi dari bacaan yang benar yaitu semua error bernilai
positif atau semua negatif.
Random, error berada pada dua sisi nilai yang benar
yang disebabkan oleh efek random dan tak dapat
diprediksi.

Sumber error sistematis
Gangguan sistem
Efek perubahan lingkungan
Keausan atau kerusakan komponen
Instrumen tak dikalibrasi
Karakteristik intrumen bergeser
Kondisi kabel yang jelek
Contoh gangguan sistem
Wadah berisi air panas yang akan diukur temperatur
nya.
Termometer sebagai alat ukur mempunyai
temperatur ruang.
Setelah termometer dimasukan ke wadah,
temperatur wadah akan turun akibat transfer panas
ke termometer.
Contoh gangguan sistem (2)
Plat orifice digunkan untuk menentukan debit fluida
dengan mengukur tekanan atas (upstream) dan
tekanan bawah (downstream).
Sistem pengukuran ini menimbulkan rugi-rugi
tekanan di sistem fluida.
Contoh gangguan sistem (3)
Mengukur temperatur dengan sensor termometer
resistansi.
Jarak pengukuran ke panel disply adalah 100 meter.
Resistansi kabel tembaga penghubung 2 lokasi tsb
adalah 7 Ohm.
Tembaga mempunyai koefisien temperatur 1 m/
0
C
Pembacaan tegangan pada resistor R
5
Nilai resistansi antar poin A dan B terpengaruh dengan R
m
.
Persamaan rangkaian
E
0
: tegangan sebelum pengukuran
E
m
: tegangan saat pengukuran dengan voltmeter
Sumbe error random
Interpolasi antar skala pada meter analog.
Derau elektrik dari perangkat lain.
Mengurangi error random
Melakukan pengukuran yang sama berulang kali dan
menghitung nilai rata-rata.
Tapi hasil nya tidak bisa diyakini 100% karena sifat
error yang random.
Biasa dinyatakan dengan keyakinan 95% atau 99%.