Anda di halaman 1dari 12

I.

Judul : Urinalisis
II. Landasan Teori
Urine didefinisikan sebagai cairan sisa dimana cairan ini dihasilkan oleh tubuh,
lewat ekskresi ginjal. Proses pembentukan urine disebut sebagai Urinasi. Metabolisme
seluler menghasilkan banyak produk. Selain produk yang dibutuhkan oleh tubuh, proses
ini juga menghasilkan produk sisa yang kaya akan nitrogen, dimana nitrogen ini harus
dibuang dari aliran darah. Salah satu cara untuk membuang senyawa nitrogen adalah
melalui urinasi, dimana proses ini merupakan proses utama untuk membuang senyawa
kimia yang sifatnya hidrofilik / larut air. (uyton, !""#$.
%ungsi ginjal yang utama adalah sebagai eksresi selain itu dapat berfungsi sebagai
menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, dan
sebagainya. &erja organ yang berbentuk seperti kacang merah dan berukuran kira'kira
(()*)# cm ini dapat terganggu oleh berbagai hal yang akan memicu penyakit ginjal,
mulai dari infeksi hingga pada tidak berfungsinya ginjal atau yang biasa kita sebut gagal
ginjal. (uyton, !""#$.
Sistem urinasi terdiri dari ginjal, ureter, uretra. Sistem ini menghasilkan urine
melalui proses filtrasi, reabsorbsi, dan sekresi tubulus. +asil dari proses urinasi adalah
urin yang mengandung ure dengan kadar yang sangat tinggi dan juga substansi lain
seperti racun. Urine akan mengalir melalui ureter, kandung kemih hingga ke uretra
sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh. (,ampbell, !""-$
injal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, walaupun kecil
organ ini menyaring .at'.at yang telah tidak terpakai (.at buangan atau sampah/limbah$
yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap harinya fungsi ginjal akan memproses
sekitar !"" liter darah untuk menyaring atau menghasilkan sekitar ! liter limbah dan
ekstra cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang mengalir ke kandung kemih melalui
saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di dalam kandung kemih ini
sebelum dikeluarkan pada saat berkemih (buang air kecil$. (,ampbell, !""-$
/ntake makanan sebagai energi dan untuk perbaikan jaringan akan disaring dan
molekul yang tidak terpakai seperti toksin (racun$ akan dikeluarkan oleh ginjal.
0ika fungsi ginjal terganggu maka kemampuan menyaring .at sisa ini dapat terganggu
pula dan terjadi penumpukan dalam darah sehingga dapat menimbulkan berbagai
manifestasi gangguan terhadap tubuh. (,ampbell, !""-$

injal memiliki struktur yang cukup unik, yaitu pembuluh darah dan unit
penyaring. Proses penyaringan terjadi pada bagian kecil dalam ginjal, yang disebut
dengan nefron. Setiap ginjal memiliki sekitar satu miliar nefron. Pada nefron ini terdapat
pembuluh darah kecil'kecil saling jalin menjalin dengan saluran'saluran yang kecil, yaitu
tubulus. Selain membuang sampah'sampah yang sudah tidak terpakai lagi, fungsi ginjal
adalah menjadi 1pabrik2 penghasil tiga hormon penting, yaitueritropoietin, renin, dan
bentuk aktif 3itamin 4 (kalsitriol$. (,ampbell, !""-$
&andungan urine normal adalah air dengan jumlah lebih dari 567 dengan
komposisi .at lain seperti 8
a. Urea 5.9 g/:
b. &lorida (.;* g/:
c. <atrium (.(* g/:
d. &alium ".*6" g/:
e. &reatinin ".#*" g/:
f. /on = ion dan juga komponen organik dan anorganik lainnya. (Pearce, !""!$

III. PROSEDUR KERJA
Pemeriksaan fisis 8
(. 0umlah urine
Ukur urine ke dalam gelas ukur, lalu catat jumlah urine.
>ariasi jumlah urine tergantung pada 8
:uas permukaan tubuh
Pemakaian cairan
&elembaban udara / penguapan
!. ?au
/dentifikasi bau yang ditimbulkan dari urine.
<ormal jika urine tidak berbau, dan berbau amoniak jika urine didiamkan
terlalu lama.
Patologis jika urine berbau manis (mengandung aseton$ dan berbau busuk
(mengandung kuman$
9. ?uih
4ilihat secara 3isual apakah urine berbuih banyak dan buihnya berwarna atau
tidak berwarna.
0ika berbuih banyak maka urine mengandung banyak protein, jika buih
berwarna putih maka urine tersebut normal, jika berwarna kuning maka urine
tersebut mengandung pigmen empedu ( bilirubin $ phenyla.odiaminopyridin.
-. @arna
4ilihat secara 3isual apa warna urine
Urine normal jika berwarna kuning muda (urokhrom$
Abnormal patologis (disebabkan karena bahan'bahan atau obat'obatan yang
dimakan$
o Merah 8 phenolphtalein, protonsil, merkurokhrom
o &uning 8 karoten, santonin, atebrin, ribofla3in, piridium
o +ijau 8 akrifla3in
o ?iru/hijau 8 metilen biru, tembaga sulfat.

Patologis
o &uning coklat (seperti teh$ 8 bilirubin
o Merah coklat 8 urobilin, porpirin
o Merah dengan kabut coklat 8 darah dan pigmen darah
o ,oklat hitam 8 melanin
o +itam 8 asam homogentisik (alkaptonuria$ yang akan terlihat setelah
ditambah basa
6. &ejernihan / kekeruhan
4ilihat secara 3isual apakah urine keruh atau jernih
<ormal 8 jernih
&ekeruhan dapat disebabkan 8
o %osfat amorf, warnanya putih dan akan hilang jika diberi asam
o Urat amorf (kuning coklat$ terdapat pada urine yang asam dan
menghilang bila dipanaskan
o 4arah, merah sampai coklat
o <anah, seperti susu, tetapi menjadi jernih setelah disaring
o &uman, biasanya tetap keruh setelah disaring
#. ?erat jenis
Uromoeter (dasar$ 8 hukum Archimedes
Befraktor (dasar$ 8 indeks refraksi
,arik celup (dasar$ 8 osmolalitas
o Prosedur menggunakan Urometer 8
(. &aliberasi urometer dengan aCuadest
!. /si gelas dengan urine D penuh lalu letakkan di tempat datar dan hilangkan
buihnya dengan menggunakan kertas saring
9. Masukkan urometer, putar pada sumbunya, pada saat pemutaran jangan
menyentuh dinding gelas ukur dan dasar gelas ukur
-. ?aca meniscus (skala urometer E ",""($

o +asil pembacaan dikoreksi terhadap
(. &alibrasi dengan aCuadest
Misal 8 ?0 aCua terbaca (,""9, maka ?0 urine 8 '",""9
!. Suhu ruangan 8
Setiap kenaikan suhu 9
o
, diatas suhu tera urometer 8 F",""(
9. Pengenceran (tidak dianjurkan$
4ua angka terakhir ) besar pengenceran
Pengenceran maksimal 9)
-. Adanya protein / glucose dalam urine
( g/dl protein 8 '",""9
( g/dl glukosa 8 '",""9
II. Pemeriksaan Kimiawi :
Percobaan rebus Semi kuan!i!a!i"#
Protein dalam suasana asam lemah G dipanaskan G denaturasi G endapan (F$
+asil 8
<egatif 8 tetap jernih (bandingkan dengan kontrol$
Positif (F$ 8 terlihat kekeruhan yang minimal (","('","6g7$
+uruf cetak pada kertas masih dapat dibaca menembus kekeruhan
Positif (FF$ 8 kekeruhan nyata dengan butir'butir halus (","6'",!g7$
aris tebal dibaliknya masih terlihat
Positif (FFF$ 8 terlihat gumpalan'gumpalan yang nyata (",!'",6g7$
Positif (FFFF$ 8 gumpalan'gumpalan besar yang membeku (",6g7$

III. Tes $lukosa urine
Reaksi Reduksi :
%ehling
Prinsip 8
4alam suasana alkalis, glukosa akan mereduksi ,upri menjadi ,upro,yaitu ,u!H yang
mengendap berwarna merah bata. /ntensitas warna ,u!H menunjukkan jumlah glucose dalam
urine.
+asil 8
<egatif 8 tetap biru atau hijau jernih
Positif (F$ 8 keruh warna hijau agak kuning
Positif (FF$ 8 kuning kehijauan dengan endapan kuning
Positif (FFF$ 8 kuning kemerahan, endapan kuning merah
Positif (FFFF$ 8 merah jingga sampai merah bata
Ies Bothera
4iambil dari urine segar
4apat diperiksa
dengan Jn.im 4'?' +idroksi ?utirat +idrogenase
dengan Ies +art2s
%ILIRU%I&
<ormal dalam urine ",""! mg/dl kadar bilirubin terkonjungasi dalam darah normal tak
teridentifikasi.

'ara (arrison
Prinsi) 8 bilirubin mereduksi %e,l9 menjadi senyawa warna hijau (sebelumnya bilirubin dalam
urine diendapkan dengan ?a,l! .

URO%ILI&
Tes Sc*elesin$er
Prinsi) : Urobilin bereaksi dengan Kink Acetat dalam larutan amoniak
membentuk garam Kink yang memberikan fluorosesi hijau.
Rea$en : ' Schlesinger 8 suspensi jenuh Kink acetat dalam alkohol
- Amoniak encer
- Iinetu.a /odii Spirituosa (7 (untuk mengoksidasi urobilinogen menjadi
urobilin$
Alat dan Bahan :
a. Alat : Urometer
Gelas ukur
Penjepit kayu
Tabung reaksi
Indikator universal
Pemanas bunsen.
arik elup
!ertas "aring
b. Bahan : "ampel urine
#eagen $ehling A dan $ehling B
A%uades
Ammonium "ul&at jenuh '(ml)
*arutan +a-+itroprusid '(-, tetes)
+-./-
Bal( 012 ',ml)
*arutan $ou3het '0-( tetes)
(ASIL :
+asil pemeriksaan 0o3ianto (Urinalisis /$
&ejernihan urine 8 0ernih
?au 8 Iidak ada
@arna 8 serupa teh(kuning coklat$
?uih 8 normal
?erat 0enis 8 (,""(#

P+ 8 6
>olume urine 8 -("ml
?0 ACuadest 8 (,""(
Pembacaan Urine 8 (,"(!
Ies %ehling 8 ('$ negatif
Perhitungan 8
?0 terbaca ACuadest 8 (,""(
?0 terbaca Urine 8 (,"(!
?0 sebenarnya 8(,"(!F(,""(
E(."(9
%aktor suhu E !"
"
9"
"
c selisih ("/9 E9) ",""(
E",""9
E(."(9F",""9
E(,"(#
+asil urin saudara 0o3ianto
Urinalisis /
Ies yang diujikan
Iest %ehling <egatif
Iest ?enedict <egatif
Ies Bothera <egatif
Ies +ori.on <egatif
Ies Schleinger Positif F

+asil Urin saudari Sintia
Urinalisis //
Ies Protein Bebus
Positif (FFFF$, umpalan
besar
Ies %ouchet <egatif
Ies ?adan &eton <egatif ('$
Ies ?ilirubin <egatif ('$
Ies ,arik ,elup
lukosa F6"
Protein <egatif
?ilirubin <egatif
Urobilinogen <egatif
P+ *
?erat 0enis ("9"
Jritrosit F!
&eton <egatif
<itrit F(
:eukosit !6
&eterangan ambar

b (. +asil Ies ,arik,elup b !. Ies ?adan &eton




b 9. Ies Protein Bebus
b -. Ies ?ilirubin

PE+%A(ASA&
Pemeriksaan Urinalisis /
Pada Saudara jo3ianto , didapatkan urine yg berwarna kuning coklat(serupa teh$ , bau
normal, buih normal, kejernihan normal dan memiliki P+ 6. Sedangkan untuk tes %ehling dan
?enedict didapatkan hasil yg baik yakni ('$ negatif.4ari data'data tersebut dapat disimpulkan
urin saudara 0o3ianto mengandung bilirubin.
Pemeriksaan Urinalisis //
Pada Saudara Sintia didapatkan hasil tes %ehling, Bothera, +arisson, %ouchet yakni
<egatif. +al ni merupakan hasil baik . Selain itu pada Schleinger hasilnya Positif dan tes Bebus
nya juga positif. Untuk tes ,arik ,elup glukosa sebesar F6". Protein ,bilirubin, keton bernilai
negatif, memiliki P+ *. Sedangkan pada nitrit F(. Pada leukosit terdapat !6 leukosit/mikro gram.
KESI+PULA&
4ari hasil pengamatan diatas dapat kami simpulkan, bahwa pada urin Saudara 0o3ianto
mengandung ?ilirubin. Sedangkan pada urin saudara Sintia mengandung protein dan urobilin.
+al ini berarti dapat dimungkinkan saudara Sintia menderita penyakit proteinuria atau
mikroalbuminuria tetapi untuk mengetahui hal tersebut diperlukan tes yang lebih lanjut.
DA,TAR PUSTAKA
,ampbellL !""-L Biologi Edisi Kelima Jilid TigaL 0akartaL Jrlangga
uyton ,. Arthur L !""#L Ie)tbook of Medical PhysiologyL LJlse3iers Saunders
Pearce, J3elyn ,L !""!L Anatomi dan Fisiologi untuk ParamedisL 0akartaL PI. ramedia
Surdijati, Siti 4ra. MS, Apt dkkL !"(9L Petunjuk Praktikum Kimia KlinikL Surabaya