Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR


MODUL KE-I
RESISTOR DAN HUKUM KIRCHOFF

NAMA : RIDWAN FIRDAUS
NIM : 10213082
KELOMPOK : C
TGL.PRAKTIKUM : 6 Oktober 2014
JAM PRAKTIKUM : 14.00 13.45
TGL. PENGUMPULAN : 6 Oktober 2014
DOSEN : SELIWATI S.Kom
NILAI :
JURUSAN TEKNIK KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
2014
1. Maksud dan Tujuan
Mampu menghitung nilai resistansi resistor melalui urutan cincin warnanya
Mampu merangkai resistor secara seri maupun pararel
Memahami penggunaan hukum Ohm pada rangkaian resistor
Memahami tentang hukum Kirchoff

2. Komponen dan Alat Praktikum
Resistor
Projectboard
Catu daya
Multimeter

3. Dasar Teori

Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan
arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai
tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir. Resistor bersifat
resistif dan Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan
kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-
kromium) umumnya terbuat dari bahan karbon.Ukuran dan letak kaki bergantung
pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan
kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
Satuan resistor adalah Ohm(simbol: adalah satuan SI untuk resistansi
listrik, diambil dari nama Georg Ohm). Pada badanya terdapat lingkaran
membentuk cincin kode warna untuk mengetahui besar resistansi tanpa mengukur
besarnya dengan Ohmmeter. Kode warna resistor dikeluarkan ole EIA(Electronic
Industries Association) seperti yang ditunjukan pada tabel dibawah ini.
Warna
cincin
Cincin I Cincin II Cincin III
Cincin IV
Pengali
Cincin V
Toleransi
Hitam 0 0 0 x10
0

Coklat 1 1 1 x10
1
1%
Merah 2 2 2 x10
2
2%
Jingga 3 3 3 x10
3

Kuning 4 4 4 x10
4

Hijau 5 5 5 x10
5

Biru 6 6 6 x10
6

Ungu 7 7 7 x10
7

Abu-abu 8 8 8 x10
8

Putih 9 9 9 x10
9

Emas x10
-1
5%
perak x10
-2
10%
Tanpa warna 20%

Identifikasi empat pita


Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering
digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor.
Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga
merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi)
dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang terdapat pita
kelima yang menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem
lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Contoh perhitungan :
Urutan cincin warna : merah, kuning, biru, emas
Merah Ungu Biru Emas Hasil
2 7 x10
6
5% 27M 5%

Identifikasi lima pita


Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%,
0.25%, 0.1%), untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama
menunjukkan harga resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah
toleransi. Resistor lima pita dengan pita keempat berwarna emas atau perak kadang-
kadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita
keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.
Contoh perhitungan :
Urutan cincin warna : coklat, merah, hitam, jingga, coklat
coklat merah hitam jingga coklat Hasil
1 2 0 x10
3
1% 120K 1%





Rangkaian Resistor
Resistor dapat di rangkai secara seri maupun pararel, rangkaian seri
mengakibatkan nilai resistansi semakin besar. Pada rangkaian seri berlaku rumus:

R
TOTAL
= R
1 +
R
2 +
R
3
+ .................................................................+ R
n

Sedangkan pada rangkaian pararel mengkibatkan nilai resistansi pengganti
semakin kecil. Pada rangkaian pararel berlaku rumus:
R
PENGGANTI
=

......................................................+


Hukum Ohm
V, I, dan R sebagai komponen parameter dalam Hukum Ohm.
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui
sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensialyang diterapkan
kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai
resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang
dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua
jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:
V = I R
I = V / R
R = I / V
dimana I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan
Ampere, V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam
satuan volt, dan R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu
penghantar dalam satuan ohm.
Hukum Kirchhoff
Hukum Kirchoff pada rangkaian seri : selisih tegangan sumber dengan jumlah
tegangan jatuh pada masing-masing beban adalah 0. Sedangkan pararel : jumlah arus
yang mengalir menuju satu titik sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik
tersebut.




V
SUMBER
(V
R1
+V
R2
+V
R3
) = 0
V
SUMBER
= V
R1
+V
R2
+V
R3

Dimana
V
Rn
= I x Rn : V
Rn
= tegangan jatuh pada beban R
n

Sehingga :
V
R1
= I x R
1 ;
V
R1
= tegangan jatuh pada beban R
1

V
R2
= I x R
2 ;
V
R2
= tegangan jatuh pada beban R
2

V
R3
= I x R
3 ;
V
R3
= tegangan jatuh pada beban R
3

Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada masing-masing beban sama besarnya
dengan arus pada rangkaian
I = I
R1
=I
R2
= I
R3

Dimana :


Pada rangkaian pararel : arus yang mengalir menuju suatu titik berbanding lurus
dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut
I
TOTAL
(I
R1
+I
R2
+I
R3
) = 0
I
TOTAL
= I
R1
+I
R2
+I
R3

Dimana

: I
Rn
= Arus yang mengalir pada beban R
n

Sehingga :

;
I
R1
= Arus yang mengalir pada beban R
1

;
I
R2
= Arus yang mengalir pada beban R
2

;
I
R3
= Arus yang mengalir pada beban R
3

Pada rangkaian pararel, tegangan yang jatuh pada masing-masing beban sama
dengan tegangan sumber.
V
SUMBER
= V
R1
= V
R2
= V
R3

4. Jawaban Tugas Pendahuluan
1. a) coklat hitam merah emas Hasil
1 0 x10
2
5% 10K 5%

b) kuning Ungu hijau emas Hasil
4 7 x10
7
5% 270M 5%

c) jingga putih merah perak Hasil
3 9 x10
2
10% 3K9 10%

d) biru Abu abu coklat perak Hasil
6 8 x10
1
10% 680 10%

2. Rangkaian seri
Akan mengakibatkan nilai resistansi total semakin besar
Dapat membagi tegangan (V)
Rangkaian pararel
Akan mengakibatkan nilai resistansi pengganti semakin kecil
Dapat membagi arus (A)
3. R
PENGGANTI
= G1 + G2 + G3
= 0,01 + 0,003 + 0,004
= 0,017 K = 17


4. Hukum Kirchoff tegangan
Selisih tegangan sumber dengan jumlah tegangan yang jatuh pada
masing-masing beban adalah 0 (seri)
Tegangan yang jatuh pada masing-masing beban sama dengan
tegangan sumber (pararel)
Hukum Kirchoff arus
Arus yang mengalir pada masing-masing beban sama dengan arus
pada rangkaian
Jumlah arus yang mengalir menuju titik sama dengan jumlah arus
yang keluar dari titik
5.

















Daftar Pustaka
Mulyana.Agus Modul Elektorika DasarBandungs.n.2014
http://www.linksukses.com/2011/11/arus-tegangan-dan-daya-dalam-
rangkaian_05.html
http://priyobaliyono.blogspot.com/2012/07/hukum-ohmresistorhukum-kirchoff-
1.html