Anda di halaman 1dari 15

UNIVERSITAS INDONESIA

CORPORATE ETHICAL GOVERNANCE & ACCOUNTABILITY


ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT
GROUP 6
Chitarani Kartikad!i " #$%6&'$6('
D)i S*)anti " #$%6&'$6+&
Karina A,* Ditriani " #$%6&'$-#.
FAKULTAS EKONO/I
PROGRA/ /AKSI"PPAK
OKTOBER '%#$
BAB &
TATA KELOLA ETIS PERUSAHAAN DAN AKUNTABILITAS
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya menaruh harapan besar terhadap
bisnis, direksi, eksekutif, dan akuntan profesional tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana
cara mereka melakukannya. Pada saat yang sama, lingkungan tempat bisnis beroperasi semakin
kompleks sehingga hal tersebut menjadi tantangan etika bagi mereka. Jika mereka sampai
melakukan tindakan yang melanggar etika, maka hal tersebut dapat menimbulkan risiko yang
besar dan akan berpengaruh buruk bagi reputasi dan pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan. Jadi, sangat dibutuhkan sistem tata kelola perusahaan yang menyediakan aturan
serta akuntabilitas yang tepat untuk kepentingan pemegang saham dan semua pemangku
kepentingan lainnya.
Kran0ka Tata K121a dan Ak*nta3i1ita) /2drn *nt*k P40an0 Saha4 dan Para
P4an0k* K5ntin0an Lainn,a6
Kasus pelanggaran etika yang berujung pada kegagalan bisnis, audit, dan tata kelola
perusahaan berskala besar seperti Enron, Arthur Andersen, dan WorldCom telah mengakibatkan
hilangnya kepercayaan inestor terhadap perusahaan!perusahaan di Amerika. "al ini merupakan
suatu bencana besar di lingkungan bisnis, dan telah menjadi pemicu harapan baru dalam tata
kelola dan akuntabilitas perusahaan. #enyikapi hal tersebut, para politisi Amerika menciptakan
kerangka tata kelola dan akuntabilitas baru yang dikenal dengan $arbanes!%&ley Act '$%()
yang bertujuan untuk memulihkan kembali kepercayaan inestor dan memfokuskan kembali tata
kelola perusahaan pada tanggung ja*ab direksi terhadap ke*ajiban fidusia mereka, yakni
tanggung ja*ab terhadap kepentingan pemegang saham dan para pemangku kepentingan
lainnya.
2
Perusahaan bertanggung ja*ab secara hukum kepada pemegang saham dan secara strategis
kepada pemangku kepentingan tambahan yang dapat secara signifikan mempengaruhi
pencapaian objektifnya. +alam proses tata kelola berorientasi pada akuntabilitas!pemangku
kepentingan 'Stakeholder-Accountability Oriented Governance Process 'SAOG), +e*an +ireksi
harus mempertimbangkan semua kepentingan stakeholder. +e*an +ireksi memastikan bah*a
tindakan perusahaan berpedoman pada isi perusahaan, misi, strategi, kebijakan, kode etik,
praktik, sesuai mekanisme, dan pengaturan umpan balik. Jika tidak, perusahaan dapat kehilangan
dukungan dari satu atau lebih stakeholder. Pedoman yang tepat diperkuat oleh mekanisme umpan
balik harus diberikan kepada manajemen dan diperkuat oleh budaya perusahaan yang etis. Jika
tidak, manajemen dapat bertindak seenaknya karena tidak ada pedoman yang membatasi serta
umpan balik.
,mpan balik dari perusahaan contohnya -
+e*an +ireksi mungkin akan diperingatkan oleh beberapa agen jika muncul perilaku
manajemen yang dipertanyakan
Pemegang saham biasanya memilih auditor eksternal untuk memberikan pendapat ahli
tentang apakah lapkeu yang disiapkan manajemen telah menyajikan secara *ajar dan
sesuai dengan ./0$12AAP
Auditor eksternal diminta untuk bertemu dengan Komite Audit dari de*an dan
mendiskusikan lapkeu dan internal kontrol perusahaan
Auditor internal berperan untuk menilai apakah kebijakan perusahaan telah bersifat
komprehensif dan terus ditaati
3
Pengacara perusahaan akan diharapkan untuk membuat de*an direksi menyadari
masalah jika manajemen tidak merespons dengan tepat ketika menceritakan kejanggalan
yang ada
Ethics Officer harus melapor kepada +e*an Komite Audit dan menjadi saluran yang
dilalui oleh whistle-blowers
An7a4an Ba0i Tata K121a dan Ak*nta3i1ita) ,an0 Baik
4
+alam menanggapi ancaman!ancaman yang terkait dengan tata kelola dan akuntabilitas
yang baik, maka suatu pedoman yang jelas sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan
mengatasi ancaman!ancaman tersebut. 3iga ancaman yang signifikan meliputi-
! Sa1ah 4n0artikan t*8*an dan k!a8i3an 9id*)ia6
Personel dapat salah memahami tujuan perusahaan adalah menjadi yang paling
menguntungkan, sehingga mengambil tindakan yang memba*a keuntungan jangka
pendek. "al tersebut dapat diakibatkan karena kurangnya bimbingan yang tepat dan1atau
kurangnya mekanisme kepatuhan.
#isalnya pada kasus Enron, banyak direksi dan karya*annya percaya bah*a tujuan
perusahaan terpenuhi dengan baik oleh tindakan!tindakan yang memba*a keuntungan
jangka pendek, sehingga perusahaan melakukan manipulasi untuk memperoleh
keuntungan tersebut yang ternyata berujung pada kehancuran perusahan tersebut.
! K0a0a1an da1a4 4n0idnti9ika)i dan 4n0121a ri)ik2 tika6
$eiring dengan meningkatnya kompleksitas, olatilitas, dan risiko yang melekat pada
kepentingan dan operasi perusahaan, maka risiko harus dapat diidentifikasi, dinilai, dan
dikelola dengan hati!hati. Prinsipnya yaitu, risiko etika terjadi ketika terdapat
kemungkinan harapan stakeholder tidak terpenuhi. #enemukan dan memperbaikinya
adalah sangat penting untuk menghindari krisis atau kehilangan dukungan dari para
pemangku kepentingan. "al itu dapat dilakukan dengan menetapkan tanggung ja*ab,
mengembangkan proses tahunan, dan tinjauan dari de*an organisasi.
! K2n91ik K5ntin0an
$eluruh karya*an dan pimpinan perusahaan harus dapat menjaga kondisi yang bebas dari
konflik kepentingan. Konflik kepentingan terjadi ketika penilaian independen seseorang
menjadi goyah, atau ada kemungkinan goyah dalam membuat keputusan terkait dengan
kepentingan terbaik lainnya yang bergantung pada penilaian tersebut. "al ini bisa saja
5
terjadi karena karya*an dan pimpinan perusahaan baik secara langsung maupun tidak
langsung memiliki kepentingan pribadi dalam mengambil suatu keputusan yang
seharusnya diambil secara objektif, bebas dari keragu!raguan, dan demi kepentingan
terbaik dari perusahaan. Konflik kepentingan ini lebih dari sekedar bias, dimana dapat
diukur dan disesuaikan. Jadi karena ketidakjelasan sifat dan besarnya pegaruh, perhatian
harus benar!benar diberikan pada setiap kecenderungan yang menuju kepada bias.
/ana84n *nt*k /n0hindari dan /4ini4a1kan K2n)k*n)i
4. Penghindaran
Pendekatan yang dianjurkan jika konflik kepentingan tampak dapat dihindari
#emastikan bah*a semua karya*an menyadari keberadaan dan konsekuensi
mereka melalui kode etik dan pelatihan terkait
5. Pengungkapan atas para stakeholder yang mengandalkan keputusan
#enurut teori agensi, shareholder berharap dan ingin para manajer dan karya*an
nonmanajerial berperilaku sesuai dengan tujuan yang ditetapkan untuk perusahaan
6. #anajemen konflik atas stakeholder
E14n K*n7i dari Tata K121a Pr*)ahaan dan Ak*nta3i1ita)
Mengembangkan, Menerapkan, dan Mengelola Budaya Perusahaan Secara Etis
+ireksi, pemilik, manajemen senior, dan karya*an semuanya harus memahami bah*a
suatu organisasi akan lebih bernilai jika mempertimbangkan kepentingan seluruh
6
pemangku kepentingannya, tidak hanya pemegang saham, dan dalam membuat keputusan
mempertimbangkan nilai!nilai etika yang tepat. +ireksi dan para eksekutif harus cermat
dalam mengatur bisnis dan risiko etika perusahaannya. #ereka harus memastikan bah*a
budaya etis telah berjalan dengan efektif dalam perusahaan. %leh karena itu, dibutuhkan
pengembangan kode etik sehingga dapat menciptakan pemahaman yang tepat mengenai
perilaku!perilaku etis, memperkuat perilaku!perilaku tersebut, dan memastikan bah*a
nilai!nilai yang mendasarinya melekat pada strategi dan operasi perusahaan. "al!hal
seperti konflik kepentingan, pelecehan seksual, dan hal!hal serupa lainnya harus segera
diatasi dengan penga*asan yang memadai untuk menjaga agar budaya perusahaan tetap
sejalan dengan harapan saat ini.
Kode Etik Perusahaan
Kode etik dalam tingkah laku bisnis di perusahaan merupakan implementasi salah satu
prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kode etik dapat didefinisikan sebagai
mekanisme struktural perusahaan yang digunakan sebagai tanda komitmen mereka
terhadap prinsip!prinsip etika. #ekanisme tersebut dipandang sebagai suatu cara yang
efektif untuk mendukung kebiasaan etika dalam menjalankan bisnis. Kode etik menuntut
karya*an dan pimpinan perusahaan untuk melakukan praktik!praktik etika bisnis terbaik
dalam semua hal yang dilakukan atas nama perusahaan. Jika prinsip tersebut telah
mengakar di dalam budaya perusahaan, maka seluruh karya*an dan pimpinan
perusahaan akan berusaha memahami dan berusaha mematuhi mana yang boleh dan
mana yang tidak boleh dilakukan dalam aktiitas bisnis perusahaan. Pelanggaran kode
etik merupakan hal yang serius, bahkan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.
Etika Kepemimpinan
7
$alah satu unsur penting dari tata kelola dan akuntabilitas perusahaan adalah 7tone at the
top8 dan peran pimpinan dalam membangun, membina, melaksanakan, dan memantau
budaya perusahaan yang diharapkan. Jika para pemimpin senior atau junior hanya
bersuara untuk menyatakan nilai!nilai yang diinginkan di dalam perusahaan, maka
karya*an akan mempertimbangkan hal tersebut sebagai suatu yang tidak patut
diperhatikan. #eskipun budaya formal organisasi menetapkan nilai tersebut, namun jika
tidak didukung oleh budaya informal maka hal tersebut hanya akan diangap sebagai suatu
ocehan atau istilah lainnya 7*indo* dressing8.
K!a8i3an Dirk)i dan Pkr8a
3ata kelola etika dan akuntabilitas perusahaan bukan hanya sekedar bisnis yang bagus,
namun merupakan suatu hukum. $%( $eksi 9:9 mengharuskan perusahaan meneliti efektiitas
sistem pengendalian internal mereka terkait dengan pelaporan keuangan. CE%, C/%, dan auditor
harus melaporkan dan menyatakan efektiitas tersebut. Pendekatan C%$% terkait dengan sistem
pengendalian internal menjelaskan bagaimana cara suatu perusahaan mencapai tujuannnya
melalui 9 dimensi, yaitu strategi, operasi, pelaporan, dan kepatuhan. #elalui 9 dimensi tersebut,
kerangka manajemen etika melibatkan ; unsur yang saling terkait mengenai cara manajemen
menjalankan perusahaan dan bagaimana mereka terintegrasi dengan proses manajemen yang
meliputi lingkungan internal, penetapan tujuan, identifikasi kejadian, penilaian risiko, tanggapan
terhadap risiko, aktiitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan
'monitoring).
Etika dan budaya etis perusahaan memainkan peran penting dalam penetapan pengendalian
lingkungan, dan juga dalam menciptakan manajemen risiko etika yang efektif yang berorientasi
pada sistem pengendalian internal dan perilaku yang dihasilkan. %leh karena itu, hal tersebut
dapat menentukan 7tone at the top8, kode etik, kepedulian pega*ai, tekanan untuk memperoleh
tujuan yang tidak realistis, kesediaan manajemen untuk mengabaikan pengendalian, kepatuhan
8
dalam penilaian kinerja, pemantauan terhadap efektiitas pengendalian internal, program
7*histle!blo*ing8, dan tindakan perbaikan dalam menanggapi pelanggaran kode etik.
T21ak Uk*r Ak*nta3i1ita) P*31ik
$alah satu perkembangan terkini yang perlu dipertimbangkan oleh de*an direksi dan
manajemen ketika mengembangkan nilai!nilai, kebijakan, dan prinsip!prinsip yang mendasari
budaya perusahaan dan tindakan karya*an mereka adalah gelombang baru dalam penga*asan
pemangku kepentingan dan kebutuhan untuk transparansi dan akuntabilitas publik. Jika direksi
mampu mengenali dan mempersiapkan perusahaan mereka di era baru dimana akan berhadapan
dengan akuntabilitas para pemangku kepentingan yang efektif dan juga sistem tata kelola yang
beretika, mereka tidak hanya akan mengurangi risiko, tapi juga akan menghasilkan keuntungan
kompetitif dari perlanggan, karya*an, mitra, lingkungan, dan para stakeholder lainnya yang
tentunya menarik bagi pemegang saham. .ntinya, direksi, eksekutif, dan akuntan profesional
harus fokus sepenuhnya terhadap pengembangan dan pemeliharaan budaya integritas jika mereka
ingin memuaskan harapan seluruh pemangku kepentingannya.
9
STUDI KASUS:
INFOSYS TECHNOLOGIES; LTD6
Pndah*1*an
.nfosys didirikan pada tahun 4<;4 oleh tujuh orang insinyur dengan modal a*al sebesar ,$=5>:.
Perusahaan didirikan dengan prinsip membangun dan mengimplementasikan pemikiran!
pemikiran besar yang mendorong kemajuan klien dan memperpanjang kehidupan melalui solusi
perusahaan. +alam *aktu tiga dekade, .nfosys telah berfokus pada hal tersebut.
Kami menyadari pentingnya memelihara hubungan yang mencerminkan budaya etika yang teguh
dan saling menghormati. .tu akan datang tidak mengejutkan begitu, bah*a <;.4 persen 'per
$eptember 6:, 5:49) dari pendapatan kami berasal dari klien yang sudah ada.
.nfosys memiliki keberadaan global tumbuh dengan lebih dari 4?>,:::@ karya*an. $ecara
global, kami memiliki A6 kantor penjualan dan pemasaran, dan <6 pusat pengembangan pada
tanggal 64 #aret 5:49.
+i .nfosys, kami percaya tanggung ja*ab kita melampaui bisnis. .tulah sebabnya kami
mendirikan .nfosys Bayasan ! untuk memberikan bantuan kepada beberapa yang lebih sosial dan
ekonomi tertekan sektor masyarakat di mana kita bekerja. +an itulah mengapa kita berperilaku
etis dan jujur dalam semua interaksi kita ! dengan klien kami, mitra kami dan karya*an kami
'***.infosys.com).
10
Tantan0an ,an0 dihada5i In92),) T7hn2120i); Ltd6
+alam me*ujudkan isi perusahaan yaitu menjadi perusahaan yang paling dihormati di .ndia,
C.0. Carayana #urthy, salah satu pendiri .nfosys yang sekarang ini ditunjuk menjadi Eksekutif
Ketua +e*an (Executive Chairman of the oard! dari .nfosys. #enurut beliau, ada beberapa
tantangan yang signifikan membuat perusahaan ini harus bekerja keras dalam me*ujudkan
perusahaan yang berbasis nilai (values-based com"any!.
4. .nfosys memilih membayar pemerintah sesuai ketentuan daripada memberikan suap kepada
petugas pemerintah. +i .ndia, suap sangat memberikan pengaruh signifikan untuk
kesuksesan suatu bisnis. $esuatu yang tidak normal di .ndia jika terdapat perusahaan yang
dapat memenangkan tender tanpa memberikan sogokan kepada calon klien mereka.
5. .nfosys tidak mampu bersaing dengan rial mereka karena mereka banyak menggunakan
taktik bisnis untuk merendahkan ongkos produksi dan pajak.
6. Derhubungan dengan para senior eksekutif di Cegara berkembang sangat memerlukan pelicin
baik berupa materiil maupun non materiil.
9. .nfosys pernah berhenti mendistribusikan piranti lunak yang menyedot banyak tambahan
biaya (extra-cost! dikarenakan harus mengimpor barang tersebut yang bea masuknya sangat
tinggi pada akhir tahun 4<;:.
>. 3idak setiap manager .nfosys mematuhi nilai!nilai perusahaan.
#antan kepala penjualan di seluruh dunia .nfosys ini, asisten eksekutif yang di
A$ menuduhnya melakukan pelecehan seksual. +ia harus mengundurkan diri, dan
.nfosys dan asuransi yang dibayar lebih dari = 6 mil.nfosys baru!baru ini.
11
?. +engan dikenal sebagai perusahaan yang berbasis nilai membuat tekanan pada .nfosys untuk
melakukan yang lebih lagi di bidang!bidang lain 'other areas).
A. .su terakhir mengenai .nfosys, bah*a perusahaan dituduh melanggar hukum A$ isa dengan
menyediakan pekerja penuh *aktu dengan isa dimaksudkan hanya untuk pengunjung
(business-tri" visa yang diberikan dengan tujuan untuk seminar dan traininig)
Tindakan In92),) T7hn2120i); Ltd6
.nfosys menyikapi penyuapan dengan tidak mengindahkan permintaan petugas pemerintah
dan berbuat hanya yang sesuai dengan aturan. +engan kebenaran yang coba disampaikan .nfosys
kepada pega*ainya, pega*ai merekapun menjadi bersemangat untuk bertidak sesuai aturan,
meski pega*ai lain melakukan hal sebaliknya. Pega*ai .nfoys menjadi rasa antusias yang tinggi,
semakin berkomitmen, dan semakin produktif.
+alam hal memenangkan tender, .nfosys berani menolak memberikan mobil untuk
kenyamanan pribadi. $ehingga tanpa memberikan sebuah mobilpun, .nfosys mampu
memenangkan tender tersebut. Perusahaan juga berani menutup produk yang tinggi ongkos
distribusinya dikarenakan bea masuk yang tinggi 'hal ini terjadi karena .nfosys tidak ingin
melibatkan penyuapan dalam transaksi tersebut).
Ada beberapa kasus pega*ai .nfosys yang tidak mematuhi nilai!nilai yang dianut perusahaan.
Perusahaan menjalankan praktek (#ero tolerance "olicy! sehingga pega*ai tersebut tidak
dipekerjakan kembali$ .nfosys bertindak cepat menyelesaikan kasus!kasus tersebut sehingga
kasus yang ada tidak menjadi bertambah besar. $ebaliknya, perusahaan juga menyediakan
penghargaan tahunan untuk pega*ai yang mematuhi nilai!nilai perusahaan mereka.
12
,ntuk memenuhi tanggung ja*ab kepada pemangku kepentingan (stakeholders! mereka,
.nfosys lebih menyukai mengungkapkan kerugian mereka kepada para pemangku kepentingan
(stakeholders!, .nfosys mengutamakan transparansi atas pengungkapan pada laporan keuangan
sehingga stakeholders pun tidak menghukum mereka malah semakin mendukung .nfosys.
.nfosys memiliki nilai!nilai yang tidak tercatat sampai pada tahun 4<<; berhasil
didokumentasikan. Cilai!nilai tersebut diberitahukan, dilatih dan disosialisasikan kepada
pega*ai!pega*ai baru. Cara!cara yang dilakukan dalam hal sosialisasi sistem nilai perusahaan
adalah-
a. #enyebarkan nilai!nilai perusahaan menggunakan .nfy 3E dan .nfy 0adio
b. #embuat titik temu ("oints of contact! untuk memecahkan dilema etika.
c. Pemimpin perusahaan yang tersebar sebanyak A:: orang terus!menerus memperkuat nilai!
nilai kami. #ereka banyak menghabiskan istirahat makan siang mereka dengan karya*an
muda, mendiskusikan nilai!nilai kami.
,ntuk mendukung isi dari perusahaan, maka .nfosys membuat suatu sistem nilai di Perusahaan.
Derikut ini sistem nilai yang dibuat perusahaan, dinamakan C!F./E yaitu sebagai berikut-
4. Kepuasan pelanggan (Customer deli%ht!-
- $ebuah komitmen untuk melebihi harapan pelanggan kami.
5. Kepemimpinan dengan contoh (&eadershi" by Exam"le!-
- Komitmen untuk menetapkan standar dalam bisnis dan transaksi kami dan menjadi
contoh bagi industri dan tim kita sendiri.
6. .ntegritas dan transparansi ('nte%rity and (rans"arency!-
- Komitmen untuk menjadi etis, tulus dan terbuka dalam hubungan kita.
9. Keadilan '/airness)-
- Komitmen untuk bersikap objektif dan berorientasi transaksi, sehingga mendapatkan
kepercayaan dan rasa hormat.
>. Pencapaian terbaik (Pursuit of Excellence!-
13
- Komitmen untuk berusaha tanpa henti, untuk terus meningkatkan +iri kita sendiri, tim
kami, layanan kami dan produk sehingga menjadi yang terbaik.
/ilosofi dalam perusahaan yang terangkum ke dalam prinsip!prinsip-
$atisfying the spirit of the la* and not just the letter of the la* '#emuaskan semangat
hukum, bukan hanya surat hukum)
2oing beyond the la* in upholding corporate goernance standards '#elampaui hukum
dalam menegakkan standar tata kelola perusahaan)
#aintaining transparency and a high degree of disclosure leels '#enjaga transparansi dan
tingkat tinggi tingkat pengungkapan)
#aking a clear distinction bet*een personal conenience and corporate resources
'#embuat perbedaan yang jelas antara kenyamanan pribadi dan sumber daya perusahaan)
Communicating e&ternally in a truthful manner about ho* the company is run internally
'Derkomunikasi secara eksternal dengan cara jujur tentang bagaimana perusahaan
dijalankan secara internal)
Complying *ith the la*s in all the countries in *hich the company operates '#ematuhi
hukum di semua negara di mana perusahaan beroperasi )
"aing a simple and transparent corporate structure drien solely by business needs
'#emiliki struktur perusahaan sederhana dan transparan semata!mata didorong oleh
kebutuhan bisnis)
14
Embracing a trusteeship model in *hich the management is the trustee of the shareholdersG
capital and not the o*ner '#erangkul model *ali amanat di mana manajemen adalah
*ali dari modal pemegang saham, bukan pemilik)
+riing business based on the belief, H*hen in doubt, discloseI '#engemudi bisnis
didasarkan pada keyakinan, Gbila ragu, ungkapkanG)

K)i45*1an Ka)*)
"asil dari peninjauan terhadap kasus .nfosys, menurut kelompok kami, .nfosys merupakan
perusahaan yang memang terbukti telah membangun perusahaan mereka dengan nilai!nilai etika
sebagai pondasinya. Dukan profit yang mereka kejar, tapi dengan mengedepankan tata kelola
yang beretika maka perusahaan dapat mengejar ketinggalannya dalam segi profit.
.nfosys juga telah merancang dan mengimplementasikan program etika, sistem nilai yang disebut
oleh Drooks, cultural values dalam perusahaan. C. 0. Carayana #urthy dan enam orang insinyur
pendiri .nfosys berhasil menciptakan struktur korporasi yang beretika sejak tahun 4<;4.
15