Anda di halaman 1dari 35

MANAJEMEN FT AFPR-OR PADA KASUS

FIBROMYALGIA
OLEH :

UTAMI SASMITA LESTARI
C13111268
DEFINISI FIBROMYALGIA
Fibromyalgia adalah kondisi kronis yang
ditandai dengan nyeri yang meluas pada
ligamen otot dan tendon.

Fibromyalgia juga ditandai dengan kelelahan
pada beberapa tempat di tubuh (multiple tender
points), dimana jika diberi tekanan sedikit akan
menyebabkan rasa sakit.
TENDER POINT FIBROMYALGIA
M. Splenus cervicis
M. Trapezius
M. Levator Scapula
M. Piriformis
M. Quadratus
Lumborum

M. Scaleni
M. Pectoralis minor
M. Supinator
M. Gastrocnemius
Nyeri meluas pada 4
quadran badan minimal 3
bulan

Memiliki 11 dari 18
tenderpoint

Stiffness

Kelelahan

Sakit Kepala

Gangguan tidur

Gangguan kognitif

Gejala yg tdk jelas, seperti
kecemasan,depresi dan
gangguan ADL

TANDA DAN GEJALA FIBROMYALGIA
PENYEBAB
Sampai saat ini para ahli belum menemui kata
sepakat tentang penyebab tunggal fibromyalgia
Beberapa berpendapat hal itu terjadi karena
gangguan hormonal dan ketidakseimbangan
kimia yang mempengaruhi syaraf
Bisa juga terkait dengan stress
Ada hubungan antara ketidakseimbangan
serotonin dan norepinephrine dengan konidisi
nyeri pasien fibromialgia
EPIDEMIOLOGI
Berdasarkan data di Amerika Serikat, kira-kira 20% pasien
klinik rheumatologi adalah pasien fibromyalgia, yang
kebanyakan berusia 30-50 tahun. Dari data tersebut
dapat dikatakan 1 dari 5 pasien yang berobat adalah
fibromialgia.

Fibromyalgia lebih banyak menyerang perempuan
dibandingkan laki-laki, dengan rasio 9:1. Prevalensi
fibromialgia pada populasi umum di Amerika Serikat
untuk perempuan ialah 3,4%, sedangkan untuk laki-laki
0,5%. Fibromialgia juga lebih sering ditemukan pada
perempuan di atas 50 tahun.
PATOFISIOLOGI
Penelitian-penelitian skala besar membuktikan
bahwa nyeri pada FM tersebar luas akibat disfungsi
susunan saraf pusat. Nyeri diduga berasal dari
ketidakseimbangan neurotransmiter susunan saraf
pusat yang menyebabkan amplifikasi/sensitisasi
sentral. Kornu dorsale medula spinalis menjadi
hiperresponsif terhadap stimulasi nosiseptif dan
somatik sehingga terjadi hiperalgesia dan alodinia.
Pada FM, terjadi fenomena wind up yang berkaitan
dengan reseptor N-methyl- D-aspartate (NMDA)
dan plastisitas neuron; akibatnya, stimulus
berintensitas rendah dikulit maupun jaringan otot
akan menghasilkan input nosiseptif tingkat tinggi
yang bila ditransmisikan ke otak akan dipersepsikan
sebagai rasa nyeri.
Nama : Mrs. S
Usia : 28 thn
JK : Wanita
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan
Pekerjaan : Balerina
Hobi :
Vital Sign : TD : 120/70
Suhu : 36,5 C
DN : 80 /menit
RR : 18/menit

Chief Of Complain
Nyeri daerah kaki

Asimetrical
- Inspeksi statis
Ekspresi wajah cemas, postur tubuh normal
- Palpasi
Suhu : normal
Oedem : tidak ada
Tonus Otot : meningkat pada M. Gastrocnemius



BODY SCHEME
-PFGD (Regio Knee)


Gerakan Aktif Pasif TIMT
Fleksi Dapat digerakan,
nyeri
Dapat digerakan,
nyeri

Kurang Mampu
Ekstensi Dapat digerakan,
full ROM

Dapat digerakan,
full ROM

Mampu

Eskorotasi Dapat digerakan,
full ROM

Dapat digerakan,
full ROM

Mampu

Endorotasi Dapat digerakan,
full ROM

Dapat digerakan,
full ROM

Mampu

Restriktif
- ROM : terbatas (gerakan fleksi knee terbatas)
- ADL : walking terbatas
- Pekerjaan : terbatas sebagai balerina
- Rekreasi : hobi berenang, bersepeda terbatas

Tissue Impairtment
1. Myotendinogen : spasme M. Gastrocnemius
2. Neruogen : -
3. Osteoarthrogen : -


SPESIFIC TEST

VAS
Nyeri diam, hasil : 2 ,6 (IP =
kurang nyeri)
Nyeri tekan, hasil : 8,7 ( IP =
sangat nyeri)
Nyeri gerak, : 5,8 ( IP = nyeri)



Palpasi
Hasil : ada Tenderness, Nodulus
(Trigger point), adhesi, dan
spasme
Interpretasi :
Tenderness : Terdapat
tenderness pada 4 kuadran tubuh
Nodulus : terdapat nodulus di
4 kuadran tubuh
Spasme : M. Gastrocnemius


MMT
REGIO GRUP OTOT
NILAI
DEKSTRA SINISTRA
Knee
Fleksi
Ekstensi
Ekso
Endo
4
5
5
5

4
5
5
5

BODY IMAGE
History taking (Persepsi, Atensi, Penanaman Memory)

Pasien mengeluhkan nyeri di daerah kaki. Pasien tidak tahu pasti
apa penyebab timbulnya nyeri pada daerah tersebut. Hanya saja
pasien menduga itu akibat kelelahan dikarenakan profesinya
sebagai balerina. Pasien mulai merasakan nyeri sejak satu tahun
yang lalu namun tidak langsung diperiksakan karena dianggap akan
hilang dengan sendirinya. Nyeri yang dirasakan pasien tidak
menjalar namun sangat terasa saat bagian-bagian yang nyeri
tersebut digerakkan ataupun ditekan. 3 bulan yang lalu pasien
sudah memeriksakan ke dokter, sudah pula melakukan
pemeriksaan laboratorium dan foto radiologi, dan dokter
mendiagnosa pasien terkena fibromyalgia. Pasien kemudian
diberikan obat namun nyerinya tidak kunjung hilang. Ditambah
dengan banyaknya pekerjaan dan suasana rumah yang tidak
kondusif semenjak suami meninggal sehingga mengakibatkan
beberapa bulan ini pasien merasakan susah tidur di malam hari,
menjadi lebih pelupa, dan susah berkonsentrasi.

Psychogenic prediction
- Psikogen : Cemas dan Penurunan rasa percaya diri.


Assimetric (inspeksi dinamis dan tes orientasi)
- Inspeksi Dinamis : pola gait analysis normal.
- Tes Orientasi :
Pasien diminta menendang
Hasil : ada nyeri dan limitasi ROM pada knee
Interpretasi : ada patologi pada regio knee



BODY LANGUAGE
Pasien telah melakukan pengobatan dengan baik sesuai
anjuran dari kerabat dan rekan kerja mulai dari
memeriksakan diri ke dokter hingga kemudian dirujuk ke
fisioterapi. Namun pasien sangat cemas ketika akan
dilakukan intervensi fisioterapi.
Spesifik Test
HRS-A
Hasil : IP 27
Interpretasi : kecemasan berat


ATENSI
Awalnya pasien tidak mau melakukan rangkaian pengobatan
karena menganggap sakitnya hanya sakit biasa dan akan
sembuh dengan sendirinya. Berkat dorongan dari kerabat dan
rekan kerja, pasien akhirnya mau memeriksakan diri ke dokter
hingga akhirnya dirujuk ke fisioterapi. Walaupun semula pasien
menderita kecemasan yang tinggi karena merasa semua
pergerakannya terbatas, dan belum sepenuhya mempercayai
fisioterapi.
Spesifik Test
HRS-A
Hasil : IP 27
Interpretasi : kecemasan berat

PERUBAHAN PERSEPSI
Pasien masih mengingat jelas riwayat penyakitnya, saat terjadi
pertama kali dan bagaimana perubahan nyeri yang pasien rasakan.
Namun akibat nyeri yang dirasakan dan banyaknya masalah yang
terjadi di keluarga pasien, pasien menjadi kurang konsentrasi dan
melakukan banyak kesalahan saat bekerja. Pasien menjadi sangat
pelupa.

Spesifik Test
MMSE
Hasil : 23
Interpretasi :cognitive impairment

PENANAMAN MEMORI
Gangguan aktivitas fungsional dan rekreasi akibat spasme
M. Gastrocnemius e.c fibromyalgia sejak 1 tahun yang lalu

DIAGNOSIS
Problem Primer
Nyeri pada M. Gastrocnemius
Problem Sekunder
- Kecemasan
- Spasme M. Gastrocnemius
- Adhesi M. Gastrocnemius
Problem Kompleks
Gangguan ADL walking

PROBLEM FT
Tujuan Umum :
Untuk mengembalikan kemampuan fungsional gerak knee
Tujuan Khusus :
- Mengembalikan kepercayaan diri dan mengurangi cemas
pasien
- Menurunkan nyeri pada M. Gastrocnemius
- Menurunkan spasme M. Gastrocnemius
- Mengurangi adhesi M. Gastrocnemius
- Meningkatkan ROM knee
- Mencegah gangguan Postur
- Mengatasi gangguan ADL
TUJUAN

INTERVENSI FT
No Probem Modalitas Dosis
1. Body Scheme :
Nyeri










Adhesi M.
Gastrocnemius



Elektroterapi
(Interferensi)



NMT





NMT

F :1x/hari
I :30 mA
T : lokal (co pad)
T :10 menit

F : 1x/hari
I : 8 hitungan, 3x
repetisi/trigger point
T : Trigger Point
Therapy
T : 5 menit

F : 1x/hari
I : -
T : skin rolling
T : 10 menit

spasme M. Gastrocnemius










Meningkatkan ROM










NMT





Exercise therapy





ROM exercise





F : 1x/hari
I : -
T : Friction
(sirkuler)
T : 3 menit

F : 1x/hari
I : 12 hit. 3 rep.
T : pasif
stretching
T : 3 menit

F : 1x hari
I : 8x hitungan,
3x repetisi
T : AAROM-
AROM
T : 10 menit
Mencegah Gangguan
Postur

Bugnet Exercise

F : 1x/hari
I : 8 hitungan, 3x
repetisi
T : kontraksi
isometrik
T : 5 menit

2


Body Image :
Penurunan rasa PD dan rasa
cemas



Komunikasi
Terapeutik

F :1x/hari
I : pasien fokus
T : wawancara,
motivasi dan
nasehat
T :10 menit
3 Body Language:
-Gangguan ADL

PNF



F: 1x/hari
I: Pasien Fokus
T: PNF Walking
(pasien di ajak pergi
jalan-jalan)
T: 30 menit


-Gangguan Pekerjaan










-Gangguan Rekreasi





Kegiatan Balerina










Walking dan
Bersepeda

F :1x/minggu
I : pasien fokus
T : pasien diajak lari-
lari kecil di
taman/jalan-jalan di
bukit/berenang
T : 30 menit (depend
on patient)


F : 1x /minggu
I : pasien fokus
T : pergi jalan2 atau
naik sepeda
T : 30 menit (depend
on patient)


4 Atensi (Kualitas perhatian penderita
terhadap penyakit)
- Acuh
Komter
F : 1x /hari
I : pasien fokus
T : wawancara,
motivasi, nasehat
T :5 menit
5 Perseption
-Persipsi yg tidak logis, tidak benar,
merugikan penderita (penderita
merasa peyakitnya bisa sembuh
sendiri)

- over protective ( tidak mau
menggerakkan kaki karena takut
memperarah penyakitnya)
Komter u/
mengubah
persepsi yg negatif

F : 1 x
I : Pasien fokus
T : wawancara,
motivasi,
nasehat
T : 5 menit

6 -Penanaman Memori
Pelupa: Desain
latihan mlbtkn
keluarga

F : 1 x
I : Pasien dan
keluarga fokus
T : wawancara,
motivasi,
nasehat
T : 5 menit
BERENANG
Melatih gerakan pada kaki yang jarang digunakan
akibat adanya nyeri
Mengaktfikan otot pada regio hip sampai ankle saat
melakukan aktifitas berenang

MAIN AIR DI KOLAM (MENENDANG-NENDANG)

Menggerakkan kedua kaki naik turun secara
bergantian sambil duduk di pinggir kolam.
Dengan sikap salah satu tangan memegang
parit kolam dan tangan yang lain membentuk
sudut siku kedua lurus ke belakang kemudian
gerakan naik turun secara bergantian dengan
sumber gerakan pada pangkal paha.
LARI-LARI KECIL
Melatih gerakan pada kaki yang jarang digunakan akibat
adanya nyeri
Mengaktfikan otot pada regio hip sampai ankle saat
melakukan aktifitas lari-lari kecil
Menguatkan otot-otot tungkai

JALAN-JALAN DI BUKIT

Melatih gerakan pada kaki yang jarang digunakan akibat
adanya nyeri
Mengaktfikan otot pada regio hip sampai ankle saat
melakukan aktifitas jalan-jalan di bukit
Menguatkan otot-otot tungkai

LOMPAT TALI

Pasien di ajarkan beberapa latihan dirumah untuk dilakukan ketikan
pasien sedang tidak menjalani fisioterapi. Latihan tersebut kembali
ditanyakan kepada pasien apakah pasien masih ingat dan rutin
melakukan latihan tersebut di rumah.

Lari-Lari Kecil
Walking/Jalan-jalan di bukit
Bersepeda
Berenang
Lompat Tali
Main air di kolam (menendang-nendang)
Dll


HOME PROGRAM (PENANAMAN MEMORY)
DAFTAR PUSTAKA
Samuel Josafat Olam dkk. 2008. Diagnosis dan
Tata Laksana Fibromialgia. Jakarta : Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
Thomas Eko Purwata. 2014. Diagnosis dan
Manajemen Fibromialgia. Bali : Bagian Neurologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
http://genesishealthproducts.com/id/fibromyalgia
. Diakses 17 Oktober 2014.
http://www.teruskan.com/6844/apa-itu-
fibromyalgia.html. Diakses 17 Oktober 2014.