Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN


DISPEPSIA
disusun untuk memenuhi tugas program pendidikan profesi ners
di ruang Adenium Stase Keperawatan Medikal Bedah
Oleh:
Raditya Wahyu Hapsari, S.Kep
NIM. !"#$$$$%
PROGRAM PENDIDIKAN PRO&ESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNI'ERSITAS (EM)ER
"$*
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DISPEPSIA
O+eh , Raditya Wahyu Hapsari, S.Kep NIM,!"#$$$$%
$. Kasus
Dispepsia
". Pr-ses Ter.adi/ya Masa+ah
a. Pe/0ertia/
Dispepsia berasal dari bahasa Yunani (Dys) berarti sulit dan Pepse berarti pencernaan.
Dispepsia adalah rasa nyeri atau tidak enak di perut bagian ulu hati terutama
menyerang usia produktif 30!0 tahun.
Dispepsia merupakan kumpulan keluhan ge"ala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak
atau sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Dispepsia
adalah keluhan sebagai akibat dari kelainan saluran makanan bagian atas yang berupa
nyeri perut bagian atas# perih# mual# yang kadang disertai rasa panas di dada dan perut#
lekas kenyang# anoreksia# kembung# regurgitasi# banyak mengeluarkan gas asam dari
mulut.
$ehingga dapat disimpulkan bah%a dispepsia merupakan kumpulan keluhan yang
meliputi rasa nyeri pada ulu hati# perih# mual# rasa panas di dada# anoreksia# lekas
kenyang# kembung# dan regurgitasi akibat gangguan sistem pencernaan.
&atasan dispepsia terbagi atas dua yaitu:
') Dispepsia organik# bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai
penyebabnya. $indroma dispepsi organik terdapat kelainan yang nyata
terhadap organ tubuh misalnyatukak (luka) lambung# usus dua belas "ari#
radang pankreas# radang empedu# dan lainlain.
() Dispepsia non organik# atau dispepsia fungsional# atau dispepsia non ulkus
(D)*)# bila tidak "elas penyebabnya. Dispepsi fungsional tanpa disertai
kelainan atau gangguan struktur organberdasarkan pemeriksaan klinis#
laboratorium# radiologi# dan endoskopi (teropong saluranpencernaan).
A/at-1i da/ &isi-+-0i
+ambung terletak oblik dari kiri ke kanan menyilang di abdomen atas tepat di ba%ah
diafragma. Dalam keadaan kosong lambung berbentuk tabung ,# dan bila penuh
berbentuk seperti buah alpukat raksasa. -apasitas normal lambung ' sampai ( liter.
$ecara anatomis lambung terbagi atas fundus# korpus dan antrum pilorus. $ebelah atas
lambung terdapat cekungan kur.atura minor# dan bagian kiri ba%ah lambung terdapat
kur.atura mayor. $fingter kedua u"ung lambung mengatur pengeluaran dan
pemasukan. $fingter kardia atau sfingter esofagus ba%ah# mengalirkan makanan yang
masuk kedalam lambung dan mencegah refluks isi lambung memasuki esofagus
kembali. Daerah lambung tempat pembukaan sfingter kardia dikenal dengan nama
daerah kardia. Disaat sfingter pilorikum berelaksasi makanan masuk kedalam
duodenum# dan ketika berkontraksi sfingter ini akan mencegah ter"adinya aliran balik
isis usus halus kedalam lambung.
+ambung terdiri dari empat lapisan yaitu :
a. +apisan peritoneal luar yang merupakan lapisan serosa.
b. +apisan berotot yang terdiri atas 3 lapisan :
i. $erabut longitudinal# yang tidak dalam dan bersambung dengan otot
esophagus.
ii. $erabut sirkuler yang palig tebal dan terletak di pylorus serta membentuk
otot sfingter# yang berada diba%ah lapisan pertama.
iii. $erabut oblik yang terutama di"umpai pada fundus lambung dan ber"alan
dari ori.isium kardiak# kemudian membelok keba%ah melalui kur.a tura
minor (lengkung kelen"ar).
c. +apisan submukosa yang terdiri atas "aringan areolar berisi pembuluh darah dan
saluran limfe.
d. +apisan mukosa yang terletak disebelah dalam# tebal# dan terdiri atas banyak
kerutan/ rugae# yang menghilang bila organ itu mengembang karena berisi
makanan. 0da beberapa tipe kelen"ar pada lapisan ini dan dikategorikan menurut
bagian anatomi lambung yang ditempatinya. -elen"ar kardia berada dekat
orifisium kardia. -elen"ar ini mensekresikan mukus. -elen"ar fundus atau gastric
terletak di fundus dan pada hampir selurus korpus lambung. -elen"ar gastrik
memiliki tipetipe utama sel. $elsel 1imognik atau chief cells mensekresikan
pepsinogen. Pepsinogen diubah men"adi pepsin dalam suasana asam. $elsel
parietal mensekresikan asam hidroklorida dan faktor intrinsik. 2aktor intrinsik
diperlukan untuk absorpsi .itamin & '( di dalam usus halus. -ekurangan faktor
intrinsik akan mengakibatkan anemia pernisiosa. $elsel mukus (leher) ditemukan
dileher fundus atau kelen"arkelen"ar gastrik. $elsel ini mensekresikan mukus.
3ormon gastrin diproduksi oleh sel 4 yang terletak pada pylorus lambung.
4astrin merangsang kelen"ar gastrik untuk menghasilkan asam hidroklorida dan
pepsinogen. $ubstansi lain yang disekresikan oleh lambung adalah en1im dan
berbagai elektrolit# terutama ionion natrium# kalium# dan klorida.
Persarafan lambung sepenuhnya otonom. $uplai saraf parasimpatis untuk
lambung dan duodenum dihantarkan ke dan dari abdomen melalui saraf .agus.
5runkus .agus mempercabangkan ramus gastrik# pilorik# hepatik dan seliaka.
Persarafan simpatis adalah melalui saraf splenikus ma"or dan ganglia seliakum.
$erabutserabut aferen menghantarkan impuls nyeri yang dirangsang oleh
peregangan# dan dirasakan di daerah epigastrium. $erabutserabut aferen simpatis
menghambat gerakan dan sekresi lambung. Pleksus saraf mesentrikus (auerbach)
dan submukosa (meissner) membentuk persarafan intrinsik dinding lambung dan
mengkordinasi akti.itas motoring dan sekresi mukosa lambung.
$eluruh suplai darah di lambung dan pankreas (serat hati# empedu# dan limpa)
terutama berasal dari daerah arteri seliaka atau trunkus seliaka# yang
mempercabangkan cabangcabang yang mensuplai kur.atura minor dan mayor.
Dua cabang arteri yang penting dalam klinis adalah arteri gastroduodenalis dan
arteri pankreas tikoduodenalis (retroduodenalis) yang ber"alan sepan"ang bulbus
posterior duodenum. 5ukak dinding postrior duodenum dapat mengerosi arteria
ini dan menyebabkan perdarahan. Darah .ena dari lambung dan duodenum# serta
berasal dari pankreas# limpa# dan bagian lain saluran cerna# ber"alan kehati
melalui .ena porta.
2isiologi +ambung :
'. 6encerna makanan secara mekanikal.
(. $ekresi# yaitu kelen"ar dalam mukosa lambung mensekresi '!00 7 3000 m+ gastric
"uice (cairan lambung) per hari. -omponene utamanya yaitu mukus# 38+
(hydrochloric acid)# pensinogen# dan air. 3ormon gastrik yang disekresi langsung
masuk ke dalam aliran darah.
3. 6encerna makanan secara kimia%i yaitu dimana pertama kali protein dirobah
men"adi polipeptida
9. 0bsorpsi# secara minimal ter"adi dalam lambung yaitu absorpsi air# alkohol# glukosa#
dan beberapa obat.
!. Pencegahan# banyak mikroorganisme dapat dihancurkan dalam lambung oleh 38+.
:. 6engontrol aliran chyme (makanan yang sudah dicerna dalam lambung) kedalam
duodenum. Pada saat chyme siap masuk kedalam duodenum# akan ter"adi peristaltik
yang lambat yang ber"alan dari fundus ke pylorus.
2. Pe/ye2a2
Penyebab dispepsia dibedakan men"adi dua "enis# yaitu dispepsia organik dan
dispepsia fungsional.
') Dispepsia organik (dispepsia yang penyebabnya sudah pasti)
,arang ditemukan pada usia lebih dari 90 tahun. Penyebabnya antara lain
sebagai berikut :
a) Dispepsia tukak (ulcus like dyspepsia) : 4e"ala yang ditemukan biasanya
nyeri ulu hati pada %aktu tidak makan (night pain)
b) Dispepsia tidak tukak : 4e"alanya sama dengan dispepsia tukak# bisa pada
klien gastritis# duodenitis# tetapi pada pemeriksaan tidak ditemukan tanda
tanda tukak.
c) ;efluks gastroesofagus : 4e"ala berupa rasa panas di dada dan regurgitasi
terutama setelah makan.
d) Penyakit saluran empedu : -eluhan berupa nyeri mulai dari perut kanan
atas atau ulu hati yang men"alar ke bahu kanan dan punggung.
e) -anker esofagus : -eluhan berupa disfagia# tidak bisa makan# perasaan
penuh di perut# penurunan berat badan# anoreksia# adenopati ser.ikal# dan
cegukan setelah makan.
f) -anker lambung : Yang paling umum adalah adenokarsinoma yaitu tumor
epitel. -eluhan berupa rasa tidak nyaman pada epigastrik# tidak bisa
makan< dan perasaan kembung setelah makan.
g) -anker pankreas : 4e"ala yang paling umum antara lain penurunan berat
badan# ikterik# dan nyeri daerah punggung atau epigastrik.
h) -anker hepar : 4e"ala berupa nyeri hebat pada abdomen dan mungkin
menyebar ke skapula kanan# penurunan berat badan# epigastrik terasa
penuh# dan anoreksia.
i) Obatobatan : 4olongan )on $teroid =nflammatory Drugs ()$=D) dengan
keluhan berupa rasa. sakit atau tidak enak di daerah ulu hati# disertai mual
dan muntah.
") Pankreatitis : -eluhan berupa mendadak yang men"alar ke punggung# perut
terasa makin tegang dan kencang.
k) $indrom malabsorpsi : -eluhan berupa nyeri perut# nausea# anoreksia#
sering flatus dan perut kembung.
l) 4angguan metabolisme : $ebagai contoh diabetes dengan neuropati sering
timbul komplikasi pengosongan lambung yang lambat sehingga
menimbulkan nausea# .omitus# perasaan lekas kenyang. 3ipertiroid
menimbulkan rasa nyeri di perut# .omitus# nausea# dan anoreksia.
() Dispepsia fungsional (dispepsia yang tidak ada kelainan organik tetapi
merupakan kelainan fungsi dari saluran cerna)
Penyebabnya antara lain :
a) 2aktor asam lambung klien : -lien biasanya sensitif terhadap kenaikan
produksi asam lambung dan hal tersebut menimbulkan nyeri.
b) -elainan psikis# stres# dan faktor lingkungan : $tres dan faktor lingkungan
diduga berperan pada kelainan fungsional saluran cerna# menimbulkan
gangguan sirkulasi# motilitas# dan .askularisasi.
c) 4angguan motilitas : 6ekanisme timbulnya ge"ala dispepsia mungkin
dipengaruhi oleh susunan saraf pusat# gangguan motilitas di antaranya :
pengosongan lambung lambat# abnormalitas kontraktif# refluks
gastroduodenal.
Penyebab lain dispepsia antara lain sebagai berikut :
a) 0danya kuman 3. pylori
b) 4angguan motilitas atau gerak mukosa lambung
c) 6akanan yang berlemak
d) -opi# alkohol# rokok
e) Perubahan pola makan dan pengaruh obatobatan yang dimakan secara
berlebihan dan dalam %aktu lama
3. Ta/da da/ 0e.a+a
-lasifikasi klinis praktis# didasarkan atas keluhan/ge"ala yang dominan# membagi
dispepsia men"adi tiga tipe :
1) Dispepsia dengan keluhan seperti ulkus# dengan ge"ala:
a) )yeri epigastrium terlokalisasi
b) )yeri hilang setelah makan atau pemberian antasid
c) )yeri saat lapar
d) )yeri episodik
2) Dispepsia dengan ge"ala seperti dismotilitas# dengan ge"ala:
a) 6udah kenyang
b) Perut cepat terasa penuh saat makan
c) 6ual
d) 6untah
e) *pper abdominal bloating (bengkak perut bagian atas)
f) ;asa tak nyaman bertambah saat makan
3) Dispepsia nonspesifik (tidak ada ge"ala seperti kedua tipe di atas)
$indroma dispepsia dapat bersifat ringan# sedang# dan berat# serta dapat akut
atau kronis sesuai dengan per"alanan penyakitnya. Pembagian akut dan kronik
berdasarkan atas "angka %aktu tiga bulan. )yeri dan rasa tidak nyaman pada
perut atas atau dada mungkin disertai dengan senda%a dan suara usus yang
keras (borborigmi). Pada beberapa penderita# makan dapat memperburuk nyeri#
pada penderita yang lain# makan bisa mengurangi nyerinya. 4e"ala lain
meliputi nafsu makan yang menurun# mual# sembelit# diare dan flatulensi (perut
kembung). ,ika dispepsia menetap selama lebih dari beberapa minggu# atau
tidak memberi respon terhadap pengobatan# atau disertai penurunan berat
badan atau ge"ala lain yang tidak biasa# maka penderita harus men"alani
pemeriksaan.
d. Pat-4isi-+-0i
+ambung menghasilkan asam pepsin lambung yang sifatnya mencerna semua "aringan
hidup termasuk mukosa lambung dan duodenum. 5etapi lambung dan duodenum
dilindungi oleh barier epitel dari autodigesti. -arena pengaruh obatobatan# alkohol
atau garam empedu akan merusak sistem barier mukosa epitel sehingga menurunkan
faktor resistensi. $tres# faktor psikis# lingkungan# dan obatobatan seperti kafein "uga
akan berpengaruh pada sekresi asam lambung. Peningkatan tersebut akan mencerna
sistem barier mukosa epitel (autodigesti) sehingga menyebabkan tukak lambung lalu
timbul ge"ala dispepsia.
e. Pe/ata+a5sa/aa/
') Penatalaksanaan non farmakologis
a) 6enghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung
b) 6enghindari faktor resiko seperti alkohol# makanan yang peda# obatobatan
yang berlebihan# nikotin rokok# dan stres
c) 0tur pola makan
() Penatalaksanaan farmakologis yaitu:
a) Obatobatan yang diberikan meliputi antacid (menetralkan asam
lambung) golongan antikolinergik (menghambat pengeluaran asam
lambung) dan prokinetik (mencegah ter"adinya muntah).
b) Pemakaian antasid dalam "angka pendek dapat mengurangi keluhan
pasien. Obatobat golongan anti asam yang beker"a sebagai penghambat
pompa proton dengan dosis optimal pada saat a%al terapi dan
dilan"utkan setengah dosis pada tahap berikutnya.
c) Pengobatan satu obat dengan cara step do%n# yang dian"urkan adalah
pemakaian PP= (proton pump inhibitor)# dengan cara dosis a%al dua
kali# dilan"utkan dengan empat minggu setengah dosis a%al. PP=
generasi pertama yaitu golongan omeprarol# hansopra1ol# dan
pantopralol# sedangkan PP= generasi kedua yaitu esomepra1ol.
&erdasarkan -onsensus )asional Penanggulangan 3elicobacter pylori '>>:#
ditetapkan skema penatalaksanaan dispepsia# yang dibedakan bagi sentra
kesehatan dengan tenaga ahli (gastroenterolog atau internis) yang disertai
fasilitas endoskopi dengan penatalaksanaan dispepsia di masyarakat.
Pengobatan dispepsia mengenal beberapa golongan obat# yaitu:
a) 0ntasid (0'!0 ml/hari : 4olongan obat ini mudah didapat dan murah.
0ntasid akan menetralisir sekresi asam lambung. 0ntasid biasanya
mengandung )a bikarbonat# 0l(O3)3# 6g(O3)(# dan 6g triksilat.
Pemberian antasid "angan terusmenerus# sifatnya hanya simtomatis#
untuk mengurangi rasa nyeri. 6g triksilat dapat dipakai dalam %aktu
lebih lama# "uga berkhasiat sebagai adsorben sehingga bersifat
nontoksik# namun dalam dosis besar akan menyebabkan diare karena
terbentuk senya%a 6g8l(. Perlu diperhatikan# karena ker"a obat ini
tidak spesifik. Obat yang agak selektif yaitu piren1epin beker"a sebagai
anti reseptor muskarinik yang dapat menekan seksresi asama lambung
sekitar (?93@. Piren1epin "uga memiliki efek sitoprotektif.
b) 0ntagonis reseptor 3( : 4olongan obat ini banyak digunakan untuk
mengobati dispepsia organik atau esensial seperti tukak peptik. Obat
yang termasuk golongan antagonis respetor 3( antara lain simetidin#
roksatidin# ranitidin# dan famotidin. Penghambat pompa asam (proton
pump inhibitor A PP=). 4olongan obat ini mengatur sekresi asam
lambung pada stadium akhir dari proses sekresi asam lambung. Obat
obat yang termasuk golongan PP= adalah omepera1ol# lansopra1ol# dan
pantopra1ol.
c) $itoprotektif : Prostoglandin sintetik seperti misoprostol (P4B') dan
enprostil (P4B(). $elain bersifat sitoprotektif# "uga menekan sekresi
asam lambung oleh sel parietal. $ukralfat berfungsi meningkatkan
sekresi prostoglandin endogen# yang selan"utnya memperbaiki
mikrosirkulasi# meningkatkan produksi mukus dan meningkatkan
sekresi bikarbonat mukosa# serta membentuk lapisan protektif (site
protecti.e)# yang bersenya%a dengan protein sekitar lesi mukosa
saluran cerna bagian atas ($8&0).
d) 4olongan prokinetik : Obat yang termasuk golongan ini# yaitu sisaprid#
domperidon# dan metoklopramid. 4olongan ini cukup efektif untuk
mengobati dispepsia fungsional dan refluks esofagitis dengan
mencegah refluks dan memperbaiki bersihan asam lambung (acid
clearance). -adang kala "uga dibutuhkan psikoterapi dan psikofarmaka
(obat antidepresi dan cemas) pada pasien dengan dispepsia fungsional#
karena tidak "arang keluhan yang muncul berhubungan dengan faktor
ke"i%aan seperti cemas dan depresi.
4. K-1p+i5asi
-omplikasi yang mungkin muncul pada dispepsia# diambil dari ulkus peptikum# yaitu
perdarahan gastrointestinal# stenosis pilorus# dan perforasi.
0. Pe1eri5saa/ pe/u/.a/0
') +aboratorium : Pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan lebih banyak
ditekankan untuk menyingkirkan penyebab organik lainnya seperti:
pankreatitis kronik# diabets mellitus# dan lainnya. Pada dispepsia fungsional
biasanya hasil laboratorium dalam batas normal.
() ;adiologis : Pemeriksaan radiologis banyak menun"ang dignosis suatu
penyakit di saluran makan. $etidaktidaknya perlu dilakukan pemeriksaan
radiologis terhadap saluran makan bagian atas# dan sebaiknya menggunakan
kontras ganda.
3) Bndoskopi (Bsofago4astroDuodenoskopi) : $esuai dengan definisi bah%a
pada dispepsia fungsional# gambaran endoskopinya normal atau sangat tidak
spesifik.
9) *$4 (ultrasonografi) : 6erupakan diagnostik yang tidak in.asif# akhirakhir
ini makin banyak dimanfaatkan untuk membantu menentukan diagnostik dari
suatu penyakit# apalagi alat ini tidak menimbulkan efek samping# dapat
digunakan setiap saat dan pada kondisi klien yang beratpun dapat
dimanfaatkan
!) Caktu Pengosongan +ambung : Dapat dilakukan dengan scintigafi atau dengan
pellet radioopak. Pada dispepsia fungsional terdapat pengosongan lambung
pada 3090 @ kasus.
*ntuk mengetahui adanya kuman 3. pylori dapat dilakukan pemeriksaan melalui
beberapa cara:
') Pemeriksaan non in.asif : Pemeriksaan ini dilakukan melalui pemeriksaan
serologi (pemeriksaan serum darah# positif atau tidak). 3asil positif
menun"ukkan adanya infeksi oleh 3. Pylori.
() Pemeriksaan in.asif : &erupa pemeriksaan histologi atau patologi anatomi serta
pemeriksaan 8+O (8ampylobacter +ike Organism). Pemeriksaan ini dilakukan
dengan cara pencampuran hasil biopsi "aringan pencernaan dengan 1at khusus.
$elang (9 "am campuran tersebut akan menun"ukkan hasil negatif dalam %arna
kuning dan hasil positif "ika ber%arna merah. 3asil positif menun"ukan adanya
kuman 3. pylori.
3) Pemeriksaan dengan sistem P8; (Polymerase 8hain ;eaction) Dilakukan
dengan cara penyedotan cairan perut melalui selang yang dimasukkan le%at
lubang hidung. -emudian cairan tersebut diperiksa menggunakan mikroskop.
,ika penderita terinfeksi 3. pylori maka pada mikroskop akan tampak kuman
tersebut.
9) Bntero test : 6enggunakan kapsul bertali nilon yang ditelan dengan bantuan
air# tepi u"ung tali tetap ditahan di luar mulut. 5ali nilon tersebut akan
menyerap cairan dari perut. $etengah "am kemudian pasien dapat menarik tali
nilon secara perlahan keluar dari mulut. 8airan yang menempel pada tali dites
di laboratorium. 3asil positif terinfeksi akan ditun"ukkan oleh adanya
kumpulan kuman 3. pylori pada sampel cairan perut.
Pemeriksaan klinis lain yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan pada
organorgan tubuh antara lain :
') Bndoskopi : *ntuk mengetahui ada tidaknya luka di orofaring# %arna mukosa
menentukan ada tidaknya refluks esofagitis.
() *$4 (*ltra $onografi) : &ila diduga ada kelainan di pankreas# kelainan tiroid#
dan tumor.
h. Pe/3e0aha/
6odifikasi gaya hidup sangat berperan dalam mencegah ter"adinya dispepsia bahkan
memperbaiki kondisi lambung secara tidak langsung.
&erikut ini adalah modifikasi gaya hidup yang dian"urkan untuk mengelola dan
mencegah timbulnya gangguan akibat dispepsia :
1) 0tur pola makan seteratur mungkin.
2) 3indari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung
(coklat# ke"u# dan lainlain).
3) 3indari makanan yang menimbulkan gas di lambung (kol# kubis# kentang#
melon# semangka# dan lainlain).
4) 3indari makanan yang terlalu pedas.
5) 3indari minuman dengan kadar caffeine dan alkohol.
6) 3indari obat yang mengiritasi dinding lambung# seperti obat anti
inflammatory# misalnya yang mengandung ibuprofen# aspirin# naproDen# dan
ketoprofen. 0cetaminophen adalah pilihan yang tepat untuk mengobati nyeri
karena tidak mengakibatkan iritasi pada dinding lambung.
7) -elola stress psikologi seefisien mungkin.
8) &erhentilah merokok
9) ,ika anda memiliki gangguan acid refluD seperti heart burn/sensasi terbakar di
daerah retrosternal# regurgitasi/kondisi di mana material lambung terasa
dipharing. -emudian mulut terasa asam dan pahit# dan disfagia biasanya ter"adi
oleh karena komplikasi berupa striktur# maka hindari makan sebelum %aktu
tidur.
10) 3indari faktorfaktor yang membuat pencernaan terganggu# seperti makan
terlalu banyak# terutama makanan berat dan berminyak# makan terlalu cepat#
atau makan sesaat sebelum olahraga.
11) Pertahankan berat badan sehat
12) Olahraga teratur (kurang lebih 30 menit dalam beberapa hari seminggu)
untuk mengurangi stress dan mengontrol berat badan# yang akan mengurangi
dispepsia.
13) =kuti rekomendasi dokter mengenai pengobatan dispepsia# baik itu antasid#
PP=# menghambat histamin( reseptor# dan obat motilitas.
#. Pe/05a.ia/ 1asa+ah
Data fokus yang berhubungan dengan dispepsia meliputi adanya nyeri perut# rasa pedih di ulu
hati# mual kadangkadang muntah# nafsu makan berkurang# rasa lekas kenyang# perut
kembung# rasa panas di dada dan perut# regurgitasi (keluar cairan dari lambung secar tiba
tiba).
a) Data pasien
b) -eluhan utama
c) ;i%ayat penyakit sekarang
d) ;i%ayat penyakit terdahulu
e) ;i%ayat kesehatan keluarga
f) Pengka"ian psikososial kultural dan spiritual
g) $tatus psikologi dan perkembangan
h) $osial ekonomi
i) &udaya
j) $piritual
k) Pengka"ian fisik
l) Pemeriksaan penun"ang
*. P-h-/ Masa+ah
pengaruh obatobatan#
alkohol atau garam empedu
Peningkatan asam
pepsin lambung
Ketida5sei12a/0a/
/utrisi 5ura/0 dari
5e2utuha/ tu2h
merusak sistem
barier mukosa
epitel
Perubahan status
kesehatan
a/sietas
5ukak lambung
$tres# faktor psikis# lingkungan#
dan obatobatan seperti kafein
)yeri
epigastrium
5imbul ge"ala
dispepsia
Nyeri a5ut
Resi5-
5e5ura/0a/
6-+u1e 3aira/
6ual muntah
Nausea Penurunan
nafsu makan
De4isie/si
pe/0etahua/
7. Dia0/-sa Da/ Re/3a/a Ti/da5a/ Kepera8ata/
'. )yeri akut berhubungan dengan iritasi pada mukosa lambung.
(. ;esiko kekurangan .olume cairan berhubungan dengan masukan cairan tidak cukup dan
kehilangan cairan berlebihan karena muntah
3. -etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi
tidak adekuat
9. 0nsietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
!. Defisiensi pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit.
N- Dia0/-sa
Kepera8ata/
Tu.ua/ Kriteria Hasi+ Re/3a/a Ti/da5a/
Kepera8ata/
Rasi-/a+
'. )yeri akut
berhubungan dengan
iritasi pada mukosa
lambung.
NO9, pain le.el
$etelah dilakukan
tindakan kepera%atan
selama 3D(9 "am# nyeri
pasien berkurang
Pasien mampu
mengontrol nyeri
(tahu penyebab nyeri
dan mampu
menggunakan teknik
nonfarmakologi untuk
mengurangi nyeri)
6ampu mengenali
nyeri (skala#
intensitas# frekuensi)
6enyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
NI9,Pai/ Ma/a0e1e/t
'. lakukan
pengka"ian nyeri
secara
komprehensif
(PApenyebab#
EAkualitas dan
kuantitas#
;Adaerah dan
penyebarannya#
$Aseberapa kuat
nyeri yang
dirasakan#
5A%aktu
ter"adinya nyeri)
(. kontrol
lingkungan
pasien yang
dapat
mempengaruhi
nyeri seperti
suhu ruangan#
pencahayaan#
dan kebisingan
3. a"arkan tentang
teknik non
farmakologi
seperti teknik
relaksasi nafas
dalam
9. tingkatkan
'. mengetahui skala
nyeri yang
dirasakan pasien
(. memberikan
kenyamanan bagi
pasien
3. mengalihkan rasa
nyeri yang
dirasakan pasien
9. mana"emen energi
pasien
!. menge.aluasi hasil
tindakan dan
menentukan
inter.ensi lan"utan
istirahat
!. e.aluasi
keefektifan
control nyeri
(. ;esiko kekurangan
.olume cairan
berhubungan dengan
masukan cairan tidak
cukup dan kehilangan
cairan berlebihan
karena muntah
)O8 : fluid balance
$etelah dilakukan
tindakan kepera%atan
selama 3D(9 "am#
maka keseimbangan
cairan pasien terpenuhi
mempertahankan
urin output sesuai
dengan usia# &&
.ital sign dalam
batas normal
tidak ada tanda
tanda dehidrasi
)=8 : fluid
management
'. pertahankan catatan
intake dan ouput
yang adekuat
(. monitor masukan
makanan
3. monitor .ital sign
9. dorong masukan
oral
!. kolaborasikan
pemberian cairan =F
'. menghitung balance
cairan
(. mengetahui intake
makanan
3. mengetahui kondisi
umum pasien
9. mencegah dehidrasi
!. mengganti cairan
tubuh yang hilang
3. -etidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan dengan
rasa tidak enak setelah
makan# anoreksia.
)O8: )utritional
status
$etelah dilakukan
tindakan kepera%atan
'D(9 "am nutrisi pasien
dapat terpenuhi
6ampu
mengidentifikasi
kebutuhan nutrisi
5idak terdapat
tandatanda
malnutrisi
)=8:
)utrition monitoring
'. 6onitor berat badan
pasien
(. 6onitor tipe dan
"umlah akti.itas
yang biasa
dilakukan
3. 6onitor kulit kering
dan perubahan
pigmentasi
9. 6onitor lingkungan
selama makan
!. 6onitor turgor kulit
'. 6emantau
keadekuatan sirkulasi
darah
(. 6encegah hipoksia
"aringan
3. 6emantau
keseimbangan tubuh
9. Pencegahan
komplikasi lebih
lan"ut
!. ;ehidrasi
9. 0nsietas berhubungan
dengan perubahan
status kesehatan
NO9, 0nDiety self
control
$etelah dilakukan
tindakan kepera%atan
selama 3D(9"am# rasa
cemas pasien
berkurang
Pasien mampu
mengidentifikasi
dan
mengungkapkan
ge"ala cemas
6engidentifikasi#
mengungkapkan
dan menun"ukkan
tekhnik untuk
mengontrol cemas
Fital sign dalam
batas normal
)=8:
Shock prevention
'. 6onitor sirkulasi
(. 6onitor tanda
inadekuat
oksigenasi "aringan
3. 6onitor input dan
output
9. 6onitor tanda a%al
syok
!. -olaborasi
pemberian cairan =F
dengan tepat
'. memberikan rasa
nyaman pada
pasien
(. menurunkan rasa
cemas pasien
3. memberikan
penghargaan pada
pasien
9. mengetahui
tingkat cemas
yang dirasakan
pasien
!. mengurangi rasa
cemas pasien
!. Defisiensi
pengetahuan tentang
penatalaksanaan diet
dan proses penyakit.
NO9 ,
-no%ledge : disease
proses
-no%ledge : health
beha.ior
pasien dan
keluarga
menyatakan
pemahaman
tentang
penyakit#
kondisi#
prognosis# dan
program
pengobatan
pasien dan
keluarga
mampu
melaksanakan
prosedur yang
telah di"elaskan
NI9 , teaching : disease
proses
'. berikan
penilaian
tentang tingkat
pengetahuan
pasien tentang
proses penyakit
yang spesifik
(. gambarkan
tanda dan ge"ala
yang biasa
muncul pada
penyakit
3. gambarkan
proses penyakit
dengan cara
yang tepat
'. mengetahui tingkat
pengetahuan pasien
(. Pasien dan keluarga
mengetahui tentang
tanda dan ge"ala dari
penyakit yang dialami
3. pasien dan keluarga
mengetahui tentang
kondisinya
9. mengetahui
perkembangan kondisi
pasien
!. untuk mencegah
komplikasi di masa
mendatang
9. sediakan
informasi
tentang kondisi
!. diskusikan
perubahan gaya
hidup yang
mungkin
diperlukan
DA&TAR PUSTAKA
') $melt1er # $u1anna 8. (00(. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. ,akarta:
B48
() -usuma# 3ardiG0min 3uda )urarif. (0'3. Aplikasi Asuhan Keperawatab
Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA. Yogyakarta: 6edia 0ction
Publishing
3) )anda =nternational. (0''. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi
!"#!"$. ,akarta: B48
9) ,oanne 6c8loskey DochtermanG4loria 6. &ulechek. (009. Nursing
%nterventions &lassification 'N%&( )ourth *dition. 6osby: *nited $tates
0merica
!) 6ans"oer# 0rif dkk. (00'. Kapita Selekta Kedokteran *disi +. ,akarta: 6edia
0esculapius 2- *=
:) Pierce 0. 4race G )eil ;. &orley. (00:. %lmu Bedah. ,akarta : Brlangga