Anda di halaman 1dari 19

Obat yang mempengaruhi

sistim Respiratori

Obat- obat yang digunakan untuk pengobatan
asma
Klasifikasi Episode
bronkokonstriksi
Hasil
spirometer
Kontrol jangka
panjang
Menghilangka
n gejala
secara cepat
Mild
intermittent
< 2kali per
minggu
Mendekati
normal
Tanpa obat harian B
2
agonis
kerja singkat
Mild
persistent
> 2kali per
minggu
Mendekati
normal
Inhalasi
kortikosteroid dosis
rendah
B
2
agonis
kerja singkat
Moderate
persistent
Setiap hari 60-80% dari
normal
Inhalasi
kortikosteroid dosis
rendah sedang +
B
2
agonis kerja
panjang
B
2
agonis
kerja singkat
Severe
persistent
Terus menerus < 60% Inhalasi
kortikosteroid dosis
tinggi + B
2
agonis
kerja panjang

B
2
agonis
kerja singkat
Beta adrenergik
Kerja pendek (pirbuterol, terbutaline, albuterol)
Mula kerja cepat (15-30 menit)
Lama kerja 6 8 jam
Tidak mempunyai efek antiinflamasi
Efek toksik/e. samping:
Takikardia
Hiperglikemia
Hipokalemia
Untuk memperkecil e.samping: diberikan inhalasi




Beta adrenergik
Kerja panjang (salmeterol, formoterol)
Mula kerja lambat, sehingga tidak digunakan untuk
mengatasi serangan akut
Lama kerja 12 jam
Tidak mempunyai efek antiinflamasi
Efek toksik/e. samping:
Takikardia
Hiperglikemia
Hipokalemia
Untuk memperkecil e.samping: diberikan inhalasi





Simpatomimetik

-
agonis
Stimulates [cAMP]
i
production and PKA activation
2-R
Gs
AC
cAMP
PKA
MLK
inhibition
GC
cGMP
P
P
NO
Inhibitory site
Activation site (when P)
PDE
AMP
Kortikosteroid
Kortikosteroid Inhalasi diberikan pada penderita asma
yang sedang-berat yang membutuhkan B
2
agonis
inhalasi > 2 kali perminggu
Asma berat kadangkal membutuhkan kortikosteroid
sistemik, biasanya dalam waktu singkat
Belum ada obat yang seefektif Kortikosteroid Inhalasi
dalam mengendalikan asma jangka panjang pada anak
maupun dewasa
Kortikosteroid Inhalasi mengurangi kebutuhan
pemakaian Kortikosteroid oral
Untuk mendapatkan efektivitas dalam mengontrol
inflamasi, kortikosteroid harus digunakan secara kontinu
Kerja kortikosteroid di paru
Kerjanya tidak langsung
Mengurangi jumlah dan aktivitas sel-sel yang
terlibat dalam inflamasi sal.nafas (eosinofil,
makrofag, dan T.limfosit)
Mengurangi hiperresponsivness otot polos sal.nafa
terhadap rangsang bronkokonstriksi, seperti
alergen, iritan, udara dingin, dan aktivitas
Efek antiinflamasi steroid:
Meniadakan edema mukosa
Mengurangi permiabilitas kapiler
Menghambat penglepasan leukotrien
Mekanisme kerja
s
s
R
hsp90
hsp90
R
hsp90
hsp90
s
R s
R s
Production of antiinflammatory
proteins and repression of
inflammatory proteins (cytokines,
COX2, etc.)
Nongenomic
direct effects
Farmako kinetik:
Kortikosteroid Inhalasi (beklometason,
triamcinolon, flunisolide) 80-90 % terdeposit di
mulut dan faring
Steroid sistemik:
Pasien asma berat eksaserbasi (status asmatikus)
mungkin membutuhkan metilprednisolon intravena
atau prednisolon per oral
Dosis diturunkan secara bertahap dalam 1-2
minggu
Spacers

Efek samping
Pemberian per oral/ parenteral: serius
(gangguan pertumbuhan pada anak)
Inhalasi:
Candidiasis orofaringeal (thrush)
Dapat dikurang dengan pemberian menggunakan
spacers
Obat alternatif pada asma
Antileukotrien (zileuton, zafirlukas, montelukas)
LeukotrienB
4
(LTB
4
), cisteinil leukotrien (LTC
4
,LTD
4,
dan LTE
4
) produk
metabolit as. Arakidonat oleh enzim 5-lipoksigenase
Enzim 5-lipoksigenase terdapat di sel mast, eosinofil, basofil dan
neutropfil
cisteinil leukotrien (LTC
4
,LTD
4,
dan LTE
4
), berperan pada kontraksi otot
polos bronkus, meningkatkan permiabilitas endotelium, dan
meningkatkan sekresi mukus
Zileuton. selektif dan spesifik penghambat enzim 5-lipoksigenase
zafirlukas, montelukas. Selektif penghambat reseptor cisteinil leukotrien
secara reversibel
Digunakan sebagai profilaksis asma
Farmakokinetik:
Pemberian: per oral
90% terikat protein plasma
Metabolisme: ekstensif
Ekskresi: Zileuton (ginjal), zafirlukas, montelukas (biliari)
Obat alternatif pada asma
Antileukotrien (zileuton, zafirlukas,
montelukas)
Efek samping:
Peningkatan enzim hati
Sakit kepala
Dispepsia
zafirlukas, montelukas: meningkatkan kadar
wrfarin dalam plasma

Obat alternatif pada asma
Cromolyndan nedocromil
Aktif sebagai prfilaksis antiinflamatori
Tidak aktif pada serangan asma karena tidak
mempunyai efek bronkodilator
Memblok inisiasi reaksi asma
Cara pemberian: inhalasi
Absorpsinya: jelek
Aman diberikan pada anak dan ibu hamil
Rasa pahit dan iritasi pada faring dan laring
mekanisme bronkokonstriksi
Antimuskarinik
a1-R
Gq
PLC
Ca
++

MLK
activation
Gq
M3-R
Ip3 and DAG
Ca
++

CAM-Kinase
NE
Vagal
preganglionic
neuron
(cholinergic)
Postganglionic
neuron (cholinergic)
Ach
Smooth muscle cell
Not shown but also important is
the vagal stimulation of mucous
secretion
contraction
N
Obat alternatif pada asma
omalizumab
Rekombinan DNA-derivat monokolnal antibodi yang
selektif terhadap immunoglobulin IgE
Mengurangi afinitas ikatan IgE terhadap reseptor
permukaan sel mast dan basofil sehingga
mengurangi penglepasan mediator respon alergi
Sangat berguna untuk pasien yang tidak dapat diatasi
dengan pengobatan konvensional
Strunk R and Bloomberg G. N Engl J Med 2006;354:2689-2695
Anti-IgE monoclonal for Asthma
Theofilin
Kurang efektif dibandingkan B2 agonis
Penghambat pospodiesterase non selektif, meningkatkan cAMP
intraseluler - bronkodilator
Mempunyai efek antiinflamasi melalui hambatan penglepasan
mediator inflamatori
Batas keamanan sempit
Interaksi dengan obat lain:
Cimetidine, oral kontrasepsi, eritromisin, ciprofloxacin,lansia
menghambat metabolisme
Fenitoin, cabamazepine, rifampin, dan fenobarbital, etanol, usia
muda, meningkatkan metabolisme
E. Samping: mual, muntah dan insomnia
Dapat menimbulkan kejang dan aritmia : fatal


Daftar obat
Bronkodilator
Sympathomimetics
Epinephrine, ephedrine
Beta 2 selective agonist
Albuterol (Proventil, etc.)
L-albuterol (Xopenex)
Metaproterenol (Alupent)
Terbutaline (Brethaire)
Pirbuterol (Maxair)
Salmeterol (Serevent)
Formoterol (Foradil)
Methylxanthine
Theophylline
Caffeine
Theobromine
Muscarinic antagonist
Ipratropium (Atrovent)
tiotropium,
Antiinflammatori
Glucocorticoids
Beclomethasone (Beclovent,
etc.)
Triamcinolone (Azmacort)
Flunisolide (AeroBid)
Budesonide (Pulmicort)
Fluticasone (Flovent)
Leukotriene inhibitors
Zileuton (Zyflo)
Zafirlukast (Accolate)
Montelukast (Singulair)
Chromones
Nedocromil
Cromolyn
Anti-IgE
Omalizumab (Xolair)