Anda di halaman 1dari 8

TIU I : Memahami Keseimbangan Asam-Basa

TIK 1.1: Definisi Keseimbangan Asam-Basa


Keseimbangan asam-basa adalah suatu keadaan dimana konsentrasi ion H
+
yang
diproduksi setara dengan konsentrasi ion H
+
yang di keluarkan oleh sel.Keseimbangan asam-
basa adalah keseimbangan ion H
+
.
(Sumber : Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asam-Basa, Edisi ke-2, FKUI 2008)
TIK 1.2 : Fungsi Keseimbangan Asam-Basa
Fluktuasi konsentrasi ion H dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi normal sel, antara lain:
1. Perubahan eksitabilitas saraf dan otot; pada asidosis terjadi depresi susunan saraf pusat,
sebaliknya pada alkalosis terjadi hipereksitabilitas.
2. Mempengaruhi enzim-enzim dalam tubuh.
3. Mempengaruhi konsentrasi ion K
Bila terjadi perubahan konsentrasi ion H maka tubuh berusaha mempertahankan ion H seperti
nilai semula dengan cara:
1. Mengaktifkan sistem dapar kimia
2. Mekanisme pengontrolan pH oleh sistem pernapasan
3. Mekanisme pengontrolan pH oleh sistem perkemihan
(Sumber : staff.ui.ac.id/internal/1308050290/publikasi/fluidbalance.pdf)
TIK 1.3 : Jenis Asam-Basa
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion H
+
, asam dan basa masih dapat dibagi menjadi :
Asam Lemah
Asam lemah adalah asam yang hanya terdisosiasi sebagian dalam air (berdisosiasi tidak
sempurna). Asam karbonat dalam air hanya akan terdisosiasi sebagian menjadi ion H
+
dan
HCO
3
-
.



Asam Kuat
Asam kuat adalah asam yang berdisosiasi sempurna dalam air. HCl dalam air akan berdisosiasi
seluruhnya menjadi ion H
+
dan ion Cl
-
. Ion H
+
yang terbentuk akan diikat oleh molekul air.
HCl H
+
+ Cl
-
HCl + H
2
O Cl
-
+

H
3
O
+

Basa Lemah
Basa lemah adalah basa yang hanya terdisosiasi sebagian dalam air atau suatu persenyawaan
yang bergabung tidak sempurna dengan ion hidrogen dalam larutan air.
NH
3
+ H
2
O NH
4
+
+ OH
-
Reaksi asam lemah dan basa lemah dalam air merupakan reaksi kesimbangan. Banyak senyawa
biokima yang mempunyai gugus fungsi bersifat asam lemah atau basa lemah, misalnya gugus
karboksil, gugus amino, gugus fosfat sekunder pada protein, asam nukleat, dan ko-enzim. Baik
asam dan pasangan basanya (conjugate base) tetap berada di dalam larutan. Reaksi asam dan
basa lemah berlangsung dalam dua arah.
Basa Kuat
Basa kuat adalah persenyawaan yang berdisosiasi secara sempurna dalam larutan air. NaOH
dalam air akan terdisosiasi seluruhnya menjadi ion Na
+
+ OH
-
. Ion OH
-
yang terbentuk akan
bereaksi dengan ion H
+
dari air. Reaksi asam dan basa kuat berlangsung dalam satu arah.
NaOH Na
+
+ OH
-

(Sumber : Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asam-Basa, Edisi ke-2, FKUI 2008)









TIK 1.4 : Mekanisme Keseimbangan Asam-Basa



Pengaturan keseimbangan asam basa diselenggarakan melalui koordinasi dari tiga sistem, yaitu
sistem bufer sistem paru dan sistem ginjal. Prinsip pengaturan keseimbangan asam basa oleh
sistem bufer adalam menetralisir kelebihan ion hidrogen, bersifat temporer, dan tidak melakukan
eliminasi. Proses eliminasi dilakukan oleh paru dan ginjal. Mekanisme paru dan ginjal dalam
menunjang kinerja sistem bufer adalah dengan mengatur sekresi, ekskresi, dan absorpsi ion
hidrogen dan bikarbonat serta membentuk bufer tambahan (fosfat, ammonia).
Untuk jangka panjang, kelebihan asam atau basa dikeluarkan melalui ginjal dan paru, sedangkan
untuk jangka pendek, tubuh dilindungi dari perubahan pH dengan sistem bufer. Mekanisme bufer
tersebut bertujuan untuk mempertahankan pH darah antara 7.35-7.45.
(Sumber : Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asam-Basa, Edisi ke-2, FKUI 2008)


Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah
1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal, sebagian besar dalam bentuk amonia. Ginjal
memiliki kemampuan untuk mengubah jumlah asam atau basa yang dibuang, yang
biasanya berlangsung selama beberapa hari.
2. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap
perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Suatu penyangga pH bekerja
secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Penyangga pH yang
paling penting dalam darah adalah bikarbonat. Bikarbonat (suatu komponen basa) berada
dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). Jika lebih banyak
asam yang masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat
dan lebih sedikit karbondioksida. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran
darah, maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat.
3. Pembuangan karbondioksida. Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari
metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel. Darah membawa
karbondioksida ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan
(dihembuskan). Pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang
dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan.
Jika pernafasan meningkat, kadar karbon dioksida darah menurun dan darah menjadi
lebih basa. Jika pernafasan menurun, kadar karbondioksida darah meningkat dan darah
menjadi lebih asam. Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan, maka pusat
pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit.
(Sumber : http://perawattegal.wordpress.com/2009/08/29/keseimbangan-asam-basa/)
TIU II : Memahami Indikator Asam-Basa
TIK 2.1 : Menjelaskan Perhitungan Asam-Basa
TIK 2.2 : Menjelaskan Perhitungan Keseimbangan Asam Lemah dan Basa Lemah

TIU III : Memahami Aspek Biokim dan Fisiologi Asam-Basa
TIK 3.1 : Menjelaskan Aspek Biokim Asam-Basa
TIK 3.2 : Menjelaskan Mekanisme Biokim Asam-Basa
TIK 3.3 : Menjelaskan Mekanisme Fisiologi Asam-Basa


TIU IV : Memahami Gangguan Keseimbangan Asam-Basa
TIK 4.1 : Definisi Asidosis Metabolik
Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan
rendahnya kadar bikarbonat dalam darah.
( Sumber : http://medicastore.com/penyakit/747/Asidosis_Metabolik.html)
TIK 4.2 : Etiologi Asidosis Metabolik
PENYEBAB
Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama:
1. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu
bahan yang diubah menjadi asam.
Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun.
Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol).
Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik.
2. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme.
Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa
penyakit; salah satu diantaranya adalah diabetes melitus tipe I.
Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan
asam yang disebut keton.
Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat
dibentuk dari metabolisme gula.
3. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam
jumlah yang semestinya.
Bahkan jumlah asam yang normalpun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak
berfungsi secara normal.
Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis, yang bisa terjadi pada
penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal
untuk membuang asam.

Penyebab utama dari asidosis metabolik:
Gagal ginjal
Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal)
Ketoasidosis diabetikum
Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat)
Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid atau
amonium klorida
Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare, ileostomi
atau kolostomi.
( Sumber : http://medicastore.com/penyakit/747/Asidosis_Metabolik.html)

Penyebab asidosis metabolik dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu :
a. Pembentukan asam yang berlebihan (asam fixed dan asam organik) di dalam tubuh. Ion
hidrogen dibebaskan oleh sistem buffer asam karbonat-bikarbonat, sehingga terjadi
penurunan pH. Dalam klinik ditemukan keadaan ini seperti pada :
- Asidosis laktat. Timbul karena hipoksia jaringan berkepanjangan, mengakibatkan
jaringan mengalami proses metabolisms anaerob.
- Ketoasidosis. Timbul karena produksi badan keton dalam jumlah sangat tinggi pada
metabolisme fase pasca absortif. Ketoasidosis merupakan akibat dari starvasi dan
komplikasi diabetes melitus yang tidak terkendali, jaringan tidak dapat memanfaatkan
glukosa dari sirkulasi, sehingga mengandalkan metabolisme lipid dan keton.
- Intoksikasi salisilat
- Intoksikasi etanol
b. Berkurangnya kadar ion-HCO
3
-
di dalam tubuh.
Sistem bufer asam karbonat-bikarbonat yang mengatur keseimbangan ion hidrogen dan
mempengaruhi keseimbangan pH. Penurunan konsentrasi HCO
3
-
di cairan ekstraseluler
menyebabkan penurunan efektifitas sistem bufer dan asidosis timbul. Penyebab
penurunan konsentrasi HCO
3
-
anatara lain adalah diare, Renal Tubular Acidosis (RTA)
proksimal (RTA-2), pemakaian obat inhibitor enzim anhidrase karbonat atau pada
penyakit ginjal kronik stadium III-IV.
c. Adanya retensi ion-H di dalam tubuh.
Jaringan tidak mampu mengupayakan ekskresi ion hidrogen melalui ginjal. Kondisi ini
dijumpai pada penyakit ginjal kronik stadiumIV-V, RTA-1 atau RTA-4.
(Sumber : Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asam-Basa, Edisi ke-2, FKUI 2008)
TIK 4.3 : Gejala Asidosis Metabolik
GEJALA
Asidosis metabolik ringan bisa tidak menimbulkan gejala, namun biasanya penderita merasakan
mual, muntah dan kelelahan.
Pernafasan menjadi lebih dalam atau sedikit lebih cepat, namun kebanyakan penderita tidak
memperhatikan hal ini.

Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa,
rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan.
Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan
kematian.

( Sumber : http://medicastore.com/penyakit/747/Asidosis_Metabolik.html)