Anda di halaman 1dari 2

Tata Laksana Hiperparathyroid

Primary Parathyroidisme
Operasi pengangkatan kelenjar yang semakin membesar adalah penyembuhan utama
untuk 95% penderita hiperparatiroidisme. (Lawrence Kim, MD,2012)
Apabila operasi tidak memungkinkan atau tidak diperlukan, berikut tindakan yang
dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kalsium:
o Memaksakan cairan
o Pembatasan memakan kalsium
o Mendorong natrium dan kalsium diekskresikan melalu urin dengan
menggunakan larutan garam normal, pemberian Lasix, atau edrecin
o Pemberian obat natrium, kalium fosfat, kalsitonin, Mihracin atau bifosfonat.
(Robert B. Cooper, MD, 2012)
o Obati hiperkalsemia dengan cairan, kortikosteroid atau mithramycin)
o Operasi paratiroidektomi
o Obati penyakit ginjal yang mendasarinya. (Saputra, Lyndon dr,2012)
Secondary Parathyroidisme
Tidak seperti hiperparatiroidisme primer, manajemen medis adalah hal yang utama
untuk perawatan hiperparatiroidisme sekunder. Penyembuhan dengan calcitriol dan
kalsium dapat mencegah atau meminimalisir hiperparatiroidisme sekunder. Kontrol
kadar cairan fosfat dengan diet rendah fosfat juga penting. Pasien mengalami
predialysis renal failure, biasanya mengalami peningkatan kadar hormon paratiroid.
Penekanan sekresi hormon paratiroid dengan low dose calcitriol mungkin dapat
mencegah hiperplasia paratiroid dan hiperparatiroid. Karena pasien dialysis relatif
rentan terhadap hormon paratiroid. Pasien yang mengalami nyeri tulang atau patah
tulang perlu dilakukan operasi. Jika terbukti adanya kelainan pada tulang, sebaiknya
perlu dipertimbangkan kembali pengangkatan kelenjar paratiroid. (Lawrence Kim,
MD,2012)
Tersier Parathyroidisme
Pengobatan penyakit hiperparatiroid tersier adalah dengan cara pengangkatan total
kelenjar paratiroid disertai pecangkokan atau pengangkatan sebagian kelenjar
paratiroid (Lawrence Kim, MD,2012).
Pada keadaan pasien dilihat selama 1-2 minggu pasca operasi, sehingga diperoleh
kadar kalsium dan level hormon paratiroid pasien. Level hormon paratiroid pada
pasien mungkin akan meningkat pada sebagian pasien setelah operasi, namun jika
serum kalsium kembali normal tidak ada indikasi penyakitnya masih ada pada pasien,
massa tekanan serum kalsium menjadi alat follow up tenaga kesehatan untuk
penderita hiperparatiroidisme.