Anda di halaman 1dari 8

Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)

Jenis-jenis Citra Digital


1. Foto udara
Foto udara atau peta foto adalah Peta foto didapat dari survei udara yaitu
melakukan pemotretan lewat udara pada daerah tertentu dengan aturan fotogrametris
tertentu. Sebagai gambaran pada foto dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu foto tegak, foto
miring dan foto miring sekali. Yang dimaksud dengan foto tegak adalah foto yang
pada saat pengambilan objeknya sumbu kamera udara sejajar dengan arah gravitasi(
tolerensi <3o), sedangkan yang disebut dengan foto miring sekali apabila pada foto
tersebut horison terlihat. Untuk foto miring, batasannya adalah antara kedua jenis foto
tersebut. Secara umum foto yang digunakan untuk peta adalah foto tegak (Wolf,
1974).


2. Citra Radar
Citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro. Citra radar
merupakan hasil pengindraan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga
buatan. Citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan
menggunakan sumber tenaga alamiah.
Citra SLAR memiliki kemampuan :
a. Memberikan liputan daerah yang luas dalam format strip yang menerus
b. Dapat dibuat pada siang dan malam hari.
c. Bebas awan, kabut dan hujan. Gelombang L mampu menembus vegetasi, alluvium
dan tanah sampai 2-3 m, memberikan citra permukaan bumi berkualitas tinggi.
d. Dengan teknik polarisasi memberikan citra tambahan yang mengandung data
komplementer.
Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)
e. Melengkapi data citra lain.


3. Citra Landsat
Gambaran permukaan bumi yang diambil dari luar angkasa dengan ketinggian
kurang lebih 818 km dari permukaan bumi dengan skala 1:250.000. Dalam setiap
perekaman citra lansat memiliki cakupan are 185km x 185 km shg aspek dan objek
tertentu yang cukup luas dapat diteliti tanpa menjelajah daerah tersebut. Citra resolusi
rendah, memiliki resolusi spasial antara 15 m s/d 30 m (Citra satelit Landsat)
Keunggulan Citra Landsat :
a. Resolusi spectralnya tinggi
b. MSS 4 saluran + saluran gabungan
c. TM 7 saluran + saluran gabungan
d. ETM 8 saluran + saluran gabungan
e. Daerah yang terliput luas (185 x 185) km
2

f. Pergeseran lekuk timbul kecil.
Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)

4. Citra SPOT
Citra resolusi sedang, memiliki resolusi spasial 2.5 m s/d 10 m (Citra satelit SPOT)
Keunggulan citra SPOT dibandingkan citra Landsat :
a. Dapat diperoleh stereomodel untuk berbagai tampalan yang dikehendaki.
b. Sensor dapat diarahkan ke daerah bebas awan.
c. Dimungkinkan perekaman ulang lebih pendek.
d. Resolusi spasial lebih tinggi (5m-20m).
Pada prinsipnya terapan citra SPOT secara umum sama dengan terapan citra Landsat.
Selain itu, sejak tahun 1992 BAKOSURTANAL telah memanfaatkan citra SPOT
untuk membuat Peta Rupa Bumi Indonesia

Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)



5. Citra IKONOS
Citra IKONOS mempunyai keunggulan resolusi spasialnya tinggi (1- 4 m). Citra
IKONOS dapat dimanfaatkan untuk penelitian :
a. Sumberdaya air
b. Sumberdaya lahan (geologi & mineral termasuk di dalamnya)
c. Menejemen bencana dan lingkungan
d. Pemetaan kadastral
e. Eksplorasi minyak dan gas bumi
IKONOS adalah satelit komersial beresolusi tinggi pertama yang ditempatkan
di ruang angkasa. IKONOS memproduksi citra 1-meter hitam dan putih(pankromatik)
dan citra 4-meter multispektral (red, blue, green dan near-infrared) yang dapat
dikombinasikan dengan berbagai cara untuk mengakomodasikan secara luas aplikasi
citra beresolusi tinggi. Disamping mempunyai kemampuan merekam citra
multispetral pada resolusi 4 meter, IKONOS dapat juga merekam obyek-obyek
sekecil satu meter pada hitam dan putih. Dengan kombinasi sifat-sifat multispektral
pada citra 4-meter dengan detail-detail data pada 1-meter, Citra IKONOS diproses
untuk menghasilkan 1-meter produk-produk berwarna. Satelit IKONOS ditempatkan
pada ketinggian 681 km di atas permukaan bumi dengan tipe orbit sinkron matahari,
dan waktu lintas equator jam 10:30 am, melintas pada tempat yang sama tiap 3 hari
sekali dengan cakupan citra seluas 11 km x 11 km.
Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)


6. Citra Infra merah termal
Citra yang dibuat dengan spektrum infra merah ther mal. Pengindraan
pada spektrum ini berdasarkan pada perbedaan suhu objek dan daya pancarnya
pada citra, tercermin dengan adanya perbedaan rona atau warnanya.

Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)
7. Citra Quickbird
Quickbird merupakan satelit penginderaan jauh yang diluncurkan pada tanggal 18
Oktober 2001 di California, U.S.A. Dan mulai memproduksi data pada bulan Mei
2002. Satelit Quickbird ditempatkan pada ketinggian 450 km di atas permukaan bumi
dengan tipe orbit sun-synchronous dan misi pertama kali satelit ini adalah
menampilkan citra dijital resolusi tinggi untuk kebutuhan komersil yang berisi
informasi geografi seperti sumber daya alam, resolusi citra yang dihasilkan sebesar
0.61 m untuk panchromatik dan 2.44 m untuk multispektral (R,G,B, NIR) dengan
cakupan area seluas 16.5 km x 16.5 km untuk single area dan seluas 16.5 km x 165
km untuk strip area.
Citra Quickbird dapat digunakan untuk berbagai aplikasi terutama dalam hal
perolehan data yang memuat infrastruktur, sumber daya alam bahkan untuk keperluan
pengelolaan tanah (manajemen dan pajak).
Citra resolusi tinggi, memiliki resolusi spasial 0.6 m s/d 1 m (Citra satelit Ikonos dan
Quickbird)


8. Citra Worldview-2
Satelit Worldview-2 dengan bobot sekitar 2800 Kg, mengorbit pada ketinggian 770
Km dengan periode 100 menit, akan merekam citra resolusi tinggi dengan ukuran
eksposure satu titik wilayah target seluas 16.4 km x 16.4 km atau eksposur secara
long-strip seluas 250 km x 16.4 km.
Keuntungan yang dimiliki citra worldview-2 adalah :
- Menyajikan detail image yang cukup tinggi untuk pembuatan peta skala besar.
- Memberikan kemampuan dalam mendeteksi perubahan-perubahan yang kecil,
pemetaan dan analisis citra secara multi spektral.
- Memiliki kemampuan dalam pengumpulan, penyimpanan dan pengiriman data serta
waktu kunjungan kembali (revisit time) sangat singkat, sehingga update image secara
Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)
keseluruhan bisa dilakukan lebih sering dibandingkan dengan satelit-satelit lainnya.
Dengan resolusi spasial yang cukup tinggi tersebut objek-objek seperti bangunan,
jembatan, jalan serta berbagai infrastruktur lain dapat terlihat secara detail dan jelas,
sehingga bisa diaplikasikan dalam pemetaan sekala besar dan aplikasi dalam hal
penyajian data yang memuat infrastruktur, sumber daya alam bahkan untuk keperluan
pengelolaan tanah (manajemen pertanahan dan identifikasi objek pajak), perencanaan
perkotaan, pertanian dan sebagainya.

9. Satelit ALOS
ALOS adalah satelit pemantau lingkungan yang busa dimanfaatkan untuk
kepentingan kartografi, observasi wilayah, pemantauan bencana alam dan survey
sumberdaya alam.



Cahyo Sedewo (13/353254/TK/41342)
10. SatelitGeoEye
Satelit ini mampu memetakan gambar dengan resolusi gambar yang sangat tinggi dan
merupakan satelit komersial dengan pencitraan gambar tertinggi yang ada di orbit
bumi saat ini.

11. Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)
Satelit NOAA merupakan satelit meterologi generasi ketiga milik National Oceanic
and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat. Munculnya satelit ini
untuk menggantikan generasi satelit sebelumnya, seperti seri TIROS (Television and
Infra Red Observation Sattelite, tahun 1960-1965) dan seri IOS (Infra Red
Observation Sattelite, tahun 1970-1976). Konfigurasi satelit NOAA adalah pada
ketinggian orbit 833-870 km, inklinasi sekitar 98,7 98,9 , mempunyai
kemampuan mengindera suatu daerah 2 x dalam 24 jam (sehari semalam)