Anda di halaman 1dari 4

Penyelesaian Penghitungan Desentralisasi Fiskal Tahun Anggaran 2013 (Juta Rupiah)

Kabupaten Kolaka

Jenis Pendapatan
Realisasi Rencana

2011 2012 2013
1 2 3 4
Pendapatan Daerah

1. Pendapatan Asli Daerah
1.1 Hasil Pajak Daerah
1.2 Hasil Retribusi Daerah
1.3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
1.4 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

2. Dana Perimbangan
2.1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
2.2 Dana Alokasi Umum
2.3 Dana Alokasi Khusus
2.4 Dana Lainnya

3. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah
3.1 Pendapatan Hibah
3.2 Dana Darurat
3.3 Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya
3.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Daerah
3.5 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
3.6 Pendapatan Lainnya

717.761,92

37.472,90
8.144,32
14.484,11
3.083,22
11.761,25

538.472,76
54.918,28
450.297,98
33.256,50
0,00

141.816,26
52.959,93
0,00
10.071,30
73.993,42
4.791,61
0,00
831.739,41


39.840,23
7.970,44
9.908,53
4.885,50
17.075,76

668.189,01
80.471,65
535.098,52
52.618,84
0,00

123.710,17
0,00
0,00
14.357,08
80.551,45
3.158,61
25.643,03
886.215,78


38.869,47
12.279,64
7.656,33
4.885,50
14.048,00

731.916,99
57.790,00
613.742,50
60.384,49
0,00

115.429,32
0,00
0,00
12.500,00
59.320,71
5.608,61
38.000,00




1. Derajat desentralisasi fiskal antara pemerintah pusat dan daerah, yakni :
Dik : 1.) TPD desentralisasi fiskal antara pemerintah pusat dan daerah, yakni :

()
()


2.) PAD pada realisasi tahun 2011 dan 2012, sebanyak :
()
()



I. A.
()
()
=

= 0, 049 (49%) (nilai realisasi untuk tahun 2011, 2012)



B.
()()
( )



= 0,087 (87%)


C.
()()
()





=




= 0,171 (17,1%)

Jumlah keseluruhan dengan TPD = PAD + BHPBP + SD
= 0,049 + 0,087 + 0,171
= 0,307 atau setara dengan 3,07%

Jadi, dari hasil penyelesaian perhitungan derajat desentralisasi fiskal untuk realisasi tahun 2011, 2012,
diperoleh hasil perhitungan keseluruhan dengan TPD sebesar 0,307 atau setara dengan 3, 07%. Hasil ini
menunjukkan bahwa, di Kabupaten Kolaka tingkat desentralisasinya masih terbilang rendah atau kecil,
dimana masih bergantung penuh pada pemerintah pusat terhadap pengelolaan anggarannya atau belum
mandiri sebagai daerah otonom yang dibentuk.


II. A.
()
()
=

= 0, 043 (43%) (nilai rencana untuk tahun 2013)



B.
()()
( )



= 0,065 (65%)

C.
()()
()




= 0,13 (13%)

Jumlah keseluruhan dengan TPD = PAD + BHPBP + SD
= 0,043 + 0,065 + 0,13
= 0,238 atau setara dengan 2,38%

Jadi, berdasarkan hasil perhitungan tersebut, diperoleh hasil desentralisasinya sebesar 0,238 atau setara 2,38%.
Dimana secara empiris jika dilihat pada tahun sebelumnya di Kabupaten Kolaka ini, rasio tahun 2013 dan
tahun 2011,2012 agak mengalami fluktuasi dari semula 3,07% turun sebesar 2,38% dan masih relatif kecil dan
hal ini berarti objektif dikatakan kabupaten Kolaka belum dapat dikategorikan sebagai wilayah mandiri, sebab
masih bergantung penuh dari dana pemerintah pusat yang mana dana perimbangan dari pemerintah pusat
masih relatif besar dari nilai PADnya.












Analisis dari proses perhitungan desentralisasi fiskal keuangan daerah di Kabupaten Kolaka

Jadi, bertolaka pada orientasi pemberlakuan UU No.22 dan 25 Tahun 2009 tentang otonomi daerah,
yang implementasinya menekankan bahwa pemerintah di daerah dituntut untuk menjalankan atau
melaksanakan roda pemerintahan yang efektif dan efisien. Di mana tolok ukur dari keberhasilan otonomi
daerah terletak pada sisi tata pengelolaan finansial atau keuangan. Jadi, pada prinsipnya lebih mengarah pada
kemandirian dalam tata pengelolaan keuangan, sehingga diharapkan dapat terjadi kenaikan yang tepat dari
PAD yang merupakan bagian terbesar dalam mobilisasi dana penyelenggaraan pemerintah daerah sebagai
pelaksana desentralisasi. Bertolak pada hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak pengelola keuangan dan
BPS dari sumber yang ada dikatakan bahwa di Kabupaten Kolaka secara khusus sebagai objek atau studi
kasus kami, baik sebelum atau sesudah penerapan otonomi daerah belum menunjukkan kemandirian.
Mengapa demikian? Hal ini merujuk pada data yang tersajikan dari proses hasil perhitungan derajat
desentralisasi fiskal, bahwa kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) terhadap TPD masih relatif kecil bila
dibandingkan dengan dana perimbangan dari pemerintah pusat, yakni pada kontribusi BHPBP (Bagi Hasil
Pajak dan Bukan Pajak) dan sumbangan daerah terhadap TPD.
Kami menyimpulkan secara garis besar, di mana di Kabupaten Kolaka masih terjadi kondisi
ketidakmandirian daerah dalam tata pengelolaan pendapatan dan aset daerah yang ditunjukkan dengan nilai
derajat desentralisasai fiskal masih relatif kecil dari total pendapatan daerah yang masih jauh lebih besar dana-
dana perimbangan atau dana bantuan dari pemerintah pusat dibandingkan nilai besaran pokok PAD di
Kabupaten Kolaka.
Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa pengelolaan keuangan Pemda Kolaka masih bersifat inelastis
dalam artian kenaikan PDRB dari 9 sektor masih belum berpengaruh positif terhadap kenaikan PAD. Oleh
karenanya dibutuhkan pengendalian pada retribusi dan pajak daerah dan juga dalam hal pemberian insentif
bagi investasi lokal di Kabupaten Kolaka, agar dapat memacu peningkatan PAD melalui kenaikan PDRB pula
yang efisien dan signifikan.





























MENGHITUNG DAN MENGANALISIS BESARAN
DESENTRALISASI FISKAL DI KAB. KOLAKA






1. JAMES S MASSORA B1A112108
2. KRISTIANA FERIANTI B1A112
3. IRMASANGKA B1A112
4. NI KETUT LIDIANTI B1A112
5. HARDIYANTI B1A112
6. ANDI B1A112
7. AGUSTINA PURNAMA B1A112
8. WA ODE MIRAMA B1A112


JURUSAN ILMU EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALUOLEO