Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KE-8

VULKANOLOGI
TYPOLOGI LETUSAN GUNUNGAPI

DISUSUN OLEH:
REZA FIKRI N.
270110120132
GEOLOGI B









FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Magma merupakan larutan silikat pijar yang panas mengandung sulfide, oksida, dan volatile (gas),
sumber magma terletak jauh di bawah bumi, pada lapsan mantel, yaitu pada kedalaman 1200-2900 km,
dari sumbernya itu kemudian magma mengalir dan berkumpul pada suatu tempat yang dikenal sebagai
dapu magma, yang terletak pada kedalaman lebih dari 60 km. Suhu magma berkisar antara 10300-
11600C, sifatnya yang sangat panas dan cair menyebabkan magma memiliki tekanan hidrostatis yang
sangat kuat sehingga terus bergerak menerobos untuk berusaha ke luar ke atas permukaan bumi.
Magmatisma adalah peristiwa penerobosan magma melalui rekahan dan celah-celah pada litosfer yang
tidak sampai ke permukaan bumi, peristiwa ini menyebabkan magma membeku di dalam bumi
membenutuk batuan plutonik, proses tesebut disebut intrusi, dan batuan yang terbentuk disebut
batuan intrusi.
Apabila penerobosan magma sampai ke luar permukaan bumi, maka prosesnya dinamakan ekstrusi,
sedangkan cara keluar magma seperti ini dinamakan erupsi dan pristiwanya dinamakan vulkanisma.
Terdapat dua macam magma, yaitu magma Asam (granitis) dan magma basa (basaltis), magma granitis
yang bersifat asam mengandung silica lebih dari 65 %, berbeda dengan magma basaltis, kandungan
silikanya kurang dari 55%, sifat fisik magma basaltis lebih encer.
Magma merupakan batu-batuan cair yang terletak di dalam kamar magma di bawah permukaan bumi.
Magma di bumi merupakan larutan silika bersuhu tinggi yang kompleks dan merupakan asal semua
batuan beku. Magma berada dalam tekanan tinggi dan kadang kala memancut keluar melalui
pembukaan gunung berapi dalam bentuk aliran lava atau letusan gunung berapi.
Hasil letupan gunung berapi ini mengandung larutan gas yang tidak pernah sampai ke permukaan bumi.
Magma terkumpul dalam kamar magma yang terasing di bawah kerak bumi dan mengandung komposisi
yang berlainan menurut tempat magma itu didapati.
Apabila temperature magma turun maka akan terjadi kristalisasi, yaitu proses terbentuknya mineral-
mineral penyusun batuan beku. Jenis-jenis batuan beku yang dihasilkan dari kristalisasi magma
diantaranya:
1. Batuan Beku dalam : Granit, Diorit, Gabro, dan Ultra basa
2. Batuan Beku luar : Riolit, Andesit, dan Basalt
Berdasarkan ruang pembekuan magmanya, batuan beku dapat dibedakan menjadi : batolit, Sill, Dike,
Lakolit, lavolit, hypabisa, dan batuan ekstrusif.

Tipe-Tipe gunungapi
Gunungapi lava/gunungapi tameng (shield volcano) yang menghasilkan lava basalan.Gunungapi tameng
dibentuk oleh lava yang sangat cair dari lava basalan atau andesitan.Ada dua tipe jenis gunungapi
tameng, yaitu tipe Hawaii dan tipe Iceland yang dibedakan berdasarkan skala dan jalur retakan yang
ada:
1. Tipe Hawaii : Tipe ini akan membentuk gunungapi tameng yang dibangun oleh leleran lava yang
keluar dari beberapa retakan dan memencar membentuk suatu jalur celah yang cukup besar
contoh : mauna Loa di Hawaii.
2. Tipe Iceland : Dicirikan dengan lavanya yang keluar dari kawah utama dan mempunyai skala
yang lebih kecil dari tipe Hawaii.contoh : Izu peninsula (Iceland),Hakone (jepang), dan fase
pertama gunung Tambora (Sumbawa)
Gunungapi piroklastik,merupakan gunungapi yang dibentuk oleh bahan lepasgunungapi
piroklastik.Contoh gunung Lamongan,Gunung Tambora (Sumbawa)
Gunungapi gas yaitu gunungapi yang terjadi karena kegiatan magmatik umumnya membentuk mar yaitu
suatu lekukan yang disebabkan oleh letusan tunggal yang bersifat meledak,dikelilingi oleh kawah
berbentuk cincin dan umumnya terisi air.contoh : kaki uatar pegunungan tengger (jawa timur), Iwo Jima
(Jepang).
Bentuk-bentuk Gunungapi
1. Bentuk kerucut, umumnya dijumpai pada gunungapi berlapis.Bentuk kerucut ini dapat dibangun
oleh bahan lepas gunungapi.Onggokan batuapung akan membentuk kerucut batuapung.
2. Bentuk kubah,biasanya dijumpai pada gunungapi lava.Kubah lava merupakan bentukan dari
leleran lava kental yang keluar melalui celah dan dibatasi oleh sisi curam di sekelilingnya.Bentuk-
bentuk kubah sangat dipengaruhi oleh viskositas lava.Contoh : disepanjang sesar lampung
3. Bentuk maar yaitu pada gunungapi gas.
4. Bentuk datar tinggi dijumpai pada gungapi lava,berupa datartinggi yang relatif menonjol pada
daerah sekitarnya yang tersusun oleh lava tebal dan umumnya bersifat basalan sehingga disebut
juga dengan basal tinggi.Tapi ada juga yang dikenal dengan datar tinggi bahan lepas
gunungapi,yang tersusun oleh endapan batuapung dan abu yang diletuskan dari celah dan
mempunyai struktur kaldera atau lekuk ambrukan.Contoh : daerah disekitar danau Toba
(Sumatera Utara).
5. Bentuk barangko (barronco), yaitu alur-alur pada tubuh gunungapi yang kasar dan tak teratur
yang disebabkan oleh erosi dan sesar
6. Cinder Cones, merupakan tipe gunungapi yang sederhana yang terbentuk oleh partikel dan lava
yang dikeluarkan oleh vent tunggal.Karena tekanan gas, lava tersembur keras ke udara dan
pecah menjadi fragmen kecil yang padat sehingga jatuh sebagai cinder di sekitar vent yang
kemudian membentuk melingkar atau cone yang oval.

Tipologi Letusan
Karakteristik letusan Gunung api ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya : Viskositas (kekentalan
magma), tekanan magma, kedalaman dapur magma, dan bahan yang dikeluarkannya. Berdasarkan
karakteristik tersebut, dihasilkan bermacam-macam tipe letusan, yaitu :
1. Tipe Hawaii, letusan gas yang ringan pada permukaan magma di kepundan, yang disebut letusan
air mancur, contohnya letusan gunung api kepulauan Hawaii seperti kilavea dan Macina loa.
2. Tipe Stromboli, kekentalan magma sama dengan tipe Hawaii, hanya dapur magma lebih dalam
dan tekanan gas yang lebih tinggi. Tipe ini menunjukan letusan gas yang tidak kuat namun terus
menerus, dan banyak melemparkan eflata, contohnya Vesuvius dan stromboli (gunung api laut
di lepas pantai Itali)
3. Tipe Vulkano, dengan magma cair kental dan dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai
dalam, sehingga tekananya sedang sampai tinggi, tipe ini merupakan tipe gunung api pada
umumnya, dalam perkembangannya hamper semua gunung api strato melalui tipe ini.
Letusannya terdiri atas hembusan gas magmatik dengan bom, lapili, dan abu vulkanik, di atas
hasil letusan ini terbentuk awan kol bunga, sementara dari lubang kepundannya ke luar leleran
lava. Contohnya : gunung bromo, Raung, Semeru, dsb.
4. Tipe Perret, kekentalannya sama dengan tipe vulkano, tetapi dengan magma yang sangat dalam
dan tekanan gas yang sangat tinggi, ciri utamanya ialah letusan tiang (fase) gas yang sangat
tinggi dan dihiasi awan kol bunga diujungnya, contoh letusan Krakatau 1883.
5. Tipe Merapi, St. Vincent, dan Mt. Pelee, ketiganya merupakan ciri letusan dengan magma yang
kental. Ciri utamanya ialah sumbat lava yang menutupi lubang kepundan. Hal ini tejadi karena
magma kental segera membeku pada saat mencapai permukaan gunung api, akibatnya letusan
yang terjadi berupa awan pijar yang bersuhu tinggi dan diikuti lawinanya. Gunung bertipe pelee
dapat meledak karena terjadi penyumbatan pada lubang kepundan seperti berbentuk jarum.
Hal ini menyebabkan tekanan dari dalam bumi yang seharusnya dikeluarkan menjadi tertumpuk
sehingga lama-kelamaan gunung akan meletus. Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah
akan tumpah bersama lava. Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan
diterjang lahar panas yang sangat berbahaya. Contoh gunung dengan tipe ini antara lain Gunung
dan Gunung Sint Vincent.








BAB II
RINGKASAN
Magma merupakan larutan silikat pijar yang panas mengandung sulfide, oksida, dan volatile (gas),
sumber magma terletak jauh di bawah bumi, pada lapsan mantel, yaitu pada kedalaman 1200-2900 km,
dari sumbernya itu kemudian magma mengalir dan berkumpul pada suatu tempat yang dikenal sebagai
dapur magma, yang terletak pada kedalaman lebih dari 60 km.
Magmatisma adalah peristiwa penerobosan magma melalui rekahan dan celah-celah pada litosfer yang
tidak sampai ke permukaan bumi, peristiwa ini menyebabkan magma membeku di dalam bumi
membenutuk batuan plutonik, proses tesebut disebut intrusi, dan batuan yang terbentuk disebut
batuan intrusi.
Tipologi Letusan
Karakteristik letusan Gunung api ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya : Viskositas (kekentalan
magma), tekanan magma, kedalaman dapur magma, dan bahan yang dikeluarkannya. Berdasarkan
karakteristik tersebut, dihasilkan bermacam-macam tipe letusan, yaitu :
1. Tipe Hawaii, letusan gas yang ringan pada permukaan magma di kepundan, yang disebut letusan
air mancur
2. Tipe Stromboli, kekentalan magma sama dengan tipe Hawaii, hanya dapur magma lebih dalam
dan tekanan gas yang lebih tinggi.
3. Tipe Vulkano, dengan magma cair kental dan dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai
dalam, sehingga tekananya sedang sampai tinggi, tipe ini merupakan tipe gunung api pada
umumnya, dalam perkembangannya hamper semua gunung api strato melalui tipe ini.
Letusannya terdiri atas hembusan gas magmatik dengan bom, lapili, dan abu vulkanik, di atas
hasil letusan ini terbentuk awan kol bunga, sementara dari lubang kepundannya ke luar leleran
lava.
4. Tipe Perret, kekentalannya sama dengan tipe vulkano, tetapi dengan magma yang sangat dalam
dan tekanan gas yang sangat tinggi, ciri utamanya ialah letusan tiang (fase) gas yang sangat
tinggi dan dihiasi awan kol bunga diujungnya
5. Tipe Merapi, St. Vincent, dan Mt. Pelee, ketiganya merupakan ciri letusan dengan magma yang
kental. Gunung bertipe pelee dapat meledak karena terjadi penyumbatan pada lubang
kepundan seperti berbentuk jarum.




DAFTAR PUSTAKA
- http://www.siswapedia.com/tipe-tipe-letusan-gunung-api/
- http://udhnr.blogspot.com/2009/02/bentuk-dan-tipe-letusan-gunung-berapi.html
- http://geografi-magma.blogspot.com/
- http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/05/pengertian-magma.html