Anda di halaman 1dari 2

Arsip Nasional Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa

(Eduspotnews): Apresiasi bangsa terhadap arsip negara merupakan cerminan nilai budaya
yang luhur terhadap nilai-nilai kesejarahan. Perhatian terhadap pentingnya arsip bagi
kehidupan berbangsa dan bernegara perlu diwujudkan dalam bentuk visual maupun
dokumentasi sebagai rekaman memori kolektif bangsa dan bahan pertanggungjawaban
nasional. Oleh karena itu pada Jumat (4/4) 2014, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Universitas Lampung yang bekerjasama dengan Lembaga Arsip Nasional Republik
Indonesia (ANRI) melaksanakan sosialisasi tentang arsip nasional di gedung A Dekanat
FKIP.

Pada acara tersebut, hadir perwakilan dari ANRI, yakni Diantyo Nugroho, SH, MA selaku
Kepala Seksi Layanan Arsip Konvensional yang juga didampingi para staf untuk
menyampaikan sosialisasi pentingnya ANRI, sebagaimana visi ANRI yakni Menjadikan
Arsip Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang dicapai pada Tahun 2025".

Nugroho memaparkan bahwa kearsipan di Indonesia, sudah ada sejak zaman Pemerintahan
Hindia Belanda. Pada saat itu juga dikukuhkan pula suatu jabatan yang bertanggungjawab
memelihara arsip-arsip untuk kepentingan administrasi dan ilmu pengetahuan, serta
membantu kelancaran pelaksanaan pemerintahan. Selain itu, Nugroho juga menjelaskan
profil hingga teknis layanan pada Lembaga Arsip Nasional RI ini, sehingga memudahkan
masyarakat maupun institusi yang ingin mendapatkan informasi.

Arsip Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu Lembaga Pemerintah Non
Kementerian yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No.7 Tahun 1971 tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan yang kemudian diubah menjadi Undang-Undang No.
43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
kearsipan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ANRI mempunyai tugas yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan saat ini,
karena Arsip sendiri memiliki fungsi yang sangat vital sebagai memori kolektif bangsa.
Selain itu, ANRI juga berperan sebagai pembina Kearsipan Nasional sesuai dengan Pasal 8
Ayat 1 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009.

Hingga kini, tata kelola kearsipan masih berjalan mengingat pentingnya arsip sebagai sumber
informasi primer. Pendidikan Sejarah FKIP Unila yang merupakan salah satu program studi
yang rutin melakukan penelitian di ANRI, terus menjalin kerjasama dengan lembaga
kearsipan tersebut.

Hal ini juga dilandasi oleh kesadaran tanggungjawab moral para akademisi untuk
menyelamatkan arsip sebagai bukti warisan budaya bangsa, guna menghindari hilangnya
informasi sejarah perjalanan sebuah bangsa serta harkat sebagai bangsa yang berbudaya.
(Riky)