Anda di halaman 1dari 18

Asep Saepudins Documents __________________ 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan manusia, agama merupakan hal yang sangat vital.
Manusia membutuhkan agama karena manusia lemah dan memiliki banyak
keterbatasan. Manusia memerlukan sosok yang kuat diatas segalanya sebagai
tempat bersandar yaitu Tuhan. Karena keterbatasan manusia mencakup semua
aspek terutama yang berkaitan dengan spiritual dan metafisik, manusia mencari
sumber yang dianggap akurat, yaitu agama.
Dewasa ini semakin disadari bahwa perubahan-perubahan sosial dalam
masyarakat semakin cepat terjadi. Agama sebagai fenomena sosial merupakan
bagian dari masyarakat yang terkena arus perubahan ini. Doktrin agama memiliki
horizon yang luas, doktrin itu menjadi sumber nilai bagi pembentukan
kepribadian, ideologi bagi gerakan sosial dan perekat hubungan sosial.
Doktrin agama manapun yang dianut oleh komunitas mana pun dibelahan
dunia ini mengajarkan kepada pemeluknya untuk menjadi manusia yang baik,
manusia yang jujur, manusia yang memiliki kasih sayang, mencintai kedamaian
dan membenci kekerasan.
Kendati demikian tetap saja muncul anomali-anomali dalam
mengaplikasikan nilai-nilai agama tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Terjadinya anomali bisa disebabkan oleh faktor-faktor kepribadian seseorang.
Bisa karena keterbatasan ilmu yang dimilikinya, karena sentimen terhadap hal-hal


Asep Saepudins Documents __________________ 2
tertentu atau karena sempitnya pemahaman terhadap nilai-nilai humanis agama
yang dianutnya. Yang menjadi pertanyaan apakah penyimpangan atau anomali-
anomali tersebut disebabkan oleh faktor kekuasaan dan politik atau faktor lainnya.
Ditengah perkembangan dunia yang semakin global dan sekuler, persoalan
agama dan penghayatan iman digugat maknanya, karena banyak sekali perilaku
masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan
masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila:
Ketuhanan Yang Maha Esa. Sejumlah agama di indonesia berpengaruh secara
kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya
Agama adalah suatu pandangan hidup seseorang yang telah berkeyaninan
bahwa diseluruh alam jagad raya ini memiliki yang Empunya. Kaitan agama
dengan masyarakat dibuktikan dengan peninggalan dan sejarah Nabi yang ada
sebelum Masehi. Banyak sekali peninggalan yang telah tersebar luas di wilayah
Asia Timur.
Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam hidup ini. Tanpa
adanya agama tentunya manusia makhluk ciptaan Tuhan tidak memiliki
pandangan hidup. Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial
menyangkut dua hal yang saling berhubungan erat,memiliki aspek-aspek yang
terpelihara.
Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan itu
tersendiri.dari kalangan atas hingga kalangan bawah,perseorangan dan koletivitas
dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Yang


Asep Saepudins Documents __________________ 3
lainnya juga menyangkut organisasi dan fungsi dai lembaga agama hingga agama
dan masyarakat itu berwujud kolektivitas ekspresi nilai-nila kemanusiaan.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekan pada hal-
hal yang sangat bagus untuk kehidupan semua manusia kelak nantinya. Setiap
kelompok berbeda dalam kepekaan agama dan cara mereka meyakini agamanya.
Demikian pula dengan tingkah laku mereka yang berbeda. Dalam makalah ini
kami akan membahas mengenai fungsi agama, baik itu bagi kehidupan pribadi
maupun sosial dalam masyarakat.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Untuk mengkaji dan mengulas tentang peran dan fungsi agama dalam
kehidupan manusia, maka diperlukan subpokok bahasan yang saling
berhubungan, sehingga penyusun membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian agama?
2. Bagaimana Peran dan Fungsi agama dalam kehidupan pribadi dan sosial?



Asep Saepudins Documents __________________ 4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN AGAMA
Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta untuk menunjuk kepercayaan
agama Hindhu dan Budha. Dalam perkembanganya kata ini diserap ke dalam
bahasa Indonesia dan dipakai untuk menyebut kepercayaan yang ada di Indonesia
secara umum.
Kata agama itu sendiri, menurut pakar bahasa Indonesia masih ambigu,
apakah terambil dari gabungan dua kata a yang berati tidak dan gama yang
berati kacau, atau terambil dari bahasa Indo-Germani yang melahirkan kata go,
gein, gang yang berarti agama yang artinya jalan lurus menuju surga. Lain halnya
dengan Al-Quran, di dalam Al-Quran agama itu disebut din. Ia tersusun dari tiga
huruf dal, ya dan nun. Menurut ahli bahasa Arab, semua kata yang terdiri dari
tiga huruf tersebut menggambarkan hubungan antara dua pihak, yang satu lebih
tinggi dari yang lain.
Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan agama adalah kepercayaan
kepada Tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian
dengan kepercayaan manusia. Syaikh Muhammad Syaltut menyatakan bahwa
agama merupakan ketentuan ilahi yang menetapkan prinsip-prinsip umum untuk
menata urusan manusia guna mencapai kesejahteraan hidup di dunia dan
kebahagiaan di akhirat, memberi petunjuk kepada kebaikan, kebenaran dan


Asep Saepudins Documents __________________ 5
keindahan, serta memantapkan kedamaian dan ketentraman bagi manusia
seluruhnya.
Beberapa ahli sosiologi memberikan pendapat mereka tentang agama,
yaitu :
1. Emile Durkheim
Agama merupakan sistem yang menyatu mengenai berbagai kepercayaan dan
peribadatan yang berkaitan dengan benda-benda sakral, yakni katakanlah
benda-benda yang terpisah dan terlarng. Kepercayaan-kepercayaan dan
peribadatan-peribadatan yang mempersatukan semua orang yang
menganutnya ke dalam suatu komunitas moral yang disebut gereja.
2. Karl Marx
Marx beranggapan bahwa agama adalah candu masyarakat yang
mengelabuhi kesadaran manusia. Manusia seharusnya bekerja dan hidup untuk
kebutuhan yang dirasakanya saat ini, yakni kesejahteraan ekonomi.
3. Frans Dahler
Agama merupakan hubungan manusia dengan kekuasaan yang suci dimana
kekuasaan yang suci tersebut lebih tinggi dari manusia.

Dari pendapat-pendapat tersebut, dapat kita ketahui bahwa dalam agama
ada nilai-nilai tertentu yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah
mempengaruhi manusia. Nilai-nilai agama itu sudah ada dalam diri manusia dan
sangat mempengaruhi nilai hidup manusia sehingga ia memiliki kesadaran bahwa
diluar dirinya ada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih suci yaitu agama.


Asep Saepudins Documents __________________ 6
Sedangkan, Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :
a. Hubungan manusia dengan tuhannya
Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan
diri manusia kepada tuhannya.
b. Hubungan manusia dengan manusia
Agama memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan
kemasyarakatan. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-
ajaran agama mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula
sebagai ajaran kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama
mengajarkan tolong-menolong terhadap sesama manusia.
c. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya.
Di setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu menjaga
keharmonisan antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya manusia
dapat melanjutkan kehidupannya.

2.2 MASYARAKAT INDONESIA SAAT INI
Indonesia pada dasarnya adalah masyarakat majemuk, dimana
kemajemukan itu dapat kita lihat dalam hal suku, etnis, bahasa, agama, dan lain-
lain. Kini ada enam agama yang berada ditengahtengah bangsa ini dan dilindungi
atau diakui secara legal. Atas dasar pluralitas yang begitu tinggi, Indonesia tidak
lantas mengambil bentuk negara sebagai negara agama yang mendasarkan
negara pada agama tertentu, dan tidak pula menjadi negara sekuler yang


Asep Saepudins Documents __________________ 7
memisahkan agama dari urusan negara, tetapi Indonesia mengambil bentuk negara
Pancasila.
Pancasila merupakan landasan Negara yang menjadi payung pelindung
agama-agama yang ada di Indonesia. Pancasila menjadi wadah yang menjadi
dasar pijak bersama seluruh anak bangsa dan agama menjadi isi pada dimensi
ritual. Format ini bukan mengidentikkan negara dengan agama tertentu, tapi juga
tidak melepaskan agama dari urusan negara. Indonesia meskipun dengan
mayoritas penduduk muslim terbesar didunia tidak mengambil bentuk negara
sebagai negara yang didasarkan Islam, tetapi mengambil bentuk sebagai negara
Pancasila. Pola relasi ini bertahan hingga sekarang dengan segala bentuk dinamika
kehidupan beragama yang selalu berubah.
Doktrin agama memiliki horizon yang luas, doktrin itu menjadi sumber
nilai bagi pembentukan kepribadian, ideologi bagi gerakan sosial dan perekat
hubungan sosial. Doktrin agama manapun yang dianut oleh komunitas mana pun
dibelahan dunia ini mengajarkan kepada pemeluknya untuk menjadi manusia yang
baik, manusia yang jujur, manusia yang memiliki kasih sayang, mencintai
kedamaian dan membenci kekerasan. Secara substansi ajaran agama memberikan
kerangka norma yang tegas bagi tingkah laku umatnya, nyaris sulit ditemukan
doktrin-doktrin agama wahyu yang tidak mengajarkan hal-hal yang baik kepada
pemeluknya.
Faktor doktrinal tidak selalu menjadi dasar pijakan yang utama dalam
kehidupan social, bagaimanapun perubahan sosial, dinamika sosial dan struktur
masyarakat menjadi dasar bagi terciptanya suatu sistem kenegaraan atau


Asep Saepudins Documents __________________ 8
kemasyarakatan yang bersifat responsif. Di Indonesia, mayoritas masyarakatnya
menganut islam. Secara sosiologis, klaim mayoritas seringkali menjadi alasan
bagi kalangan islam untuk menguasai konstitusi Negara dengan doktrin islam,
meski hal itu merupakan konsekuensi logis dari penerimaan atas sistem
demokrasi, tetapi makna doctrinal islam sejatinya harus dikontekskan dengan
kecenderungan perubahan yang berlangsung dalam tubuh umat dan bangsa.
Walaupun upaya-upaya kalangan islam tersebut maksimal, tetapi terbentur dengan
kenyataan politik yang tidak berpihak kepada upaya-upaya pelegalformalan islam
dan konstitusi Negara.

2.3 ANALISIS FUNGSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN
SOSIAL
Agama mengarahkan perhatian manusia kepada masalah penting yang
selalu menggoda manusia yaitu masalah arti dan makna. Manusia
membutuhkan bukan saja pengaturan emosi, tetapi juga kepastian kognitif tentang
perkara-perkara seperti kesusilaan, disiplin, penderitaan, kematian, nasib terakhir.
Terhadap persoalan tersebut agama menunjukan kepada manusia jalan dan arah
kemana manusia dapat mencari jawabannya. Dan jawaban tersebut hanya dapat
diperoleh jika manusia beserta masyarakatnya mau menerima suatu yang ditunjuk
sebagai sumber dan terminal terakhir dari segala kejadian yang ada di dunia.
Terminal terakhir ini berada dalam dunia supra-empiris yang tidak dapat
dijangkau tenaga indrawi maupun otak manusiawi, sehingga tidak dapat
dibuktikan secara rasional, malainkan harus diterima sebagai kebenaran. Agama


Asep Saepudins Documents __________________ 9
juga telah meningkatkan kesadaran yang hidup dalam diri manusia akan kondisi
eksistensinya yang berupa ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk menjawab
problem hidup manusia yang berat.
Para ahli kebuadayaan yang telah mengadakan pengamatan mengenai
aneka kebudayaan berbagai bangsa sampai pada kesimpulan, bahwa agama
merupakan unsur inti yang paling mendasar dari kebudayaan manusia, baik
ditinjau dari segi positif maupun negatif. Masyarakat adalah suatu fenomena
sosial yang terkena arus perubahan terus-menerus yang dapat dibagi dalam dua
kategori : kekuatan batin (rohani) dan kekuatan lahir (jasmani). Contoh perubahan
yang disebabkan kekuatan lahir ialah perkembangan teknologi yang dibuat oleh
manusia. Sedangkan contoh perubahan yang disebabkan oleh kekuatan batin
adalah demokrasi, reformasi, dan agama. Dari analisis komparatif ternyata bahwa
agama dan nilai-nilai keagamaan merupakan kekuatan pengubah yang terkuat dari
semua kebudayaan, agama dapat menjadi inisiator ataupun promotor, tetapi juga
sebagai alat penentang yang gigih sesuai dengan kedudukan agama.
Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu
pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative
factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif
dan memecah-belah (desintegrative factor).
Fungsi agama bagi kehidupan pribadi diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sebagai sistem nilai yang membuat norma-norma tertentu.
2. Norma-norma tersebut menjadi kerangka acuan dalam bersikap dan
bertingkah laku agar sejalan degan keyakinan agama yang dianutnya


Asep Saepudins Documents __________________ 10
3. Agama memberikan kemantapan batin, rasa bahagia, rasa terlindungi,
rasa sukses dan rasa puas
4. Agama dapat mendorong individu melakukan sesuatu aktivitas, karena
perbuatan yang dilatar belakangi keyakinan agama dinilai memiliki
unsur kesucian dan ketaatan
Dalam konteks sosial kemasyarakatan, Banyak ahli telah mengemukakan
gagasan mereka tentang bagaimana sebenarnya fungsi agama. Seperti misalnya
Durkheim yang mengungkapkan bahwa sasaran-sasaran keagamaan adalah
lambang-lambang masyarakat, kesakralannya bersumber pada kekuatan yang
dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya,
dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan
kewajiban sosial.
Seorang sosiolog lain, Radcliffe-Brown mengungkapkan bahwa berbagai
peribadatan memiliki fungsi sosial tertentu ketika, dan sampai batas tertentu.
Peribadatan-peribadatan itu berfungsi untuk mengatur, memperkokoh dan
mentransmisikan berbagai sentimen dari satu generasi kepada generasi lainnya,
juga sebagai tempat bergantung bagi terbentuknya aturan masyarakat yang
bersangkutan.
Ada beberapa alasan mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan
manusia diantaranya; pertama, agama merupakan sumber moral. Kedua, agama
sebagai petunjuk kebenaran. Ketiga, agama sumber informasi metafisika.
keempat, agama sebagai pembimbing rohani manusia. Namun demikian, dari
sekian banyak fungsi agama ada yang lebih penting untuk dikaji yaitu peran


Asep Saepudins Documents __________________ 11
agama di dalam kehidupan manusia. Sebenarnya sejauh mana peran agama ikut
andil dan mempengaruhi kehidupan individu, masyarakat, bangsa dan negara.

Sementara secara umum fungsi dari agama dalam masyarakat antara lain
adalah :
1. Fungsi Edukatif
Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan
melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan
benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama
masing-masing.
2. Fungsi Penyelamat
Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat.
Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan
akhirat. Charles Kimball dalam bukunya Kala Agama Menjadi Bencana
melontarkan kritik tajam terhadap agama monoteisme (ajaran menganut Tuhan
satu). Menurutnya, sekarang ini agama tidak lagi berhak bertanya: Apakah
umat di luat agamaku diselamatkan atau tidak? Apalagi bertanya bagaimana
mereka bisa diselamatkan? Teologi (agama) harus meninggalkan perspektif
(pandangan) sempit tersebut. Teologi mesti terbuka bahwa Tuhan mempunyai
rencana keselamatan umat manusia yang menyeluruh. Rencana itu tidak
pernah terbuka dan mungkin agamaku tidak cukup menyelami secara
sendirian. Bisa jadi agama-agama lain mempunyai pengertian dan sumbangan


Asep Saepudins Documents __________________ 12
untuk menyelami rencana keselamatan Tuhan tersebut. Dari sinilah, dialog
antar agama bisa dimulai dengan terbuka dan jujur serta setara.
3. Fungsi Perdamaian
Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau
berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri,
sesama, semesta dan Alloh. Tentu dia/mereka harus bertaubat dan mengubah
cara hidup.
4. Fungsi Kontrol Sosial
Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-
masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan
kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri
menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada.
5. Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas
Bila fungsi solidaritas ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan
yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan
masyarakat) yang tertib. Menggunakan istilah Habermas, perjuangan kita
sekarang bukanlah satu melawan yang lain (fight against) dalam kemajemukan
sistem nilai itu, melainkan perjuangan bersama untuk (fight for) menemukan
sistem nilai yang melengkapi.
6. Fungsi Pembaharuan
Ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok
menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus


Asep Saepudins Documents __________________ 13
menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
7. Fungsi Kreatif
Fungsi ini menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak
umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri
tetapi juga bagi orang lain.
8. Fungsi Sublimatif (bersifat perubahan emosi).
Ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat
agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia selama tidak
bertentangan dengan norma-norma agama, bila dilakukan atas niat yang tulus,
karena untuk Alloh, itu adalah ibadah.

Analisis lain secara sosiologis terkait dengan fungsi agama Agama sebagai
bagian dari kebudayaan. Dari sudut pandang fenomenologis, agama dapat
dipandang sebagai pengalaman sui generis yang tidak dapat direduksikan
dalam telaah ilmiah obyektif. Dalam pandangan Rudolf Otto misalnya, hidup
keagamaan itu dilukiskan sebagai pengalaman mysterium tremendum et
fascinosum yang mengerakkan pemeluk agama untuk hormat bakti kepada ilahi.
Dari sudut pandang sosiologis, misalnya menurut Peter Berger, agama dilukiskan
sebagai kegiatan manusia dalam rangka kepercayaanya kepada illahi. Namun
secara sosiologis masyarakat dipandang selalu sebagai produk dari kegiatannya
sendiri. Dalam kegiatan ini terjadilah proses yang oleh Berger disebut sebagai
eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi terus menerus.


Asep Saepudins Documents __________________ 14
Kegiatan masyarakat sebetulnya adalah menata dirinya sendiri,
menciptakan keteraturan dari pengalaman-pengalaman hidup bersamanya dan
membangun dunianya. Aktifitas semacam ini disebut nomisasi (nomos artinya
hukum, tata tertib dan penataan makna). Dalam lingkup keagamaan, diciptakanlah
secara khusus tata tertib yang dipahami maknanya dan diinternalisasikan. Agama
menciptakan semacam kosmos keramat dimana masyarakat religius hidup
terlindungi dalam keteraturan puncak. Dalam kosmos keramat ini pula, manusia
dibebaskan dari rasa cemas karena kekacauan anomik (tanpa nomos), yakni tanpa
hukum dan peraturan yang menyatukan mereka. Anomik kata Berger merupakan
ancaman manusia terus-menerus. Dengan demikian agama dipandang sebagai
lembaga yang amat penting.





Asep Saepudins Documents __________________ 15
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Agama merupakan sistem keyakinan dan praktik terhadap hal-hal yang
sakral, yakni keyakinan dan praktik yang membentuk suatu moral komunitas
dalam pemeluknya. nilai-nilai agama sudah ada dalam diri manusia dan nilai-nilai
tersebut sangat mempengaruhi nilai hidup manusia sehingga ia memiliki
kesadaran bahwa diluar dirinya ada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih suci yaitu
adalah agama.
Secara umum fungsi dari agama dalam masyarakat
- Fungsi Edukatif
- Fungsi Penyelamat.
- Fungsi Perdamaian.
- Fungsi Kontrol Sosial.
- Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas.
- Fungsi Pembaharuan.
- Fungsi Kreatif.
- Fungsi Sublimatif
Secara Sosiologis agama merupakan salah satu unsur dari sistem
kebudayaan, disamping ekonomi, ilmu dan tekhnologi, sistem sosial politik dan
kesenian. Memang bisa saja agama menjadi dominan dan menentukan konfigurasi
dari unsur-unsur lain, seperti misalnya Kristianisme di Eropa pada abad


Asep Saepudins Documents __________________ 16
pertengahan. Dalam masyarakat seperti itu memang segala kegiatan lainya seolah-
olah harus dirujuk pada pertimbangan dan persetujuan agama.
Dalam kehidupan masyarakat saat ini agama berfungsi untuk menegakkan
perdamaian antar agama, kiranya teologi perlu dibicarakan karena teologi
merupakan refleksi atas kehidupan beriman, kehidupan beragama yang benar.
Maka pendidikan teologi berfungsi merefleksikan kiprah dan peran agama dalam
masyarakat dan kiranya harus menjadi agenda untuk semua agama. Selanjutnya
perlu diadakan pendekatan antara teologi-teologi agama yang berbeda-beda.


3.2 SARAN
Peran dan fungsi agama bagi manusia sangatlah berpengaruh terhadap
kehidupannya, karena agama adalah suatu pedoman hidup seseorang untuk
mencapai kebahagiaan dunia maupun akhiratnya
Salah satu tujuan agama adalah membentuk jiwa yang ber-budipekerti
dengan adab yang sempurna baik dengan Tuhan-nya maupun lingkungan
masyarakat. Dalam konteks hakiki, agama dapat menuntun umat-nya bersikap
dengan baik dan benar. Keburukan cara ber-sikap dan penyampaian si pemeluk
agama dikarenakan ketidakpahaman tujuan beragama senantiasa membuat stigma
buruk bagi agama itu sendiri. Sehingga penting kiranya, agar setiap pemeluk
agama memaknai nilai-nilai yang terkandung dalam agamanya sendiri.
Sebagai salah satu fitrah beragama yaitu pentingnya menegakkan toleransi
sebagai suatu keyakinan pokok (akidah). Itu maknanya, pengamalan toleransi


Asep Saepudins Documents __________________ 17
harus menjadi suatu kesadaran pribadi dan kelompok yang selalu diejawantahkan
dalam wujud interaksi sosial. Toleran maknanya, bersifat atau bersikap
menghargai, membiarkan pendirian, pendapat pandangan, kepercayaan,
kebiasaan, kelakuan, dan lain-lain yang berbeda atau bertentangan dengan
pendirian sendiri. Dengan meningkatkan nilai toleransi baik itu dalam lingkup se-
agama, maupun antar agama, dapat dipastikan bahwa agama dapat menjadi solusi
dalam memecahkan setiap masalah sosial yang ada dimasyarakat.












Asep Saepudins Documents __________________ 18
DAFTAR PUSTAKA


Rahmat, Jalaluddin. Prof. Dr., H. (2007). Psikologi Agama. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.

Shihab, M. Quraish. (2013). Secercah Cahaya Ilahi. Jakarta : MIZAN.

Anonyymous (2013). Agama dan Masyarakat. http://tussadiahhalima.wordpress
.com/2013/01/09/agama-dan-masyarakat/

Anonyymous (2012). Peran Agama Dalam Kehidupan Manusia.
http://maulanabdulaziz.blogspo t.com/2012/12/peran-agama-dalam-
kehidupan-manusia.html

Anda mungkin juga menyukai