Anda di halaman 1dari 11

ABSES SUBMANDIBULA DEXTRA DAN

SINISTRA DENGAN PERLUASAN KE


PARAFARING SINISTRA
Preseptor:
dr. Dolly Irfandy, Sp. THT-KL
Anatomi
Leher
Abses Leher Dalam
Definisi
terkumpulnya nanah (pus) di dalam
ruang potensial di antara fasia leher
dalam sebagai akibat penjalaran dari
berbagai sumber infeksi, seperti gigi,
mulut, tenggorok, sinus paranasal,
telinga dan leher
Epidemiologi
laki-laki dan perempuan = 3:2
Lokasi :
Lebih dari satu ruang potensial 29%.
Abses submandibula 35%,
parafaring 20%
mastikator 13%
peritonsil 9%,
ublingual 7%
parotis 3%
infra hyoid 26%
retrofaring 13%
ruang karotis 11%.
Etiologi
Aerob
Streptokokus sp.
Klebsiella sp
Enterobacter sp
Stafilokokus sp
E. Coli
Proteus vulgaris
Anerob
Bacteroides fragillis sp
Fusobacterium sp
Prevotella sp
Actinomycess sp
Eubacterium sp
lactobacillus sp
Patogenesis
Flora
normal
Perluasan
langsung
Laserasi Perforasi
Dewasa > infeksi
gigi atau kelenjar
ludah
Anak >
tonsil
Diagnosis
Gejala
Nyeri
Demam
Pembengkakan
Disfgia, odinofagia
Trismus
Dehidrasi
Kesulitan bernafas
Keluhan gigi (nyeri
gigi)
Pemeriksaan
fisik:
Pembengkakan
Kelainan gigi
Fluktuatif
Kelainan orofaring
Trismus
Kelainan laring
Pemeriksaan Laboratorium
Rontgen servikal
Rontgen panoramik
Rontgen toraks
CT Scan
MRI
MRA
USG
Pemeriksaan Bakteriologis
Tatalaksana
Jalan Nafas Medikamentosa
Drainase
Medikamentosa
Antibiotik secara empiris sebelum hasil kultur dan
sensitivitas pus dari aspirasi atau drainase
Aerob:
Ampicillin
Eritromisin
Cefixime
Cefotaxime
Anerob:
Metronidazole
Klindamisin
Carbapenem
sefoxitin
Komplikasi
Obstruksi jalan
nafas dan
asfiksia
Ruptur abses
mengakibatkan
terjadinya
pneumonia, abses
paru maupun
empiema.
Trombosis vena
jugularis dan
ruptur arteri
karotis
Bakteremia atau
sepsis.
Emboli paru
Ruptur arteri
karotis