Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA



Kelompok VII :
1. Adnan Kusuma Putra 1306369415
2. Andhika Rizky Yuandri 1306369402
3. Andrean Wardani 1306369453
4. Humayri Sidqi 1306369440
5. Shodikin Martanto 1306369434
6. Yoel Priatama 1306369421

PJ Kelompok : Adnan Kusuma Putra
Asisten Modul : Zainuddin Zuhri
Tanggal Praktikum : 4 Oktober 2014
Tanggal Disetujui :
Nilai Laporan :
Paraf Asisten :

LABORATIRIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI, DAN SUNGAI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
2014
MODUL H.07
KEHILANGAN TEKANAN (ENERGI) PADA ALIRAN DALAM PIPA
MELALUILENGKUNGAN, PERUBAHAN PENAMPANG DAN KATUP
7.1 Tujuan Percobaan
Menentukan Koefisien Kehilangan Energi dari lengkungan, perubahan penampang, dan katup
pada pipa serta mengetahui karakteristik-karakteristiknya.

7.2 Teori Dasar
Untuk menyatakan kehilangan tekanan (energi) h, sehubungan dengan head kecepatan yang
hilang pada bentuk lengkungan, perubahan penampang dan katupdalam jaringan pipa pada
percobaan ini, dinyatakan:


Dimana :
= Koefisien Kehilangan Energi
= Kecepatan Aliran yang Tinggi
= Percepatan Gravitasi

7.3 Peralatan
1. Meja Hidrolika
2. Perangkat peraga Kehilangan Energi Pada Aliran Melalui Pipa yang dilengkapi pipa


1
2
4
3
5
6
7
8
9
10
11
13
12
Keterangan Gambar:
1. Pipa Aliran Masuk 8. Lengkung Panjang (large bend)
2. Delapan Manometer 9. Dial Reading
3. Pompa Tangan 10. Lengkung Pendek (small bend)
4. Lengkung Berjenjang (mitre) 11. Lengkung 45
0

5. Pembesaran Penampang (expansion) 12. Katup Pengatur Aliran
6. Lubang Keluar / Masuk Udara 13. Lengkung Siku (elbow)
7. Pengecilan Penampang (contraction)

7.5 Cara Kerja

1. Meletakkan alat percobaan di atas meja Hidrolika,
2. Menghubungkan pipa aliran masuk dengan suplai dari meja hidrolika dan
memasukkan pipa aliran keluar ke dalam tangki pengukur volume,
3. Membuka katup pengatur aliran suplai sepenuhnya, demikian juga katup pengatur
aliran pada alat percobaan
4. Membuka katup udara pada manometer, membiarkan manometer terisi penuhdan
tunggu hingga gelembung udara sudah tidak terlihat lagi pada manometer,
5. Mengatur katup suplai aliran pada alat percobaan hingga didapat
pembacaanmanometer yang jelas. Menambahkan tekanan pada jika diperlukan pada
manometer dengan menggunakan pompa tangan,
6. Mencatat pembacaan pada manometer, pembacaan debit pada alat ukur penampang
berubah kemudian hitung debit aliran dengan menggunakan jumlah volume yang
keluar dalam waktu tertentu, dengan menggunakan gelas ukur dan stopwatch,
7. Memenuhkan lagi hingga tumpah air tabung manometer, untuk mengatur debit aliran
dan memakai katup penghubung, sementara katup pengatur aliran dibuka penuh,
8. Mengatur katup penyambung, sehingga pembacaan pada dial pengukur debit
menunjuk pada angka angka yang jelas lalu catatlah pembacaan tersebut,
9. Mengulangi langkah 1 - 8 untuk setiap variasi debit.

7.6 Pengolahan Data
7.6.1 Tabel Hasil Data Pengamatan
Berikut adalah dua tabel hasil data pengamatan
Flowrate
(LPM)
V
(m
3
)
T
(second)
Q
(L/s)
Mitre Enlargement contraction
h1 h2 h2 h3 h3 h4
5.0 0.000180 2.97
0.060606
0.094 0.091 0.091 0.092 0.092 0.090
7.5 0.000318 3.13
0.101597
0.472 0.465 0.465 0.465 0.465 0.459
10.0 0.000450 3.20
0.140625
0.192 0.177 0.177 0.180 0.180 0.170
12.5 0.000518 2.82
0.183688
0.304 0.276 0.276 0.281 0.281 0.263
15.0 0.000710 2.95
0.240678
0.307 0.269 0.269 0.279 0.279 0.254

Flowrate
(LPM)
Q
(L/s)
Long bend Short bend 45
o
Elbow
h4 h5 h5 h6 h6 h7 h7 h8
5.0
0.060606
0.090 0.063 0.063 0.048 0.048 0.045 0.045 0.043
7.5
0.101597
0.459 0.429 0.429 0.424 0.424 0.395 0.395 0.387
10.0
0.140625
0.170 0.144 0.144 0.137 0.137 0.106 0.106 0.104
12.5
0.183688
0.263 0.241 0.241 0.229 0.229 0.204 0.204 0.185
15.0
0.240678
0.254 0.234 0.234 0.217 0.217 0.182 0.182 0.155

Tabel 1. Data Hasil Percobaan Pertama



No Pressure (psi)

Volume (Litre) Volume (m
3
) T (second)
1 10 0.135 0.000135 3.14
2 12 0.145 0.000145 3.19
3 14 0.150 0.000150 3.07
4 16 0.160 0.000160 3.20
5 18 0.165 0.000165 3.13
6 20 0.170 0.000170 2.89

Tabel 2. Data Hasil Percobaan Kedua


7.6.2 Hubungan head loss dan kuadratik kecepatan aliran

Nilai kehilangan tekanan (energi) dapat ditentukan melalui persamaan kehilangan
tekanan:





Pada persamaan di atas, nilai kehilangan tekanan () sebanding dengan , nilai
kecepatan kuadrat (v
2
) sebanding dengan , dan

sebanding dengan b , sehingga nilai


koefisien kehilangan energi tang diperoleh dalam percobaan dapat dihitung dengan rumus:



dimana konstanta b didapatkan dengan menggunakan analisis regresi linier berikut
ini:


No. Flowrate
(LPM)
V
(m
3
)
T
(sec)
Q
(m
3
/sec)
A
(m
2
)
= Q/A
(m/s)

2

(m
2
/s
2
)
1 5
0.000180 2.97
6.06E-05
0.0003142
1.93E-01 3.72E-02
2 7.5
0.000318 3.13
0.000102
0.0003142
3.25E-01 1.05E-01
3 10
0.000450 3.20
0.000141
0.0003142
4.49E-01 2.01E-01
4 12.5
0.000518 2.82
0.000184
0.0003142
5.86E-01 3.43E-01
5 10
0.000710 2.95
0.000241
0.0003142
7.67E-01 5.88E-01

Tabel 3. Pengolahan Data Hasil Head Loss dan kuadratik kecepatan aliran

a) Lengkung Berjenjeang (Mitre)
Untuk lengkung berjenjang (Mitre), kehilangan tekanan () merupakan selisih dari
pembacaan manometer 1 (h1) dan manometer 2 (h2)

Tabel 4. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Kehilangan Energi Pada Mitre

0.06933008



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk lengkung mitre berdasarkan literatur adalah
1.27, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|
Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m)
b
f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

3.72E-02 0.003 0.06933008

2.58E-03 -1.56E-02 0.000244013 -0.0152 0.000231
1.05E-01 0.007 0.06933008

7.28E-03 -1.09E-02 0.000119254 -0.0112 0.000125
2.01E-01 0.015 0.06933008

1.39E-02 -4.26E-03 1.81873E-05 -0.0032 1.02E-05
3.43E-01 0.028 0.06933008

2.38E-02 5.58E-03 3.11388E-05 0.0098 9.6E-05
5.88E-01 0.038 0.06933008

4.08E-02 2.26E-02 0.000509228 0.0198 0.000392
0.0182

-2.66E-03 9.22E-04 0.000855

Tabel 5. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi untuk lengkung mitre

Lengkung Berjenjang (Mitre)
No. h1 (m) h2 (m) y = h (m) x=
2
xy x
2

1
0.094 0.091
0.003 0.0372 0.000111597 0.001383776
2
0.472 0.465
0.007 0.105 0.000737711 0.011106468
3
0.192 0.177
0.015 0.201 0.003020766 0.040555684
4
0.304 0.276
0.028 0.343 0.009602434 0.117610628
5
0.307 0.269
0.038 0.588 0.022356578 0.346133351

0.03582909 0.5167899
Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.07836257

1.03844238
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran



Grafik 1. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

b) Pembesaran Penampang (enlargement)
Untuk pembesaran penampang (enlargement), kehilangan tekanan merupakan selisih
dari pembacaan manometer dua (h2) dan manometer tiga (h3)
Pembesaran Penampang (enlargement)
No. h2 (m) h3 (m) y = h (m) x=
2
xy x
2

1 0.091 0.092 0.001 0.0372 0.0000372 0.0013838
2 0.465 0.465 0 0.105 0 0.011025
3 0.177 0.18 0.003 0.201 0.000603 0.040401
4 0.276 0.281 0.005 0.343 0.001715 0.117649
5 0.269 0.279 0.01 0.588 0.00588 0.345744
0.0082352 0.5162028

Tabel 6. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk
pembesaran penampang (enlargement)

y = 0.0066x
R = 0.8807
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
0.04
3.72E-02 1.05E-01 2.01E-01 3.43E-01 5.88E-01
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan Kehilangan
Energi
Series1
Linear (Series1)

0.015953419



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.27, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|
Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m) b f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.001 0.0159534 5.93E-04 -3.21E-03 1.03E-05 -0.0028 0.00000784
0.105 0
0.0159534
1.68E-03 -2.12E-03 4.52E-06 -0.0038 0.00001444
0.201 0.003 0.0159534 3.21E-03 -5.93E-04 3.52E-07 -0.0008 0.00000064
0.343 0.005 0.0159534 5.47E-03 1.67E-03 2.80E-06 0.0012 0.00000144
0.588 0.01 0.0159534 9.38E-03 5.58E-03 3.11E-05 0.0062 0.00003844
0.0038 1.33E-03 4.91E-05 0.0000628

Tabel 7. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
pembesaran penampang (enlargement)

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

0.782

0.884
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran



Grafik 2. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

c) Pengecilan Penampang (contaction)
Untuk pengecilan penampang (contraction), kehilangan tekanan () merupakan
selisih dari pembacaan manometer tiga (h3) dan manometer empat (h4)

Pengecilan Penampang (contraction)
No. h3 (m) h4 (m) y = h (m) x=
2
xy x
2

1 0.092 0.090 0.001 0.0372
7.44E-05
0.0013838
2 0.465 0.459 0 0.105
0.00063
0.011025
3 0.18 0.170 0.003 0.201
0.00201
0.040401
4 0.281 0.263 0.005 0.343
0.006174
0.117649
5 0.279 0.254 0.01 0.588
0.0147
0.345744
0.0235884 0.5162028

Tabel 8. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk
Pengecilan Penampang (contraction)


y = 0.0015x
R = 0.7032
0
0.002
0.004
0.006
0.008
0.01
0.012
0.0372 0.105 0.201 0.343 0.588
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan
Kehilangan Energi
Series1
Linear (Series1)

0.045695994



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.89, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|
Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m) b f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.002 0.04569599 1.70E-03 -1.05E-02 1.10E-04 -0.0102 0.00010404
0.105 0.006 0.04569599 4.80E-03 -7.40E-03 5.48E-05 -0.0062 0.00003844
0.201 0.01 0.04569599 9.18E-03 -3.02E-03 9.09E-06 -0.0022 0.00000484
0.343 0.018 0.04569599 1.57E-02 3.47E-03 1.21E-05 0.0058 0.00003364
0.588 0.025 0.04569599 2.69E-02 1.47E-02 2.15E-04 0.0128 0.00016384
0.0122 -2.77E-03 4.01E-04 0.0003448

Tabel 9. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Pengecilan Penampang (contraction)



Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.16

1.078939234
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran




Grafik 3. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

d) Long Bend
Untuk long bend,, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan
manometer tiga (h4) dan manometer empat (h5)

Contraction
No. h4 (m) h5 (m) y = h (m) x=
2
xy x
2

1 0.09 0.063 0.027 0.0372 0.0010044 0.0013838
2 0.459 0.429 0.03 0.105 0.00315 0.011025
3 0.17 0.144 0.026 0.201 0.005226 0.040401
4 0.263 0.241 0.022 0.343 0.007546 0.117649
5 0.254 0.234 0.02 0.588 0.01176 0.345744
0.0286864 0.5162028

Tabel 10. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk Long
Bend


y = 0.0044x
R = 0.9043
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.0372 0.105 0.201 0.343 0.588
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan
Kehilangan Energi
Series1
Linear (Series1)

0.055571957



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.5, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m) b f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.027 0.05557196 2.07E-03 -2.29E-02 5.26E-04 0.002 4E-06
0.105 0.03 0.05557196 5.84E-03 -1.92E-02 3.67E-04 0.005 0.000025
0.201 0.026 0.05557196 1.12E-02 -1.38E-02 1.91E-04 0.001 1E-06
0.343 0.022 0.05557196 1.91E-02 -5.94E-03 3.53E-05 -0.003 9E-06
0.588 0.02 0.05557196 3.27E-02 7.68E-03 5.89E-05 -0.005 0.000025
0.025 -5.42E-02 1.18E-03 0.000064

Tabel 11. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Long Bend

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.84

1.35
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran


Grafik 4. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

e) Short Bend
Untuk long bend,, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan
manometer tiga (h5) dan manometer empat (h6)

Short Bend
No. h5 (m) h6 (m) y = h (m) x=
2
xy x
2

1 0.063 0.048 0.015 0.0372 0.000558 0.0013838
2 0.429 0.424 0.005 0.105 0.000525 0.011025
3 0.144 0.137 0.007 0.201 0.001407 0.040401
4 0.241 0.229 0.012 0.343 0.004116 0.117649
5 0.234 0.217 0.017 0.588 0.009996 0.345744
0.016602 0.5162028

Tabel 12. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk Short
Bend


y = 0.0064x
R = -13.43
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
0.0372 0.105 0.201 0.343 0.588
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan
Kehilangan Energi
Series1
Linear (Series1)

0.032161778



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.56, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m) b f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.015 0.03216178 1.20E-03 -2.38E-02 5.67E-04 -0.01 0.0001
0.105 0.005 0.03216178 3.38E-03 -2.16E-02 4.68E-04 -0.02 0.0004
0.201 0.007 0.03216178 6.46E-03 -1.85E-02 3.44E-04 -0.018 0.000324
0.343 0.012 0.03216178 1.10E-02 -1.40E-02 1.95E-04 -0.013 0.000169
0.588 0.017 0.03216178 1.89E-02 -6.09E-03 3.71E-05 -0.008 0.000064
0.0112 -8.40E-02 1.61E-03 0.001057

Tabel 13. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Short Bend

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.52

1.23
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran




Grafik 5. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

f) 45
o

Untuk 45
o
, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan manometer
tiga (h6) dan manometer empat (h7)

45
No. h6 (m) h7 (m) y = h (m) x=
2
xy x
2

1 0.048 0.045 0.003 0.0372 0.0001116 0.0013838
2 0.424 0.395 0.029 0.105 0.003045 0.011025
3 0.137 0.106 0.031 0.201 0.006231 0.040401
4 0.229 0.204 0.025 0.343 0.008575 0.117649
5 0.217 0.182 0.035 0.588 0.02058 0.345744
0.0385426 0.5162028

Tabel 14. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk 45
o



y = 0.0033x
R = -0.426
0
0.002
0.004
0.006
0.008
0.01
0.012
0.014
0.016
0.018
0.0372 0.105 0.201 0.343 0.588
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan
Kehilangan Energi
Series1
Linear (Series1)

0.074665616

x2

Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 1.22, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m) b f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.003 0.07466562 2.78E-03 -2.22E-02 4.94E-04 -0.0216 0.00046656
0.105 0.029 0.07466562 7.84E-03 -1.72E-02 2.94E-04 0.0044 0.00001936
0.201 0.031 0.07466562 1.50E-02 -9.99E-03 9.98E-05 0.0064 0.00004096
0.343 0.025 0.07466562 2.56E-02 6.10E-04 3.72E-07 0.0004 1.6E-07
0.588 0.035 0.07466562 4.39E-02 1.89E-02 3.57E-04 0.0104 0.00010816
0.0246 -2.99E-02 1.25E-03 0.0006352

Tabel 15. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
45
o

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.96

1.4004
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran




Grafik 6. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

g) Elbow
Untuk Elbow, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan manometer
tiga (h7) dan manometer empat (h8)

Elbow
No. h7 h8 (m) y = h (m) x= xy x
2

1 0.045 0.043 0.002 0.0372 7.44E-05 0.0013838
2 0.395 0.387 0.008 0.105 0.00084 0.011025
3 0.106 0.104 0.002 0.201 0.000402 0.040401
4 0.204 0.185 0.019 0.343 0.006517 0.117649
5 0.182 0.155 0.027 0.588 0.015876 0.345744
0.0237094 0.5162028

Tabel 16. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk elbow


y = 0.0078x
R = 0.5044
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
0.04
0.045
0.0372 0.105 0.201 0.343 0.588
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan
Kehilangan Energi
Series1
Linear (Series1)

0.045930398

x2

Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 8.5, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x = v
2
y=h(m) b f(x)=bx f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.002 0.045930398 1.71E-03 -9.89E-03 9.78E-05 -0.0096 0.00009216
0.105 0.008 0.045930398 4.82E-03 -6.78E-03 4.59E-05 -0.0036 0.00001296
0.201 0.002 0.045930398 9.23E-03 -2.37E-03 5.61E-06 -0.0096 0.00009216
0.343 0.019 0.045930398 1.58E-02 4.15E-03 1.73E-05 0.0074 0.00005476
0.588 0.027 0.045930398 2.70E-02 1.54E-02 2.37E-04 0.0154 0.00023716
0.0116 5.25E-04 4.04E-04 0.0004892

Tabel 17. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Elbow

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

0.826

0.908
Kemudian data kehilangan tekanan (() dan kuadrat kecepatan aliran (v
2
) dituangkan ke
dalam grafik yang menunjukan antara head loss dengan kuadratik kecepatan aliran




Grafik 7. Hubungan head loss dengan kuadrat kecepatan aliran

7.6.3 Hubungan head loss dengan kecepatan aliran
Sebagaimana pengolahan data diatas, pengolahan data ini juga menggunakan
persamaan untuk menghitung kehilangan tekanan. Hanya saja pada pengolahan data
kedua ini, nilai kecepatan kuadrat (v
2
) sebanding dengan x
2
.


Dimana

sebanding dengan b. Sehingga nilai koefisien kehilangan energi yang


diperoleh dalam percobaan dapat dihitung dengan rumus:

Dan konstanta b didapatkan dengan menggunakan analisis regresi linear berikut
ini:



y = 0.0043x
R = 0.6772
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.0372 0.105 0.201 0.343 0.588
K
e
h
i
l
a
n
g
a
n

T
e
k
a
n
a
n


Kuadrat Kecepatan Aliran
Hubungan Kuadrat Kecepatan dengan
Kehilangan Energi
Series1
Linear (Series1)
Flowrate
(LPM)
V
(m)
T
(s)
Q
(m/s)
A
(m)
V = Q/A
(m/s)
x = V
(m/s)
5 0.00018 6.06E-05 0.0003142 1.93E-01 3.72E-02 5
7.5 0.000318 0.000102 0.0003142 3.25E-01 1.05E-01 7.5
10 0.00045 0.000141 0.0003142 4.49E-01 2.01E-01 10
12.5 0.000518 0.000184 0.0003142 5.86E-01 3.43E-01 12.5
10 0.00071 0.000241 0.0003142 7.67E-01 5.88E-01 10

Tabel 18. Pengolahan Data Hubungan Head Loss dan Kecepatan Aliran

a) Lengkung berjenjang (mitre)
Lengkung berjenjang (mitre)
h1 h2 y=h x=v xy x
0,046 0,043 0,003 0,193970087 0,000112873 0,001415595
0,072 0,065 0,007 0,201596261 0,000284487 0,001651695
0,12 0,105 0,015 0,472159665 0,003344021 0,049699902
0,18 0,155 0,025 0,580145438 0,008414218 0,113278509
0,232 0,195 0,037 0,726807573 0,019545222 0,279047269
0.035829085 0.516789907

Tabel 19. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Kehilangan Energi Pada Mitre



Sehingga nilai koefisien kehilangan energi untuk lengkung berjenjang yang
diperoleh pada percobaan adalah:
)
Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk lengkung berjenjang
berdasarkan literatur adalah 1.27, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien korelasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut.


x
2
= v
2
y=h(m)
b
f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

3.72E-02 0.003 0.06933008

2.58E-03 -1.56E-02 0.000244013 -0.0152 0.000231
1.05E-01 0.007 0.06933008

7.28E-03 -1.09E-02 0.000119254 -0.0112 0.000125
2.01E-01 0.015 0.06933008

1.39E-02 -4.26E-03 1.81873E-05 -0.0032 1.02E-05
3.43E-01 0.028 0.06933008

2.38E-02 5.58E-03 3.11388E-05 0.0098 9.6E-05
5.88E-01 0.038 0.06933008

4.08E-02 2.26E-02 0.000509228 0.0198 0.000392
0.0182

-2.66E-03 9.22E-04 0.000855

Tabel 20. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Korelasi

Nilai koefisien determinasinya adalah:
Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.07836257
sehingga nilai koefisien korelasinya:

1.03844238
b) Pembesaran Penampang (enlargement)
Untuk pembesaran penampang (enlargement), kehilangan tekanan merupakan selisih
dari pembacaan manometer dua (h2) dan manometer tiga (h3)
Pembesaran Penampang (enlargement)
No. h2 (m) h3 (m) y = h (m) x
2
=
2
x
2
y x
4

1 0.091 0.092 0.001 0.0372 0.0000372 0.0013838
2 0.465 0.465 0 0.105 0 0.011025
3 0.177 0.18 0.003 0.201 0.000603 0.040401
4 0.276 0.281 0.005 0.343 0.001715 0.117649
5 0.269 0.279 0.01 0.588 0.00588 0.345744
0.0082352 0.5162028

Tabel 21. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk
pembesaran penampang (enlargement)

0.015953419
Sehingga nilai koefisien kehilangan energi untuk lengkung berjenjang yang
diperoleh pada percobaan adalah:



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.27, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|
Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x
2
= v
2
y=h(m) b f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.001 0.0159534 5.93E-04 -3.21E-03 1.03E-05 -0.0028 0.00000784
0.105 0
0.0159534
1.68E-03 -2.12E-03 4.52E-06 -0.0038 0.00001444
0.201 0.003 0.0159534 3.21E-03 -5.93E-04 3.52E-07 -0.0008 0.00000064
0.343 0.005 0.0159534 5.47E-03 1.67E-03 2.80E-06 0.0012 0.00000144
0.588 0.01 0.0159534 9.38E-03 5.58E-03 3.11E-05 0.0062 0.00003844
0.0038 1.33E-03 4.91E-05 0.0000628

Tabel 22. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
pembesaran penampang (enlargement)

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

0.782
sehingga nilai koefisien korelasinya:

0.884

c) Pengecilan Penampang (contaction)
Untuk pengecilan penampang (contraction), kehilangan tekanan () merupakan
selisih dari pembacaan manometer tiga (h3) dan manometer empat (h4)

Pengecilan Penampang (contraction)
No. h3 (m) h4 (m) y = h (m) x
2
=
2
x
2
y x
4

1 0.092 0.090 0.001 0.0372
7.44E-05
0.0013838
2 0.465 0.459 0 0.105
0.00063
0.011025
3 0.18 0.170 0.003 0.201
0.00201
0.040401
4 0.281 0.263 0.005 0.343
0.006174
0.117649
5 0.279 0.254 0.01 0.588
0.0147
0.345744
0.0235884 0.5162028

Tabel 23. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk
Pengecilan Penampang (contraction)

0.045695994



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.89, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|
Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x
2
= v
2
y=h(m) b f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.002 0.04569599 1.70E-03 -1.05E-02 1.10E-04 -0.0102 0.00010404
0.105 0.006 0.04569599 4.80E-03 -7.40E-03 5.48E-05 -0.0062 0.00003844
0.201 0.01 0.04569599 9.18E-03 -3.02E-03 9.09E-06 -0.0022 0.00000484
0.343 0.018 0.04569599 1.57E-02 3.47E-03 1.21E-05 0.0058 0.00003364
0.588 0.025 0.04569599 2.69E-02 1.47E-02 2.15E-04 0.0128 0.00016384
0.0122 -2.77E-03 4.01E-04 0.0003448

Tabel 24. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Pengecilan Penampang (contraction)



Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.16
sehingga nilai koefisien korelasinya:

1.078939234

d) Long Bend
Untuk long bend,, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan
manometer tiga (h4) dan manometer empat (h5)

Contraction
No. h4 (m) h5 (m) y = h (m) x
2
=
2
x
2
y x
4

1 0.09 0.063 0.027 0.0372 0.0010044 0.0013838
2 0.459 0.429 0.03 0.105 0.00315 0.011025
3 0.17 0.144 0.026 0.201 0.005226 0.040401
4 0.263 0.241 0.022 0.343 0.007546 0.117649
5 0.254 0.234 0.02 0.588 0.01176 0.345744
0.0286864 0.5162028

Tabel 25. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk Long
Bend

0.055571957



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.5, maka kesalahan relatif yang diperoleh:

|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x
2
= v
2
y=h(m) b f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.027 0.05557196 2.07E-03 -2.29E-02 5.26E-04 0.002 4E-06
0.105 0.03 0.05557196 5.84E-03 -1.92E-02 3.67E-04 0.005 0.000025
0.201 0.026 0.05557196 1.12E-02 -1.38E-02 1.91E-04 0.001 1E-06
0.343 0.022 0.05557196 1.91E-02 -5.94E-03 3.53E-05 -0.003 9E-06
0.588 0.02 0.05557196 3.27E-02 7.68E-03 5.89E-05 -0.005 0.000025
0.025 -5.42E-02 1.18E-03 0.000064

Tabel 26. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Long Bend

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.84
sehingga nilai koefisien korelasinya:

1.35





e) Short Bend
Untuk long bend,, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan
manometer tiga (h5) dan manometer empat (h6)

Short Bend
No. h5 (m) h6 (m) y = h (m) x
2
=
2
x
2
y x
4

1 0.063 0.048 0.015 0.0372 0.000558 0.0013838
2 0.429 0.424 0.005 0.105 0.000525 0.011025
3 0.144 0.137 0.007 0.201 0.001407 0.040401
4 0.241 0.229 0.012 0.343 0.004116 0.117649
5 0.234 0.217 0.017 0.588 0.009996 0.345744
0.016602 0.5162028

Tabel 27. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk Short
Bend

0.032161778



Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 0.56, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|
Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x
2
= v
2
y=h(m) b f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.015 0.03216178 1.20E-03 -2.38E-02 5.67E-04 -0.01 0.0001
0.105 0.005 0.03216178 3.38E-03 -2.16E-02 4.68E-04 -0.02 0.0004
0.201 0.007 0.03216178 6.46E-03 -1.85E-02 3.44E-04 -0.018 0.000324
0.343 0.012 0.03216178 1.10E-02 -1.40E-02 1.95E-04 -0.013 0.000169
0.588 0.017 0.03216178 1.89E-02 -6.09E-03 3.71E-05 -0.008 0.000064
0.0112 -8.40E-02 1.61E-03 0.001057

Tabel 28. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Short Bend

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.52
sehingga nilai koefisien korelasinya:

1.23

f) 45
o

Untuk 45
o
, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan manometer
tiga (h6) dan manometer empat (h7)

45
No. h6 (m) h7 (m) y = h (m) x
2
=
2
x
2
y x
4

1 0.048 0.045 0.003 0.0372 0.0001116 0.0013838
2 0.424 0.395 0.029 0.105 0.003045 0.011025
3 0.137 0.106 0.031 0.201 0.006231 0.040401
4 0.229 0.204 0.025 0.343 0.008575 0.117649
5 0.217 0.182 0.035 0.588 0.02058 0.345744
0.0385426 0.5162028

Tabel 29. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk 45
o


0.074665616

x2

Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 1.22, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x
2
= v
2
y=h(m) b f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.003 0.07466562 2.78E-03 -2.22E-02 4.94E-04 -0.0216 0.00046656
0.105 0.029 0.07466562 7.84E-03 -1.72E-02 2.94E-04 0.0044 0.00001936
0.201 0.031 0.07466562 1.50E-02 -9.99E-03 9.98E-05 0.0064 0.00004096
0.343 0.025 0.07466562 2.56E-02 6.10E-04 3.72E-07 0.0004 1.6E-07
0.588 0.035 0.07466562 4.39E-02 1.89E-02 3.57E-04 0.0104 0.00010816
0.0246 -2.99E-02 1.25E-03 0.0006352

Tabel 30. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
45
o

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

1.96
sehingga nilai koefisien korelasinya:

1.4004

g) Elbow
Untuk Elbow, kehilangan tekanan () merupakan selisih dari pembacaan manometer
tiga (h7) dan manometer empat (h8)

Elbow
No. h7 h8 (m) y = h (m) x
2
=
2
x
2
y x
4

1 0.045 0.043 0.002 0.0372 7.44E-05 0.0013838
2 0.395 0.387 0.008 0.105 0.00084 0.011025
3 0.106 0.104 0.002 0.201 0.000402 0.040401
4 0.204 0.185 0.019 0.343 0.006517 0.117649
5 0.182 0.155 0.027 0.588 0.015876 0.345744
0.0237094 0.5162028

Tabel 31. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien kehilangan tekanan untuk elbow

0.045930398

x2

Dengan nilai koefisien kehilangan energi untuk pembesaran penampang berdasarkan literatur
adalah 8.5, maka kesalahan relatif yang diperoleh:
|

|
|

|

Nilai koefisien relasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut:
x
2
= v
2
y=h(m) b f(x)=bx
2
f(x)- (f(x)-)
2
y- (y-)
2

0.0372 0.002 0.045930398 1.71E-03 -9.89E-03 9.78E-05 -0.0096 0.00009216
0.105 0.008 0.045930398 4.82E-03 -6.78E-03 4.59E-05 -0.0036 0.00001296
0.201 0.002 0.045930398 9.23E-03 -2.37E-03 5.61E-06 -0.0096 0.00009216
0.343 0.019 0.045930398 1.58E-02 4.15E-03 1.73E-05 0.0074 0.00005476
0.588 0.027 0.045930398 2.70E-02 1.54E-02 2.37E-04 0.0154 0.00023716
0.0116 5.25E-04 4.04E-04 0.0004892

Tabel 32. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Relasi kehilangan tekanan untuk
Elbow

Nilai koefisien determinasinya adalah:

))

0.826
sehingga nilai koefisien korelasinya:

0.908


7.6.2 Hubungan antara tekanan (P) dengan aliran kecepatan (v)

Hubungan antara tekanan (P) dengan aliran kecepatan (v) dapat dituliskan dengan
persamaan:

)

Untuk x = v
2

)



1 Pa = 1 N/m2 = 0.102 kg/m2
y = P
(kg/m2)
V (m3)
T
(second)
A (m2) Q (m3/s)
v = Q/A
(m/s2)
x = v2
(m2/s2)

xy x2
980392.157 0.000135 3.14 0.0003142 4.299E-05 1.37E-01 1.87E-02 1.84E+04 3.51E-04
1176470.59 0.000145 3.19 0.0003142 4.545E-05 1.45E-01 2.09E-02 2.46E+04 4.38E-04
1372549.02 0.00015 3.07 0.0003142 4.886E-05 1.56E-01 2.42E-02 3.32E+04 5.85E-04
1568627.45 0.00016 3.2 0.0003142 0.00005 1.59E-01 2.53E-02 3.97E+04 6.41E-04
1764705.88 0.000165 3.13 0.0003142 5.272E-05 1.68E-01 2.81E-02 4.97E+04 7.92E-04
1960784.31 0.00017 2.89 0.0003142 5.882E-05 1.87E-01 3.51E-02 6.87E+04 1.23E-03

Tabel 33. Pengolahan Data untuk mencari koefisien kehilangan energi

Nilai b dan a dapat dicari dengan menggunakan rumus


)))
)

)
= 6.26E+03


)

)))

))

-9.05E+03

sehingga persamaan regresinya adalah . Maka nilai
koefisien kehilangan energi yang didapatkan adalah:



Nilai koefisien kehilangan energi (k) berdasarkan literatur adalah
439x0.102=44,78 , sehingga kesalahan relatif yang didapatkan:
|

|
|

|

Nilai koefisien korelasi dapat diperoleh melalui perhitungan berikut.

No.
y=P
(kg/m)
x=V
(m/s)
x B f(x) = b.x [f(x)-] [y-] [y-]
1 1000000 0.0372 1.38E-03 6,230,000 8,621 1.93593E+12 -400,000 160,000,000,000
2 1200000 0.105 1.10E-02 6,230,000 68,686 1.7724E+12 -200,000 40,000,000,000
3 1400000 0.201 4.04E-02 6,230,000 251,698 1.3186E+12 0 0
4 1600000 0.343 1.18E-01 6,230,000 732,953 4.44951E+11 200,000 40,000,000,000
5 1800000 0.588 3.46E-01 6,230,000 2,153,985 5.68494E+11 400,000 160,000,000,000
6.04037E+12 400,000,000,000
1,400,000

Tabel 34. Pengolahan Data Untuk Mencari Koefisien Korelasi
Nilai koefisien determinasinya adalah:

) )


sehingga nilai koefisien korelasinya:



7.6 Analisa
7.6.1 Analisa Percobaan
Percobaan ini merupakan percobaan H07, yaitu Kehilangan Tekanan
(Energi) Pada Aliran Dalam Pipa Melalui Lengkungan, Perubahan Penampang Dan
Katup dengan tujuan Menentukan Koefisien Kehilangan Energi dari lengkungan,
perubahan penampang, dan katup pada pipa.
Praktikum ini dilakukan dengan dua prosedur, yaitu dengan mencari
hubungan kehilangan energi (headloss) dengan kuadrat kecepatan aliran dan headloss
dengan kecepatan aliran serta dengan mencari hubungan headloss dengan kecepatan
aliran dan tekanan dengan kuadrat kecepatan aliran. Tujuannya adalah untuk
mendapatkan koefisien kehilangan energi pada hubungan kehilangan energy (headloss)
dengan kuadratik kecepatan aliran dan mendapatkan koefisien kehilangan energy pada
kecepatan aliran dengan tekanan.
Gambar 2. Pemeriksaan alat
Menurut prosedur percobaan, alat-alat yang dibutuhkan adalah meja
hidrolika dan perangkat peraga Kehilangan Energi Pada Aliran Melalui Pipa yang
dilengkapi pipa untuk mengukur perubahan ketinggian. Pada praktikum ini semua alat-
alat telah tersedia pada meja hidrolika. Pada percobaan pertama yaitu untuk
menentukan koefisien kehilangan energi dari lengkungan, perubahan penampang, dan
katup pada pipa,alat-alat telah tersedia dan telah dirangkai dengan baik. Perangkat
peraga kehilangan tekanan energy ini terdiri dari tujuh perubahan penampang, yaitu
lengkungan berjenjang (mitre), pembesaran penampang (enlargement), pengecilan
penampang (contranction), lengkung panjang (long bend), lengkung pendek (short
bend), lengkung 45
o
, dan lengkung siku (elbow). Lengkung-lengkung ini memiliki
perbedaan sudut dan panjang yang akan mempengaruhi energi air yang melaju ketika
melewati lengkungan tersebut. Ketujuh lengkung ini dilengkapi dengan manometer
untuk mengukur tinggi tekanan yang terjadi pada setiap penampang tersebut.
Manometer pertama untuk mengukur lengkung berjenjang (mitre) diantara
manometer 1 dan 2. Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h1 dan
h2. Manometer kedua untuk mengukur pembesaran penampang (enlargement) diantara
manometer 2 dan 3. Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h2 dan
h3. Manometer ketiga untuk mengukur pengecilan penampang (contranction) diantara
manometer 3 dan 4. Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h3 dan
h4. Manometer keempat untuk mengukur lengkung panjang (long bend), diantara
manometer 4 dan 5. Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h4 dan
h5. Manometer kelima untuk mengukur lengkung pendek (short bend), diantara
manometer 5 dan 6. Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h5 dan
h6. Manometer keenam untuk mengukur lengkung 45
o
, diantara manometer 6 dan 7.
Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h6 dan h7. Manometer
ketujuh untuk mengukur lengkung siku (elbow), diantara manometer 7 dan 8.
Ketinggian yang terbaca pada manometer disebut dengan h7 dan h8.

Gambar 3. Manometer yang terbaca

Percobaan prosedur pertama dilakukan dengan menggunakan lima variasi
flowrate untuk mengukur tinggi tekanan pada setiap penampang, kemudian melakukan
pengukuran debit air. Lima variasi flowrate digunakan untuk mendapat variasi
pengolahan data yang mendekati hasil yang cukup akurat. Lima variasi flowrate yang
digunakan untuk mendapatkan variasi data adalah 5 LPM, 7.5 LPM, 10 LPM, 12.5
LPM, 15 LPM.
Percobaan dilanjutkan dengan percobaan prosedur kedua yaitu mencari
hubungan antara tekanan dengan kecepatan aliran. Hal yang pertama kali dilakukan
adalah mengan menutup katup aliran air (alat no. 12) sehingga air tidak dapat keluar
melalui pipa tersebut. Atur tekanan yang terjadi sebesar 10 psi. Hitung volume air yang
keluar dari pipa kecil selama 3 detik. Catat volume dan tekanan yang terjadi. Ulangi hal
yang sama untuk tekanan 12 psi, 14 psi, 16 psi, 18 psi dan 20 psi.

7.6.2. Analisa Hasil
Berdasarkan data yang telah diperoleh dengan melakukan prosedur
percobaan, terlihat bahwa semakin tinggi flowratenya, akan mempengaruhi kecepatan
air. Kecepatan air akan berpengaruh pada ketinggian tekanan, yaitu semakin tinggi
kecepatan air maka tekanan yang diberikan pada masing-masing pipa akan semakin
besar. Hal ini berpengaruh pada nilai koefisien kehilangan energinya, karena semakin
besar nilai tekanannya maka semakin besar kehilangan energinya.
Pada prosedur pertama, dari data yang terbaca pada manometer, dapat
ditemukan besar masing-masing koefisien kehilangan energy pada masing-masing pipa.
Nilai tersebut dapat diperoleh dengan melakukan pengolahan data dengan mencari
hubungan antara headloss dengan kuadrat kecepatan aliran dan hubungan antara
tekanan dengan kecepatan aliran melalui persamaan:
Tekanan dengan kuadrat kecepatan aliran:




Dengan membandingkan nilai koefisien kehilangan energi yang diperoleh
pada percobaan dengan nilai koefisien kehilangan energi berdasarkan literatur sebagai
dasar, maka diperoleh pula kesalahan relatif yang terjadi dalam percobaan.
Jenis Penampang Koefisien
Percobaan
Koefisien
Teori
Kesalahan
Relatif
Lengkung Berjenjang 1.360256166 1.27 7.106%
Enlargement 0.313006073 0.27 15.92%
Contraction 0.8965554 0.89 0.007%
Long Bend 1.090321804 0.5 118.06%
Short Bend 0.63101409 0.56 12.68 %
45
0
1.464939384 1.22 20,07%
Elbow 9.011544068 8.5 6.02%

Tabel 35. Pengolahan Data Koefisien Percobaan dan Kesalahan Relatif pada
Hubungan Tekanan dan Kuadrat Kecepatan Aliran
Setelah mendapatkan koefisien percobaan dari masing masing pipa, kita
dapat mencari bagaimana hubungan antara tekanan dan kuadrat kecepatan aliran
dengan cara mencari koefisien korelasi. Jika hasil yang didapat semakin mendekati 1,
maka korelasi antara tekanan dan kuadrat kecepatan aliran tersebut besar, begitu pun
sebaliknya.Artinya jika data yang didapat mendekati nilai 1, data yang didapat
mempunyai akurasi yang tinggi.

Jenis Penampang Koefisien Korelasi
Lengkung Berjenjang 1.03844238
Enlargement 0.884
Contraction 1.078939234
Long Bend 1.35
Short Bend 1.23
45
0
1.4004
Elbow 0.908

Tabel 36 . Pengolahan Data Koefisien Korelasi Tekanan dan Kuadrat
Kecepatan Aliran

Dari data di atas, terlihat bahwa koefisien relasi yang didapat dari pengolahan
data untuk masing-masing manometer adalah mendekati 1. Artinya, nilai yang didapat
dari perhitungan regresi linear mempunyai tingkat keakuratan yang baik. Pada koefisien
kehilangan energy Long Bend nilai yang didapatkan kurang sesuai dengan nilai
literature yaitu koefisien yang didapat adalah 1.090321804 sedangkan koefisien kehilangan
energy menurut literaturnya adalah 0.5. Jika dilihat dari perhitungan dan data yang telah
didapatkan, berdasarkan pengamatan dari pipa lain, dapat dikatakan bahwa data yang didapat
dan perhitungan yang telah dilakukan telah benar dan akurat. Artinya nilai literature yang
didapat dari rumus atau sumber yang ada belum sesuai dengan nilai yang telah didapat.

Percobaan pada prosedur pertama juga menghasilkan nilai hubungan antara tekanan
dan kuadrat kecepatan tersebut yang ditunjukan dari grafik persamaan regresi linear:

Jenis Penampang Persamaan Garis
Lengkung Berjenjang y = 0.06933008x
Enlargement y = 0.015953419x
Contraction y = 0.045695994x
Long Bend y = 0.055571957x
Short Bend y = 0,02671x
45
0
y = 0,075591x
Elbow y = 0,0446x
.
Tabe 37. Tabel persamaan garis yang dibuat oleh tiap penampang

Melalui persamaan kedua yang menyatakan hubungan tekanan dengan
kecepatan aliran, didapat koefisien percobaan pada masing masing penampang.

Jenis Penampang Koefisien
Percobaan
Koefisien
Teori
Kesalahan
Relatif
Lengkung Berjenjang 1.360256166 1.27 7.106%
Enlargement 0.313006073 0.27 15.92%
Contraction 0.8965554 0.89 0.007%
Long Bend 1.090321804 0.5 118.06%
Short Bend 0.63101409 0.56 12.68 %
45
0
1.464939384 1.22 20,07%
Elbow 9.011544068 8.5 6.02%

Tabe 38. Tabel kesalahan Relatif pada Hubungan Tekanan dan Kecepatan
Aliran
Pada tabel diatas yang menyatakan hubungan antara Tekanan dan
Kecepatan Aliran, masing masing harus memiliki koefisien korelasi yang bernilai
mendekati 1. Jadi, semakin mendekati angka1, maka hubungan semakin terlihat, jika
tidak mendekati angka 0 maka antara Tekanan dan Kecepatan Aliran tidak memiliki
hubungan.
Jenis Penampang Koefisien Korelasi
Lengkung Berjenjang 1.03844238
Enlargement 0.884
Contraction 1.078939234
Long Bend 1.35
Short Bend 1.23
45
0
1.4004
Elbow 0.908

Tabel 39. Pengolahan Data Koefisien Korelasi Tekanan dan Kecepatan Aliran
Dari persamaan kedua, didapat persamaan yang berupa kurva pada tiap
tiap penampang aliran.
Jenis Penampang Persamaan Garis
Lengkung Berjenjang y = 0.06933008x
2
Enlargement y = 0.015953419x
2
Contraction y = 0.045695994x
2
Long Bend y = 0.055571957x
2
Short Bend y = 0,02671x
2
45
0
y = 0,075591x
2

Elbow y = 0,0446x
2

Dari data di atas, terlihat bahwa pengolahan data dengan menggunakan
kecepatan kuadratik sama besarnya dengan kecepatan. Ini terlihat dari nilai koefisien
kehilangan energy yang besarnya sama.
Percobaan kedua adalah mencari hubungan antara tekanan dengan kuadrat
kecepatan aliran dan tekanan dengan kecepatan aliran melalui persamaan:
Hubungan tekanan dengan kuadrat kecepatan aliran

)


Hubungan tekanan dengan kecepatan aliran



Pada pengolahan data, praktikan diminta untuk menghitung tekanan yang
terjadi setelah aliran melalui pipa. Tekanan yang masuk pada pipa tidak sama dengan
tekanan yang keluar pada pipa dikarenakan di dalam pipa terjadi gesekan antar air dan
pipa sehingga gesekan tersebut menjadi energy yang terbuang. Hal ini mengakibatkan
koefisien kehilangan energy akan lebih besar terhadap tekanan dikarenakan tekanan
yang masuk ke pipa besar dan semakin besar tekanan yang diberikan maka koefisien
kehilangan energy menjadi besar sehingga tekanan yang keluar dari pipa akan
menurun.
Pada pengolahan data ketiga ini, tekanan yang terjadi setelah aliran melalui
pipa dapat dihitung. Hasil yang didapat adalah 12500 kg/m2 dengan besarnya tekanan
yang dihitung secara teori adalah 498.3 kg/m2. Untuk itu, kesalahan relatif yang
dilakukan oleh praktikan sebesar 179%. Persamaan yang dihasilkan dari pengolahan
data ketiga ini adalah .

7.6.3. Analisa Kesalahan
Dalam setiap kegiatan praktikum nilai-nilai yang didapat dari pengolahan
data tidak selalu sesuai dengan nilai literaturnya, ini dapat dilihat dalam kesalahan
relative yang diperoleh dari nilai koefisien gesek
1. Permukaan alat percobaan tidak datar sehingga saat pembacaan manometer tidak
terlalu akurat
2. Nilai tekanan yang terbaca pada alat peraga tidak akurat sehingga penghitungan
tekanan mempunyai kesalahan relative yang tinggi.
3. Nilai koefisien kehilangan energy literature berbeda menurut sumber dan
refrerensinya, oleh karena itu banyak terjadi perbedaan dan hal ini mempengaruhi
nilai kesalahan relative.
4. Konversi satuan dapat menyebabkan kesalahan dalam perhitungan, sebagai contoh,
nilai koefisien literature yang didapat mungkin saja mempunyai satuan yang
berbeda dari nilai koefisien kehilangan energy yang didapat dari perhitungan
pengolahan data.
5. Kesalahan juga terjadi saat pengukuran debit aliran. Kemungkinan terdapatnya air
yang tumpah saat praktikan menjauhkan tabung ukur dari kran aliran air, serta
pengukuran waktu yang kurang akurat. Ini dapat menyebabkan data debit aliran
yang diperoleh menjadi kurang tepat. Kesalahan ini dapat diminimalisir dengan
cara menggunakan lebih dari satu sampel untuk setiap pengukuran debit dan
merata-ratakan hasilnya, sehingga kesalahan relatif akan lebih kecil.
7.7 Kesimpulan
1. Koefisien headloss tiap penampang mempunyai nilai yang berbeda
2. Koefisien headloss dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu tekanan,
diameter pipa, kecepatan aliran, debit aliran, dan sistem aliran pipa.
3. Koefisien kehilangan energy dari data yang telah diolah pada praktikum ini
adalah sebeagai berikut:
Jenis Penampang Koefisien
Percobaan
Lengkung Berjenjang 1.360256166
Enlargement 0.313006073
Contraction 0.8965554
Long Bend 1.090321804
Short Bend 0.63101409
45
0
1.464939384
Elbow 9.011544068

4. Diameter pipa akan berpengaruh terhadap luasan permukaan sehingga
semakin besar luas penampang pipa, maka kecepatan dan tekanan air akan
semakin besar.
5. Gesekan yang dialami oleh fluida terhadap pipa/benda yang melewatinya
dapat menyebabkan adanya headloss.

7.8 Daftar pustaka
Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. 2009. Modul
Praktikum Mekanika Fluida dan Hidrolika. Depok: Laboratorium Hidrolika,
Hidrologi dan Sungai.
7.9 Lampiran