Anda di halaman 1dari 9

Alkohol adalah Persenyawaan organik yang mempunyai satu atau lebih gugus

hidroksil. Karena ikatan hidroksil bersifat kovaleen, maka sifat alcohol tidak serupa dengan
hidroksida, tetapi lebih mendekati sifat air. Alkohol diberi nama yang berakhiran-ol.
Alkohol dapat digolongkan berdasarkan ;
a. Letak gugus OH pada atom karbon
b. Banyaknya gugus OH yang terdapat (jumlah gugus hidroksilnya)
c. Bentuk rantai karbonnya.
http://labdasar.trunojoyo.ac.id/buku Organik.pdf
OksidasiAlkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan
uap air. Oleh karena itu, etanol digunakan sebagai bahan bakar spirtus (spiritus). Reaksi
pembakaran etanol, berlangsung sebagai berikut:
Dengan zat-zat pengoksidasi sedang, seperti larutan K
2
Cr
2
O
7
dalam lingkungan
asam, alkohol teroksidasi sebagai berikut:
a. Alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.
b. Alkohol sekunder membentuk keton.
c. Alkohol tersier tidak teroksidasi.
Reaksi oksidasi etanol dapat dianggap berlangsung sebagai berikut:
Etanal yang dihasilkan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam asetat. Hal
ini terjadi karena oksidasi aldehida lebih mudah daripada oksidasi alkohol.
Pembentukan Ester (Esterifikasi)
Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air.
Sykes, Peter. 1989. Penuntun Mekanisme Reaksi Kimia Organik.
Jakarta : Gramedia
http://kimiadahsyat.blogspot.com//senyawa-alkohol.html
Untuk membedakan suatu alkohol termasuk alkohol primer, sekunder atau tersier
dapat dilakukan menggunakan pereaksi Lucas. Pereaksi Lucas dibuat dengan dengan
mereaksikan asam klorida pekat dan seng klorida. Pengamatan yang terjadi ketika ditambah
pereaksi Lucas adalah:
1. Untuk alkohol primer ketika ditembahkan pereaksi Lucas tidak terjadi perubahan karena
tidak terjadi reaksi kimia.
2. Pada alkohol sekunder ketika ditambah pereaksi Lucas terjadi reaksi kimia namun sangat
lambat. Untuk mempercepat reaksi yang terjadi yaitu dilakukan pemanasan, setelah
pemanasan sekitar 10 menit akan terbentuk 2 lapisan.
3. Sedangkan alkohol tersier ketika ditambahkan pereaksi Lucas akan bereaksi denga cepat
membentuk alkil klorida yang tak larut dalam larutan
http://wanibesak.wordpress.com/cara-membedakan-alkohol-primer-sekunder-tersier-
dengan-eter-dan-fenol/
Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang
memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C
6
H
5
OH dan strukturnya memiliki gugus
hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil. Kata fenol juga merujuk pada beberapa
zat yang memiliki cincin aromatik yang berikatan dengan gugus hidroksil.
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml. Fenol
memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H
+
dari gugus
hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C
6
H
5
O

yang dapat
dilarutkan dalam air.
Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini
dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H
+
.
Pada keadaan yang sama, alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan
ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem
aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif melalui cincin tersebut dan menstabilkan
anionnya.

Dalam kehidupan sehari hari kita sering dihadapkan dengan senyawa-senyawa yang
berasal dari alam dan diantara senyawa-senyawa tersebut biasanya memiliki bentuk fisik yang
sama akan tetapi sifat kimianya sangat berbeda. Seperti halnya dengan senyawa alkohol dan
fenol, sama-sama memiliki gugus OH tetapi memiliki sifat yang sangat berbeda.
Dari kemiripan yang dimiliki senyawa alkohol dan fenol maka kita perlu mengetahui
bagaimana cara membedakan senyawa-senyawa tersebut. Maka dari itu percobaan kali ini
dilakukan untuk membedakan senyawa-alkohol dan fenol.
Alkohol merupakan senyawa turunan alkana yang mengandung gugus OH dan memiliki
rumus umum R-OH, dimana R merupakan gugus alkil. Adapun rumus molekul dari alkohol
yaitu C
n
H
2n+2
O. Alkohol dapat dibagi berdasarkan dimana gugus OH terikat pada atom karbon,
yaitu:
1. Alkohol Primer
Alkohol primer adalah alkohol yang gugus OH terikat pada atom C primer (atom C yang
mengikat 1 atom C yang lain).
Contoh: H
3
C-CH
2
-OH (etanol)
Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi Aldehid dan kemudian dioksidasi lagi menjadi asam
karboksilat.
[O] H [O] OH
R-CH
2
-OH R-C=O R-C=O
Alkohol primer Aldehida Asam karboksilat

2. Alkohol Sekunder
Alkohol sekunder adalah alkohol yang gugus OH terikat pada atom C sekunder (atom C
yang mengikat 2 atom C yang lain).
Contoh: (H
3
C)
2
CH-OH (2-metil-etenol).
Alkohol sekunder dapat di oksidasi menjadi keton.
OH [O] O
R-CH-R R-C-R
Alkohol sekunder Keton

3. Alkohol Tersier
Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus OH terikat pada atom C tersier (atom C yang
mengikat 3 atom C yang lain).
Contoh : (CH
3
)C-OH (2,2-dimetil-etanol).
Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi.
Fenol merupakan senyawa yang gugus OH terikat pada cincin benzena, meskipun
memiliki gugus OH fenol sangat berbeda dengan alkohol. Hidrogen pada fenol bersifat asam
dari pada alkohol. Keasaman dari fenol dapat dilihat dari resonansi molekul fenol . Elektron dari
atom oksigen tertarik kedalam inti benzen dan terdistribusi merata keseluruh molekul akibatnya
atom oksigen bermuatan positif dan melepaskan proton. Sifat asamnya yaitu asam lemah dengan
ka= 1 x 10
-10
. Fenol digunakan sebagai antiseptik karena dapat membunuh bakteri, akan tetapi
fenol bersifat racun yaitu dapat menyebabkan denaturasi protein sehingga fenol tidak digunakan
lagi.

Gugus fungsi adalah suatu atom atau kumpulan atom yang terikat bersama dengan suatu cara
tertentu sebagai bagian dari suatu molekul, dan kemudian mempengaruhi karakteristik sifat fisik
dan kimia molekul secara keseluruhan. Kelompok gugus fungsi yang akan dipelajari pada
percobaan ini adalah gugus fungsi hidroksi (atau hidroksil), -OH. Alkohol dan fenol memiliki
kemiripan dalam beberapa hal, tetapi terdapat perbedaan yang cukup mendasar sehingga kedua
kelompok senyawa ini dianggap sebagai kelompok gugus fungsi yang berbeda. Salah satu
perbedaan utama adalah bahwa fenol bersifat jutaan kali lebih asam daripada alkohol.
Alkohol merupakan senyawa yang penting dalam kehidupan sehari-hari karena dapat
digunakan sebagai zat pembunuh kuman, bahan bakar maupun pelarut. Dalam laboratorium dan
industri alkohol digunakan sebagai pelarut dan reagensia. Alkohol dapat membentuk ikatan
hidrogen antara molekul-molekulnya maupun dengan air. Hal ini dapat mengakibatkan titik didih
maupun kelarutan alkohol dalam air cukup tinggi. Selain dipengaruhi oleh ikatan hidrogen,
kelarutan alkohol juga dipengaruhi oleh panjang pendeknya gugus alkil, banyaknya cabang dan
banyaknya gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon. Seperti air, alkohol adalah asam atau
basa sangat lemah. Pada larutan encer dalam air, alkohol mempunyai pKa yang kira-kira sama
dengan pKa air. Namun dalam keadaan murni keasaman alkohol jauh lebih lemah daripada air.
Hal ini disebabkan karena alkohol mempunyai tetapan elektrik yang rendah. Fenol merupakan
asam yang jauh lebih kuat daripada alkohol. Hal ini disebabkan karena anion yang dihasilkan
oleh resonansi, dengan muatan negatif yang disebar (delokalisasi) oleh cincin aromatik.
Alkohol dapat bereaksi dengan logam alkali (natrim dan kalium) menghasilkan alkoksida.
Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks. Makin besar gugus alkali (R-), makin berkurang
kareaktifannya.
Penamaan alkohol dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : nama trivial diberi nama alkil-
alkohol (alkohol sebagai nama pokok dan rantai karbonnya sebagai gugus). Cara kedua
berdasarkan nama sistematik, nama sistematik diberi akhiran ol digunakan dimana gugus OH
terikat dengan posisi OH diberi nomor terkecil dari ujung rantai karbon dia terikat. Sistem
tatanama, selain yang disebutkan diatas ialah dengan menganggap bahwa semua nama alkohol
adalah merupakan turunan dari metanol yang disebut karbinol.
Berdasarkan peredaan letak terikatna gugus OH pada atom C. Alkohol dibedakan menjadi
tiga, yaitu alkohol primer, alkohol sekunder dan alkohol tersier. Alkohol primer yaitu jika gugus
OH terikat pada atom C primer (atom C yang mengikat 1 atom C yang lain secara langsung).
Alkohol sekunder yaitu jika gugus OH terikat pada atom C sekunder (atom C yang mengikat
secara langsung dua atom C yang lain). Alkohol tersier yaitu jika gugus OH terikat pada atom C
tersier (atom C yang engikat secara langsung tia buah atom C yang lain. Secara fisik akan sulit
membedakan antara alkohol primer, sekunder dan tersier. Karena bau dan warna ketiganya dapat
dikatakan sama. (Ghalib, 2010).
Alcohol diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok yaitu:
1. Alcohol primer, yaitu alcohol dengan gugus OH yang terikat pada atom C primer. Missal,
methanol, etanol, n-propanol, n-butanol, dll.

CH
3
CH
2
CH
2
OH
n-propanol

2. Alcohol sekunder, yaitu alcohol dengan gugus OH yang terikat pada atom C sekunder. Missal
2-propanol (isopropyl alcohol).

CH
3
CHOH
CH
3

2-propanol


3. Alcohol tersier, yaitu alcohol dengan gugus OH yang terikat pada atom C tersier. Missal 2-
metil-2-propanol (ters-butil alkohol).

CH
3

CH
3
COH
CH
3

2-metil-2-propanol
(ters-butil alcohol)

Fenol mempunyai gugus seperti alkohol akan tetapi gugus fungsinya melekat langsung pada
cincin aromatik. Tata namanya biasanya dipergunakan nama yang lazim dengan akhiran ol.
Fenol mempunyai sifat-sifat yaitu mempunyai sifat asam. Atom H dapat diganti tak hanya
dengan logam (seperti alkohol tetapi juga dengan basa, terjadi fenolat. Sifat asam dar ifenol-
fenol lemah dan fenolat ini dapat diuraikan dengan asam karbonat. Mudah dioksidasi, juga oleh
O
2
udara dan memberikan zat-zat warna, mereduksi larutan fehling dan Ag-beramoniak.
Memberi reaksi-reaksi berwarna dengan FeCl
3
. Mempunyai sifat antiseptik, beracun, mengikis,
Ka = 1 X 10
-10
. (Riawan, 1990).
Fenol biasanya digunakan sebagai antiseptikum (dimana hal ini mungkin karena mempunyai
sifat mengkoagulasu protein) koefisien fenol (kf) : perbandingan kons. Fenol/kons. Zat untuk
mematikan suatu macam bakteri dalam waktu yang sama dan juga sebagai sintesis misalnya :
asam salisilat, aspirin, dan fenolftalein. (Riawan, 1990).
Berikut ini, terdapat 2 uji yang berkaitan dengan identifikasi alcohol dan fenol, yaitu:
1. Uji Lucas
Uji Lucas dalam alkohol adalah tes untuk membedakan antara alkohol primer, sekunder dan
tersier . Hal ini didasarkan pada perbedaan reaktivitas dari tiga kelas alkohol dengan hidrogen
halida . Alkohol tersier bereaksi dengan reagen Lucas untuk menghasilkan kekeruhan walaupun
tanpa pemanasan, sementara alkohol sekunder melakukannya dengan pemanasan. Alkohol
primer tidak bereaksi dengan reagen Lucas.
Reagen melarutkan alkohol, menghilangkan gugus OH, membentuk karbokation. Kecepatan
reaksi ini sebanding dengan energi yang dibutuhkan untuk membentuk karbokation, sehingga
tersier, benzilik, dan karbokation allylic bereaksi cepat, sementara yang lebih kecil, substitusi
kurang, alkohol bereaksi lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh karbokation segera bereaksi
dengan ion klorida yang mudah larut dalam chloroalkane.
Reaksi yang terjadi adalah:

2. Uji Asam Kromat

Alkohol primer dapat teroksidasi menjadi asam karboksilat dengan adanya asam kromat.
Bilangan oksidasi Cr +6 pada asam kromat, yang berwarna merah kecoklatan, tereduksi menjadi
Cr +3, yang berwarna hijau. Alkohol sekunder teroksidasi menjadi keton oleh asam kromat.
Alkohol tersier tidak dapat teroksidasi oleh asam kromat. Oleh karena itu reaksi ini di satu sisi
dapat membedakan alcohol primer dan sekunder, dan di sisi lain membedakan alkohol primer
dan sekunder dengan alkohol tersier. Sedangkan fenol biasanya teroksidasi menjadi tar berwarna
coklat oleh asam kromat.

Dalam kehidupan sehari-hari senyawa alkohol telah banyak dipergunakan,
dibidang kesehatan alkohol 70% dipergunakan sebagai antiseptik, dalam skala laboratorium
alkohol digunakan sebagai pelarut dan reagensia sedangkan dalam industri banyak dipergunakan
sebagai bahan baku plastik, kosmetik dan saat ini sedang digalakkan bahan bakar dari alkohol.
Sedangkan Fenol sering digunakan sebagai antiseptic yang dapat menghambat
perkembangbiakan serta membunuh bakteri.
Contoh senyawa dari Alkohol dan Fenol dapat digunakan sebagai bahan baku
dalam pembuatan senyawa lain misalnya asam asetat (cuka), formalin sebagai pengawet, ester
yang sering digunakan sebagai pengharum dan senyawa-senyawa lain yang juga sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari .
Sehingga pada percobaan kali ini, sampel uji dari alcohol dan fenol direaksikan
dengan reagen tertentu hingga menghasikan senyawa-senyawa tersebut.
Alkohol adalah senyawa yang molekulnya memiliki suatu gugus hidroksil, yang terikat
pada suatu atom karbon jenuh. Menurut kedudukan atomnya, alcohol dibedakan atas: alkohol
primer, alkohol sekunder dan alkohol tersier.
Jika karbon tersebut mengikat satu atom karbon lain, maka disebut karbon primer dan
alkoholnya disebut alkohol primer.
Jika karbon yg mengikat gugus -OH juga mengikat dua atom karbon lain, maka disebut karbon
sekunder dan alkoholnya disebut alkohol sekunder.
Jika karbon yg mengikat gugus -OH juga mengikat tiga atom karbon lain, maka disebut karbon
tersier dan alkoholnya disebut alkohol tersier.



Menurut banyaknya gugus hidroksil alcohol dibedakan:
Alkohol Monovalen yaitu alcohol yang mempunyai satu gugus hidroksil
Alkohol di, tri atau tetravalent yaitu alcohol yang mempunyai dua, tiga atau empat gugus
hidroksil
Senyawa yang memiliki suatu gugus hidroksil, yang terikat langsung pada cincin benzena
disebut fenol. Fenol mempunyai persamaan dengan alcohol. Akan tetapi karena gugus OH
terikat langsung dengan cincin aromatic, sehingga secara kimiawi fenol berbeda dengan alcohol.