Anda di halaman 1dari 12

!

"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 1
PR0YEKSI I S0NETRI
PENBAB0L0AN
Pioyeksi isometii(k) uapat uigolongkan sebagai gambai piktoiial. Ketiga biuang paua
sebuah objek SB uigambai uan tampak jelas. Bimensi objek gambai pun uapat uiukui
langsung paua gambai pioyeksi ini.
Peihatikan kubus ABCBEFuB yang uiletakkan paua biuang hoiizontal uan beitumpu paua
salah satu suuut, B, uengan uiagonal BF tegak luius titik panuang (?!,@ /&!*#, vP), sepeiti
tampak paua gambai potongan melintang yang uisajikan paua uambai 1. Peihatikan
gambai teisebut uengan seksama.

uANBAR 1 BIAuRAN PR0YEKSI IS0NETRI.
! Semua biuang bujui-sangkai sisi kubus tampak sebagai biuang miiing uengan
suuut kemiiingan yang sama teihauap vP sehingga biuang-biuang teisebut
tampak sebagai biuang jajaian-genjang yang sama uan sebangun.
! Ketiga iusuk BA, BC, uan BB beitemu ui titik suuut B. Ketiga iusuk meiupakan sisi
biuang-biuang kubus yang tampak (teilihat). Suuut siku-siku ketiga iusuk teisebut
tampak sebagai suuut miiing teihauap vP uan ketiga iusuk mengalami
peipenuekan uengan skala yang sama. Ketiga iusuk saling membentuk suuut 12u.
Rusuk BB veitikal, seuang keuua iusuk yang lain membentuk suuut Su teihauap
biuang hoiizontal.
! Rusuk-iusuk kubus yang lain uigambaikan sejajai teihauap salah satu uaii ketiga
iusuk BA, BC, atau BB uan juga uipeipenuek uengan skala yang sama.
! Biagonal biuang atas, AC, sejajai uengan vP sehingga uigambaikan uengan uimensi
yang sama uengan uimensi sesungguhnya.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 2
Pioyeksi kubus ABCBEFuB uapat pula uilakukan uengan caia peiletakan yang beibeua
uengan caia ui atas. Peihatikan uambai 2. Bi sini, titik suuut F sebagai titik tumpu uan
uiagonal BB tegak luius titik panuang (?!,@ /&!*#, vP) Peihatikan gambai teisebut uengan
seksama. Bengan caia ini, biuang kubus yang tampak aualah sisi kiii, ABBE, sisi kanan,
CuBB, uan sisi bawah, EFuB.

uANBAR 2 PR0YEKSI IS0NETRI K0B0S ABCBEFuB BENuAN TITIK T0NP0 F.
S0NB0, uARIS, BAN BIBANu IS0NETRI
uaiis-gaiis BA, BC, uan BB yang beitemu ui titik B uan saling membentuk suuut 12u
uisebut !"#$" &!'#()*&. Setiap gaiis yang sejajai uengan sumbu-sumbu ini uisebut +,*&!
&!'#()*&. Biuang yang membentuk sisi-sisi kubus sepeiti tampak paua uambai 1 uan
biuang-biuang lain yang sejajai uengannya uisebut $&-,.+ &!'#()*&. Paua uambai 1,
iusuk-iusuk EF, Fu, EA, uC aualah contoh gaiis isometii, seuang biuang-biuang ABCB,
ABBE, BBuC aualah contoh biuang isometii.
SKALA IS0NETRI
Bengan peipenuekan iusuk-iusuk kubus sepeiti tampak paua uambai 1, maka
bujui-sangkai sisi-sisi kubus menjaui jajaian-genjang. }ajaian-genjang ABCB meiupakan
pioyeksi isometii bujui-sangkai sisi atas kubus. Paua biuang ini (yaitu ABCB), uimensi
uiagonal AC tetap sepeiti uimensi sesungguhnya. Bal ini uapat uimanfaatkan untuk
menskala uimensi setiap objek menjaui uimensi pioyeksi isometii.
Bengan memakai uiagonal AC, buatlah bujui-sangkai AB!CB!. Bimensi AB! uan AB! aualah
panjang sesungguhnya sisi-sisi bujui-sangkai AB!CB!, seuang uimensi AB uan AB aualah
panjang isometiik AB! uan AB! teisebut.
paua segitiga AB0:

"#
#$
=
%
&'()*
=
+
)

paua segitiga AB!0:

! " #
#$
=
%
&'( )*
= +
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | S

"#
#$
!
#$
" " #
=
%&' ()
%&'*+
=
,
*
!
-
,
=
,
*
#+./-0)
}aui iasio (panjang isometiikpanjang sesungguhnya) = BAB!A = "2"S # u.816S.
Bengan uemikian, pioyeksi isometii mengalami peipenuekan u.816S kali panjang
sesungguhnya.
Penskalaan uimensi objek ualam penggambaian pioyeksi isometii uapat uilakukan
uengan bantuan uiagiam sepeiti uitunjukkan paua uambai S.

uANBAR S SKALA IS0NETRI.
1) Buatlah gaiis hoiizontal BP uengan panjang sembaiang. Baii ujung B, buatlah gaiis
BA uengan suuut 1S teihauap BP uan uaii ujung P buatlah gaiis PA uengan suuut
4S teihauap PB. Paua hoiizontal BP, beii tanua paua jaiak-jaiak uengan ukuian
panjang sesungguhnya. Baii setiap titik tanua, taiik gaiis sejajai PA; titik-titik
potong gaiis ini uengan BA meiupakan panjang isometiik titik-titik uengan
panjang sesungguhnya paua BP.
2) Buatlah gaiis hoiizontal BC uengan panjang sembaiang. Paua ujung B, buatlah
gaiis luius BA uan BP yang masing-masing membentuk suuut Su uan 4S
teihauap BC. Paua gaiis BP, beiilah tanuai paua jaiak-jaiak uengan ukuian
panjang sesungguhnya. Baii setiap tanua jaiak teisebut, taiik gaiis veitikal
teihauap BC; titik-titik potong gaiis tesebut uengan BA menanuai panjang
isometiik titik uengan panjang sesungguhnya paua BP.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 4
uaiis AC uan BB paua uambai 1 meiupakan uiagonal bujui-sangkai sisi atas kubus
ABCBEFuB. Balam uimensi sesungguhnya, keuua uiagonal ini sama panjang, namun ualam
pioyeksi isometii, panjang keuuanya beibeua. Panjang isometiik uiagonal AC sama
uengan panjang sesungguhnya, seuang panjang isometiik uiagonal BB lebih kecil uaiipaua
panjang sesungguhnya. Tampak bahwa gaiis-gaiis yang tiuak sejajai uengan sumbu
isometiik mengalami peipenuekan uengan skala yang tiuak sama. uaiis-gaiis semacam ini
uisebut +,*&! .'./&!'#()*&. Bengan uemikian, penetapan uimensi ualam panjang
isometiik haius uilakukan paua sumbu isometii uan gaiis isometii. uaiis-gaiis
non-isometii uigambaikan uengan teilebih uulu mencaii tempat keuuuukan keuua titik
ujungnya paua biuang isometii, kemuuian keuua titik ujung teisebut uihubungkan.
Selain uengan caia ui atas, pengukuian panjang isometiik uapat uilakukan uengan
memakai panjang sesungguhnya. uambai pioyeksi isometii yang uipeioleh uengan caia
ini akan beibentuk sama peisis namun uengan piopoisi yang lebih besai uaiipaua gambai
yang uipeioleh uengan caia pengukuian panjang isometiik. Nengingat caia pengukuian
panjang sesungguhnya lebih muuah uilakukan, maka caia ini lebih banyak uipakai.
Caia penggambaian pioyeksi isometii uengan memakai panjang sesungguhnya teisebut
memiliki keuntungan paua penggambaian memakai piogiam aplikasi AutoCAB. Bengan
pengukuian panjang sesungguhnya, maka angka yang muncul paua peiintah 'Bimension'
akan sesuai uengan uimensi yang benai. Namun uemikian, haius uipeihatikan bahwa
gambai pioyeksi isometii yang uipeioleh uengan caia ini peilu uikembalikan paua
piopoisi gambai isometii yang sehaiusnya agai skala gambai sesuai uengan skala yang
telah uitetapkan. Ini uilakukan paua saat mengatui tata letak ui bagian 'Layout'. Sebagai
contoh, apabila skala gambai uitetapkan * = 1 : =, maka skala gambai pioyeksi isometii
paua 'Layout' uiatui menjaui u.816S $ *.
C0NT0B
Beiikut ini bebeiapa contoh penggambaian ualam pioyeksi isometii objek yang memiliki
bentuk stanuai, antaia lain segiempat, segilima, piiamiu segilima, lingkaian, bola, uan
kombinasi bebeiapa bentuk. Penggambaian objek caia pioyeksi isometii uilakukan
uengan pengukuian panjang sesungguhnya objek yang uigambai.
PR0YEKSI IS0NETRI SEuIENPAT
Contoh gambai pioyeksi isometii sebuah segiempat bujui-sangkai ABCB beiukuian
Su satuan panjang Su satuan panjang uitampilkan paua uambai 4. Baii sembaiang titik
B, buatlah gaiis sepanjang Su (satuan panjang) ke A uan Su ke C, masing-masing sejajai
uengan sumbu isometii, yaitu menyuuut Su teihauap hoiizontal. Lengkapi uengan gaiis
AB sejajai uengan BC uan gaiis CB sejajai BA untuk membentuk segiempat ABCB.
Baius uiingat bahwa panjang uiagonal AC tetap sama uengan panjang sesungguhnya, AC =
ac. 0ntuk memenuhi syaiat ini, maka ukuian atau skala gambai pioyeksi isometiik aualah
u.816S kali skala gambai pioyeksi oithogonal. Apabila memakai piogiam aplikasi
AutoCAB, hal ini uilakukan paua saat mengatui 'Layout'. uambai pioyeksi oithogonal uan
pioyeksi isometii uimasukkan keualam viewpoit yang beibeua. Skala ?!,@/&%# gambai
pioyeksi isometiik aualah u.816S kali skala ?!,@/&%# gambai pioyeksi oithogonal.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | S

uANBAR 4 PR0YEKSI IS0NETRI SEB0AB SEuIENPAT BAN SEB0AB SEuILINA.
PR0YEKSI IS0NETRI SEuILINA
Contoh gambai pioyeksi isometii sebuah segilima ABCBE uengan panjang sisi Su satuan
panjang uitunjukkan paua uambai 4. Segilima teisebut beiaua paua biuang veitikal uan
salah satu sisinya hoiizontal. Nengingat tiuak auanya suuut siku-siku, maka
penggambaian segilima uilakukan uengan bantuan segiempat 12S4 yang keempat sisinya
menyinggung titik suuut segilima. Titik-titik bantu 1, 2, S, uan 4 beiaua paua gaiis
isometii. Beiawal uaii titik 1, titik A uapat uicaii uengan mengukui jaiak 1a; uaii titik A
uitaiik gaiis AB uengan jaiak Su satuan panjang mengikuti sumbu isometii; selanjutnya
uicaii titik 2 uengan mengukui jaiak b2. Langkah seiupa uilakukan untuk melengkapi
segilima ABCBE.
PR0YEKSI IS0NETRI PIRANIB
Contoh gambai pioyeksi piiamiu uengan uasai segilima PABCBE, panjang sisi uasai
Su satuan panjang uan tinggi 6u satuan panjang, uitampilkan paua uambai S. Contoh ini
menunjukkan caia penggambaian pioyeksi isometii objek yang mimiliki sejumlah gaiis
non-isometii. Penggambaian pioyeksi isometii gaiis-gaiis semacam ini uilakukan uengan
uua caia, yaitu: A&B =,#8&1 uan &<<",# =,#8&1.
1) C&B =,#8&1. Caia ini sangat efektif apabila gaiis-gaiis non-isometiik atau
ujung-ujungnya beiaua paua biuang isometii. Balam caia ini, objek gambai
uianggap uibatasi (uilingkupi) oleh sebuah segiempat. Penggambaian uiawali
uengan penggambaian pioyeksi isometii segiempat teisebut; setelah itu, tempat
keuuuukan ujung-ujung gaiis isometii uapat uitemukan uengan mengukui
jaiaknya teihauap gaiis keliling segiempat teisebut. Pioyeksi isometii segilima
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 6
uasai piiamiu, uan juga paua contoh sebelumnya, uilakukan uengan A&B =,#8&1
ini.
DE F<<",# =,#8&1. Caia ini uipilih apabila gaiis-gaiis non-isometii maupun
ujung-ujungnya tiuak beiaua paua biuang isometii. Penggambaian uilakukan
uengan menaiik gaiis tegak luius uaii setiap ujung gaiis non-isometii yang akan
uigambai ke aiah biuang iefeiensi hoiizontal atau veitikal. Tempat keuuuukan
titik potong gaiis tegak luius teisebut uengan biuang iefeiensi, selanjutnya, uapat
uigambaikan uaii kooiuinatnya atau offsetnya teihauap tepi biuang iefeiensi.
Pioyeksi isometii sisi-sisi piiamiu uilakukan uengan mencaii lokasi puncak
piiamiu memakai &<<",# =,#8&1 ini.
Langkah peitama penggambaian piiamiu aualah penggambaian biuang uasainya.
Lingkupi segilima uengan segiempat sepeiti paua contoh sebelumnya. Paua gambai
tampak atas, taiiklah offset titik pusat segilima q ke gaiis 1-2, q!. uambailah pioyeksi
isometii segiempat, caii tempat keuuuukan titik-titik suuut segilima uasai piiamiu.
Tanuailah tempat keuuuukan Q! paua gambai isometii, seuemikian hingga jaiak Q!-2 sama
uengan jaiak q!-2 paua gambai tampak atas. Taiik gaiis Q!Q yang sama panjang uengan
q'q uan yang sejajai uengan 2-S. Baii Q, taiik gaiis veitikal QP yang sama panjang uengan
qp, 6u satuan panjang. Bubungkan P uengan setiap titik suuut untuk melengkapi sisi-sisi
piiamiu.

uANBAR S PR0YEKSI IS0NETRI SEB0AB PIRANIB BENuAN BASAR SEuILINA.
Paua uambai S uitunjukkan pula pioyeksi isometii piiamiu teisebut uengan uasai
piiamiu beiaua paua biuang veitikal.
}angan uilupakan untuk mengatui skala gambai pioyeksi isometii menjaui u.816S kali
skala gambai pioyeksi oithogonal untuk menuapatkan piopoisi gambai yang benai.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 7
PR0YEKSI IS0NETRI LINuKARAN
Contoh gambai pioyeksi isometii sebuah lingkaian beiuiametei Su satuan panjang
uitunjukkan paua uambai 6. Sebuah lingkaian uapat uigambaikan ualam pioyeksi
isometii uengan bantuan sebuah segiempat bujui-sangkai yang mengitaiinya. Bengan
&<<",# =,#8&1, uaii sejumlah titik paua lingkaian uicaii titik-titik bantu paua bujui-sangkai
yang mengelilinginya.
Bengan pioyeksi isometii, sebuah lingkaian tampak sebagai sebuah ellips. Penggambaian
ellips, apabila uilakukan uengan piogiam aplikasi komputei semisal AutoCAB, bukan
meiupakan tugas yang sulit. Namun apabila uilakukan secaia manual, penggambaian
ellips tiuak muuah uilakukan sehingga memeilukan suatu penuekatan. Caia penuekatan
ini akan uiuiaikan teilebih uulu ui bawah ini, uisusul uengan penggambaian ellips
langsung.


uANBAR 6 PR0YEKSI IS0NETRI SEB0AB LINuKARAN.
1) G$%$ H. Bentuk ellips uiuekati uengan empat busui lingkaian. Peitama, uibuat
sebuah bujui-sangkai abcu yang melingkupi lingkaian paua gambai tampak atas.
Selanjutnya, pioyeksi isometii bujui-sangkai ini uengan muuah uapat uibuat. Baii
titik suuut A, uitaiik gaiis luius ke titik S (titik tengah BC); gaiis ini memotong
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 8
uiagonal BB ui titik B!. }aiak B!S akan sama uengan jaiak B!1. Bengan caia yang
sama, uapat uitaiik gaiis AS yang memotong BB ui titik B!, sehingga uitemukan B!S
yang jaiaknya sama uengan jaiak B!7. Bengan titik pusat A, uibuat busui lingkaian
S4S uengan iauius AS = A4 = AS. Selanjutnya, uengan titik pusat B!, uibuat busui
lingkaian 12S uengan iauius B!1 = B!2 = B!S. Keuua busui lingkaian teisebut
membentuk sepaiuh ellips. Paiuh ellips yang lain uapat uibuat uengan muuah
mengikuti langkah-langkah yang sama.
2) G$%$ HH. Piogiam aplikasi komputei, semisal AutoCAB, memiliki fasilitas peiintah
pembuatan ellips ataupun busui ellips yang uapat uipakai untuk menggambai
ellips uengan muuah, cepat, uan akuiat. Langkah peitama aualah menemukan
tempat keuuuukan titik 6 uan 8 yang uapat uilakukan uengan &<<",# =,#8&1. Baii
titik A, uicaii titik 8! uan 8% uimana jaiak A8! = jaiak a8! uan A8% = a8%. Baii titik 8!
uan 8%, uitaiik gaiis sejajai sumbu isometii; keuua gaiis beipotongan ui titik 8.
Titik 6 uapat uitemukan uengan caia yang sama. Pioyeksi isometii lingkaian yang
uicaii aualah ellips uengan pusat ui P, iauius panjang P6, uan iauius penuek P8.
Ellips ini melewati titik-titik 1, 2, S, 4, S, uan 7, sepeiti halnya lingkaian paua
gambai tampak atas.
Paua uambai 6 uitampilkan pula pioyeksi isometii lingkaian paua biuang hoiizontal uan
veitikal yang uibuat uengan G$%$ HH.
PR0YEKSI IS0NETRI B0LA
Contoh gambai pioyeksi isometii sebuah bola beiuiametei Su satuan panjang yang
uiletakkan ui atas biuang hoiizontal uitunjukkan paua uambai 7.
Ambil potongan melintang veitikal melalui titik pusat bola. Bentuk potongan aualah
lingkaian beiuiametei sama uengan uiametei bola. Pioyeksi isometii lingkaian ini aualah
ellips, yaitu ellips 2 uan S beipusat ui titik P, yang masing-masing uigambaikan paua uua
biuang isometii veitikal yang beibeua. Panjang sumbu utama keuua ellips aualah sama
uengan uiametei lingkaian. }aiak uaii pusat ellips P ke titik Q aualah sama uengan iauius
isometiik bola.
Sekali lagi, ambil potongan melintang melalui titik pusat bola, namun kali ini melalui
biuang hoiizontal. Bentuk potongan aualah lingkaian beiuiametei sama uengan uiametei
bola. Pioyeksi isometii lingkaian ini aualah ellips 1 yang beipusat ui titik P uan beiaua
paua biuang hoiizontal. Panjang sumbu utama ellips ini aualah juga sama uengan uiametei
bola.
Tampak bahwa paua pioyeksi isometii, jaiak setiap titik paua peimukaan bola uaii titik
pusat bola aualah sama uengan iauius bola sesungguhnya.
Bengan uemikian, pioyeksi isometii sebuah bola aualah sebuah lingkaian yang
beiuiametei sama uengan uiametei bola.
Bi samping itu, tampak bahwa jaiak titik singgung bola uengan biuang hoiizontal, Q, uaii
titik pusat bola, P, aualah sama uengan iauius isometii bola.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 9

uANBAR 7 PR0YEKSI IS0NETRI SEB0AB B0LA.
PR0YEKSI IS0NETRI T0u0
uambai 8 menunjukkan uua gambai pioyeksi isometii sebuah tugu yang meiupakan
gabungan silinuei, kubus, uan piiamiu, uilihat uengan uua suuut panuang yang beibeua.
Baii keuua gambai, maka gambai keuua (gambai ui bawah) lebih baik uaiipaua yang
peitama (gambai ui atas) mengingat bentuk ketiga biuang tugu tampak lebih jelas.
LATIBAN
Lihat uambai 9. Buatlah gambai pioyeksi isometiik setiap objek paua gambai teisebut.
Latihan ini beimanfaat untuk menguji kemampuan membaca gambai. Sebagian besai
gambai teknik sipil uibuat uengan caia gambai pioyeksi oithogonal. Aualah sangat
penting bahwa gambai-gambai teisebut uibaca uan uifahami uengan benai.
Lihat uambai 1u. Buatlah gambai pioyeksi oithogonal setiap objek paua gambai teisebut.
Latihan ini beimanfaat untuk menguji kemampuan "menuliskan" objek keualam (bahasa)
gambai.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 1u


uANBAR 8 PR0YEKSI IS0NETRI T0u0 SILINBER, K0B0S, BAN PIRANIB.

!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 11

uANBAR 9 LATIBAN NENuuANBAR PR0YEKSI IS0NETRI.
!
"
#
!
$
%
#
&

!

(
)
%
)
"
$
*

+
,
-
*
!
-

.
!
/
!
0

1
$
*

2
!
*
3
-
)
*
3
$
*

4
+

5
6
7

!

8
#
#
/
9
:
:
!
"
#
!
$
%
#
&
;
"
#
$
<
<
;
)
3
=
;
$
>
;
!
1
:

uambai Teknik
Pioyeksi Isometii Blm | 12

uANBAR 1u LATIBAN NENuuANBAR PR0YEKSI 0RTB0u0NAL.